
setelah Saskia berhasil melumpuhkan tiga orang pria itu dia lari keluar rumah dan berteriak minta tolong,semua sekuriti yang ada di kompleks itu yang di tugaskan menjaga di setiap rumah semua keluar.
"ada apa nona,"tanya salah satu dari sekuriti itu.
"tolong saya pak ada orang jahat di rumah saya,mereka ingin membunuh saya pak tolong pak,"ucap Saskia.
"ayo kita kerumah nona,"ucap mereka, ada beberapa sekuriti dan beberapa para tetangga rumah Khususnya para laki-laki.
mereka semua masuk kedalam rumah Saskia
"di mana orang itu nona?"tanya salah satu dari mereka.
"ada di dalam kamar itu pak saya menguncinya di sana,"ucap Saskia.
mereka semua masuk dalam kamar berniat memukuli orang itu hingga babak belur,betapa terkejutnya mereka ketika melihat ketiga penjahat itu sedang terikat.
"ini suda terikat nona,siapa yang membuat stempel itu di mata mereka?"tanya satu orang pria tampan itu.
"hehehe,saya pak,"ucap Saskia cengengesan.
"haaa,sendiri?"tanya salah satu dari mereka.
"hehehe,iya pak,"ucap Saskia sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal itu.
"bona hebat,"ucap pria tampan itu pada Saskia.
"hehe,"Saskia cengengesan.
"ayo bawa mereka keluar,telfon polisi,"ucap yang lainnya.
tidak lama polisi datang dan membawa ketiga penjahat itu dan para warga pulang takluoa Saskia mengucapkan terimakasih pada para bapak-bapak,tapi di antara mereka Tingal satu orang pria tampan masih muda bisa di perkirakan usia Saskia dengan pria itu tidak jauh berbeda.
"em,kamu tingal sendiri dirumah?" tanya pria itu .
"iya,aku Tingal sendiri di sini,"jawab Saskia.
"orang tua kamu di mana?"tanya pria itu.
"di rumahnya,"ucap Saskia.
"loh kenapa Tingal sendiri,tidak aman contonnya sekarang ini,kalau kamu lengah pasti kamu sudah di sisi Allah saat ini,"ucap pria itu bercanda.
plak
"sialan loh,loh doain gue mati,"ucap Saskia kecoplosan.
"adu,hehehe,bukan seperti itu,tapi benar kan aku katakan?"ucap pria itu.
"iya sih,"ucap Saskia.
"nah,mengakui kan?hehe kamu baru yah di sini soalnya aku juga baru liat,"ucap pria itu.
"iya baru seminggu ini aku Tingal disini,"ucap Saskia.
"kenapa kamu gak Tingal sama orang tua kamu saja,malah mili Tingal sendiri bahaya loh,"ucap pria itu.
"mau mandiri saja,"ucap Saskia asal.
"bukan mau mandiri,tapi mau mati,oh iya kenapa kamu yang di incar orang itu?sepertinya kamu orang yang berpengaru di kita ini,karena kejadian seperti itu hanya pada orang-orang tertentu,atau kamu punya musuh di luar sana,"ucap pria itu.
"berpengaruh apanya aku hanya pelayan toko,musuh,aku merasa ngak punya musuh aku hidup normal,"ucap Saskia.
"tapi kenapa mereka mengincar nyawa kamu,mereka itu disuruh untuk membunuh kamu,dan juga tidak logis pelayan toko punya rumah mewah Segede ini,rumah kamu sangatlah mewah di kompleks ini,"ucap pria itu menyelidik.
"hahaha,aku di sini cuma Tingal untuk merawat rumah ini,aku di bayar Tingal di sini,untuk membersihkan rumah ini,rumah ini adalah rumah ayah temanku,"ucap Saskia berbohong.
"oh begitu? tapi kenapa mereka mengincar nyawa kamu,untung kamu tidak lengah dan punya keterampilan belah diri,coba tidak usah mati kamu sama ketiga pria itu,kamu harus punya penjaga,"ucap pria itu.
pip-pip
kelapaon mobil.
"sayang kamu gak apa-apa kan?"ucap ibu yang tiba-tiba datang dan memeluk Saskia.
"aku ngak apa-apa kok buk,"ucap Saskia.
ibu mertua memandang menelisik Saskia dari atas kebawah,samping belakang sampe-sampe pria itu bergeser jauh memberikan ibu mertua Saskia ruang bergerak.
