Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Puas Kan Mama Sekarang


__ADS_3

Ane menatap Dewo dengan tatapan yang sangat tajam, karena Ane kesal dengan Dewo sudah menyuruh mengambilkan minuman jus strawberry, namun Dewo masih berdiam diri mematung di tempat.


Dewo juga kaget dan syok dengan perintah yang di layangkan oleh Ane, harusnya yang menyuruh mengambilkan jus itu Dewo kepada Ane, karena Dewo habis membawa semua barang belanjaan Dewo dan Ane yang jumlahnya banyak, apalagi dalam cuaca yang sangat panas seperti saat ini.


Setelah Ane menunggu Dewo selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ane menunggu Dewo selama beberapa puluh menit namun, Ane tak mendengar suara jawaban yang keluar dari mulutnya Dewo membuat Ane geram dan tersulut emosi.


"Dewo kenapa kamu diam saja, mama sedang menyuruh kamu mengambilkan minuman jus buat mama, dan mama juga sedang bicara dengan manusia bukan bicara dengan patung atau tembok" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang, sedangkan Dewo yang mendapat serangan mendadak dari Ane langsung buru buru membubarkan dan membuyarkan lamunannya, Dewo sangat kaget mendengar suara teriakan Ane, bahkan saking kagetnya Dewo sambil bergeser dari tempat dirinya berdiri.


"Mama ngomong apaan sih kalau ngomong yang jelas jangan cuma asal berteriak teriak soalnya teriakan mama ngga kedengaran jelas di telinganya aku" ketus Dewo sambil menatap nyalang ke arah Ane sedangkan kedua matanya Ane membola mendengar omongan dari Dewo.


Sungguh Ane sangat emosi dan sangat kesal dengan omongan Dewo, yang bilang kalau Ane berbicara tidak jelas, sehingga kini Ane meletakkan gelasnya ke meja yang ada di depannya, lalu Ane melangkahkan kakinya menuju ke Dewo dengan tatapan yang sangat menusuk seakan menguliti Dewo.

__ADS_1



Dewo yang melihat Ane sedang melangkah menuju dirinya langsung meneguk air ludahnya sendiri, tidak hanya itu tapi Dewo juga menelan salivanya berkali kali, akibat ulah Ane yang menetap Dewo dengan tatapan menusuk dan membunuh.


"Dewo kamu ngga usah drama, kamu ngga dengar suara teriakan mama itu bukan karena mama yang ngga jelas, tapi karena kamu yang memiliki penyakit budeg dan tuli, makanya buruan kamu ambilkan jus strawberry buat mama atau jas yang mama belikan ke kamu bakalan mama berikan ke papa kamu" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi toa, sementara Dewo melototkan kedua matanya ke arah Ane.


Sungguh Dewo kesal dan emosi dengan Ane, yang selalu menggunakan ancaman sehingga membuat Dewo mau tak mau menuruti keinginan dan permintaan Ane, mungkin bahasa gaulnya Dewo terpaksa menuruti perintah dan keinginan Ane, supaya Ane tidak memberikan jas yang di belikan untuk Dewo kepada papanya Dewo.


"Dewo mama juga tahu kamu itu bukan pemain film, jadi kamu menuduh mama yang salah, ingat yang salah itu kamu karena ngga mau mendengar perkataan mama, kalau kamu ngga terserang penyakit tuli dan budeg, pasti kamu mendengar suara mama, tapi buktinya kamu ngga mendengar suara mama bahkan mama sampai berteriak kamu ngga dengar, kalau mama ngga menggunakan ancaman seperti itu, mama yakin kamu ngga akan mau menuruti permintaan dan keinginan mama, Dewo kamu ngga usah modus, pakai bilang yang seharusnya di ambilkan minuman itu kamu oleh mama, bilang saja kamu menyuruh mama mengambilkan minuman buat kamu, pakai alasan cuaca panas dan kamu membawa semua barang belanjaan mama serta barang belanjaan kamu menyebabkan kamu kehausan, justru harusnya mama yang menyuruh kamu, karena kamu anak mama, dan kamu ada di dunia ini itu berkat mama, bukan malah kamu yang menyuruh mama, buruan kamu ambilkan minuman jus strawberry buat mama, atas jas yang kamu beli di supermarket akan melayang mama berikan ke papa kamu" bentak Ane sambil melototkan kedua matanya ke arah Dewo, sementara Dewo mengusap wajahnya secara kasar dengan kedua tangannya.


Sungguh Dewo sangat frustasi dengan kelakuan Ane, yang menurut Dewo seenak jidatnya menyuruh Dewo, padahal Dewo dalam keadaan sangat lelah dan haus, gara gara membawa semua barang belanjaan Ane dan semua barang belanjaan Dewo, apalagi cuaca yang sangat panas akan menambah rasa kehausan dalam diri Dewo.

__ADS_1



Ane yang melihat tingkah Dewo yang masih berdiam diri sangat kesal dan emosi dengan kelakukan Dewo, setelah beberapa menit Ane melihat Dewo yang tak berucap sepatah katapun bahkan satu kata pun tak terlontar dari mulut Dewo, membuat Ane langsung berteriak dengan sekeras kerasnya dan kencang kencangnya.


"Dewo buruan kamu ambilkan minuman buat mama, jangan malah diam terus di tempat, atau semua jas yang mama belikan buat kamu akan mama berikan" perkataan Ane belum selesai sengaja di potong oleh Dewo dengan sangat cepat.


"Oke mama aku bakal ambilkan minuman jus strawberry sesuai keinginan mama, puas kan mama sekarang" sahut Dewo dengan tegas di sertai tatapan tajam ke arah Ane, sedangkan Ane yang mendengar perkataan Dewo langsung menerbitkan senyuman lebar di wajahnya.


"Dewo mama bakal lebih puas lagi kalau kamu mengambilkan minuman jus strawberry buat mama secepatnya, buruan kamu ambilkan minuman itu untuk mama jangan malah mengajak ngobrol mama" cibir Ane sambil tetap mengunggah senyum lebar di wajahnya, sementara Dewo hanya memutar bola matanya malas lalu berkata.


"Oke mama aku ambilkan minumannya sekarang juga, biar mama puas dan mentraktir jas lagi buat aku dengan porsi yang lebih banyak" cibir Dewo tanpa menunggu jawaban dari Ane, Dewo langsung melenggang pergi meninggalkan Ane, sedangkan Ane yang mendengar omongan Dewo langsung melunturkan senyuman lebar di wajahnya, lalu Ane berteriak dengan sangat keras.

__ADS_1


"Dewo kamu itu sudah jadi ceo dan punya perusahaan sendiri, jadi kamu ngga usah matre ke mama" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang sambil menatap nyalang ke punggung Dewo, sedangkan Dewo tak bergeming sedikitpun masih melanjutkan langkah kakinya menuju ke dapur.


__ADS_2