Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Etha punya masalah keluarga


__ADS_3

Zaskia Bagun ingin membersihkan tubuhnya.mau kemana?"tanya Adit.


"ke kamar mandi,"jawab Zaskia.


"oh,kirain,"ucap Adit.


Zaskia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi berjalan pelan seperti tertatih-tati,melihat itu Adit merasa lucu melihat Zaskia berjalan seperti itu.


Adit bangkit dari tempat tidur mengambil handuk yang ada di lemari Zaskia dan dia memakainya untuk menutupi miliknya.


setelah beberapa saat Zaskia keluar dari kamar mandi Adit langsung berdiri masuk dalam kamar mandi.


Zaskia memakai kembali celananya,dan merapikan kembali penampilannya,Zaskia merogok tasnya mengambil pil konrasepsi miliknya yang suda dia sediakan semenjak zaskia di pakai Adit di resto waktu itu,Zaskia suda ati sipasih sebelumnya agar tidak hamil secepat mungkin,Zaskia buru-buruh meminumnya dan menaruh kembali pil itu kedalam tasnya,Zaskia meras legah suda berhasil meminumnya.


setelah itu Zaskia duduk di tempat meja kerjanya Zaskia mengambil kertas dan mulai menulis membuat karya desainya.


Adit keluar dari kamar mandi dia melihat Zaskia asik membuat karyanya,Adit memakai celana kembali tanpa malu-malu,menurutnya tidak perlu malu karena Zaskia suda melihatnya,sedangkan Zaskia tidak malu memperlihatkan miliknya lagi pada Adit,Karana Zaskia berpikir sama,tidak perlu di tutupi lagi Adit suda melihatnya bukan hanya melihatnya tapi suda memakainya,buat apa malu lagi,lagian dia hanya memperlihatkan pada Adit suaminya saja,tidak mungkin Adit menceritakan pada orang-orang tentang miliknya menurut Zaskia dan Adit.setelah itu Adit mendekati Zaskia dan memeluk Zaskia dari belakang sambil memperhatikan karya Zaskia.


"bagus,pantas saja orang-orang memuji karyamu teryata bagus,kalu aku wanita suda pasti aku juga sangat berminat,"ucap Adit memuji karya Zaskia.


Zaskia menanggapinya dengan senyuman tanganya sambil bergerak menghiasi desainya.


"aku boleh kasih saran?"tanya Adit.


Zaskia mengangguk."gaun ini cocoknya warna merah,gaun ini terlihat indah bilah mengunakan warna merah,lebih cerah dan berani tidak perlu mengunakan pernak pernik di bagian lehernya,cukup di bagian dah saja,"ucap Adit.


Zaskia suda mencermati saran dari Adit,Zaskia tersenyum."tidak buruk selera kamu sangat bagus aku coba yah,"ucap Zaskia.


Adit merasa senang karna saran nya di terima dengan baik oleh Zaskia.


"kok tumben yah,anak-anak di bawah gak ada yang bertanya atau memberi laporan,"Zaskia tiba-tiba menanyakan tentang orang di bagian bawa karena tumben,biasanya tiap harinya pasti ada yang bertanya atau memberi laporan apa saja mengenai butik.


Adit mengulum senyumnya."karena mas suda memberi tahukan kalau kamu sedang istirahat tidak ingin di ganggu,"ucap Adit enteng.


"apa,"Zaskia membalikan badanya menatap Adit,Adit hanya tertawa seperti tidak membuat kesalahan.


"kalau kita sementara main,terus mereka mengetuk pintu,itu membuat aktifitas kita terhenti dan aku tidak mau,"ucap Adit enteng.


Zaskia diam,benar yang di katakan Adit barisan,Zaskia tentu sangat malu kalau di antar kariawan nya mengetahui aktifitas mereka di dalam ruangan Zaskia.


Zaskia mengabil meraih telfon yang suda ada di atas meja memeng di gunakan untuk pekerjaan.


"halo,laporan tolong di bawa keruangan saya,"ucap Zaskia setelah orang di sebrang sana suda mengangkatnya.


"baik,saya akan membawakan ya,"ucap Etha.


telpon di tutup.


