Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Namanya Saya Yang Di Umumkan


__ADS_3

Dewo menatap ke Ane dengan tatapan menuntut sebuah jawaban sementara Ane sibuk menatap tajam ke arah pelayan supermarket membuat pelayan supermarket menundukkan wajahnya sedangkan petugas pengumuman mengulum senyum


"Coco di culik dimana mah ?" tanya Dewo sambil menatap ke arah Ane membuat Ane yang sedang menatap tajam ke arah pelayan supermarket langsung menoleh ke arah Dewo


"Dewo koq kamu nanya ke saya bukannya kamu tahu sendiri mama perginya sama kamu" teriak Ane sangat menggema di ruangan tersebut teriakan Ane dapat membuat gendang telinganya orang rusak


Dewo melangkah menjauhi Ane bukan karena takut dengan teriakan Ane namun Dewo takut dirinya tuli dan budeg bahkan tanpa ragu walaupun Dewo sudah menggeser posisi tubuhnya kedua tangannya Dewo menutup kedua telinganya sendiri sementara pelayan supermarket dan petugas pengumuman kompak bernafas lega


"Mah tadi katanya mba pelayan supermarket di suruh nanya sama mama karena mama yang tahu kejadiannya" jawab Dewo sambil masih dengan posisi sama yaitu menutup kedua telinganya karena takut ada bom berupa teriakan Ane yang sangat keras melebihi kerasnya petasan


Ane menatap nyalang ke pelayan supermarket yang masih menundukkan kepalanya sementara pelayan supermarket mendongakkan kepalanya untuk menatap ke Dewo ingin sekali dirinya tertawa melihat apa yang ada di depannya



Pelayan supermarket sanggup menelan dan menahan tawanya supaya tidak keluar dirinya merasa ingin tertawa melihat Dewo yang sibuk menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya sedangkan petugas pengumuman memijat pelipisnya sendiri

__ADS_1


"Dewo mba pelayan supermarket ngarang kalau bilang kayak gitu soalnya tadi mama ngga sama Ciko justru mama mau nanya ke kamu memangnya benar Ciko di culik ?" tanya balik Ane menatap ke arah Dewo sementara Dewo menganggukkan kepalanya mantap


Walaupun kedua telinganya Dewo di tutup dirinya tetap bisa menangkap suaranya Ane entah karena suaranya Ane yang sangat keras melebihi toa atau karena Dewo menutup telinganya tidak dapat seperti plastik makanan yang masih di segel rapat


"Iya mah tadi pelayan supermarket bilang katanya di suruh nanya ke mama makanya aku nanya ke mama mana aku tahu mah kan aku baru pulang kerja terus mengantar mama ke supermarket" jelas Dewo sambil menatap ke Ane dengan kedua telinganya yang masih di tutup oleh kedua tangannya sedangkan Ane manggut manggut tanda paham


Dewo menatap ke arah pelayan supermarket dan petugas pengumuman secara bergantian membuat petugas pengumuman ketar ketir sendiri namun pelayan supermarket tidak tahu tatapan Dewo karena masih menundukkan kepalanya


"Mba apa benar adiknya saya di culik ?" tanya Dewo dengan tatapan mengarah ke petugas pengumuman kini tangannya Dewo melepaskan kedua tangannya dari kedua telinganya sementara petugas pengumuman langsung menganggukkan kepalanya mantap di ikuti oleh pelayan supermarket


Ane membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga tak percaya bahwa Coco sang anak yang sudah kuliah di culik tapi melihat anggukan kepalanya keduanya membuat Ane yakin Coco di culik sementara Dewo tercengang melihat anggukan kepala dari keduanya


"Mas apa benar ibu itu adalah ibunya mas ?" tanya petugas pengumuman sambil menunjuk ke Ane dengan jari telunjuknya sementara Dewo langsung menganggukkan kepalanya mantap berkali kali sedangkan Ane mendelik ke petugas pengumuman sementara pelayan supermarket menepuk jidatnya sendiri


"Iya mba itu ibunya saya memangnya kenapa ?" tanya balik Dewo menatap serius ke arah petugas pengumuman dengan kepala yang di penuhi tanda tanya kenapa petugas pengumuman menanyakan itu kepada Dewo

__ADS_1


Apakah Ane memunguti sampah di supermarket memangnya di supermarket ada sampah yang berserakan ? atau Ane mencuci pakaian di supermarket memangnya mau jemur pakaian di mana kalau mencuci pakaian di supermarket ? banyak sekali pikiran yang menyelimuti otaknya Dewo


"Mas ibu tadi bilang katanya anaknya hilang di supermarket makanya ibu itu datang ke sini untuk mengumumkan bahwa anaknya hilang karena mas anak dari ibu itu saya yakin berarti yang bilang adalah adiknya mas karena yang bilang juga anak dari ibu itu" jelas petugas pengumuman sambil menebarkan senyuman ramah di wajahnya pelayan supermarket mengumbar senyum lebar di wajahnya sedangkan Dewo dan Ane kompak membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga karena mereka berdua sudah tahu jawabannya


"Mba yang saya umumkan bukan adiknya Dewo tapi ini dia Dewo anak saya yang hilang" teriak Ane sambil menunjuk Dewo dengan tangannya sementara Dewo bukannya bangga di cari oleh mamanya malah malu karena sudah besar di umumkan hilang gara gara di culik oleh orang bukan hanya besar tapi umurnya Dewo hampir kepala tiga di tuduh di culik oleh orang


Pelayan supermarket yang sedang menundukkan kepalanya mendongakkan kepalanya untuk menatap siapa yang di tunjuk oleh Ane dirinya langsung tercengang melihat siapa yang di tunjuk Ane sementara petugas pengumuman membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


"Jadi anak ibu yang tadi di umumkan di sini itu mas tampan itu ?" tanya petugas pengumuman sambil menunjuk ke arah Dewo sementara Ane dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap membuat pelayan supermarket membulatkan matanya matanya sementara Dewo tersenyum masam melihat aksinya Ane yang sangat membuat dirinya malu


"Iya mba tadi namanya saya yang di umumkan pakai toa" jawab Dewo sambil tersenyum masam sementara Ane tersenyum lebar karena Dewo sudah ketemu sementara pelayan supermarket dan petugas pengumuman kompak membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


Petugas pengumuman dan pelayan supermarket pikir bahwa anaknya Ane yang hilang dan nama yang di umumkan oleh Ane adalah anak kecil di bawah lima tahun mereka berdua mengira anak kecil itu asyik memperhatikan area sekitar supermarket sehingga tidak menyadari bahwa ibunya pergi kemana menyebabkan anaknya Ane hilang


__ADS_1


Kenyataannya anaknya Ane yang di umumkan hilang adalah Dewo yang umurnya hampir kepala tiga dan sudah menjadi CEO di perusahaan membuat mereka berdua kaget dan syok bahkan mereka berdua mengira Ane adalah wanita teraneh yang mereka berdua temui


"Karena anaknya ibu sudah ketemu saya boleh melanjutkan kerja lagi kan bu saya kira malah anaknya ibu masih di bawah lima tahun" celetuk pelayan supermarket membuat Ane menatap nyalang ke pelayan supermarket sementara Dewo menutup wajahnya dengan kedua tangannya andai dia bisa menukar ibu pasti dia akan menukar Ane dengan ibu yang lebih pintar dan cerdas sedangkan petugas pengumuman menelan air ludahnya sendiri dengan keringat dingin yang membanjiri tubuhnya


__ADS_2