Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Apa Penyebab Orang Pikun


__ADS_3

Ane menatap ke arah Dewo dengan tatapan heran dan bingung kenapa jas di kedua tangannya Dewo bisa hilang apakah Dewo benar benar pikun sehingga tidak tahu dan tidak ingat bahwa jas yang ada di kedua tangannya Dewo sudah di singkirkan oleh Ane ke pelayan supermarket



Dewo masih bingung menghadapi kenyataan bahwa jas di kedua tangannya hilang entah kemana dalam hatinya Dewo apakah jas di kedua tangannya di gondol tikus, atau di gondol semut, atau di gondol kecoa Dewo masih memikirkan jawabannya


"Dewo beneran jadi pikun apa gimana koq jas di kedua tangannya sudah aku ambil lalu aku serahkan ke pelayan supermarket masih ngga nyadar juga aku harus cari tahu yang sebenarnya, apa penyebab orang pikun supaya aku bisa tahu penyebab Dewo pikun di usia muda itu apa dan kenapa pikun bisa menyerang Dewo secara dadakan" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo dengan tatapan heran


"Koq jas di kedua tangannya gue bisa ngilang gimana ceritanya apa jas gue di culik sama tikus, atau sama semut, atau sama kecoa yang tadi lewat tapi gimana ceritanya kan mereka semua hewan masa bisa nyulik semua jas yang ada di kedua tangannya gue tapi koq mama ngga syok waktu bilang jasnya gue hilang apa jangan jangan mama juga sudah tahu siapa penculik dari jas yang ada di kedua tangannya gue tapi kenapa mama ngga bilang ke gue siapa penculik jas itu pokoknya gue harus mengorek informasi tentang keberadaan jas di kedua tangannya gue" batin Dewo sambil melirik ke arah Ane melalui ekor matanya


Dewo menatap ke arah Ane sementara Ane juga saat itu sedang menatap ke arah Dewo membuat kedua matanya mereka berdua bertubrukan dan bertabrakan setelah itu Ane menaikkan satu alisnya ke atas setelah mengetahui kalau Dewo menatap dirinya dalam keadaan sadar bahasa gaulnya Dewo menatap Ane dengan tatapan tanpa paksaan dari siapapun

__ADS_1


"Mah jasnya aku ada dimana ?" tanya Dewo tanpa basa basi sedangkan Ane celingak celinguk ke kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah namun Ane belum menemukan jawaban siapa sebenarnya orang yang di tanya oleh Dewo karena di situ hanya ada Ane doang, Dewo, dan mba pelayan supermarket


"Dewo kamu sedang nanya ke mama ?" tanya balik Ane tanpa menjawab pertanyaan Dewo sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga dirinya sungguh tak menyangka bahwa Ane malah menanyakan hal itu kepada Dewo membuat Dewo ingin sekali membawa Ane ke ring tinju


Namun niatnya Dewo harus di urungkan karena mengingat Ane adalah seorang wanita jadi ngga bakalan Dewo bawa ke ring tinju dan satu lagi yang penting menurut Dewo adalah Ane orang yang melahirkan dirinya ke dunia ini jadi Dewo tidak mau kasar ke orang yang melahirkan dirinya ke dunia ini


"Mama aku sedang nanya ke mama memangnya aku nanya ke siapa lagi kalau bukan ke mama di sini cuma ada aku dan mama ngga ada siapa siapa lagi" jelas Dewo sambil menatap nyalang ke Ane sedangkan Ane tersenyum masam mendengar ocehan Dewo


"Dewo makanya kalau nanya yang komplit biar jelas" celetuk Ane sambil menatap ke arah Dewo dengan tatapan mengejek sementara kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut menganga mendengar perkataan Ane


"Mah bukannya tadi aku sudah nanya ke mama pakai embel embel buat manggil mama" jelas Dewo sejujur jujurnya sementara Ane langsung mendelik ke Dewo

__ADS_1


"Dewo kamu ngga usah ngaco mama ngga pernah dapat embel embel dari kamu tadi kamu cuma nanya dimana jas doang ke mama mana mama tahu" ketus Ane sambil melototkan kedua matanya ke arah Dewo sementara Dewo menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali dalam hatinya dirinya bingung apakah Ane sudah mulai pikun padahal belum ada setengah jam Dewo memanggil Ane seperti itu


"Terserah mama mau bilang apa intinya aku heran kenapa jas aku yang ada di kedua tangannya aku bisa hilang jangan jangan ada yang menculik jas aku mama dari tadi di sini, mama tahu penculik jasnya aku kan mah bilang sama aku nanti bakalan aku beri dia perhitungan karena sudah bikin aku emosi dan kesal" jelas Dewo sambil menatap ke arah Ane sedangkan Ane membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga apakah dugaan bahwa Dewo pikun itu benar ? kenapa Dewo ngga ingat kalau jas yang ada di kedua tangannya itu sudah di berikan kepada pelayan supermarket


"Dewo kamu benar benar lupa dan kamu diam diam sudah menjadi pikun apa sebaiknya kita berdua periksa ke dokter untuk memeriksa mata kamu maksudnya memeriksa otaknya kamu supaya ngga pikun sebenarnya jas yang ada di kedua tangannya kamu itu sudah mama berikan kepada mba pelayan bukan ada yang menculik itu karena jasnya kamu sudah mama lemparkan ke mba pelayan supermarket yang mencuri jasnya kamu otomatis mama bukan orang lain yang mencuri jas kamu, karena mama yang memberikan semua jas yang ada di kedua tangannya kamu ke mba pelayan supermarket" jelas Ane panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sambil tangannya menunjuk ke arah pelayan supermarket membuat Dewo juga menatap ke arah telunjuknya Ane yang mengarah kepada pelayan supermarket membuat kedua matanya Dewo membola mendengar jawaban seperti itu dari Ane


Dewo diam seribu bahasa setelah melihat arah telunjuk dari Ane yang mana Dewo melihat dengan mata rambutnya sendiri maksudnya mata kepalanya sendiri bahwa di depannya ada pelayan supermarket tadi namun bedanya kini pelayan supermarket tadi sudah memegang beberapa jas yang tadi ada di kedua tangannya Dewo



Dewo berpikir kapan jas yang ada di kedua tangannya berpindah tempat ke pelayan supermarket kenapa Dewo belum sadar kalau pelayan supermarket sudah membawa beberapa jas miliknya Dewo

__ADS_1


"Mah sejak kapan semua jas yang ada di tangannya aku berpindah tangan ?" tanya Dewo sambil menatap ke arah Ane dengan tatapan penuh selidik dan tatapan penuh curiga sedangkan Ane membulatkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


"Dewo kamu benar benar pikun ngga ingat sama sekali dengan kejadian saat jasnya kamu di ambil sama mama" jawab Ane sambil menatap nyalang ke Dewo sedangkan Dewo menggeleng gelengkan kepalanya berarti hebat


__ADS_2