Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Mau Modus Ke Saya


__ADS_3

Dewo mendelik ke Ane membuat Ane yang merasakan aura kentut maksudnya aura berbeda dari Dewo membuat Ane hanya diam ingin sekali sebenarnya Ane teriak teriak di telinganya Dewo kalau tadi ke supermarket bawa mobilnya Ane namun saat ke supermarket tadi bawa mobilnya Dewo



Setelah beberapa jam menunggu kelamaan dong maksudnya setelah beberapa menit menunggu Ane masih diam membuat Dewo menjalankan misinya menatap ke arah petugas pengumuman dan pelayan supermarket secara bergantian lalu berkata


"Mah memangnya Coco di culik dimana ?" tanya Dewo sambil menatap ke arah Ane sementara Ane yang telah mendapat ancaman dari Dewo hanya diam sambil menggeleng gelengkan kepalanya membuat Dewo tercengang lalu dirinya menatap ke arah petugas pengumuman dengan tatapan tajam


"Mba bohongi saya bilang adiknya saya di culik" kata Dewo sambil mendelik ke petugas pengumuman sementara petugas pengumuman dengan cepat menggelengkan kepalanya sedangkan pelayan supermarket hanya meneguk air ludahnya sendiri ketakutan melihat tatapan Dewo yang selama menerkam musuhnya sedangkan Ane membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga saat petugas pengumuman sudah membuka mulutnya untuk menjawab suara Dewo sudah lebih dulu membuat petugas pengumuman langsung menutup mulutnya kembali karena tidak mau di masuki oleh lalat mungkin kalau lalat goreng pasti petugas pengumuman mau memakan soalnya sudah di beri bumbu mungkin rasanya enak


"Mba koq cuma geleng geleng kepala doang sama seperti mama saya yang geleng geleng kepala kenapa malah jadi seperti di tempat dugem geleng geleng kepala" cibir Dewo sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan tatapan yang tak pernah lepas dari petugas pengumuman membuat petugas pengumuman mengeluarkan keringat sebiji biji jagung sementara Ane tersenyum masam mendengar omongan Dewo dalam hatinya Ane ingin sekali dirinya menjawab dan berteriak bukannya kamu yang menyuruh mama diam atau mama bakalan di tinggal di supermarket tapi teriakan Ane hanya bisa di dengar oleh Ane sendiri bukan karena mereka semua yang budeg atau teriakan Ane yang kurang keras namun Ane mengelurkan teriakannya hanya di dalam hati otomatis tidak ada yang mendengar teriakan Ane

__ADS_1


"Mba tahu tempat adiknya saya di culik ?" tanya Dewo menatap ke arah pelayan supermarket sementara pelayan supermarket menoleh ke kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah namun arah matanya Dewo mengarah kepadanya lalu pelayan supermarket bertanya


"Mas, pak, om maksudnya mas bertanya ke saya ?" tanya pelayan supermarket yang berkali kali meralat panggilan untuk Dewo sementara Dewo melototkan kedua matanya ke arah pelayan supermarket sedangkan Ane menatap nyalang ke pelayan supermarket ingin sekali Ane melompatkan pelayan supermarket dari gedung paling tinggi di supermarket namun Ane urungkan karena takut Ane menculik pelayan supermarket sedangkan petugas pengumuman menepuk jidatnya sendiri


"Saya masih muda jadi cukup panggil mas saja jangan panggil pak, om, apalagi kakek memangnya tatapan matanya saya ke tembok saya menatap ke kamu bukan ke semut atau kecoa yang lewat" ketus Dewo mendelik ke pelayan supermarket sementara pelayan supermarket mencoba terpaksa tersenyum sedangkan Ane melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan tatapan tajam yang mengarah ke pelayan supermarket sedangkan petugas keamanan memijit pelipisnya sendiri


"Maaf pak maksudnya mas memangnya tadi pertanyaannya apa saya belum ingat" cicit pelayan supermarket sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sementara kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut menganga sedangkan Ane mendelik ke pelayan supermarket sementara petugas pengumuman menepuk jidatnya sendiri


