
Aya yang merasa malu mendengar perkataan bodoh yang di keluarkan oleh Ema langsung melototkan kedua matanya ke arah Ema namun Ema tidak menyadari karena Ema mengetuk ngetukkan jarinya di keningnya seakan sedang berpikir kenapa gajah tidak bisa bertelur ? apakah gajah tidak ada tempat untuk tempat telur makanya gajah bukan bertelur ? atau Ema sedang berpikir kenapa gajah tidak bisa terbang ? apa karena gajah itu badannya besar banget sehingga tidak bisa untuk terbang ? intinya Ema sekarang sedang berpikir keras tapi sekeras kerasnya Ema berpikir lebih keras pasir maksudnya batu soalnya batu walaupun di olah dan di rebus tetap bentuknya keras ngga berubah menjadi lembek seperti bubur atau sayuran sedangkan kasir di supermarket ingin sekali rasanya melemparkan parfum yang sudah di bungkus ke semut maksudnya ke kecoa lebih tepatnya kasir di supermarket ingin sekali melempar parfum yang sudah di bungkus ke wajahnya Ema atau ke kepalanya Ema supaya otaknya Ema bisa berpikir dengan cerdas namun kasir di supermarket harus menelan tawanya jangan sampai keluar walaupun ingin sekali rasanya kasir di supermarket tertawa terbahak bahak dengan perkataan Ema yang terdengar lucu di telinganya namun kasir di supermarket berhasil menelan tawanya mentah mentah karena belum di olah supaya tawa itu tidak meledak dan tidak membuat kasir di supermarket di pecat gara gara tawa yang di keluarkan
"Ema kamu jangan bikin malu mama kamu itu jadi CEO jadi harusnya punya otak yang cerdas parfum itu benda mati jadi parfumnya ngga protes dan ngga rebutan saat di masukkan sekalian ngga minta di masukkan secara bergiliran dan ngga minta di masukkan bergantian bahkan walaupun parfumnya di banting juga ngga bakalan protes" ketus Aya sambil menatap nyalang ke Ema sementara Ema mendelik ke Aya sedangkan kasir di supermarket melanjutkan pekerjaannya yaitu membungkus parfum dengan rapi sambil kedua matanya mendengarkan ocehan mereka berdua lebih tepatnya kedua telinganya mendengarkan ocehan mereka berdua
"Mah aku ngga bikin malu sama mama otaknya aku juga cerdas mah soalnya waktu pembagian otak aku datangnya lebih awal supaya kebagian otak banyak benda mati koq parfumnya ngga di kubur mah aku bangga sama parfum karena masuknya ngga rebutan dan ngga protes saat di masukkan secara bergantian kata siapa parfumnya ngga protes kalau di banting aku pernah ngga sengaja banting parfum ke lantai bunyinya pletak gitu" jelas Ema sambil menatap tajam ke Aya sementara Aya menatap Ema dengan tatapan tak kalah tajam
__ADS_1
"Ema kalau kamu ngga bikin malu mama kamu ngga usah bilang kalau parfum ngga protes dan ngga rebutan saat di masukkan secara bergantian itu sama saja bikin malu mama soalnya parfum itu benda mati dan ngga bakalan bisa rebutan apalagi bertengkar ngomong saja parfum ngga bisa kalau otaknya kamu cerdas ngga bakalan menanyakan hal seperti itu kamu datang lebih awal tapi mampir ke supermarket buat belanja jadi otaknya kamu ngga di isi penuh parfum itu cuma benda mati jadi ngga perlu di kubur pakai tanah memangnya nenek kamu dan kakek kamu yang mati di kubur pakai tanah harusnya kamu bangga sama mama karena mama telah melahirkan kamu ke dunia ini sehingga kamu bisa melihat betapa nikmatnya dunia ini kamu juga bisa melihat bentuknya parfum yang ngga pernah rebutan dan ngga protes saat di masukkan satu persatu gara gara kamu di lahirkan oleh rahimnya mama itu bukan suara parfum yang teriak dan protes gara gara kamu banting tapi itu suara tabrakan antara parfum dan lantai yang mengakibatkan bentrok dan menghasilkan bunyi pletak" ketus Aya sambil menatap nyalang ke Ema dengan kedua tangannya yang di lipat di depan dadanya sementara Ema tersenyum masam mendengar ceramah dari Aya