"ayah kan suda bilang Tingal di rumah ayah,ngak baik Tingal sendiri gak aman buat kamu,itu pasti pesaing bisnis ayah,udah kamu harus Tingal sama ibu dan ayah,"ucap ayah.
"KIA ngak apa-apa kok yah, liahat,"ucap Saskia.
"kamu ini,"ucap ayah mengalah.
"eh ini siapa,"tanya ibu.
"malam om,tante,perkenalkan saya Razak saya Tingal di depan rumah ini,saya hanya menemani ank Tante dan om,menunggu om dan tante datang,"ucap Razak menjelaskan.
Razak tau para orang tua di hadapannya ini siapa karena mereka orang yang sangat kaya di kota ini.bahkan namanya terkenal di seluruh Indonesia tapi Razak tidak tau soal anak-anak dari Nugroho.
"oh,terimakasih banyak sudah membantu dan menemani anak saya,"ucap ayah.
"iya om sama-sama,kalu begitu saya pamit pulang,mari om,Tante,"ucap Razak sambil melirik Saskia.
Saskia di lirik tersenyum kikuk karena ketahuan berbohong.
"KIA aku pamit yah,"ucap Razak sambil menatap penuh arti minta penjelasan.
karena ayah sangat berpengalaman dia tau kalu Razak suka sama Saskia.
"anak itu suka sama Kia,terlihat dari tatap matanya,wah Adit sepertinya kamu punya saingan,bagus ini senjata buat hubungan mereka,"batin ayah.
__ADS_1
"ayo kita masuk,"ucap ibu.
merekapun masuk rumah,bersama tidak lupa mengunci semua pintu,ayah dan ibu tidur di rumah untuk menemani Saskia.
"sayang,Tingal di rumah ibu saja yah,gak aman buat kamu tingal di sini,"ucap ibu.
"gimana dengan mas Adit,"ucap Saskia tidak punya alasan untuk menolak.
"biar ayah yang ngomong sama Adit,"ucap ayah.
"baiklah besok aja ayah,"ucap Saskia.
"iya besok setelah sarapan kita kerumah ayah,"ucap ayah.
Saskia menghela napas kasar.
"Yasuda pergilah istirahat,"ucap ibu.
"iya buk,"ucap Saskia.
Saskia pun pergi ke kamarnya.
setelah kepergian Saskia hp ayah berdering menandakan ada seseorang menghubunginya.
"siapa ayah,"tanya ibu.
"Adit,yang telepon,"ucap ayah.
ayah mengangkat telpon Adit
"halo,"ayah menjawab.
"bagaimana keadaan istriku ayah?"tanya adit.
" alhamdulilah dia baik-baik saja,"ucap ayah.
"trus pelakunya gimana ayah?"ucap Adit.
"Uda di kantor polisi om Reza menanganinya,"ucap ayah.
"mereka di suru sama siapa,"ucap adit.
"saingan bisnis kita yang sekarang,"ucap ayah.
"brengsek,ayah aku titip istri aku bawa dia Tingal sama ayah,tidak aman buat dia Tingal sendiri,dan suru beberapa orang kita jadi pengawal pribadinya,harus jadi sopir dan harus ada yang memantau dari jauh,"ucap Adit.
"iya ayah tau,ternyata kamu sangat menghaturkan istri kamu,"ucap ayah.
"KIA itu tanggung jawabku ayah,jelas aku kuatir,"ucap adit.
"benarkah? tadi pas ayah sampai di rumah kamu ayah mendapati seorang pria menemani istri kamu,dia Tingal tepat di depan rumah kamu,pria itu tidak kala tampanya dari kamu,dan ayah liat dia suka sama istri kamu,dari tatap matanya ayah tau dia suka sama istri kamu,"ucap ayah.
"apaaaa? brengsek tuh orang gak tau apa itu istri orang,"ucap adit.
"brengsek awas aja kalau aku pulang,udah dulu yah,aku titip istriku,"ucap Adit.
sambungan telpon berahir...
"haha,cemburu ternyata,punya kemajuan,"ucap ayah.
"iya,ayo ayah ambil rekaman sisi tv itu kirim sana dia,"ucap ibu.
merekapun mengambil rekaman sisi tidur itu suara terdegar jelas kemudian ayah mengirim vidoa pada Adit.