"Mba kamu mau modus ke saya ? pakai alasan belum ingat pertanyaan saya bilang saja kalau kamu dari tadi fokus menatap ketampanan dan kegantengan saya" sahut Dewo dengan percaya diri sambil menatap ke arah pelayan supermarket dengan tatapan mengejek sementara kedua matanya pelayan supermarket langsung membola sedangkan petugas pengumuman tersenyum tipis sementara Ane terbelalak lebar mendengar omongan Dewo


"Maaf mas saya benar benar belum ingat dengan pertanyaan mas bukan karena saya mau modus ke mas kalau saya modus ke mas saya lebih baik berpura pura jatuh di depan mas supaya saya bisa di tangkap tubuhnya oleh mas seperti di novel novel yang saya baca dan di acara televisi yang saya tonton saya ngga sempat memperhatikan kegantengan dan ketampanan mas soalnya saya sibuk memikirkan panggilan yang cocok buat mas" jelas pelayan supermarket sejujur jujurnya sementara Dewo manggut manggut setelah mendengar omongan pelayan supermarket sedangkan petugas pengumuman menghela nafas lega setelah melihat ekspresi Dewo yang tidak segarang dan semarah tadi sedangkan Ane tersenyum kecut tak percaya dengan omongan supermarket ingin sekali dirinya membongkar kalau pelayan supermarket mau tebar uang maksudnya tebar pesona ke Dewo tapi Ane ingat dengan ancaman Dewo

__ADS_1


"Mba tapi saya yakin mba modus ke saya pura pura bertanya lagi ke saya dan pura pura belum ingat pertanyaan saya itu bukan modus tapi drama pakai minta di tangkap segala badannya supaya ngga jatuh panggilan yang cocok buat saya itu mas bukan om, pak, kakek, nenek, tante" tegas Dewo sambil menatap nyalang ke pelayan supermarket sementara pelayan supermarket menganggukkan kepalanya samar sedangkan Ane dan petugas pengumuman kompak menatap ke arah pelayan supermarket


"Mba tadi ingat pertanyaan saya apa ngga ?" tanya Dewo sambil menunjuk ke arah petugas pengumuman membuat petugas pengumuman yang sedang menatap ke arah pelayan supermarket langsung menoleh ke arah Dewo sementara Ane dan pelayan supermarket serentak menatap ke arah petugas pengumuman


"Saya ingat pertanyaan mas tadi" jawab petugas pengumuman dengan suara yang mantap sementara Dewo mengeluarkan senyuman lebar karena setidaknya ada yang masih ingat pertanyaan darinya sedangkan Ane dan pelayan supermarket kompak sibuk dengan pikiran masing masing entah apa yang mereka pikirkan hanya mereka berdua yang tahu


"Coba jelaskan pertanyaan saya ke teman mba yang tolol itu" tunjuk Dewo ke arah pelayan supermarket membuat pelayan supermarket tersenyum masam mendengar omongan Dewo yang sangat membuat hatinya pelayan supermarket hancur berkeping keping seperti butiran debu atau butiran bata sedangkan Ane mengulum senyum sementara petugas pengumuman menganggukkan kepalanya mantap sambil tersenyum ramah ke Dewo lalu dirinya berkata sambil menatap ke arah pelayan supermarket


"Tadi mas cakep nanya ke kita berdua dimana tempat penculikan adiknya" jelas petugas pengumuman menatap ke arah pelayan supermarket membuat pelayan supermarket menganggukkan kepalanya satu kali tanda paham sementara Ane dan Dewo serentak menatap ke arah pelayan supermarket


"Saya ngga tahu mas soalnya tadi saya juga sedang bekerja jadi mas tanya ke ibunya mas soalnya dia tadi sama ibunya mas" saran pelayan supermarket sambil menatap ke arah Dewo soalnya kenyataannya memang dirinya tidak tahu kemana anaknya Ane soalnya dia saat melihat Ane sudah dalam posisi Ane yang sendirian tanpa di temani sang anak sementara Dewo yang sedang menatap ke arah pelayan supermarket langsung beralih ke arah Ane yang sedang membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan petugas pengumuman tersenyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dia sedang tersenyum

__ADS_1


__ADS_2