"Memangnya kalau aku bilang kayak gitu kenapa mah mba kasir yang ada di supermarket saja ngga protes aku nanya kayak gitu mama sewot dan protes aku ngga bikin malu mama aku ngga percaya kalau parfum benda mati kalau parfum benda mati kenapa ngga di kubur ke tanah kenapa masih di biarkan berkeliaran di dunia ini parfum bisa ngomong koq mah soalnya aku pernah lihat ada gambar parfum lalu bicara promosi buat membeli parfum otaknya aku cerdas tapi tapi karena aku belum tahu jadi aku nanya dari pada malu bertanya sesat di supermarket kalau orang lain bilangnya malu bertanya tersesat di jalan kalau menurut aku malu bertanya terserat di supermarket karena misalnya orang mau beli pakaian tapi belum tahu tempat pakaian ada dimana pasti bakalan muter muter belum menemukan tempat pakaian kalau bertanya ke petugas supermarket di jamin tuh orang ngga bakalan muter muter dan ngga bakalan menyasar di supermarket di jamin tuh orang dari awal supermarket buka sampai supermarket mau tutup belum menemukan tempat pasama karena supermarket kan panjang banget dan luas banget waktu akan pembagian otak aku ngga mampir kemana mana mah makanya otaknya aku di isi full kirain kalau parfum benda mati parfum di kubur pakai tanah iya aku juga bangga sama mama karena telah melahirkan aku ke dunia ini sehingga aku juga merasakan rasanya di kejar kejar pria buat jadi calon istri mereka semua iya aku ngga cuma bisa melihat parfum yang ngga pernah rebutan dan ngga pernah protes tapi aku juga melihat berbagai macam barang dan benda yang ada di dunia ini oh aku kira itu suara parfum yang teriak saat aku ngga sengaja membanting parfum ke lantai malah suara tabrakan antara parfum dan lantai" celoteh Ema sambil terkekeh kecil sementara Aya mengeluarkan senyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum
"Mba berapa total harganya semua parfumnya ?" tanya Ema sambil menatap ke arah kasir di supermarket yang sedang sibuk dengan komputer yang ada di hadapannya Ema sengaja mengalihkan topik pembicaraan karena dirinya malas di bahas UUM ujung ujung menikah pembahasan yang di keluarkan oleh Aya sementara kasir di supermarket yang sedang sibuk mengetik sesuatu di komputer langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat Ema sedangkan Aya menatap nyalang ke Ema saat Aya akan menjawab bahkan dirinya sudah membuka mulut sudah di jawab terlebih dahulu oleh kasir di supermarket sehingga Aya langsung menutup mulutnya lagi takut ada gajah yang masuk memangnya gajah muat masuk ke dalam mulutnya Aya ? muat kalau daging gajahnya di potong potong terlebih dahulu
__ADS_1
"Belum di jumlah mba tunggu sebentar lagi" pinta kasir di supermarket sambil menaburkan senyuman ramah di wajahnya dengan kedua matanya yang menatap ke Ema sementara Ema menganggukkan kepalanya mantap sambil menerbitkan senyuman lebar karena Ema mengira setelah parfum selesai di bungkus Ema dan Aya akan langsung menuju ke parkiran untuk pulang ke rumah sedangkan Aya memutar bola matanya malas saat Aya akan menjawab bahkan sudah membuka mulutnya lagi dan lagi ada suara yang sudah mendahului Aya namun bukan kasir di supermarket pemilik suara tersebut namun Ema yang menjawab membuat Aya menutup mulutnya kembali
"Oke mba buruan soalnya mama saya takut di cariin sama papa saya soalnya papa saya bucin akut ke mama saya" tegas Ema sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sementara kasir di supermarket manggut manggut sambil tak bosan menebarkan senyum ramah di wajahnya sementara Aya melototkan kedua matanya ke arah Ema
"Baik mba" jawab singkat kasir di supermarket di jawab anggukan kepala oleh Ema setelah mendapatkan anggukkan kepala kasir di supermarket langsung menjalankan misinya yaitu menghitung total semuanya parfum yang di beli Aya sementara Ema tak memudarkan senyuman lebar di wajahnya dirinya mengira sebentar lagi akan pulang ke rumah sedangkan Aya menatap nyalang ke Ema
__ADS_1