Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Ngga Bakalan Dengar Suara Klakson


__ADS_3

Dewo menatap Ane dengan tatapan yang sangat tajam sungguh Dewo ingin sekali berteriak kepada Ane, bahwa dari tadi Ane berkata atau berbicara lebih tepatnya Ane berteriak tapi hanya di jawab gelengan kepala oleh Dewo juga karena ulah Ane yang tidak membolehkan Dewo menjawab, tapi hal itu di urungkan oleh Dewo, bukan karena Dewo tidak berani berteriak tapi Dewo masih punya urat malu, sehingga Dewo malu kalau harus berteriak di depan umum alias di supermarket.



Dewo tidak mau berteriak di tempat umum, karena Dewo takut ada salah satu rekan bisnis di tempat umum yang kenal dengan Dewo, karena Dewo orang terpandang di negara itu karena Dewo menjadi CEO di usianya yang masih muda, bukan hanya itu saja yang membuat namanya melambung tinggi di kenal banyak orang tapi karena kekayaan dari kedua orang tua Dewo juga yang ikut membuat Dewo terkenal di negara tersebut bukan hanya di negara itu saja tapi di semua negara lebih tepatnya di seluruh dunia.



Ane membalas tatapan Dewo dengan tatapan yang tak kalah tajam, dalam hatinya Ane berpikir bahwa Dewo dari tadi menggeleng gelengkan kepalanya Dewo sebagai jawaban perkataan Ane karena Dewo kesal dengan Ane yang memaksa Dewo pergi ke poli THT, tapi Ane tidak merasa bersalah sedikitpun karena Ane pikir itu memang terbaik buat Dewo supaya pendengaran Dewo kembali pulih seperti semula dan Dewo tidak terserang penyakit budeg dan tuli.

__ADS_1


"Dewo mama tahu kamu dari tadi menggeleng gelengkan kepalanya kamu saat mama selesai bicara karena kamu tidak setuju dengan saran dan keputusan mama kan yang menyuruh dan memaksa kamu setelah pulang dari supermarket ke poli THT, mama itu ngga bisa di bohongi dan ngga bisa di bodohi" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang, sedangkan Dewo membelalakkan kedua matanya.


Sungguh Dewo sangat tersulut emosi karena tebakan dan tuduhan dari Ane salah besar dan tidak sesuai dengan apa yang ada di hati Dewo, membuat Dewo geram ingin sekali membawa Ane pergi dari supermarket saat ini juga, tapi Dewo tidak mungkin langsung melakukan itu karena Dewo takut Ane akan berteriak semakin kencang dan semakin keras apabila Dewo menarik Ane secara paksa, sehingga akibatnya perbuatan Ane akan membuat Dewo malu.



Kini Dewo menatap nyalang ke arah Ane yang kini sedang melototkan kedua matanya Ane ke arah Dewo, sekarang Dewo membuka mulutnya bersiap untuk menjawab omongan lebih tepatnya Dewo bersiap menjawab teriakan dari Ane, namun belum sempat Dewo mengeluarkan suaranya tiba tiba Dewo sudah mendengar suara teriakan yang sangat dia kenal, teriakan siapa lagi kalau bukan teriakan Ane, sehingga membuat Dewo yang telah membuka mulutnya langsung menutup mulutnya kembali karena takut mulutnya Dewo kemasukan gajah, memangnya gajah muat di mulutnya Dewo, muat kalau gajahnya di potong potong dahulu menjadi kecil seperti daging sapi atau daging ayam.


Jujur Dewo sangat kesal, marah, dan emosi kepada Ane dengan teriakan yang baru saja Ane keluarkan, kini ingin sekali rasanya Dewo berteriak di telinganya Ane bahwa Dewo dari tadi tidak menjawab omongan Ane maksudnya dari tadi Dewo tidak menjawab teriakan Ane karena Dewo di suruh tidak boleh menjawab oleh Ane, bukan karena Dewo tidak setuju dengan omongan Ane yang akan membawa Dewo ke poli THT.

__ADS_1



Walaupun jujur sebenarnya juga Dewo memang tidak mau di bawa ke poli THT oleh Ane, tapi alasan yang paling tepat yang membuat Dewo dari tadi menggelengkan kepalanya sebagai jawaban omongan Ane adalah karena Dewo boleh menjawab oleh Ane, sehingga membuat Dewo bungkam dan tutup mulut hanya menggelengkan kepalanya saja.



Ane yang telah menunggu selama berpuluh puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Ane menunggu selama berpuluh puluh menit, namun Dewo tidak menjawab semua teriakan dari Ane, membuat Ane geram sekali kepada Dewo dan kini Ane sangat tersulut emosi.


"Dewo kenapa kamu diam saja tidak menjawab semua omongan mama, jangan jangan penyakit budeg dan tuli yang menyerang telinga kamu itu sudah budeg dan tuli akut makanya kamu tidak mendengar suara teriakan mama yang merdu dan mahal ini, padahal mama sudah berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang" teriak Ane dengan tatapan nyalang ke arah Dewo namun sedetik kemudian tatapan Ane berubah menjadi cemas dan panik dengan keadaan Dewo yang di kira sudah terserang penyakit budeg dan tuli akut, sedangkan Dewo melototkan kedua matanya mendengar semua omongan Ane.

__ADS_1


"Tunggu dulu kalau Dewo tidak mendengar suara aku bahkan aku sampai berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang, tapi Dewo tetap tidak mendengar suara teriakan aku, jangan jangan Dewo sudah terserang penyakit budeg dan tuli akut, gimana dong aku harus cari bantuan supaya Dewo dan aku bisa secepatnya pergi dari supermarket ini, sehingga aku dan Dewo bisa secepatnya mendatangi poli THT untuk memeriksa keadaan telinga Dewo, lebih baik aku cari bantuan untuk membopong tubuhnya Dewo ke mobil Dewo, soalnya kalau Dewo harus mendengar suara aku dan suara teriakan aku pasti Dewo ngga bakalan dengar, buktinya aku sudah teriak teriak dengan sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya tadi tapi Dewo tetap tidak mendengar suara teriakan aku, jadi jalan satu satunya aku harus menyuruh beberapa petugas supermarket untuk membopong tubuhnya Dewo ke mobilnya Dewo, biar aku yang menyetir saja nanti, lebih baik aku sekarang cari orang buat membopong tubuhnya Dewo" gumam Ane dengan sangat lirih namun masih bisa di dengar oleh Dewo sehingga membuat Dewo yang mendengar Ane bergumam seperti langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga.


__ADS_2