
Dewo berusaha mengingat kejadian dimana semua jas yang ada di kedua tangannya hilang namun walaupun Dewo mengingat tetap saja tidak mengingat kejadian menghilangkannya jas Dewo
Ane menatap ke arah Dewo sambil mengerutkan keningnya heran sungguh tatapan Ane heran kepada Dewo apakah memang Dewo sudah benar benar terserang penyakit pikun sehingga Dewo tidak mengingat kejadian dimana Ane mengambil semua jas yang ada di kedua tangannya Dewo
"Dewo kamu benar benar ngga ingat kalau semua jas yang ada di tangannya menghilang karena di ambil oleh mama untuk di berikan ke mba pelayan supermarket ?" tanya Ane sambil memicingkan satu mata ke arah Dewo sementara Dewo tak bergeming masih berdiri mematung di tempat pokoknya intinya Dewo seperti seorang manusia yang di kutuk menjadi patung
Dewo masih mematung tak bergeming karena Dewo berusaha mengingat semua kejadian yang tadi di alami lebih tepatnya Dewo ingin sekali mengingat dimana semua jas di kedua tangannya Dewo menghilang namun Dewo belum bisa mengingat semua itu mungkin karena tadi Dewo sangat sibuk dan asyik melamun sehingga tidak mengingat kalau semua jas di kedua tangannya Dewo di ambil oleh Ane
Setelah Ane menunggu selama beberapa puluh tahun kelamaan dong maksudnya setelah Ane menunggu selama beberapa puluh menit Ane belum mendapatkan jawaban dari Dewo membuat Ane menyimpulkan bahwa Dewo benar benar terserang penyakit tuli dan budeg
__ADS_1
"Kenapa semua jas di kedua tangannya gue menghilang entah kemana sebenarnya siapa yang mengambil semua jas di kedua tangannya gue kenapa gue belum ingat tuh orang jahat banget pakai mengambil semua jas gue yang ada di tangannya gue beruntung mama gue ngga teriak teriak dan ngga nyerocos melulu biasanya mama gue langsung teriak teriak dan marah marah 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa henti kalau tadi gue dapat omelan dari mama gue pasti gue bakalan minta tanggung jawab sama orang yang mengambil semua jas yang ada di kedua tangannya gue" batin Dewo sambil membayangkan siapa orang yang telah mencuri semua jas yang ada di kedua tangannya gue
"Aku jadi curiga kalau Dewo itu terserang penyakit tuli dan budeg makanya aku nanya ngga pernah di dengar bahkan ngga di jawab juga sama Dewo bikin emosi tapi aku penasaran apa yang menyebabkan Dewo menjadi terserang penyakit tuli dan budeg dadakan kayak begini pokoknya mulai sekarang aku akan bicara keras supaya Dewo dengar omongan aku, tapi kalau aku cuma teriak teriak doang aku ngga yakin Dewo bisa mendengar teriakan aku soalnya dia kan tuli dan budeg takutnya suara emas aku mubazir kalau aku sudah teriak teriak sangat keras dan sangat kencang tapi tidak di dengarkan oleh Dewo apalagi suara aku harganya mahal oh aku tahu supaya Dewo ngga budeg dan ngga tuli lagi" batin Ane sambil mengeluarkan senyum licik yang dia miliki
Ane menatap ke arah Dewo yang masih mematung lalu Ane berjalan ke arah Dewo sambil tersenyum devil, Ane berjalan dengan sangat hati hati supaya tidak di dengar oleh Dewo
Setelah Ane sudah ada di dekat Dewo kini Ane langsung melakukan aksinya yang sudah di berikan oleh kepala dan otaknya untuk membantu Ane menyadarkan Dewo yang sedang terserang penyakit tuli dan budeg
Ane menatap ke arah Dewo sekilas lalu Ane mendekatkan tubuhnya ke tubuh Dewo lalu Ane memulai aksinya yaitu berteriak sangat keras dan sangat kencang supaya Dewo mendengar suara merdunya mendengar suara merdu dari Ane membuat Dewo membuyarkan semua lamunannya yang tadi menyerang otak dan kepalanya
"Dewo kamu beneran sudah terserang penyakit tuli dan budeg kenapa dari tadi hanya diam saja" teriak Ane sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo membuat Dewo terlonjak kaget bahkan hampir saja Dewo mengeluarkan jurus kagetnya yaitu menonjok orang yang berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya
__ADS_1
Dewo sudah bersiap melayangkan bogeman mentah dari tangannya kepada orang yang tadi menggangu aksi dirinya melamun kini tangannya Dewo sudah ada di udara sambil mengepalkan tangan namun saat Dewo melihat orang yang berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang adalah Ane
Membuat tangannya Dewo yang sudah terkepal di udara untuk menonjok orang yang berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang langsung di gunakan untuk menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali
"Dewo kamu mau apa ? kamu mau menonjok wajahnya mama pakai tangannya kamu ?" cerca Ane bertubi tubi dengan teriakan yang sangat keras dan sangat kencang melebihi kencangnya toa sedangkan Dewo yang mendapat serangan pertanyaan seperti itu langsung tersenyum kikuk dalam hatinya dirinya meminta otaknya untuk memikirkan alasan yang pas buat menjawab pertanyaan dari Ane
"A a aku ngga mau menonjok mukanya mama koq" jawab Dewo terbata bata sambil tangannya masih betah menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sedangkan Ane menatap nyalang ke Dewo
"Dewo kamu ngga usah beralasan karena mama tahu kalau tangannya kamu pasti akan di gunakan buat menonjok wajahnya mama tapi karena ketahuan oleh mama jadi kamu ngga jadi menonjok wajahnya mama" tuduh Ane sambil menatap nyalang ke arah Dewo sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga mendengar perkataan Ane yang sangat benar
"Ng ng ngga koq mah tangannya aku ngga aku gunakan buat menonjok wajahnya mama" lagi dan lagi Dewo menjawab dengan terbata bata dan hati yang di selimuti ketakutan sementara Ane tersenyum masam mendengar jawaban Dewo hanya dengan jawaban Ane sudah bisa menyimpulkan bahwa Dewo berbohong kepada dirinya
__ADS_1
"Dewo mama ngga bisa di bohongi mama tahu kamu pasti tadi mengepalkan tangannya kamu buat menonjok wajahnya mama kelihatan dari cara menjawab kamu yang gelagapan dan terbata bata itu sudah cukup membuat mama tahu kalau kamu bohongi mama" teriak Ane sambil menatap nyalang ke Dewo sedangkan kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut menganga