
Ane menatap tajam ke arah Dewo karena Dewo menyalahkan dirinya yang berteriak di telinganya Dewo padahal menurut Ane tetap yang salah Dewo karena Ane tidak mau di salahkan oleh siapapun.
Sedangkan Dewo juga membalas tatapan Ane dengan tatapan yang tak kalah tajam karena Dewo merasa Ane yang salah seenak jidat berteriak teriak di telinganya Dewo yang tak punya salah apapun ke Ane karena telinganya Dewo tidak pernah menampar Ane duluan.
"Dewo menurut mama tetap kamu yang salah karena gara gara kamu budeg dan tuli mama jadi berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya kamu" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat lantang dengan kedua matanya Ane yang melotot ke arah Dewo.
Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Dewo tak habis pikir kenapa Ane malah menyalahkan dirinya yang bersalah padahal kan Ane yang berteriak teriak di telinganya Dewo tanpa izin terlebih dahulu ke Dewo.
__ADS_1
"Mama aku itu ngga budeg dan ngga tuli, lagian mama ngapain teriak teriak di telinganya aku padahal aku juga dengar suaranya mama walaupun mama ngga teriak di telinganya aku" ketus Dewo sambil menatap nyalang ke Ane sedangkan kedua matanya Ane langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga
Sungguh Dewo sangat ingin mengeluarkan suara emasnya yang dia miliki lebih tepatnya Dewo ingin berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang seperti Ane namun Dewo masih menjaga image dia sebagai CEO di perusahaan terkenal takutnya banyak yang sudah kenal dengan Dewo di supermarket tersebut.
"Dewo kamu ngga usah bohongi mama karena mama ngga bisa di bohongi, kamu itu sudah terbukti budeg dan tuli buktinya mama teriak teriak tadi dan mama ajak mengobrol kamu diam saja, mama tahu alasan kamu ngga mau mengakui kalau kamu budeg dan tuli pasti kamu malu kalau semua orang yang ada di supermarket ini tahu kalau kamu budeg dan tuli, jadi lebih baik kamu jangan malu mengakui kalau kamu budeg dan tuli" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang tanpa toa.
Dewo saking kagetnya hampir saja jatuh tersungkur ke lantai apabila Dewo tidak bisa mengimbangi tubuhnya namun karena Dewo bisa mengimbangi tubuhnya jadi Dewo tidak jadi tersungkur ke lantai dan mencium aroma wanginya lantai.
Kini Dewo lupa kalau dari tadi sedang menjaga image di depan semua orang yang ada di supermarket karena Dewo seorang CEO di perusahaan terkenal dan terbesar di negaranya di jamin semua orang bakalan mengenal Dewo sementara Ane yang mendengar teriakannya Dewo langsung mendelik ke Dewo
__ADS_1
"Dewo kamu bohongi mama karena kamu bilang kalau kamu ngga tuli dan ngga budeg kenyataannya kamu itu tuli dan budeg karena kamu ngga dengar semua omongan mama dan teriakan mama, iya mama ngga bisa di bohongi jadi jangan berani beraninya bohongi mama, kamu jangan bohong mama yakin kamu ngga sedang melamun pasti waktu mama teriak teriak dan ngomong kamu itu budeg dan tuli bukan ngga dengar karena sedang melamun, kamu ngga usah bohong mama yakin kamu itu ngga mendengar teriakannya mama dan ngga dengar omongan mama sampai kamu hanya diam saja ngga menjawab mama itu karena kamu tuli dan budeg bukan karena kamu sedang melamun, kamu itu budeg dan tuli jadi kamu ngga dengar teriakannya mama dan omongan mama jadi kamu akui saja kalau kamu tuli dan budeg, oh jadi kamu malu kalau mama teriak teriak di supermarket ini ? asal kamu tahu mama sampai teriak teriak di telinganya kamu karena kamu budeg dan tuli kalau kamu ngga budeg dan ngga tuli mama ngga perlu repot repot teriak teriak di telinganya kamu, kamu kenyataannya itu budeg dan tuli jadi ngga usah tawar menawar kayak di pasar" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang sambil kedua matanya menatap ke arahnya Dewo sedangkan Dewo mendelik ke Ane
Sungguh Dewo ingin sekali menyeret Ane dan menenggelamkan Ane ke dasar lautan atau Ane di lemparkan ke tempat ikan hiu supaya Ane buat santapan para ikan hiu namun niatnya Dewo di urungkan mengingat status bahwa Ane adalah wanita yang melahirkan dirinya.
Dewo sangat ingin menghajar Ane sampai babak belur dengan cara memberikan bogeman mentah kepada wajahnya Ane namun di urungkan niatnya karena Dewo tidak mau di tuduh menjadi orang yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga memangnya Dewo sudah berumah tangga ? sebenernya Dewo belum berumah tangga lebih tepatnya Dewo tidak mau di cap pria yang pengecut karena beraninya sama wanita seperti Ane.
"Mama aku itu sebenarnya ngga tuli dan ngga budeg buktinya aku dari tadi nyambung di ajak mengobrol sama mama, ingat tanda tanda orang budeg itu adalah tidak mendengar lawan bicara bicara sementara aku dari tadi mendengar semua omongan mama itu merupakan bukti bahwa aku ngga tuli dan ngga budeg" teriak Dewo dengan sangat keras dan sangat kencang bahkan kepalanya mengeluarkan asap yang sangat tebal dan mengeluarkan kobaran api juga dari kepala sedangkan Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo
__ADS_1
"Dewo kamu ngga usah jelaskan ciri ciri orang budeg dan tuli karena mama tahu ciri ciri orang budeg dan tuli" teriak Ane melebihi kerasnya dan kencangnya teriakan Dewo tadi membuat semua orang yang berlalu lalang menatap ke arah Dewo dan Ane tanpa Dewo dan Ane sadari, sementara Dewo menatap nyalang ke Ane
"Mama kalau sudah tahu ciri ciri orang tuli dan budeg otomatis mama ngga akan menuduh aku tuli dan budeg karena aku dari tadi nyambung di ajak mengobrol oleh mama" teriak Dewo dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi teriakan Ane sementara Ane langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga