
Setelah Dewo berjalan selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Dewo berjalan selama beberapa puluh menit, kini Dewo telah sampai di ranjang empuk miliknya
Tanpa basa basi lagi Dewo langsung menjatuhkan berat badannya ke ranjang tersebut, setelah Dewo tidur dengan posisi terlentang membuat Dewo menerbitkan senyum lebar di wajahnya.
Entah apa yang membuat Dewo tersenyum lebar seperti itu, hanya Dewo yang tahu jawabannya karena seandainya ada semut dan kecoa yang lewat, juga pasti semut dan kecoa tak tahu penyebab Dewo mengeluarkan senyum lebar seperti itu.
Dewo sudah bersiap untuk mengarungi mimpinya dalam tidur nyenyak, sehingga sebelum Dewo memejamkan kedua matanya, Dewo berucap sesuatu.
"Gue senang banget deh karena gue bisa tidur di ranjang empuk miliknya gue, apalagi ranjang ini tak kalah empuk dari daging, sebaiknya gue tidur sekarang supaya pas mama gue sudah kembali ke sini gue sudah tidur nyenyak, gue yakin nanti pasti mama gue ke sini lagi, soalnya sudah dari dulu kalau mama gue mengancam gue pasti mama gue bakalan mantau gue, atau cctv gue, yang lebih parahnya lagi mama gue bakalan nyamperin gue buat menanyakan tugas yang mama gue berikan ke gue" batin Dewo mengingat lagi semua tingkah dan polah dari Ane sang mamanya sendiri.
Sedetik kemudian setelah Dewo sudah selesai berperang dalam hatinya, kini Dewo buru buru langsung memejamkan kedua matanya, sungguh Dewo tak siap jika harus bertemu dengan Ane, apalagi kondisi Dewo saat ini dalam kondisi ngantuk pakai banget.
Kini kedua matanya Dewo telah terpejam bersiap menyelami suatu mimpi, namun tiba tiba saja Dewo merasa cemas dan takut kalau dirinya tak bisa tidur dengan nyaman, sebab Dewo takut tiba tiba Ane datang ke kamarnya untuk memeriksa semua pekerjaan Dewo.
Namun walaupun Ane melintas ke dalam pemikirannya, entah mengapa pemikiran ketakutan Dewo hanya berlangsung selama sedetik, karena detik selanjutnya Dewo malah sudah tertidur dan mengeluarkan dengkuran halus dari bibirnya.
Sungguh Dewo cepat sekali bisa tidur, mungkin karena Dewo yang sangat kecapekan dengan semua pekerjaan di perusahaan, atau Dewo yang kalau tidur di ranjang langsung bisa tidur pulas, jawabannya hanya Dewo saja yang tahu.
__ADS_1
Setelah Ane melangkahkan kakinya selama berjam jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ane melangkahkan kakinya selama beberapa menit, kini Ane sudah ada di depan pintu kamarnya Dewo.
Tanpa basa basi lagi Ane langsung masuk ke kamarnya Dewo, Ane langsung membelalakkan kedua matanya sangat lebar bahkan tangannya di gunakan untuk menutup mulutnya gara gara syok melihat adegan yang ada di depan matanya Ane.
Sungguh Ane tersulut emosi dan marah gara gara adegan tanpa sensor di depannya, di depan mata Ane kini terpampang Dewo yang sedang dengan santainya tidur di ranjang empuk miliknya Dewo.
Menyaksikan hal tersebut membuat Ane geram dan emosi Ane menggebu gebu, sungguh Ane tak habis pikir dengan Dewo bukankah tadi Dewo di perintah Ane untuk membereskan semua pakaian dan semua celana yang ada di lantai kenapa malah sibuk tidur.
"Keterlaluan sekali Dewo malah asyik asyikan tidur, padahal aku tadi nyuruh buat membereskan semua pakaian dan semua celana miliknya Dewo yang ada di lantai, pokoknya aku harus beri pelajaran matematika buat Dewo, soalnya kalau pelajaran bahasa indonesia pasti Dewo sudah tahu cara menggunakan bahasa indonesia yang benar" batin Ane sambil berjalan dengan langkah cepat ke arah ranjang miliknya Dewo.
