Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Aku yang Lebih Cantik Dari Saingan Aku


__ADS_3

Setelah Aya mencari cari kotak hadiah maksudnya mencari cari parfum yang akan di beli dengan rasa aroma yang sesuai dengan seleranya kini usahanya tidak sia sia karena Aya telah menemukan parfum yang cocok yang akan di beli tanpa ragu dan tanpa komando Aya langsung mengambil parfum yang jadi incaran kedua matanya, kedua, tangannya, dan hidungnya kini parfum yang di inginkan oleh Aya sudah ada dalam genggaman tangannya


"Mama kamu sudah apa belum ?" tanya Aya sambil memperhatikan bentuk parfum yang ada di tangannya tanpa menoleh ke arah Ema sementara Ema yang sedang sangat sibuk memunguti parfum lebih tepatnya memindahkan beberapa parfum dari tempatnya ke tangannya Ema karena tangannya Ema sudah penuh berisi parfum Ema meletakkan parfum dari tempatnya ke lantai yang terdapat di depannya


"Belum mah soalnya aku sedang repot banget ini jadi belum sempat memilih parfum yang akan di beli" jawab Ema sambil meletakkan parfum ke lantai yang sudah berjejer jejer dengan parfum yang tadi di pindahkan oleh tangannya Ema sedangkan Aya yang penasaran dengan kesibukan Ema saat ini kedua matanya langsung menoleh ke arah Ema dan kedua matanya Aya langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga melihat di lantai sudah ada parfum yang berjajar jajar


"Ema kamu sedang ngapain ?" tanya Aya dengan raut wajah bingung tanpa ragu Aya langsung berjalan mendekat ke arah Ema sementara Ema yang merasa dirinya di panggil langsung menoleh ke Aya sambil menatap tajam ke arah Aya

__ADS_1


"Mama ngga buta kan ? aku sedang sibuk memilih parfum buat di beli dong masa lagi menyetir mobil" ketus Ema sambil melototkan kedua matanya ke arah Aya sedangkan Aya membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga bahkan langsung refleks menghentikan kedua kakinya yang sedang melangkah saking syoknya mendengar jawaban menohok Ema


"Ema mama ngga buta mama juga bisa melihat wajahnya kamu yang kalah cantik dari mama tapi kenapa kamu menghempaskan banyak parfum di lantai dan di tangannya kamu juga penuh parfum tadi ke supermarket bawa mobilnya mama jadi yang menyetir mobil mama bukan kamu" ketus Aya sambil menatap tajam ke arah Ema sementara Ema menatap Aya juga dengan tatapan tak kalah tajam


"Mama memang ngga buta tapi aku tetap cantik dan wajahnya mama itu cantik sebelum menikah sekarang mama kalah saing sama aku anaknya mama yang cantiknya melebihi papa aku mau memilih parfum yang sesuai dengan selera aku dan aroma parfum yang aku suka jadi biar aku ngga pusing dan aku ngga bingung aku hempaskan beberapa parfum ke lantai dan ke tangannya aku supaya aku gampang memilih parfum yang aku sukai iya aku juga ngga buta jadi tahu kalau tadi waktu ke supermarket mama yang menyetir mobil bukan semut soalnya semut ngga bakalan bisa menyetir mobil bentuknya semut sama mobil saja lebih besar mobil di banding semut lagian kalau semut di injak doang oleh manusia sudah mati" jelas Ema panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sementara Aya memijat pelipisnya yang mendadak pusing karena melihat kelakukan Ema yang sangat membangongkan menurutnya


"Iya aku percaya kalau matanya mama masih tajam dan awas dan matanya mama juga ngga buta ih mama masa cantiknya mama awet banget dari sebelum mama lahir sampai sekarang tapi sekarang aku lebih cantik dari mama terserah aku dong mah mau saingan sama siapa aku juga milih saingannya dengan kandidat yang bakalan menjamin aku yang lebih cantik dari saingan aku justru papa aku pria makanya aku ajak saingan sama aku kalau cuma di pegang parfumnya pasti bikin pusing megang satu persatu parfumnya di tangan aku biar lebih gampang aku memilih parfum yang aku mau mah makanya aku letakkan parfum di atas lantai dan di tangannya aku ngga buta mah waktu perjalanan ke supermarket aku ngga tidur tapi memikirkan cuma akan belanja pakaian doang ngga nyangka malah borong banyak barang barang iya mah soalnya semut bentuknya kecil jadi ngga bisa menyetir mobil menyetir mobil mobilan juga ngga bisa masa mama menginjak semut tapi semutnya ngga mati ?" kata Ema lebih panjang kali lebar dari jawaban Aya tadi Ema sebenarnya sengaja meletakkan banyak parfum ke lantai dan ke tangannya Ema supaya Aya malu melihat tingkah Ema yang seperti orang desa alias katrok sehingga Ema berharap Aya tidak pernah mau mengajak Ema pergi ke supermarket bareng lagi karena malu melihat tingkah Ema sementara Aya menganggukkan kepalanya mantap sambil mengeluarkan senyum licik