Zaskia menghela napasnya,lalu melanjutkan membuat desainya,sadangkan Adit memilih duduk di sofa belakang Zaskia sambil main hp.


tidak lama pintu di ketuk,Zaskia berdiri membuka pintu Karana pintu itu di kunci Adit sebelum mereka melakukan aktifitas percintaan mereka yang panas itu.


"masuk,"ucap Zaskia menyuruh Etha masuk.


Etha masuk kedalam dia melihat Adit sebentar lalu meletakan berkas di atas meja kerja Zaskia.


Zaskia memeriksa itu."apa ada pesanan baru?"tanya Zaskia.


"ada mbak,tapi kata Siska tidak perlu di berikan pada mbak KIA,dia akan mengerjakannya karena tidak banyak,"ucap Etha.


"pesanan menurun?"tanya Zaskia.


Etha mengelengkan kepalanya."tidak masih tetap normal,hanya saja pesanan lain suda selesai di kerjakan,Tingal pesanan hari ini,kami suda membaginya,"ucap Etha.


Zaskia mengangguk dan tersenyum."Jagan lupa besok kota peresmian beberapa butik cabang,dan lusa kita meresmikan butik induk,apa suda Klir semuanya?"tanya Zaskia.


"suda semua mbak,Tingal menunggu peresmian besok dan lusa saja,"ucap Etha.

__ADS_1


Zaskia lagi-lagi tersenyum dan mengangguk."bagus tidak salah aku memili kalian jadi tangan kanan aku,"ucap Zaskia sedikit memuji kerja kedua kariawan sekaligus teman barunya itu.


Etha pun tersenyum,walaupun Etha sedikit lamban untuk berpikir tapi Etha bisa di andalkan,hanya saja butuh penjelasan lebih detail pada Etha,tapi kalau Etha suda paham,sangat-sangat bisa di andalkan beberapa pekerjaan biasa dia selesaikan dalam satu hari,bahkan tidak sampai satu hari hanya beberapa menit atau jam saja.


"mbak aku mau ngomong sesuatu sama mbak,"ucap Etha.


"katakan saja,"ucap Zaskia.


Etha melirik Adit sebentar."tidak apa,katakan saja,"ucap Zaskia.


"tapi ini masalah pribadi,"ucap Etha.


Zaskia menoleh ke arah Adit sebentar Adit sibuk main hp tapi sebenarnya telinga Adit fokus pada pembicaraan dua orang perempuan itu.


Zaskia berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan pribadinya,di ikuti Etha berjalan di belakang Zaskia.


Zaskia berhenti di tengah-tengah tangga."katakan,"ucap Zaskia.


Etha tanpa sungkan mengatakan maksutnya."mbak aku boleh minta gajian aku di majukan hari ini,"tanya Etha.


Zaskia mengernyit,Etha paham."begini mbak aku butuh uang sekarang untuk di kirim ke kampung karna orang tuaku sangat membutuhkan uang,keluargaku akan di usir dari kontrakan karena suda menunggak 3 bulan ini,"ucap Etha sedikit curhat.


"bukanya selam ini kamu kerja sama saya kamu selau mengirimi keluarga kamu uang,bahkan gaji kamu hanya sebagian kecil untuk kamu,lebih banyak di kirim dari pada untuk kebutuhan pribadi kamu?"tanya jawab Zaskia,Zaskia tau persis tentang Etha karena Etha kali gajian selalu menyuruh Zaskia untuk mengirimi keluarganya uang dan susahnya baru untuk Etha.


Etha menunduk."iya mbak betul,tapi gaji aku itu banyak di ambil Kaka aku dan susahnya di berikan pada ibu untuk makan dan kebutuhan lainya,kadang gaji aku yang di kirim hanya untuk bayar kontrakan saja susahnya suda di ambil Kaka aku,selam ini uang itu di kirim di rekening Kaka aku,"ucap Etha menjelaskan.


"kakak kamu cewe atau cowok?"tanya Zaskia.


"cewek mbak,tapi dia suda menikah dan tingal bersama mertuanya,kakak aku gayanya sama seperti Selena itu,gaji suaminya mana cukup untuk dia,"ucap Etha menjelaskan.


"cih,kamu banting tulang di sini,Kakak kamu makan daging di sana,lihat tubuh kamu,seperti orang gak makan sebulan,kekurangan gizi,"ucap Zaskia.


