Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Parfumnya Ngga Protes Dan Ngga Rebutan


__ADS_3

Aya dan Ema masih berjalan bergandengan tangan ke arah kasir lebih tepatnya Aya menggandeng tangannya Ema karena mungkin Aya takut jatuh kalau jalannya tidak bergandengan tangan atau Aya takut Ema jatuh ke atas pohon maksudnya ke atas lantai kalau tidak di gandeng oleh Aya hanya Aya yang tahu jawabannya setelah enam purnama Aya dan Ema berjalan kelamaan dong menunggunya maksudnya setelah setelah beberapa menit Aya dan Ema menjalankan kakinya kini mereka berdua telah sampai di depan sang kasir yang sedang sibuk menghitung semut maksudnya menghitung kecoa lebih tepatnya menghitung uang yang ada di laci mendengar suara gerakan sepatu yang di ketukkan ke air memangnya bisa bunyi sepatu di ketukkan di air ? maksudnya mendengar suara sepatu yang di ketukkan ke lantai membuat sang kasir menatap ke arah sumber suara yang ternyata sudah ada Aya dan Ema yang serentak sedang menatap ke arah kasir membuat kasir tersebut mengeluarkan senyum ramah kepada Aya dan Ema secara bergantian lalu bertanya


"Ada yang bisa saya bantu mba ?" tanya sang kasir ramah menatap ke arah Aya dan Ema secara bergantian sementara Ema menggidikkan bahunya tanda tak tahu sedangkan Aya membalas senyuman sang kasir tak kalah ramah


"Mba saya mau ambil dua parfum yang ini tolong bungkuskan dan total berapa harga semuanya" jawab Aya dengan kedua matanya yang berbinar sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sambil menyodorkan dua parfum yang ada di kakinya maksudnya di parfum yang ada di tangannya sementara Ema tersenyum masam mendengar omongan Aya sedangkan pelayan supermarket hanya menganggukkan kepalanya mantap sambil ikutan mengumbar senyum lebar di wajahnya


"Baik bu tunggu sebentar saya bungkus dan saya total terlebih dahulu parfum yang mau ibu ambil" balas sang kasir tak melunturkan senyuman lebar di wajahnya sambil menerima dua parfum yang di sodorkan oleh Aya sementara Aya mengangguk anggukkan kepalanya dengan senyuman lebar yang tetap merekah di wajahnya sedangkan Ema memutar bola matanya malas


"Iya mba jangan lama lama soalnya takut anaknya saya yang sekarang berdiri di sebelah saya menangis karena kelaparan" canda Aya sambil tetap menaburkan senyum lebar di wajahnya sementara Ema melototkan kedua matanya ke arah Aya sedangkan pelayan supermarket hanya manggut manggut ingin sekali pelayan supermarket tertawa terbahak bahak namun takut di pecat oleh atasannya gara gara Aya atau Ema mengadu gara gara masalah sepele yaitu menertawakan Ema yang menangis karena kelaparan

__ADS_1


"Apaan sih mama aku sudah besar jadi kalau kelaparan ngga bakalan menangis langsung aku cari makan buat di makan sendiri bilang saja mama yang lapar pakai nuduh dan fitnah aku yang kelaparan padahal perutnya aku masih kenyang" teriak Ema sangat kencang dan sangat keras membuat laptop, kursi,dan meja di supermarket terlonjak kaget mungkin kalau bisa tutup telinga barang tersebut akan tutup telinga kedua matanya Ema mendelik ke Aya sementara Aya tersenyum tipis mendengar perkataan Ema


"Ussssstttttt diam Ema jangan berisik dan ngga usah teriak teriak kamu masa cari makan buat di makan sendiri ? harusnya kamu juga ikut mencari makanan buat mama biar kenyang walaupun mama bisa pesan makanan lewat go food tapi lebih enak lagi kalau dapat gratisan makanan dari kamu iya mama mendadak lapar mungkin karena tadi habis berjalan kaki buat ke kasir mama ngga menuduh dan fitnah kamu mama bicara fakta mama jamin kalau mama pesan makanan pasti kamu ikut memakan makanan miliknya mama itu apa namanya kalau bukan kelaparan ? soalnya kalau sudah kenyang di jamin mau makanan se enak dan selezat apapun di jamin ngga bakal di embat tuh makanan karena sudah kenyang walaupun perutnya kamu masih kenyang kalau ada makanan di depan kamu juga di makan juga" cibir Aya sambil tersenyum mengejek ke arah Ema membuat Ema ingin sekali tampil di atas panggung karena saking malunya dengan perkataan Aya tapi kalau tampil di atas panggung yang ada wajahnya Ema bakalan terkenal dan tambah malu dong yang lebih tepat Ema ingin sekali bersembunyi di bawah panggung memangnya di bawah panggung muat oleh tubuhnya Ema ? intinya Ema ingin sekali bersembunyi supaya wajahnya tidak terlihat oleh semua orang karena tadi habis di jelekkan oleh Aya sehingga kini Ema hanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya sebenarnya Ema ingin menutup wajahnya dengan kipas tapi tetap kelihatan, Ema ingin menutup wajahnya dengan pasir nanti takut matanya Ema kelilipan pasir, Ema ingin sekali menutup wajahnya dengan sepatu mahal yang dia pakai tapi takut Ema bakalan di tuduh gila bukan di tuduh doang tapi takutnya banyak orang yang yang teriak teriak bahwa Ema gila melebihi ramainya suporter bola yang pemain bolanya sedang bertanding sepak bola