__ADS_1


"Ema kamu memang anak mama yang paling cerdas dan paling pintar tahu kalau matanya mama masih tajam dan awas dan matanya mama juga ngga buta cantiknya mama awet karena di simpan di dalam kulkas supaya tidak busuk tetap mama lebih cantik di banding kamu dasar kamu cara saingannya aneh bin ajaib masa nyari saingan yang bikin kamu menang sekalian saja kamu saingan sama ayam jago mama sering megang parfum tapi ngga bikin mama pusing mama tahu kalau kamu ngga buta kirain kamu tidur makanya ngga tahu kalau mama yang menyetir mobil makanya kalau kamu belum tahu tanya ke mama mau belanja apa jangankan di suruh menyetir mobil dan mobil mobilan semut di suruh menyetir sepeda juga ngga bisa iya soalnya mama menginjak semut di atas kaca aqua makanya semutnya ngga mati walaupun sudah mama injak" jelas Aya tanpa dosa dan langsung mendapatkan pelototan kedua mata dari Ema


"Iya mama baru tahu kalau aku anak mama yang paling pintar dan paling cerdas ? aku tahu segala hal mah sebelum orang itu menjelaskan ke aku sudah aku tahu isi hatinya orang tersebut memangnya kecantikan itu bisa di letakkan di kulkas ? memangnya kecantikan itu makanan bisa di letakkan di kulkas mungkin sebelum aku lahir ke dunia mama paling cantik tapi setelah aku lahir ke dunia ini aku yang paling cantik di banding mama kalau aku mau saingan itu sama manusia bukan sama ayam jago di kira hewan koq bisa mama pegang parfum ngga pusing aku belum ingat nanya ke mama soalnya aku kira mama ngga bakal lama lama di supermarket karena bakalan di cari oleh papa soalnya papa kan bucin akut ke mama iya semut ngga bisa menyetir apa apa mungkin karena orang tuanya semut ngga bisa naik mobil, naik mobil mobilan, dan naik sepeda makanya anaknya semut padahal ngga bisa naik mobil, naik mobilan, naik sepeda pantesan semutnya ngga mati mama injak karena mama menginjaknya itu aqua bukan semutnya secara langsung" tegas Ema menatap tajam ke arah Aya sementara Aya tersenyum devil


"Ema mama sudah tahu dari dulu tapi dulu mama tahunya kamu suka pakai pakaian tomboy dan paling suka pakai celana bukan pakai rok atau gaun kamu itu manusia yang tahu isi hatinya manusia cuma Tuhan bukan manusia bisa buktinya kecantikan mama di letakkan di atas kulkas supaya mama aaee muda dan mama tetap cantik walaupun sudah berumur tetap mama yang paling cantik di rumah karena sebelum kamu lahir mama lahir duluan bahkan mama yahh melahirkan kamu jadi mama itu cantik kirain kamu mau saingan sama hewan kamu takut saingan sama hewan karena kamu kalah cantik dari hewan makanya ngga berani saingan mama ngga pusing memegang parfum dalam jumlah banyak makanan nanya jangan diam diam bae kayak patung mama sengaja ngga bilang ke papa kalau mama mau ke supermarket kalau mama bilang ke papa mau ke supermarket yang ada mama bukan belanja sama kamu tapi malah sama papa kalau kamu sudah punya suami juga suami kamu bakalan bucin akut ke kamu walaupun orang tuanya semut ngga mengajari anaknya menyetir mobil, menyetir mobil mobilan, dan menyetir sepeda tapi orang tuanya semut hebat karena mengajari semut duduk di setir mobil memangnya kamu bisa duduk di setir mobil karena mama sedang baik hati biar mama pilihkan parfum buat kamu dan kamu ngga usah protes dengan pilihan mama supaya kamu ngga pusing memilih parfum di antara banyaknya parfum" tegas Aya sambil menatap tajam ke Ema sementara Ema yang akan protes sudah membuka mulutnya langsung menutup mulutnya kembali saat Aya langsung berkata lagi karena Aya sudah tahu bahwa Ema akan protes


"Ema kamu harus menurut sama mama yaitu mama pilihkan parfumnya atau mama tinggal kamu di supermarket lalu mama ngga beri uang pesangon buat kamu buat naik taksi, naik grab, atau naik go jek" ancam Aya mengeluarkan senyum licik di wajahnya sementara Ema mendelik ke Aya

__ADS_1


"Mama main ancam melulu mentang mentang bawa mobilnya mama buruan mama pilih parfumnya biar mama puas dan senang" jawab Ema sambil menatap nyalang ke Aya sementara Aya langsung melaksanakan pekerjaannya yaitu mendekat ke tempat parfum dan kedua tangannya langsung memegang parfum satu persatu di bantu kedua matanya yang mengarungi seluruh parfum yang ada di hadapannya


__ADS_2