Etha memerhatikan tubuhnya,benar kata Zaskia dia seprti orang kekurangan gizi,Etha terkekeh."benar mbak bodi aku rata,"ucap Etha.


"emang,begini saja,aku kasih kamu uang,hari ini kamu boleh pulang kampung untuk mengurus semuanya,besok ajak ibu kamu ke bank untuk buat rekening,supaya kamu gajian langsung kirim ke rekening ibu kamu saja,ajar ibu kamu bagai mana cara menarik uang di ATM,aku kasih kamu uang beli saja rumah itu agar ibu kamu tidak repot-repot membayar uang kontrakan tiap bulanya,kamu ajak bernegohsiasi saja pemiliknya berapa harga jual rumah itu,kalau berhasil kamu hubungi aku,nanti aku trasfer berapa harga rumah itu,"ucap Zaskia menawari.


"cih,aku tidak memberikan cuma-cuma pada kamu,kamu bisa mencicilnya separuh gaji kamu akan di potong membayar utang kamu ke aku,kamu pikir aku sebaik itu membelikan kamu rumah,hehehe,"ucap Zaskia pedis.


Etha tersenyum miring."baiklah kalau begitu,bilang saja mbak KIA ingin mengikat aku di sini,"ucap Etha.


"hahaha,kamu tau juga maksud aku,"ucap Zaskia.


"hehehe,"Etha ikut tertawa dia tau,bukan itu maksud Zaskia,Zaskia memang tulus membantunya tanpa embel-embel mengikat,Etha tau bosnya itu sangat baik memiliki hati nurani tinggi,Etha berjanji akan membalas Budi Zaskia yang sangat baik menurutnya.


"pekerjaan kamu biar aku yang mengerjakannya,kamu bawa ke ruangan aku desain pesanan baru itu sebelum kamu pulang,pergilah,bisa di atur,nanti kalau ada apa-apa jangan sungkan menghubungi aku,"ucap Zaskia dan berlalu pergi.


Etha tersenyum senang,beruntung dia mengenali Zaskia dan bekerja pada Zaskia,sangat suatu keberuntungan baginya bisa mengenali Zaskia,Etha turun ke lantai bawa,dia merapikan meja nya dan mengumpulkan semua kertas desainya akan dia berikan pada Zaskia.


"loh mau kemana?"tanya Siska karena Etha merapikan mejanya.


"gue izin pulang kampung hari ini dan akan libur dua hari,gue ada masalah di kampung,gue harus menanganinya sendiri sis,"ucap Etha.


Siska berdiri dari duduknya dan menghampiri Etha.


"Luh punya masalah apa kenapa ngak ngomong sama gue,siapa tau gue juga bisa bantu?"ucap Siska.


"terimakasih banyak sis loh selalu ada buat gue,walau loh belum mengenal gue lama,ini masalah keluarga gue,gue harus pulang,titip butik yah,"ucap Etha.


"iya gue kagak butik,tapi masalah apa?"tanya Siska.


Etha menghela napas lalu dia menceritakan semuanya sama persis yang dia ceritakan pada Zaskia.


"kurang ajar banget kakak loh itu,bukanya bantu orang tua malah membuat orang tua susah,kasian loh di sini kerja suda banting tulang tidak mengenal lelah berjuang mencari uang demi orang tua loh,tapi kakak loh tidak tau diri menikmati titisan keringat adik sendiri padahal dia suda menikah,gue perihatin banget sama loh Etha,"ucap Siska.


"alai loh,"ucap Etha.


plak.

__ADS_1


Siska memukul kepala Etha dengan kertas yang di atas meja Etha.


"aduh,sakit tau ngak,"ucap Etha.


"siapa suru gue tulus malah loh bilang gue alai,"ucap Siska.


"udah ah,gue antar ini dulu sama buk bos,"ucap Etha mengangkat kertas itu.


Siska mengangguk."iya gue tunggu di sini,"ucap Siska.


Etha mengangguk."iya,gue ke atas dulu,"pamit Etha.


etah melangkahkan kakinya naik kelantai atas menyerahkan tumpukan kertas itu pada Zaskia dan leptop kerjanya.


tok-tok.


Etha mengetuk pintu.


"masuk,"ucap Zaskia.


"ini mbak,semua ada di leptop ini,aku pamit yah mbak,"ucap Etha berpamitan.


