
Ane masih tidak percaya bahwa Dewo ada di sebelahnya soalnya setahu Ane Dewo tadi masih ada di belakang tempat dirinya dan Dewo berdiri namun Ane melangkah pergi lalu kenapa Dewo tiba tiba ada di samping Ane lagi
Dewo melirik ke Ane lewat ekor matanya lalu dirinya mengerutkan keningnya heran saat melihat Ane mematung padahal dirinya tidak mengutuk Ane menjadi patung walaupun Ane cerewet dan bawel tapi Dewo tetap menyayangi Ane sehingga tidak mungkin Dewo mengutuk Ane menjadi patung pancoran atau patung lainnya
"Mama lagi mikirin apa bukannya tadi bilang mau beli jas apa mama berubah pikiran tidak jadi membeli jas kalau tahu gini mending tadi gue tunggu di mobil saja yang terletak di parkiran dari pada mama ngga jadi beli jas otomatis mama juga ngga akan membelikan jas buat gue tapi masa gue sama mama gue cuma berdiri mematung kayak gini malu dong di lihat oleh orang di kira pajangan patung yang terletak di supermarket gue harus bilang sama sama gue supaya pergi dari tempat ini" batin Dewo sambil manggut manggut samar menyusun rencana yang akan di lakukan terhadap Ane
"Aku heran sama Dewo kenapa tiba tiba ada di sebelah aku padahal sebelum aku ke sini aku lihat dengan mata rambut sendiri maksudnya mata kepala sendiri bahwa Dewo masih ada di belakang kenapa mendadak ada di samping aku dan penglihatan aku juga masih tajam dan normal sehingga jelas tadi Dewo masih ada di belakangnya aku kenapa jadi ada di sini apa Dewo punya jurus menghilang atau Dewo bisa terbang sehingga mendadak sudah ada sini di samping aku" batin Ane sambil mengawang awang kejadian saat dirinya akan pergi meninggalkan Dewo
__ADS_1
Dewo melirik ke Ane yang sedang asyik dan sibuk melamun membuat Dewo ingin sekali mendorong tubuhnya Ane ke lantai namun takut di cap sebagai anak durhaka yang lebih parahnya lagi nanti Dewo akan dapat teriakan dari Ane yang suaranya Ane bisa bikin merusak gendang telinga siapapun yang lebih bikin Dewo memikirkan berulang ulang lagu adalah nanti Dewo yang di suruh gendong tubuhnya Ane kalau Ane sampai jatuh mencium wanginya lantai
Kini Dewo memutar otak dan pikirannya supaya Ane bisa sadar dari lamunannya tanpa Dewo mendorong tubuhnya Ane sedetik kemudian Dewo menerbitkan senyuman lebar di wajah tampannya seperti Dewo menemukan ide supaya Ane bisa tersadar dari lamunannya lalu Dewo mulai menjalankan aksinya dirinya bergerak mendekat ke arah Ane setelah dekat tanpa ragu tangannya Dewo memegang pundaknya Ane
"Mama lagi ngapain ?" tanya Dewo sambil memegang pundaknya Ane sementara Ane yang yang sedang melamun langsung terlonjak kaget bahkan mengeluarkan jurus kagetnya yaitu Ane mencubit lengan dari Dewo membuat Dewo langsung melepaskan tangannya dari pundak Ane sambil meringis kesakitan yang di rasakan oleh Dewo
"Harusnya mama yang nanya kamu ngapain ada di sini Dewo ?" tanya Ane seperti orang pikun membuat Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Dewo heran sama Ane kenapa Ane mendadak seperti orang pikun
__ADS_1
Tadi Ane bertanya nama kepada Dewo sekarang Ane bertanya ngapain Dewo ada di sini sungguh Dewo bingung apakah Ane amnesia ? tapi apa yang membuat Ane amnesia soalnya seingat Dewo Ane itu tidak terbentur kelereng maksudnya tidak terbentur dengan batu atau tembok
"Mama harusnya aku yang bertanya ke mama ngapain mama ajak aku ke sini kalau cuma di ajak melamun" cibir Dewo dengan nada agak ketus sedangkan Ane membulatkan kedua matanya mendengar omongan Dewo
"Dewo koq kamu nanya ke mama harusnya kamu nanya ke diri kamu sendiri kenapa kamu ada di sini ngapain nanya mama enak saja mama ke sini ngga ngajak kamu buat melamun tapi buat membeli jas buat papa kamu sekalian mama belikan kamu jas tapi jangan senang dulu karena mama membelikan jas buat kamu itu karena paksaan dari kamu" tegas Ane sambil melototkan kedua matanya ke arah Dewo sementara Dewo langsung mengumbar senyum lebar di wajah tampannya
"Wajar aku nanya ke mama soalnya kan yang memaksa aku buat ke supermarket itu mama dan yang mengajak aku ke tempat jas juga mama lagi makanya aku nanya ke mama bukan ke diri aku sendiri kalau mama ke sini bukan untuk melamun tapi buat beli jas buat papa dan sekalian membelikan jas buat aku kenapa masih berdiri di sini ? makasih mama baik banget sama aku terserah mama membelikan jas buat aku dalam rangka acara apa yang penting aku senang karena uangnya aku bisa di tabung buat membeli barang yang lain kenapa mama masih ada di sini ngga malu di lihatin banyak orang buruan ayo kita berdua oleh jas sekarang juga" ajak Dewo sambil menatap ke arah Ane sedangkan Ane menatap ke sekelilingnya Ane
Ane menatap ke arah depan, belakang, kanan, kiri, atas, dan bawah ternyata memang benar bahwa banyak semut dan kecoa yang menatap ke arah Ane dan Dewo maksudnya banyak orang yang menatap ke arah Ane dan Dewo dengan tatapan heran membuat Ane menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali
__ADS_1
"Tapi Dewo kenapa kamu mau di suruh mengantar mama ke supermarket dan di suruh sama mama ke tempat jas bilang saja sama sama saling menguntungkan buat kamu gimana ngga menguntungkan kamu dapat jas gratis dari mama padahal cuma mengantar mama doang ke supermarket sama menemani mama belanja doang harusnya kamu tanya ke diri sendiri bahwa kamu menuruti semua perintah mama pasti karena dapat jas gratis dari mama soalnya mama sedang memilih jas satu persatu mana jas yang cocok buat papa kamu terus kenapa kamu juga masih ada di sini katanya mau meminta jas gratis dari mama ? sama sama mama membelikan jas buat kamu dalam rangka nanti malam mama mau ketemu dan makan bareng sama sahabat mama dan sahabat papa apalagi mereka berdua bawa anaknya mereka uangnya kamu bukan di tabung namanya kalau buat membeli barang lain ayo memilih jas sekarang ingat mama langsung memilih jas sekarang bukan karena menurut ke perintah kamu tapi karena mama merasa malu di tatap oleh banyak orang takutnya orang yang menatap mama itu orang yang kenal sama papa kamu dan tahu kalau mama itu istrinya papa kamu" jelas Ane panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api lalu Ane tanpa permisi langsung pergi meninggalkan Dewo
Ane langsung mendekat ke arah jas yang berjejer jejer di depannya setelah itu kedua tangannya Ane langsung memegang jas yang ada di depannya dengan kedua matanya yang sibuk menatap ke arah jas yang ada di tangannya sedangkan Dewo tersenyum masam sambil menggerakkan kakinya mengekori langkah kakinya Ane