Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Jangan Jangan Mama Gue Mau Merekam Gue


__ADS_3

Ane sebenarnya belum puas mengeluarkan teriakannya kepada Dewo, namun karena Ane berpikir kalau dirinya berteriak teriak terus, akan membuat Dewo tak kunjung mengerjakan semua perintah Ane, dan akan menyebabkan Ane dan Dewo tak berangkat ke poli THT.



Sehingga kini Ane mengambil keputusan bahwa Ane teriak seperlunya saja, setelah Ane merasa cukup mengeluarkan uneg uneg yang ada di hatinya berupa teriakan, kini Ane langsung melangkah pergi tanpa menunggu jawaban Dewo.



Sementara Dewo masih syok dan kaget mendengar suara teriakan Ane tadi, sehingga kini kedua tangannya ada di depan dadanya, berusaha menetralkan detak jantungnya, bukan karena Dewo sedang kasmaran sehingga jantung Dewo berdetak lebih kencang, namun jantung Dewo berdetak lebih kencang karena ulah teriakan Ane yang sangat bikin gendang telinga Dewo hampir rusak.


"Dewo buruan kamu kerjakan apa yang mama perintahkan dalam waktu dua puluh menit, kalau lebih dari itu mobil kamu akan mama sita, besok terserah kamu mau berangkat pakai apa ke perusahaan kalau mobilnya kamu mama sita, mau naik go jek, mau naik grab, mau naik taksi, mau naik odong odong, mau naik delman, mau naik becak, mau naik sepeda, mau jalan kaki, mau naik bus, atau mau naik apapun itu urusan kamu" teriak Ane sembari menghentikan langkah tanpa menoleh ke arah Dewo dan tanpa membalikkan badan untuk menghadap ke arah Dewo.


Dewo yang mendengar ancaman dari sang mama langsung membuat Dewo membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut menganga, sungguh Dewo tak menyangka kalau Ane sampai mengancam akan menyita mobilnya Dewo.

__ADS_1



Mobil Dewo itu di beli dari uangnya Dewo sendiri, hasil jerih payahnya sendiri, bukan di belikan oleh mamanya Dewo atau papanya Dewo, tapi kenapa Ane sampai mengancam akan menyita mobil Dewo, karena Dewo tersulut emosi sehingga tak mampu meredam amarah yang ada di dadanya, lalu Dewo berkata.


"Mama masa beri waktunya dikit banget, tambahin lagi dong waktunya, apalagi tugasnya aku membereskan semua pakaian dan semua celana aku yang ada di lantai, itu terlalu banyak, mama mobil aku itu aku beli sendiri pakai uang aku, bukan mobil yang di belikan oleh mama dan papa, jadi jangan mengancam aku seperti itu dong, pokoknya besok aku bakal tetap berangkat ke perusahaan aku pakai mobil aku, mama ngga berhak buat menyita mobil aku" ketus Dewo yang kini sedang menatap tajam ke arah Ane, sementara Ane yang sedang berjalan buru buru menghentikan langkah kakinya, lalu Ane menoleh ke arah Dewo.


"Dewo buruan kamu lakukan semua perintah mama, jangan meminta mama buat menambah waktu, karena mama ngga bakalan mau menambah waktu, kalau kamu mengerjakan dengan sungguh sungguh mama yakin kamu akan selesai tepat waktu, mama tahu mobil kamu itu kamu beli pakai uang kamu, tapi asal kamu tahu kamu itu menumpang di rumah ini, karena ini itu rumah suami mama alias rumah papa kamu, jadi mama berhak buat menyita mobil kamu" jelas Ane dengan sangat panjang kali lebar kali luas dengan nada suara yang tak kalah ketus dari Dewo, sementara kedua matanya Dewo terbelalak lebar mendengar semua perkataan Ane.


Sungguh kini dalam hatinya Dewo itu berkata tega sekali Ane kepada Dewo, sampai membahas kalau Dewo menumpang di rumahnya, padahal semua bayi di dunia ini juga pasti akan menumpang ke rumah orang tuanya.


Dewo masih bungkam dan diam saja, karena jujur Dewo masih kesal dengan kelakuan Ane, dan perkataan Ane yang menggunakan ancaman.


"Dewo kenapa kamu masih diam saja, buruan kamu laksanakan semua perintah mama, atau mobil miliknya kamu bakal mama sita" teriak Ane dengan nada keras dan kencang di sertai Dnegan ancaman, sementara Dewo hanya mendengus kesal lalu berkata.

__ADS_1


"Mama bisanya cuma main ngancam doang, pasti gara gara papa ngga ada di rumah, makanya mama mainnya ancaman melulu ke aku, coba kalau papa di rumah pasti mama mainnya kuda kudaan sama papa" ejek Dewo sambil menatap ke arah Ane dengan tatapan mengejek, sedangkan Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo, seakan kedua matanya Ane hampir copot dari tempatnya.


"Dewo jaga perkataan kamu, karena menurut mama hanya dengan menggunakan ancaman kamu mau menuruti semua perkataan mama, Dewo kenapa jadi bahas mainnya kuda kudaan padahal tadi mama ngga jawab ke sana" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang, melebihi suara toa.


Dewo sontak langsung mengeluarkan jurus kagetnya, yaitu menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya, sungguh Dewo kaget mendengar suara teriakan Ane yang sangat keras dan kencang.


"Mama jangan bawel terus, kapan aku mulai melakukan semua perintah mama, kalau mama masih ada di sini" sahut Dewo sambil masih menutup kedua telinganya, sementara Ane tersenyum licik lalu berkata.


"Dewo kamu jangan drama, kalau kamu mau melakukan perintah mama bisa sekarang juga, walaupun mama masih ada di sini" jelas Ane sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Dewo yang sedang menutup kedua telinganya, namun Dewo samar samar mendengar suara Ane yang sangat menggema di telinga Dewo, dan hampir saja merusak gendang telinga Dewo.


"Gue heran sama mama gue sebenernya maunya apa sih ngapain mama gue masih ada di sini, jangan jangan mama gue mau merekam gue saat gue sedang membereskan semua pakaian dan semua celana gue, keterlaluan banget mama gue kalau sampai kayak gitu" kata Dewo dalam hatinya, sementara Ane kini menatap nyalang ke arah Dewo.

__ADS_1


Setelah Ane menunggu selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ane menunggu selama beberapa puluh menit, namun Dewo tak kunjung menjawab semua perkataan Ane, hal itu membuat Dewo geram, sehingga Ane mengeluarkan teriakan lagi.


"Dewo buruan jangan diam saja kayak patung, kerjakan semua perintah mama yaitu membereskan semua pakaian dan semua celana kamu, jangan banyak alasan mama ada di sini, pokoknya mama ngga mau tahu dalam waktu sepuluh menit harus sudah selesai'' teriak Ane sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya, sementara Dewo yang sedang asyik dengan dunianya, lebih tepatnya Dewo sedang asyik dan sibuk melamun, langsung membuyarkan dan membubarkan semua lamunannya, gara gara suara teriakan Ane yang sangat memekakkan telinga Dewo.


__ADS_2