Adit menerima pesan Vidio.
Adit memutar rekaman sisi tifi itu sangat jelas terdengar
"em,kamu tingal sendiri dirumah?" tanya pria itu .
"iya,aku Tingal sendiri di sini,"jawab Saskia.
"orang tua kamu di mana?"tanya pria itu.
"di rumahnya,"ucap Saskia.
"loh kenapa Tingal sendiri,tidak aman contonhnya sekarang ini,kalau kamu lengah pasti kamu sudah di sisi Allah saat ini,"ucap pria itu bercanda.
plak
Saskia memukul tangan Razak
"sialan loh,loh doain gue mati,"ucap Saskia kecoplisan.
"adu,hehehe,bukan seperti itu,tapi benar kan aku katakan?"ucap pria itu.
"iya sih,"ucap Saskia.
"nah,mengakui kan?hehe kamu baru yah di sini soalnya aku juga baru liat,"ucap pria itu.
"iya baru seminggu ini aku Tingal disini,"ucap Saskia.
"kenapa kamu gak Tingal sama orang tua kamu saja,malah mili Tingal sendiri bahaya loh,"ucap pria itu.
"mau mandiri saja,"ucap Saskia asal.
"bukan mau mandiri,tapi mau mati,oh iya kenapa kamu yang di incar orang itu?sepertinya kamu orang yang berpengaru di kita ini,karena kejadian seperti itu hanya pada orang-orang tertentu,atau kamu punya musuh di luar sana,"ucap pria itu.
"berpengaru apanya aku hanya pelayan toko,musush,aku merasa ngak punya musuh aku hidup normal,"ucap Saskia.
"tapi kenapa mereka mengincar nyawa kamu,mereka itu disuruh untuk membunuh kamu,dan juga tidak logis pelayan toko punya rumah mewah Segede ini,rumah kamu salah rumah temewah di kompleks ini,"ucap pria itu menyelidik.
__ADS_1
"hahaha,aku di sini cuma Tingal untuk merawat rumah ini,aku di bayar Tingal di sini,untuk membersihkan rumah ini,rumah ini adalah rumah ayah temanku,"ucap Saskia berbohong.
"oh begitu? tapi kenapa mereka mengincar nyawa kamu,untung kamu tidak lengah dan punya keterampilan belah diri,coba tidak usah mati kamu sama ketiga pria itu,kamu harus punya penjaga,"ucap pria itu.
tak
Adit membanting hp nya di lantai dia sangat kesal,ada rasa sakit di dadanya melihat dan mendengar langsung percakapan Saskia dan pria lain,parahnya dia tidak melihat wajah istrinya karena Saskia membelakangi sisi tv itu dan lebih parahnya Saskia tidak mengakuinya sebagai suami Saskia tidak mengatakan dengan jujur kalau dia Tingal di rumah itu dengan suaminya,tidak mengatakan suaminya keluar negeri perjalanan bisnis,itulah membuat Adit kesal.
"dasar perempuan murahan,kegatelan suami kerja bukan mendoakan malah ganjen dengan pria lain,"ucap Adit berapi-api.
kalau hanya perjalanan bisnis biasa bisa di pastikan Adit terbang pulang malam ini juga dan menghukum istrinya.
Adit sangat geram parcakapan dan tatapan pria itu terngiang di kepalanya,suara Saskia lebut seperti menggoda terus bergantian dengan Sura pria itu di ingatan di telinganya.
"aaaaaaaa,perempuan ganjen,brengsek kalian,aaaaa,"Adit mengamuk di kamarnya dia membanting semua yang ada di dalam kamar itu.
entah mengapa dia tidak bisa menahan atau kontrol dengan dirinya perasaan sakit di dadanya dia merasa di selingkuhi oleh istrinya,ada rasa tidak rela dalam dirinya kalau istrinya berperilaku seperti itu pada pria lain apalagi Saskia sempat memukul lengan pria itu dan pria itu mengacak rambut Saskia,membuat dia baik pitam.
Adit bernapas terengah-engah emosinya tidak bisa dia kontrol mungkin kerena masalah yang dia tangani sekarang,ditambah lagi kekasihnya,dan semua itu dia lampiaskan ketik melihat rekaman sisi tv itu.
Adit memegang dadanya,sakit disana.
