
Dewo sangat syok dengan jawaban yang keluar dari mulutnya Ane, sungguh Dewo tak menyangka kalau Ane akan menyiapkan semua barang yang akan di pakai Dewo untuk acara pertemuan Ane dan sahabat Ane.
Ane menerbitkan senyum lebar di wajahnya, Ane merasa bahagia karena sejak tadi Dewo diam saja, Ane mengira kalau Dewo diam itu karena Dewo setuju memakai semua barang yang di pilihkan olehnya.
Dewo masih mematung di tempat, sungguh Dewo sekarang bingung mencari alasan supaya Dewo tak memakai celana yang di pilihkan oleh Ane, Dewo kini sibuk memikirkan sesuatu entah apa yang di pikirkan oleh Dewo.
"Dewo sebaiknya sekarang kamu pakai pakaian yang mama bawakan buat kamu supaya kita bertiga tidak terlambat datang ke restorannya" ucap Ane memecahkan keheningan yang tercipta sekitar beberapa menit.
Dewo tak bergeming, Dewo masih sibuk dengan dunianya sendiri, Dewo masih setia memikirkan cara supaya Dewo tak memakai celana yang Ane bawa, supaya Dewo bisa menjalankan niatnya yaitu memakai celana yang terjelek supaya wanita yang akan di jodohkan dengan Dewo akan membatalkan perjodohan itu dengan sendirinya.
"Gue harus cari cara supaya gue ngga memakai celana yang mama gue bawakan, pokoknya gue harus menjalankan misi gue yaitu membatalkan perjodohan gue dengan anak sahabat mama gue" batin Dewo sambil memutar otaknya untuk berpikir keras.
"Pokoknya gue harus batalkan rencana perjodohan gue secara halus, intinya gue ngga mau secara terang terangan menolak perjodohan yang telah di rencanakan oleh mama gue dan papa gue, karena kalau gue menolak perjodohan itu secara langsung pasti mama gue dan papa gue bakal mencabut semua fasilitas gue, dan gue ngga mau semua fasilitas gue di cabut, lebih baik gue buat wanita yang akan di jodohkan dengan gue benci sama gue supaya dia mau membatalkan rencana perjodohan ini" imbuh Dewo dalam hati.
Ane yang telah menunggu selama beberapa menit, namun Ane sama sekali tak mendengar suara jawaban dari Dewo, membuat Ane mengerutkan keningnya heran.
Ane menelisik wajahnya Dewo, Ane sedang mencari tahu kenapa Dewo masih diam saja tanpa suara dan tanpa bicara diam membisu.
Ane sama sekali tak menemukan jawaban kenapa Dewo diam saja, karena Ane kepo tingkat dewa membuat Ane memberanikan diri bertanya kepada Dewo.
__ADS_1
"Dewo kenapa kamu diam saja, jangan jangan kamu sedang kerasukan jin bisu makanya kamu diam saja" ucap Ane meninggikan suaranya ratusan milyar oktaf.
Dewo yang mendengar suara Ane yang sangat memekakan telinga, membuat Dewo buru buru membuyarkan lamunannya dan membuang semua lamunannya, kini Dewo tersadar dari lamunannya.
Dewo menatap ke arah Ane, Dewo bisa melihat tatapan nyalang yang di keluarkan oleh Ane untuk Dewo.
Dewo sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya, sehingga Dewo kini menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali untuk menghilangkan ketegangan yang tercipta.
"Mama kenapa masih di sini ?" tanya Dewo dengan nada lirih namun masih terdengar di kedua telinganya Ane.
Sungguh Ane kesal dengan ulah Dewo, bukannya menjawab perkataan Ane malah Dewo bertanya kepada Ane.
Ane langsung melototkan kedua matanya ke arah Dewo setelah mendengar omongan Dewo, Ane tak menyangka kalau Dewo sudah pikun sampai lupa kenapa Ane ada di kamarnya Dewo.
Suara teriakan Ane membuat telinganya Dewo hampir rusak, Dewo berpikir neneknya Dewo dulu ngidam petasan makanya suara teriakan Ane sangat keras dan hampir merusak telinga siapapun yang mendengar.
Sedetik kemudian kini Dewo ingat kalau Ane ada di kamarnya untuk apa, bahkan kini Dewo ingat kalau dia tadi sibuk memikirkan cara supaya tidak memakai celana yang di pilihkan Ane.
Namun gara gara Dewo mendengar suara Ane membuat Dewo seketika seperti orang linglung dan hilang ingatan.
"Aku itu ngga pikun mama, aku tadi cuma nanya kenapa mama masih di sini, kalau cuma mau mengantar pakaian dan jenis. barang barang yang akan di pakai oleh aku buat ketemu sama sahabat mama dan anak sahabat mama, kan mama bisa langsung pergi dari kamar aku setelah menyerahkan pakaian itu ke aku" kilah Dewo mencari alasan dan alibi yang tepat.
Ane tersenyum kecut mendengar jawaban Dewo, sungguh Ane tak menyangka kalau Dewo ternyata jago berbohong dan bersilat lidah pandai sekali dia mencari alasan itu yang ada di otaknya Ane.
__ADS_1
"Dewo mama ngga menyangka kamu ternyata pintar juga" kata Ane namun tiba tiba Ane yang belum menyelesaikan kalimatnya tiba tiba di potong oleh Dewo.
"Aku memang sudah pintar sejak dulu mamaa masa mama ngga tahu, pasti gara gara mama bucin akut ke papa sampai mama ngga tahu kalau aku orangnya pintar" sahut Dewo membanggakan dirinya sendiri dengan cara menepuk dadanya sendiri.
Ane mendelik ke arah Dewo, sungguh Ane kesal dan tersulut emosi karena eeeo memotong pembicaraan dirinya.
"Dewo stop" lagi dan lagi perkataan Ane belum selesai sudah di potong oleh Dewo.
"Mama jangan aneh deh aku itu ngga sedang lagi menyetir mobil, aku juga ngga sedang memakai sepeda motor jadi ngga usah bilang stop segala kayak ada lampu merah saja di suruh stop" ketus Dewo sambil menatap tajam ke arah Ane.
Ane membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga, sungguh Ane tak menyangka kalau dia akan emosi meladeni omongan Ane.
"Dewo mama juga tahu kamu ngga sedang menyetir mobil dan ngga sedang menyetir sepeda motor, mama juga tahu kalau di sini ngga ada lampu merah, mama bilang stop itu supaya kamu stop bicara biarkan mama saja yang bicara" bentak Ane dengan nada tinggi.
Ane yang mengeluarkan bentakan membuat Dewo sangat merasa kaget, bahkan Dewo sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri.
"Mama ngga usah menghentikan aku bicara soalnya aku ingin mengeluarkan uneg uneg yang selama ini aku pendam" jelas Dewo dengan kedua mata yang siap menerkam ke Ane.
Sementara Ane mendelik ke arah Dewo, sungguh Ane ingin sekali menceburkan Dewo ke laut, namun Ane tak akan mampu mengangkat tubuh Dewo ke laut.
Sehingga kini Ane hanya menatap datar ke arah Dewo, tiba tiba suara Ane menimpali membuat Dewo kaget beruntung Dewo tak punya penyakit jantung.
Seandainya punya pasti penyakit jantung Dewo bakal kumat kalau sampai mendengar suara teriakan Ane, bahkan pasti Dewo akan kejang kejang.
__ADS_1