"iya,hati-hati di jalan,nanti hubungi aku yah,"ucap Zaskia.


"iya mbak,makasih yah,"ucap Etha memeluk Zaskia.


Zaskia mengangguk."iya,pergilah nanti keburu malam di jalan,"ucap Zaskia karena saat ini suda menunjukan jam 4 sore.


Etha melepas pelukan nya,"aku pamit yah mbak,titip butik,"ucap Etha.


Zaskia mengangguk."iya,"jawab Zaskia.


Etha pergi dari ruangan pribadi Zaskia,sampai di lantai bawah.


"gue pamit yah,"ucap Etha berpamitan pada Siska.


Siska memeluk Etha."Jagan lama-lama yah di sana gue pasti merindukan loh,dan pekerjaan juga pasti sangat merindukan loh di sana,"ucap Siska.


Etha terkekeh."sialan loh,"ucap Etha melepas pelukan itu.


"nih,Luh ambil yah,buat ongkos jalan dan oleh-oleh buat orang rumah loh,"ucap Siska memberikan uang di amplop coklat itu,bisa di perkirakan uang itu lumayan banyak karena tebal.


"ini banyak banget sis,gue sulit untuk menganti nya,"ucap Etha.


"gue gak minta ganti,siapa tau gue juga kesusahan loh pasti membantu gue kan,terima saja pemberian gue,"ucap Siska dia berucap seperti itu bukan untuk meminta Etha balas Budi tapi dia berucap seperti itu supaya Etha tidak merasa tidak enak hati dan menerima pemberian ya.


"terimakasih banyak sis,gue pasti ingat kebaikan loh ini,gue pamit yah,nanti kemalaman di jalan,"ucap Etha.


"iya,loh hati-hati di jalan yah,jangan lupa kabari gue kalau loh udah sampai dengan selamat dan ada masalah ok,"ucap Siska.


"iya,dada,"ucap Etha.


"dada,hati-hati,"ucap sisk mengigatkan kembali pad Etha.


Etha mengangguk dan berlalu pergi.


"cepat balik yah,"teriak Siska karena Etha suda berada jauh darinya.


"iya,"teriak etah juga dan melambaikan tanganya.


Etha pergi naik mobil bukan motor miliknya,Zaskia memberikan kunci mobil butik pada Etha untuk di pakai Etha pulang kampung agar lebih aman dan tidak kehujanan bila sedang hujan dalam perjalanan.


Zaskia suda punya fasilitas lengkap untuk butiknya bahkan dokter pribadi juga suda dia sediakan untuk para kariawan apa bila sakit.


sedangkan di ruangan Zaskia.


"pekerjaan kamu sangat banyak,bukan mengurang bahkan menambah saja,"ucap Adit memerhatikan tumpukan kertas di atas meja dan dalam tas Zaskia,Adit merasa kasihan pada istrinya dia juga merasa menjadi suami tidak berguna membiarkan istrinya bekerja keras,walau Adit suda di berikan kartu hitamnya.

__ADS_1


"begitulah mas,saling membantu,bukan berarti kita bos,kita Tingal angkat -angkat kaki dan main tunjuk dan memerintah SE enak nya saja,walau kita membayar hasil kerja mereka,tapi mereka juga manusia butuh bantuan dari kita sebagai bos,merek bukan robot dan mereka juga punya perasaan yang sama dengan kita,mereka juga merasa lelah sama seperti kita,kalau kita sebagai bos tidak mengerti pada pekerjaan mereka,mereka pasti merasa tertekan dengan pekerjaannya pasti tidak nyaman tidak lama mereka pasti memundurkan diri karena tidak ada kenyamanan dalam bekerja,liat saja di kantor mas,tiap harinya pasti selalu merekrut kariawan penganti karena banyak kariawan memundurkan diri sendiri tanpa capek-capek di pecat,walau mereka butuh pekerjaan itu.kalau mereka tidak merasa nyaman dan merasa pekerjaan yang di berikan pada mereka sangat berat,mana mau bertahan apa lagi,di kantor mas terlalu banyak penindasan pada kariawan baru."ucap Zaskia panjang kali lebar dan tanpa sadar membongkar kekurangan pada perusahaan itu pada Adit.


__ADS_2