"perempuan gatal,awas aja aku pulang habis kau,"ucap Adit.
"aaaaaah,"Adit berteriak melampiaskan emosi yang tertahan selama beberapa hari ini dia tahan.
Adit merebahkan tubuhnya di kasir tanpa dia sadari air mata itu mengalir begitu saja.
"perasaan apa ini,"batin Adit.
ikatan pernikahan sangatlah erat walau tidak cinta awalnya karena adanya ikatan pernikahan secara otomatis rasa itu timbul begitu saja tanpa di sengaja,walau berusaha mengelak tapi hati tidak bisa berbohong,batin keduanya saling terikat dalam pernikahan.itulah yang dirasakan Adit saat ini.
.merasa sakit karena isrinya memberikan ruang untuk pria lain.
.tapi Adit tidak menyadari dengan apa yang dia lakukan dia juga masih menjalani kisah asmara bersama Selena.
pada akhirnya Adit tertidur dengan air mata yang belum kering di pipinya.
pagi harinya di rumah
"apa suda semuanya sayang?"tanya ibu.
"suda Buk,aku tidak membawa banyak hanya beberapa pakayan kerja dan baju rumah,"ucap Saskia.
"ayo berangkat biar ibu bantu bawanya,"ucap ibu.
"makasih buk,"ucap Saskia.
"iya sayang,"ucap ibu.
"ayah ibu di Luan saja kemobil aku mengambil tas kerja ku lupa,"ucap Saskia.
Saskia kembali mengambil taskerjanya dan semua lat-alat kerjanya,Tingal mobil tertinggal di garasih mobil,dia berencana mengambilnya nanti ketika berangkat kerja.
tidak butuh waktu lama mereka sampai di rumah orang tua Adit.
"ayo masuk nak,pak Tarjo tolong ambil barang-barang di mobil bawa ke kamar Adit,"ucap ibu.
"baik nyonya,"ucap pak Tejo.
"ayah,ibu,KIA kekamar dulu yah,"ucap Saskia.
"iya,bik Sumi tolong antar nona ke kamar Adit,"ucap ibu.
"baik nya,ayo nona saya antar,"ucap bi Sumi pelayan di mensen ibu Adit.
Saskia pun sampai di kamar Adit,dia melihat betapa bagusnya kamar Adit di mensen orang tuanya.
"terimakasih bik,bibi boleh pergi aku mau ganti pakayan dulu,"ucap Saskia.
"iya nona,kalau perlu sesuatu pangil saja saya,"ucap bi Sumi.
"iya bi,makasih yah,"ucap Saskia.
bik sumi mengangguk dan pergi,setelah bi Sumi pergi Saskia langsung mengatur pakaiannya dengan pakayan kerja setelah selesai dia kembali turun kelantai bawa di sana ada ayah dan ibu duduk santai di ruang keluarga.
"eh mau kemana,"tanya ibu.
Saskia tersenyum canggung karena tidak memberitahukan sebelumnya pada kedua mertuanya.
"ma'af bunda kia belum bilang,KIA mau berangkat kerja,"ucap Saskia sambil menunduk.
"hehe,gak usah Canggu seperti itu,ayo sini duduk dekat ibu,"ucap ibu.
Saskia pun duduk di dekat ibu.
"emang kamu kerja?Adit mengizinkan kamu kerja?"tanya ibu.
"mas Adit tidak tau kalau aku masih kerja buk,"ucap Saskia menunduk.
"emang Adit gak ngasih kamu uang?"tanya ayah terkejut.
"bu_bukan begitu ayah,mas Adit kasih kok,cumag KIA mau kerja bosan di rumah sendirian gak ada kegiatan,KIA masih kerja di tempat kerja KIA kok ayah,"ucap Saskia canggung.
"oh,ayah kira Adit ngak ngasih kamu uang makannya kamu kerja,ma'af bukanya ayah menyingung atau tidak memperbolehkan kamu kerja,ayah hanya kaget saja ayah Kiara anak itu tidak memberikan kamu uang,kamu boleh kerja asalkan kamu hati-hati saja,"ucap ayah.
Saskia mengangkat kepalanya.
"benar ayah,KIA boleh kerja,"tanya Saskia.
"iya boleh,lagian di ruma kamu bosan kan?"ucap ayah.
__ADS_1
"hehe,iya ayah.