
Setelah Dewo dan Ane melanjutkan langkah kaki mereka berdua selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya selama beberapa puluh menit kini Dewo dan Ane sudah berada di tempat jas dengan posisi tangannya Dewo yang masih menggandeng tangannya Ane
Dewo melirik ke Ane lewat ekor matanya sementara kedua matanya Ane sibuk menatap ke arah jas yang berjejer jejer di depannya membuat kedua matanya Ane berbinar bahagia seperti habis menang jackpot
__ADS_1
"Mama katanya mau beli jas koq masih di sini" ucap Dewo sambil menatap ke arah Ane dengan tatapan penuh tanda tanya sementara Ane menatap tajam ke arah Dewo saat Ane sudah membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Dewo sudah terdengar suara Dewo lagi membuat Ane langsung buru buru menutup mulutnya kembali soalnya takut ada sapi masuk ke mulutnya Ane memangnya sapi bisa masuk ke mulutnya Ane ? bisa kalau daging sapinya di cincang jadi kecil kecil
"Oh aku tahu pasti mama sudah bosan ke tempat jas soalnya sebelum aku menghilang juga mama sudah lama berada di tempat jas seharusnya mama bilang ke aku mama mau ke tempat apa mau ke tempat parfum, ke tempat tas, ke tempat alat make up, ke tempat sepatu atau ke tempat mana supaya aku ngga perlu capek capek jalan ke tempat jas malah mama ngga jadi beli jas" jelas Dewo mengira Ane tidak ingin ke tempat jas sedangkan Ane menatap nyalang ke arah Dewo saat Ane sudah membuka mulutnya bersiap siap menjawab pertanyaan Dewo lagu dan lagi suaranya Dewo mendahului suaranya Ane membuat Ane langsung menutup mulutnya dengan tatapan nyalang mengarah ke Dewo
"Apa mama mau pulang ke rumah sehingga aku tawarkan beberapa tempat yang ada di supermarket ini mama diam saja oke mah aku bakalan meluncur pulang aku juga ngga keberatan kalau mama mengajak aku pulang ke rumah sekarang walaupun aku ngga jadi dapat gratisan jas dari mama ngga masalah aku bisa membeli banyak jas bahkan pabrik jasnya sekalian pakai uang aku dan ngga bakalan membuat aku bangkrut" jelas Dewo panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api di selimuti dengan perasaan bangga yang menghiasi Dewo sementara Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo
__ADS_1
"Aku bakalan melepaskan genggaman aku di tangannya mama kalau mama membelikan jas yang aku mau tapi kalau mama ngga membelikan jas yang aku mau jangan harap aku melepaskan genggaman tangannya aku" ancam Dewo sambil tersenyum devil sementara Ane membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga dirinya tak habis pikir kenapa malah Dewo mengancam seperti itu kepada dirinya
"Dewo kamu apa apaan sih pakai mengancam mama segala mama tetap ngga mau membelikan jas buat kamu karena gara gara kamu mama ngga bisa mengomeli dan memarahi mba pelayan supermarket kalau kamu ngga mencegah mama tadi pasti mama juga bakalan membelikan jas yang kamu mau kalau kamu ngga melepaskan tangannya mama jangan harap kita berdua pulang ke rumah dalam waktu dekat karena mama belum membeli jas dan keperluan mama yang lain juga belum terbeli jadi kita berdua bakalan pulang ke rumah kalau mama sudah membeli jas dan semua keperluan mama sudah di beli" ancam balik Ane sambil tersenyum menyeringai sementara kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut melongo
"Mama aku ngga mengancam tapi aku cuma pengin supaya mama membelikan jas buat aku karena dengan cara halus mama ngga mau membelikan aku jas lebih baik aku menggunakan ancaman tadi cara kasar supaya mama mau membelikan aku jas mama mau mengancam aku ? lagian mba pelayan supermarket tadi ngga salah jadi mama ngga perlu repot repot memarahi dan mengomeli mba pelayan supermarket oke kalau mama mengacam aku seperti itu aku juga bisa mengancam mama bakalan aku lepaskan genggaman tangannya aku di tangannya mama tapi aku langsung pulang ke rumah sendirian mama pulangnya sendiri entah mama mau pulang naik taksi, go jek, grab atau apapun tanpa aku tanggung biayanya jadi mama yang bayar pakai uang mama sendiri" lagi dan lagi tak bosan bosannya Dewo mengeluarkan ancaman kepada Ane membuat Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo
__ADS_1
Ingin sekali rasanya Ane menjambak rambutnya Dewo supaya Ane bisa melampiaskan kemarahannya kepada Dewo namun di urungkan bukan karena Ane takut sama Dewo tapi karena Ane tidak mau setelah Dewo mendapatkan jambakan di rambutnya Dewo membuat sel langsung dengan mudahnya terbirit birit pergi meninggalkan Ane sehingga Ane menelan keinginannya mentah mentah gara gara Ane tidak mau di tinggalkan oleh Dewo kalau di tinggalkan oleh Dewo tapi Dewo tetap memberikan uang ke Ane buat bayar taksi, grab, atau go jek buat pulang ke rumah ngga masalah bagi Ane tapi masalahnya Dewo tidak memberikan uang buat Ane