Dewo sepertinya masih sibuk dengan dunianya dan tidurnya sama sekali tidak terganggu, bahkan Dewo masih mengeluarkan dengkuran halus dari bibirnya.
Namun bagi Ane tak menunggu waktu lama, kini Ane telah menemukan cara supaya Dewo bisa terbangun dari tidurnya, sungguh Ane yakin kalau cara ini bakal membuat Dewo akan terbangun.
Ane menatap ke arah Dewo sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, sungguh Ane tersenyum sangat lebar seperti habis mendapat undian lotre atau habis mendapat hadiah jackpot.
"Aku tahu cara membangunkan Dewo, lebih baik aku langsung secepatnya gunakan cara itu, aku jamin dengan cara ini pasti Dewo akan terbangun dari tidurnya, lebih baik aku langsung jalankan cara tersebut, dari pada belum menjalankan nanti yang ada tidurnya Dewo makin nyenyak" batin Ane sambil manggut-manggut dengan tatapan mengarah ke Dewo.
__ADS_1
Ane menatap ke arah Dewo sambil mengeluarkan senyum licik, entah apa yang ada di otak dan kepalanya Ane hanya Ane yang tahu, kini tangannya Ane terulur ke arah rambutnya Dewo.
Tanpa komando dan tanpa aba aba tangannya Ane sudah menjambak rambutnya Dewo, membuat Dewo merasa kesakitan sekali, tak hanya itu saja, namun Dewo juga langsung terbangun dari tidurnya.
Bahkan Dewo langsung mencubit tangannya Ane yang berada di rambutnya, mendapat perlakuan seperti itu dari Dewo membuat Ane geram dan kesal, bahkan dengan terpaksa tangannya Ane buru buru melepaskan rambutnya Dewo.
Ane yang syok dan tak siap mendapat serangan mendadak yang di keluarkan Dewo, membuat Ane melepaskan rambutnya Dewo,
"Aaaaaaaahhhhhhhhh Dewo keterlaluan, ngapain kamu pakai mencubit tangannya mama" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang membuat gendang telinganya Dewo hampir rusak.
Tak hanya Ane yang mengeluarkan suara teriakannya, namun Dewo juga di buat darah tinggi gara gara jambakan di rambutnya Dewo, sehingga Dewo asal mencubit tangannya Ane tadi.
Dewo pikir yang ada di rambutnya itu adalah cuma sebuah kecoa tapi malah kenyataannya tangannya Ane yang menjambak rambutnya Dewo.
Kini tatapan nyalang mengarah kepada Dewo, sambil tangannya Ane memegang tangannya yang habis mendapat serangan cubitan dari Dewo, sedangkan Dewo juga tak jauh berbeda dengan apa yang Ane lakukan, yaitu Dewo membalas tatapan Ane dengan tatapan tak kalah nyalang, tangannya Dewo juga memegang rambutnya yang tadi habis mendapat jambakan dari Ane.
"Mama ngapain ke sini ?" tanya Dewo dengan nada ketus sambil mendelik ke arah Ane.
Ane tak menyangka kenapa Dewo menjadi pelupa, memikirkan hal itu membuat Ane pusing ratusan milyar keliling.
__ADS_1
"Dewo becanda kamu ngga lucu tahu ngga, kamu aneh sekali pakai nanya ngapain mama di sini, mama di sini itu karena ini rumahnya mama yang di belikan oleh papa kamu buat rumahnya mama, yang suatu saat nanti isinya itu mama, papa, dan anak anak mama, terbukti kan isi di rumah ini ada mama, papa, kamu anaknya mama dan, adiknya kamu anaknya mama juga" lagi dan lagi Ane mengeluarkan suara teriakan yang sangat keras dan sangat kencang.