Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Berondong Banyak Yang Dekati Mama


__ADS_3

Ane yang telah berjalan selama berjam jam lebih tepatnya setelah Ane berjalan sekitar beberapa menit kini dirinya sudah ada di depan pelayan supermarket yang masih menundukkan kepalanya sedangkan Dewo seperti bodyguard buat Ane karena kini Dewo ada di belakangnya Ane sedangkan petugas pengumuman meremas kedua tangannya sendiri


"Mba kamu tadi menertawakan saya kan ?" teriak Ane persis ada di depan pelayan supermarket dengan suara yang sangat keras membuat pelayan supermarket terlonjak kaget beruntung tidak mengeluarkan jurus kagetnya berupa mendorong tubuhnya Ane sedangkan petugas pengumuman menelan air ludahnya sendiri sambil mengeluarkan keringat yang membanjiri tubuhnya


Dewo yang berada tepat di belakang Ane ingin sekali menjambak rambutnya Ane yang ada di depannya namun Dewo sanggup menelan keinginannya soalnya kalau Dewo menjambak rambutnya Ane di jamin semua orang bakalan menuduh Dewo kelakuannya seperti wanita atau yang lebih parahnya lagi Ane malah semakin berteriak sangat keras dan berteriak sangat kencang karena ulahnya Dewo


"Sa sa saya ngga menertawakan ibu" jawab pelayan supermarket dengan nada terbata bata sedangkan petugas pengumuman ingin sekali mengusir Ane namun takut Ane akan melaporkan ke atasannya dan memecat dirinya sementara Ane melototkan kedua matanya ke pelayan supermarket sedangkan Dewo mengusap wajahnya dengan kedua tangannya secara kasar


Saat Ane akan menjawab dan Ane telah membuka matanya maksudnya Ane telah membuka mulutnya tiba tiba terdengar suara tak asing di telinganya siapa lagi kalau bukan Dewo sehingga Ane langsung menutup mulutnya kembali karena takut di masuki oleh gajah memangnya muat gajah masuk ke mulutnya Ane ? kalau daging gajahnya di potong kecil kecil pasti muat ke mulutnya Ane


"Mama kita berdua pulang sekarang saja" ajak Dewo sambil menatap punggungnya Ane membuat Ane langsung mendelik ke Dewo sementara petugas pengumuman dan pelayan supermarket kompak hanya berharap Ane segera pergi dari hadapan mereka berdua


"Dewo mama belum beli parfum, belum beli alat make up, belum beli tas, belum beli jas, belum beli sepatu jadi ngga usah langsung pulang sekarang" protes Ane dengan nada ketus hampir berteriak sedangkan petugas pengumuman dan pelayan supermarket serentak mengusap keringatnya mereka berdua yang menetes dari daun maksudnya dari tubuhnya mereka berdua sementara Dewo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil berpikir entah apa yang di pikirkan

__ADS_1


Apakah Dewo memikirkan kenapa gajah tidak bertelur ? atau Dewo memikirkan kenapa gajah tidak bisa terbang ? atau Dewo memikirkan kenapa dirinya mempunyai seorang mama yang super cerewet dan super bawel yang suka berteriak teriak


"Mama maksudnya aku kita berdua ke tempat parfum, ke tempat alat make up, ke tempat tas, dan ke tempat jas, ke tempat sepatu sekarang" ajak Dewo sambil menggandeng tangan Ane saat Dewo akan melangkahkan kakinya ke salah satu tempat yang Ane sebutkan Dewo mendengar teriakan yang tidak asing di telinganya


"Dewo kita berdua ngga bisa sekaligus ke semua tempat yang mama sebutkan secara bersamaan paling kita berdua ke tempat yang mama sebutkan itu bergantian" teriak Ane sangat keras melebihi kerasnya penjual sayuran yang berada di pasar maksudnya teriakan Ane melebihi toa sedangkan Dewo tersenyum masam menanggapi omongan Ane


Petugas pengumuman dan pelayan supermarket kompak menahan tawanya mereka berdua yang hampir meledak sungguh Ane adalah pembeli di supermarket tersebut yang teraneh dan ajaib kini pelayan supermarket sanggup menahan tawanya yang hampir meledak karena pelayan supermarket takut urusannya dengan Ane ngga kelar kelar kalau dirinya mengeluarkan tawanya lagi


