
Ane melototkan kedua matanya ke arah Diran, sungguh Ane kesal dan tersulut emosi karena Diran tak percaya kalau Dewo itu terkena penyakit tuli dan budeg.
Diran yang melihat kalau Ane menatap dirinya dengan tatapan membunuh, bahkan kedua matanya Ane hampir copot dan keluar dari wadahnya, membuat Diran bergidik ngeri.
Diran nampak berpikir apa yang membuat Ane seperti itu, apakah Diran salah bicara, dalam hatinya Diran dia merutuki mulutnya yang membuat Ane emosi dan marah kepada Diran.
"Mama yakin kalau Dewo itu terkena penyakit tuli dan budeg, kalau papa ngga percaya Dewo terkena penyakit tuli dan budeg itu berarti papa ngga percaya sama omongan mama, dan secara tidak langsung papa menuduh mama berbohong tentang Dewo yang terkena penyakit tuli dan budeg" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang.
Sungguh teriakan dari Ane sangat memekakan kedua telinganya Diran, ingin sekali Diran menghilang dari tempat itu supaya tak mendengar suara teriakan Ane, namun Diran tak punya jurus menghilang.
Diran menelan ludahnya berkali kali dan menelan salivanya berkali kali, sungguh Diran bingung cara menjelaskan kepada Ane sang istri bahkan dari keningnya Diran juga mengeluarkan keringat yang banyak sebiji biji semangka, maksudnya sebiji biji jagung.
"Iii iii iya papa juga yakin kalau Dewo terkena penyakit tuli dan budeg, papa sangat percaya dengan omongan mama, papa ngga menuduh mama berbohong saat mama mengatakan Dewo terkena penyakit tuli dan budeg" jelas Diran dengan nada terbata bata.
Hal itu membuat Ane geram dan mendelik ke Diran, Ane sangat yakin kalau Diran kini sedang menyembunyikan sesuatu, mungkin sesuatu itu di sembunyikan di almari, atau di kolong ranjang.
"Papa kenapa ngomongnya gagu gitu, pasti papa menyembunyikan sesuatu dari mama, bukan cuma papa tapi mama juga sangat yakin Dewo itu terkena penyakit tuli dan budeg, kalau papa percaya dengan omongan mama ngga usah protes, tapi secara ngga langsung papa menuduh mama berbohong ke papa kalau papa ngga percaya Dewo terkena penyakit tuli dan budeg" bentak Ane sangat keras dan kencang.
Suara Ane bahkan sampai membuat Diran terlonjak kaget dan bergeser dari tempatnya berdiri, saat Diran akan menjawab omongan Ane tiba tiba Diran sudah mendengar suara Ane di kedua telinganya Diran.
"Mama sibuk papa jadi malas meladeni papa yang ngga ada ujungnya, lebih baik mama ke kamarnya Dewo mengantar semua barang yang akan di pakai buat ketemu sama Aya dan suaminya Aya sekaligus anaknya Aya" ketus Ane menatap nyalang ke Diran.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari Diran kini Ane sudah melangkahkan kedua kakinya, Ane berniat ke kamarnya Dewo, sembari di tangan Ane memegang kemeja, jas, celana, dan sepatu untuk Dewo pakai.
Diran di buat melongo oleh sikap Ane sang istri, kini Diran hanya menatap punggung Ane yang semakin menjauh, Diran tak mampu mencegah Ane, karena Diran tak ingin nanti malah membuat Ane marah dan murka kepada Diran.
Kini Diran sudah tak melihat sosok Ane di hadapannya, karena Ane sudah keluar dari kamarnya, sehingga di dalam kamar tinggal Diran seorang diri tanpa di temani siapapun, termasuk semut dan kecoa juga tak menemani Diran di kamarnya.
Ane masih setia melangkahkan kakinya menuju ke kamar Dewo, Ane juga menerbitkan senyum lebar di wajahnya, sungguh hati Ane saat ini bahagia seperti habis menang jackpot atau menang undian berhadiah.
"Sebaiknya aku mempercepat langkah kaki aku supaya aku cepat sampai ke kamarnya Dewo, pokoknya aku harus memaksa Dewo buat memakai semua barang yang aku beli tadi di supermarket" batin Ane sambil melangkahkan kedua kakinya ke kamarnya Dewo.
Dewo yang telah melangkah selama beberapa menit, kini Dewo sudah berada di depan pintu kamarnya, tanpa ragu tangannya Dewo terulur untuk membuka pintu kamarnya.
Dewo berniat untuk mencari pakaian yang paling jelek dan celana yang paling jelek, itu bertujuan supaya wanita yang akan di jodohkan dengan Dewo akan benci dan tidak suka dengan Dewo.
Otomatis perjodohan yang di rencanakan kedua orang tua Dewo akan batal, tanpa Dewo repot repot membatalkan rencana perjodohan itu, namun Dewo harap yang membatalkan adalah wanita tersebut karena tak suka dengan Dewo.
"Pokoknya gue harus cari pakaian yang paling jelek dan celana yang paling jelek, gue harus bikin wanita yang akan di jodohkan dengan gue itu benci sama gue, sehingga wanita itu ngga mau di jodohkan sama gue otomatis wanita itu akan membatalkan rencana perjodohan ini" batin Dewo mengeluarkan senyum licik sambil tetap melangkahkan kakinya menuju ke almari pakaian miliknya.
Setelah Dewo melangkah selama beberapa menit, kini Dewo sudah sampai di depan pintu almari pakaian miliknya, lalu tanpa ragu kedua tangannya Dewo langsung terulur untuk membuka pintu almari pakaian miliknya.
__ADS_1
Setelah pintu almari pakaian miliknya Dewo terbuka, kini kedua matanya Dewo dan kedua tangannya Dewo saling bekerja sama untuk menemukan pakaian yang paling jelek dan celana yang paling jelek untuk di pakai Dewo.
Kedua matanya Dewo di gunakan untuk menatap satu persatu pakaian miliknya Dewo yang ada di almari, sementara kedua tangannya Dewo di gunakan untuk memegang satu persatu pakaian miliknya Dewo yang ada di almari.
Selama kurang lebih sepuluh menit kedua matanya Dewo dan kedua tangannya Dewo saling bekerja sama, namun sepertinya itu belum membuahkan hasil, karena sampai sekarang Dewo belum menemukan pakaian yang paling jelek dan celana yang paling jelek.
Dewo di buat frustasi karena belum menemukan apa yang di inginkan, sungguh Dewo pusing ratusan milyar keliling.
Ane sudah sampai di depan kamarnya Dewo, melihat pintu kamarnya Dewo yang tak terkunci membuat Ane semakin melebarkan senyuman di wajahnya, Ane sangat senang karena tak perlu repot repot membuka pintu kamarnya Dewo.
"Dewo kamu sedang ngapain ?" tanya Ane dengan kepala yang menyembul di balik pintu kamarnya Dewo.
Kini Ane langsung menyelonong masuk ke dalam kamarnya Dewo, sementara Dewo tak mendengar suara Ane karena Dewo sibuk dengan dunianya sendiri, yaitu Dewo asyik dan sibuk melamun.
Ane hanya menggelengkan kepalanya samar sambil tetap melangkahkan kedua kakinya untuk berjalan mendekat ke arah Dewo yang masih sibuk dengan dunianya sendiri.
Ane pikir kalau Dewo tak menjawab pertanyaan darinya gara gara Dewo tak mendengar suara Ane, bahkan Ane masih berpikir kalau Dewo terkena penyakit tuli dan budeg makanya Dewo tak menjawab pertanyaan Ane.
__ADS_1