Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
hampir bangrut


__ADS_3

sementara Adit di mobil masih terus mengamati kegiatan Saskia dari jauh,Saskia merapikan semua pakainya di dalam koper di masukan kedalam lemari yang Memeng suda ada disana,karena sebelumya saskia perna tingal dalam butik itu,di sana lengkap,tempat tidur,lemari bahkan dapur,sekaligus tempat Saskia membuat mahakaryanya.


Adit berhenti memerhatikan Saskia dari jauh setelah hp nya berdering tertera nama Selena di sana,Adit mengangkat telpon.


"halo,"ucap Adit menjawab telepon.


"kamu di mana sih sayang sedari tadi aku sudah nungguin kamu loh,kok belum nyampe,kamu lagi bersenag-senang bersama istri ****** kamu itu yah?"tanya jawab Selena.


"apaan sih,aku lagi dalam perjalanan menuju rumah kamu,aku lama karena lagi ada kerjaan,"ucap Adit berbohong.


"kerja? kerja apa malam-malam seperti ini,kamu itu kerja sama istri ****** kamu itu,"ucap Selena kesal.


bahkan Adit tidak mara ketika istrinya di katakan ****** oleh Selena,padahal Adit tau perkataan Selena itu sangat tidak mendasar pada kenyataan.


Adit suda menyelidiki tentang Selena dan keluarganya bahkan kenapa sampai dia dan Selena bisa di jodohkan pertama silsilah keluarga masih ada,kedua karena amanat nenek mereka,tujuan menambah mempererat silsilah keturunan mereka agar istilah tujuh turunan itu tidak perna selesai,itu menurut orang tuah dulu,jadi menurut Adit tidak ada turunan mereka wanita ******,tapi Adit tidak perna menegur Selena berucap demikian.


"udah dong sayang,tar lagi di lanjutkan mengomel nya tunggu aku pulang,"ucap Adit.


rumah Selena layaknya rumah Adit,karena Adit bisa dibilang Tingal bersama Selena selama ini,hubungan mereka suda layaknya pasangan suami istri pada umumnya Tingal nikah dan menyentuh selena Adit tidak perna mau lakukan,kalau hanya ciuman dan lain-lain sering mereka lakukan bahkan tiap malam mereka saling melepas kepuasan batin melalui cumbuan saling melakukan pelepasan melalui jari-jari Adit dan mulut tangan Selena.


Adit tidak ingin merusak keperawanan Selena sebelum waktunya tiba,bila dia melakukan itu pada Selena dia merasa lelaki bejat,padahal melakukan hal seperti yang sering mereka lakukan itu,itu juga bejat,Adit melakukan hubungan tidak pada tempatnya istri di angurin,yang belum halal di cumbui.


Adit meninggalkan tempat itu setelah obrolan dirinya dan Selena berakhir,tapi sebelum pergi Adit sempat melihat Saskia sedang asik berjoget sesekali Saskia mengunakan sapu seperti layaknya gitar Adit sepet terkekeh melihat tingkah Saskia dari jauh,Adit berfikir teryata Saskia sangat bahagia pergi dari rumah.


padahal Adit tidak tau seperti apa perasaan Saskia sesungguhnya,Tentu saja sama seperti dirinya,memikul beban berat di pundaknya,bahkan lebih berat beban yang di pikul Saskia dari pada Adit saat ini.


sampainya Adit di rumah Sselena suda di sambut Selena dengan kata-kata umpatan karena Selena kesal pada Adit,Selena berpikir kalau Adit lagi bermesraan dengan istri ****** Adit itu.


Adit berusaha menenangkan Selena dengan cumbuan-cumbuan yang membuat Selena selalu mendesah,walau seperti itu Selena tidak perna puas dengan mainan Adit,Selena selalu menginginkan lebih dari pada itu,menurutnya sama saja Tingal milik Adit di masukan keliang lubang miliknya,apa lagi yang mereka tidak lakukan semuanya suda Tingal menunggu milik Adit yang masuk,Selena selalu menunggu dan menambahkan itu tapi sayang Adit selalu menolaknya walau Saskia meminta merengek-merengek.


karena Selena suda perna bahkan sering melakukan hubungan intim pada pria,ketika Adit tidak bisa menuntaskan hasratnya Selena selalu melakukan itu pada pria yang menginginkan tubuhnya dan mendapatkan uang.


setelah Selena dan Adit suda sama-sama mengalami pelepasan kini mereka suda tertidur pulas sambil berpelukan,walau Selena tidak merasa puas tapi besok Selena pasti merasakan puas dengan pria yang suda memesannya.


esok harinya


sasskia suda Bagun pagi,dia masih merasa Tingal di rumah Adit sehinga dia Bagun lebih awal untuk melakukan rutinitas seperti biasanya,memasak sarapan pagi untuk adait dan menyiapkan segala keperluan Adit walau dia tidak tau Adit pulang atau tidak itu semua ttp dia lakukan.


setelah selesai memasak Saskia kembali merasa ngantuk."hammm...!"Saskia menguap,Saskia kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur empuknya tidak lama Saskia pun terlelap.


sementara adit suda selesai mandi,Adit membuka lemari bajunya dia tidak melihat satu pun bajunya di dalam lemari itu.


"sayang Bagun,Ayo Bagun,"Adit membangunkan Selena.


"apaan sih,gue masih ngantuk,"ucap Selena.


"baju-baju di lemari aku kemana?"tanya Adit pada Selena.


"masih di keranjang pakayan kotor,aku lupa melondrinya kemaren,"ucap Selena dengan suara parah masih dalam mode memejamkan matanya.


Adit berfikir dan mengigat kembali,bersama Saskia,Adit tidak perna repot mencari baju kerjanya,keperluan kerjanya semua suda di siapkan Saskia,walau Adit tidak pulang,bahkan kalau pagi-pagi seperti ini Adit suda mencium harum makanan masakan Saskia untuk Adit,walau Saskia tidak tau Adit pulang atau tidak,sebelum Saskia mengetahui Adit suaminya ataupun suda mengetahui semuanya sama.

__ADS_1


suda mulai bermunculsn perbedaan Saskia dan Selena di benak Adit.


"lalu aku pake apa kekantor kalau semua bajuku belum kamu cuci atau kamu bawa kelondri,aku ini lagi ada rapat penting di kantor pagi ini,"ucap Adit mulai tersulut emosi setelah dia mengigat perbedaan antara Saskia dan Selena.


Selena bangun lalu melempar Adit mengunakan bantal ."berisik,pake aja yang ada,baju kamu kemaren itu kan belum kotor,pake saja dulu,nanti aku punya kesempatan aku bawa kelondri,"ucap Selena kesal pada Adit.


"kerjaan kamu sehari-hari apa sih,selalu sibuk tiap harinya padahal kamu di rumah saja,nyuci baju atau bawa kelondri kamu selalu tidak ada waktu,aku harus berangkat pagi kekantor,aku ada miring tidak mungkin aku mengunakan baju kemaren,"ucap Adit suda emosi masih dalam keadaan memakai handuk.


"pake yang itu saja dulu,kamu kan banyak uang Tingal singa beli aja selesai gitu aja repot,Uda sana pake baju,aku mau tidur lagi,ngantuk,"ucap Selena tidak kala kesalnya dan kembali berbaring.


Adit menghela napas kasar mencoba mengalah tidak mau ribut lagi,Adit memakai kembali bajunya yang dia gunakan kemaren,bayangan Saskia kini hadir di pelupuk matanya,Adit membayangkan bagai mana Saskia memperlakukannya karena Adit tidak perna melihat Saskia mempersiapkan semua keperluanya sebelum berangkat kekantor,padahal Adit tau Saskia banyak kesibukan,Adit tau menjadi desainer tidak mudah tapi Saskia selalu ada waktu untuk mengurusnya walau hubungan mereka tidak baik-baik saja.


setelah semuanya selesai Adit pergi tanpa berpamitan,Adit kesal pada Selena pagi ini,malam ini Adit berpikir balik kerumahnya dan akan bermalam di rumahnya.


sementara Saskia belum Bagun tapi para kariawannya suda berada di dalam butik dan melakukan pekerjaan masing-masing.


para kariawan menatap mobil milik Saskia heran pikir mereka."tumben bos mereka datang kebutik sepagi ini ,"batin mereka semua termaksud Siska dan elah.


Siska dan elah saling memandang Siska mengangkat kedua alisnya seolah bertanya kenapa,sedangkan Ela mengangkat bahunya pertanda dia tidak tau.


"aku ke lantai atas dulu,"ucap elah.


Siska menganguk kan kepala.


elah naik kelantai atas berniat menemui Saskia dan bertanya ada apa pada Saskia,karena ini kali pertama Saskia datang sepagi ini selama tidak Tingal di butik lagi.


elah membuka pintu, dia mencari keberadaan sosok Saskia di sana,elah berjalan menuju dapur mini itu melihat Saskia tapi tidak ada,elah mengetuk pintu kamar mandi juga tidak ada tapi barang-barang milik Saskia ada bahkan hp Saskia juga ada,elah yakin Saskia berada dalam kamar mini itu,elah melihat sosok Saskia lagi tertidur pulas di atas tempat tidur empuknya.


elah membangunkan Saskia.


"KIA,KIA,KIA l,heiii.. bangun,"ucap elah membagunka Saskia.


"Ele.. ambil duit di dompet aku,beliin gue peralatan mandi mulai dari sampo dan lain-lan kebutuhan gue,dan beli sarapan buat anak-anak,"ucap Saskia dengan suara partainya sambil mata terpejam.


"hem,sekalian gue gunakan duit Luh beli kosmetik gue,"ucap Ela bercanda.


"hem,"Saskia hanya mengatakan Hem tandanya iya,saskia memperbolehkan elah mengunakan uangya untuk beli kosmetik.


"beneran,"elah kegirangan padahal dia hanya bercanda tapi memang keperluan kosmetik nya habis dalam bersamaan.


Saskia sangat mempercayai Ela,mengunakan kartu ATM pribadi nya dari pada Siska,bukan Saskia tidak mempercayai Siska tapi Saskia lebih mempercayai elah,karena dia suda sangat mengenal elah dengan baik dibanding Siska yang baru dia kenal setahun lebih ,Siska juga sering kali dia suru belaja engunakan ATM tapi bukan kusus ATM pribadi melainkan ATM Kudus untuk belanja kariawan,Saskia suda menyisip-nyesupkan dan suda menghitung kebutuhan semua kariawan makan,minum dan jajan lainya.


Saskia tidak perna hitung-hitungan kalau soal makan karena baginya memberi makan seseorang yang lapar itu adalah amal seumur hidup baginya,selagi masih sanggup makan sepuasnya.


"pergi atau tidak sama sekali,"teriak Siska kesal pada Elah.


"ok-ok,"ucap elah berlari keluar sambil menyambar kunci mobil di atas meja.


elah turun dari tangga sambil berlari."gue pergi dulu di suru sama bos,"ucap elah sambil berlari karena senag Saskia mengizinkan uangya di pakai elah belaja kosmetik untuk dirinya.


Siska tidak menjawab hanya menatap kepergian elah dengan tatapan aneh."aneh baget tuh anak seperti seseorang mendapatkan hadia,"ucap Siska.

__ADS_1


sontak Siska membelalakkan mata,Siska suda tau persis elah pasti mendapatkan sesuatu dari Saskia sehinga elah se senag itu,Siska mengelengkan kepalanya karena bukan hanya elah sering kali mendapatkan sesuatu dari Saskia kadang siska juga.


karena menurut Siska membuat sahabat dan temanya senag tidak membuatnya bangrut karna tidak mahal dan tidak tiap hari,lagian menurut Saskia kerja keras nya tidak akan sesukses ini tanpa adanya mereka semua.


sedangkan di kantor.


Adit suda mengadakan rapat penting bahkan di hadiri langsung oleh ayah nya,tapi sebelum ke kantor Adit suda membeli sepasang baju kerjanya bahkan lengkap dengan dasi dan sepatu.


"penghasilan keuangan kita sangat menurun drastis pengeluaran dan penghasilan kita tidak sesuai, pencapaian enam pulu persen,sedangkan pengeluaran sembilan puluh sembilan persen sangat tidak seimbang bukan?"ucap menejer keuangan melirik Adit dengan sudut matanya.


"dan hasil penjualan prodak menurun lima puluh persen dari pencapaian kita, biasanya total ritas seratus persen sekarang sangat menurun,kami di revisi pemasaran suda bekerja keras menaikan nilai jual stabil tapi masih tetap di karenakan ada pesaing bisnis kita yang meluncurkan prodak yang sama persis mirip dengan prodak kita,"ucap divisi pemasaran.


ayah melirik Adit dan berkata.


"apa kamu sudah mengetahui semuai ini Adit?"tanya ayah menendang datar tanpa ekspresih."atau kamu belum mengetahuinya baru mengetahui sekarang ini?"tanya ayah lagi mulai tersulut emosi.


"ma'af pak,saya baru mengetahuinya sekarang ini,karna menejer Jimi tidak melaporkan apa-apa kepada saya.


prak


ayah mengeprak mejah dengan kuat sehinga yang berada di sana semua terperanjat kaget.


"oh begitu rupanya? jadi selama ini kerja kamu apa saja Adit? sehinga kau menunggu laporan Jimi baru mengetahui semua ini?"tanya jawab ayah."sejak kapan perusahaan mengalami ini?tanya ayah pada semua.


"suda hampir sebulan ini kita mengalami penurunan,"ucap devisih pemasaran.


"dan mengalami peningkatan pengeluaran suda lima tahun,"ucap devisih keuangan.


"kau tau itu Adit?" tanya ayah.


lagi lagi Adit mengeleng.


"lalu kerja kamu apa disini?menunggu laporan dari Jimi? dan mengurus semua kebutuhan belanja wanita simpanan selingkuhan kamu itu? iya kan?" tanya jawab ayah dengan berapi-api.


Adit diam tidak menjawab apapun.


"Jimi,terimakasih kamu suda melaporkan semuanya kepada saya mengenai ini,"ucap ayah melirik Jimi.


Jimi menganguk.


Adit menatap Jimi sinis,Adit tau Jimi melaporkan semua ini pada ayah nya.


sebenarnya Jimi sama sekali tidak berniat melaporkan semua itu pada ayah Adit,tapi karena situasinya sangat rumit dia terpaksa melaporkan semua padah ayah Adit,Adit tidak bisa mengatasinya sendiri saja Jimi butuh seseorang yang bisa membantunya Karana dia suda cukup berusaha semaksimal mungkin,sementara adit,suda sering kali Adit melaporkan semua itu pada Adit tapi lagi-lagi Adit selalu sibuk dengan Selena,Selena hampir setiap hari tidak memberikan ruang buat Adit untuk fokus kerja sementara Selena selalu meminta ini itu pada Adit,dan Jimi mengira Adit suda membaca semua laporan keuangan dan laporan penjualan yang suda Jimi berikan teryata Adit tidak membaca hanya membubuhi tanda tangan saja dan memberikan kembali pada Jimi,Jimi suda sangat kesal dengan kelakuan Adit yang terlalu memproritaskan Selena dan mengabaikan perusahaan.


harusnya seimbang antara cinta dan pekerjaaan tapi Adit tidak seperti itu.


"baik rapat kali ini kita ahiri sampai di sini,dan saya meminta pada semua devisi pemasaran dan bagian pemasaran lain,dan semua-semuanya mari kita bekerja sama menstabilkan perusahaan kita kembali,saya akan Menganti rugi semua pengeluaran,divisi keuangan tolong berikan semua rinci keuangan kita kepada saya,Jimi tolong ambil dan antar kerumah.


rapat selesai kini semua bubar dari rapat itu.


"Adit pulang kantor langsung kerumah Aya,"ucap ayah tegas.

__ADS_1


ayah ingin menyelesaikan semua pada Adit.


__ADS_2