Ingin sekali Dewo menenggelamkan Ane ke lautan namun Dewo urungkan bukan karena kasihan sama Ane tapi Dewo ngga mau membopong Ane ke sebelah lautan yang lebih parahnya lagi saat Dewo akan mendorong tubuhnya Ane ke lautan malah Ane yang mendorong Dewo ke lautan



Petugas pengumuman dan pelayan supermarket serentak mengulum senyum tipis mendengar omongan Dewo berharap Ane langsung setuju untuk pergi dari hadapan mereka berdua

__ADS_1


"Dewo mama kira kamu belum tahu dan mengira kita berdua bisa ke tempat yang mama sebutkan secara bersamaan iya mama belum ingat selain kamu sudah besar juga kamu sudah menjadi CEO dan sudah bisa bikin anak jadi pasti tanpa mama jelaskan repot repot kamu sudah tahu dan sudah paham mama ngga mau pergi dari sini dulu karena mama ada urusan sama mba pelayan supermarket yang tadi menertawakan mama tapi mama janji setelah urusan mama selesai mama bakalan mau di ajak ke semua tempat yang mama sebutkan tadi terserah kamu kita berdua mau ke tempat parfum dulu, atau ke tempat make up dulu, atau ke tempat tas terlebih dahulu, atau ke tempat jas lebih dulu, atau ke tempat sepatu terlebih dahulu mama menurut sama kamu" jelas Ane dengan nada ketus sambil menampilkan kedua matanya yang berbinar karena sebentar lagi Ane akan banyak berbelanja dengan puas sementara pelayan supermarket dan petugas pengumuman kompak membelalakkan matanya mereka berdua sangat lebar dengan mulut menganga mendengar jawaban Ane sedangkan Dewo menerbitkan senyuman licik entah apa yang di pikirkan olehnya hanya dia yang tahu


"Mama buruan kita berdua pergi dari sini terus kita berdua ke semua tempat yang mama sebutkan atau mama bakalan aku tinggalin di supermarket lalu mama pulangnya naik taksi, atau grab, atau go jek pakai uangnya mama sendiri dan satu lagi aku bakalan bilang ke papa kalau mama itu caper sama pria lain dan aku bakalan bayar pria brondong buat deketin mama pasti papa bakalan marah sama mama dan sama pria lain itu" ancam Dewo sambil tersenyum devil sedangkan Ane melototkan kedua matanya ke Dewo sementara pelayan supermarket dan petugas pengumuman kompak tersenyum tipis


"Dewo kamu mengancam mama ? kenapa kamu juga bilang" perkataan Ane belum selesai sudah di potong oleh Dewo


"Pilihannya dua mah ikut aku sekarang atau papa bakalan marah sama mama dan pria lain yang aku bayar buat jadi berondongnya mama" ancam Dewo sambil tersenyum menyeringai sedangkan Ane mendelik ke Dewo


"Dewo mama ikut kamu bukan karena mama takut mau di marahin dan bukan jua mama kasihan sama berondong suruhan kamu kalau di marahin sama papa tapi uangnya kamu lebih baik buat mama dari pada buat bayar berondong yang mendekati mama tanpa di bayar juga berondong banyak yang dekati mama" teriak Ane membuat Dewo tersenyum lebar bukan karena teriakan Ane namun jawaban Ane sedangkan pelayan supermarket dan petugas pengumuman kompak mengumbar senyum lebar di wajahnya mereka berdua


"Mba makasih karena sudah mau membantu mama saya menemukan saya" ucap Dewo sambil menatap ke arah petugas pengumuman dan pelayan supermarket secara bergantian sementara petugas pengumuman dan pelayan supermarket serentak menganggukkan kepalanya mereka berdua sedangkan Ane mendelik ke pelayan supermarket


"Sama sama mas" jawab pelayan supermarket dan petugas pengumuman secara bersamaan sementara itu Dewo langsung menggandeng tangannya Ane ke tempat jas yang tadi di kunjungi

__ADS_1


__ADS_2