"Mba buruan bungkus parfumnya secepatnya soalnya mama saya lapar ngga mau menunggu kelamaan" perintah Ema sambil mengedipkan mata ke kasir di supermarket sementara kasir di supermarket menganggukkan kepalanya mantap sedangkan Aya membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga saat Aya akan menjawab perkataan Ema bahkan Aya sudah membuka mulutnya sudah di jawab duluan oleh kasir di supermarket


"Buruan mba sebelum mama saya mengamuk nanti supermarket ini bisa jadi butiran debu" tegas Ema sambil tersenyum licik karena Ema tahu bahwa Aya pasti tadi akan menjawab perkataan kasir di supermarket makanya sebelum Aya menjawab Ema sudah mendahului menjawab terlebih dahulu sementara kasir di supermarket menganggukkan kepalanya mantap sambil masih setia menebar senyum ramahnya sedangkan Aya menatap nyalang ke Ema


"Baik mba bu tunggu sebentar" jawab kasir di supermarket lalu dirinya langsung meletakkan dua parfum di atas meja kasir membuat Aya dan Ema kompak mengamati cara kerjanya semut memakan makanan, maksudnya cara kerjanya gajah memanjat pohon memangnya gajah bisa memanjat pohon ? maksudnya cara kerjanya semut terbang memangnya semut bisa terbang ? tapi kalau semut ada di atas meja, di atas kursi, di atas pohon, di atas tembok bisa di katakan terbang atau tidak ? kayaknya itu bukan di katakan terbang tadi di katakan semut memanjat seperti semut itu sedang memanjat ke atas meja, memanjat ke atas kursi, memanjat ke atas pohon, dan memanjat ke atas tembok, koq jadi bahas semut ini tadi lagi bahas Aya dan Ema yang kompak sedang menatap ke arah sang kasir di supermarket yang sedang ingin membungkus parfum yang tadi di ambil oleh Aya

__ADS_1


Aya dan Ema masih serentak memperhatikan cara sang kasir di supermarket membungkus parfum yang di beli Aya kini parfum yang di pilih Aya sudah di letakkan di atas meja kasir lalu kasir mengambil dan menyiapkan bungkus yang biasa di gunakan untuk membungkus parfum setelah itu tanpa ragu kasir di supermarket langsung memasukkan kedua parfum tersebut ke kolong meja maksudnya ke kolong jembatan lebih tepatnya kedua parfum tersebut di letakkan oleh sang kasir di supermarket ke dalam bungkus yang sudah di siapkan satu persatu secara bergantian lagian parfumnya juga menurut karena tidak berantem


"Mba itu koq parfumnya di letakkan di situ" protes Ema dengan suara lantang membuat atensi Aya dan kasir supermarket yang sedang membungkus parfum menoleh ke arah Ema


''Memangnya parfumnya mau di letakkan di mana mba ? soalnya peraturan di supermarket ini itu parfum di letakkan di bungkus ini'' jawab kasir sambil mengangkat bungkus parfum yang sudah di isi oleh parfum yang di pilih Aya sementara Ema menatap ke arah kasir sambil tersenyum kikuk bingung mau mengutarakan maksud hatinya sedangkan Aya menatap nyalang ke Ema


"Ema kamu ngga usah protes parfum saja yang di letakkan ke dalam bungkus itu ngga protes" sahut Aya dengan ketus sambil mendelik ke Ema sementara Ema tersenyum lebar entah apa yang ada di otaknya sedangkan kasir di supermarket mengulum senyum


"Mah justru aku mau bilang ke mba pelayan supermarket kenapa parfumnya ngga protes dan ngga rebutan saat memasukkan parfumnya satu satu kenapa ngga minta di masukkan sekalian" jelas Ema sambil mengumbar senyum lebar sementara Aya dan sang kasir di supermarket kompak membelalakkan matanya mereka berdua sangat lebar dengan mulut menganga

__ADS_1


__ADS_2