
Ane yang telah beberapa jam melangkahkan kedua kakinya ke arah meja riasnya, kelamaan dong maksudnya Ane yang telah melangkahkan kedua kakinya beberapa menit ke arah meja riasnya, kini Ane sudah berada di sebelah meja riasnya.
Ane tetap mengembangkan senyum lebar di wajahnya, sungguh Ane merasa bahagia entah apa yang membuat Ane bahagia hanya Ane yang tahu karena semut yang lewat juga tidak tahu apa yang membuat Ane bahagia.
Ane menarik kursi yang terletak di depan meja riasnya, lalu Ane langsung menjatuhkan bokongnya ke kursi tersebut lalu Ane menatap pantulan dirinya di cermin besar yang terletak di depannya.
Tangannya Ane langsung mengambil alat make up berupa bedak, setelah bedak ada di tangannya lalu Ane membuka bedak tersebut, setelah bedak tersebut terbuka membuat Ane langsung menaburkan bedak tersebut ke wajahnya.
Ane dengan semangat menaburkan bedak tersebut ke wajahnya, Ane sangat banyak membuang bedak itu ke wajahnya, ketebalan bedak tersebut mungkin ratusan milyar di wajahnya Ane, karena memang Ane adalah sosok wanita yang feminim, suka berdandan, dan suka memakai alat make up tebal seperti ondel ondel atau seperti badut.
"Aku harus memakai bedak yang tebal supaya wajah aku semakin cantik, walaupun kenyataannya memang wajah aku cantik walaupun tanpa bedak, aku ngga sabar pengin ketemu Aya bukan cuma ketemu doang, tapi aku juga sudah ngga sabar pengin menjadi besan Aya setelah aku menjalin sahabat lama dengan Aya, aku yakin anaknya Aya akan cantik seperti Aya, walaupun Aya kalah cantik dari aku" monolog Aya sambil tetap membuang bedak pada wajahnya.
Setelah beberapa menit Ane menaburkan bedak ke wajahnya, kini Ane merasa puas karena wajahnya Ane seperti badut atau ondel ondel, maksudnya Ane merasa puas karena wajahnya Ane semakin cantik dengan balutan make up tebal yang menghiasi wajahnya.
"Wah alhamdulillah aku selesai memakai bedak juga, sekarang aku mau memakai lipstik, aku harus memakai lipstik dengan warna yang sangat cerah secerah mentari pagi yang menyinari hatiku, lebih baik aku pakai warna merah bata, merah pasir, kenapa jadi merah pasir kan ngga ada warna merah pasir maksudnya merah muda, merah tua, atau merah apa yang membuat bibir aku semakin seksy" batin Ane sambil menutup bedak yang ada di tangannya.
Kedua matanya Ane kini berselancar mencari lipstik yang cocok untuknya, setelah itu Ane meletakkan bedak ke tempat semula, lalu Ane mengambil salah satu warna lipstik yang menurut dirinya sangat menarik dan bisa membuat bibirnya semakin seksy dengan warna tersebut.
Setelah lipstik pilihan Ane ada di genggaman tangannya Ane, kini Ane langsung membuka lipstik tersebut lalu Ane menorehkan lipstik tersebut ke bibirnya.
__ADS_1
Dengan telaten dan hati hati Ane meluncurkan aksinya memoleskan lipstik ke bibirnya, tentunya kini pandangan Ane hanya fokus menatap ke arah cermin besar yang terpampang di wajahnya, dengan kedua matanya Ane yang fokus menatap ke arah bibirnya, supaya lipstik tersebut tidak belepotan kemana mana.
Setelah beberapa menit Ane melakukan aksinya kini Ane menghentikan aksinya, karena bibirnya Ane yang tipis sudah tebal dengan warna lipstik pilihannya.
Setelah itu Ane menerbitkan senyum lebar di wajahnya sambil menatap pantulan dirinya di cermin besar meja riasnya, lalu Ane menutup kembali lipstik yang ada di tangannya, setelah itu Ane meletakkan lipstik tersebut ke meja riasnya berjejer dengan alat make up lainnya.
"Ternyata aku ngga salah pilih, karena berkat lipstik pilihan aku kini bibirnya aku semakin seksy, pasti banyak pria di luar sana yang terpesona dengan kecantikan aku, sebaiknya aku melanjutkan aksiku memakai eye shadow, tapi kira kira warna eye shadow yang seperti apa yang cocok supaya penampilan aku semakin cantik melebihi cantiknya bidadari khayangan" batin Ane sambil melirik ke arah berbagai macam warna eye shadow yang terpampang di meja riasnya.
Setelah beberapa menit berpikir, kini Ane sudah menemukan jawabannya, lalu Ane bergegas mengambil eye shadow pilihannya yang menurut dirinya cocok untuk menambah porsi kecantikan Ane.
Setelah itu Ane mengamati satu persatu bulu mata yang ada di meja, lalu Ane mengambil bulu mata buatan yang menurutnya cocok untuk menunjang penampilan dirinya supaya semakin cantik.
Kemudian Ane memasang bulu mata buatan tersebut ke kedua matanya secara bergantian, sekarang penampilan Ane sudah semakin sempurna, namun Ane merasa belum puas dengan penampilannya.
Lalu Ane mengambil sisir untuk menyisir rambutnya, kini Ane menatap pantulan cermin besar yang menampilkan sosok dirinya di cermin besar tersebut.
__ADS_1
Ane tak perlu memakai pensil alis, dan jenisnya untuk mempercantik alisnya, karena Ane sudah menggunakan tato alis sehingga kalau kemanapun pergi sudah tidak perlu lagi membuat model alis.
"Sebaiknya aku cuma menyisir rambut saja supaya rambut aku tidak berantakan, sebenarnya aku ingin rambutnya aku di catok supaya rambutnya aku semakin memukau, tapi takutnya kelamaan karena aku juga harus mengecek ke kamarnya Dewo, apakah Dewo memakai semua barang yang aku bawakan atau tidak, kalau Dewo tidak memakai barang yang aku bawakan, aku harus mengancam Dewo lagi, bukan hanya mengancam tapi aku akan menunggu Dewo memakai semua barang yang aku bawakan tadi" batin Ane sambil mengeluarkan senyum licik.
Tanpa terasa Ane sudah selesai menyisir rambut miliknya, lalu Ane berjalan ke arah sofa yang terletak di kamarnya.
Setelah beberapa menit berjalan kini Ane sudah sampai di sebelah sofa yang di tuju, tanpa basa basi Ane langsung menjatuhkan bokongnya ke sofa tersebut.
Ane mengambil bungkus plastik yang terletak di sofa, lalu Ane membuka bungkus tersebut yang di dalamnya terdapat sepatu yang sangat mahal dan sangat keren berupa high heels untuk Ane.
Tanpa komentar apapun Ane langsung memasang kedua sepatu tersebut ke kedua kakinya secara bergantian, kini Ane mengumbar senyum lebar di wajahnya.
Kini kedua sepatu Ane yang baru di beli di supermarket sudah melekat sempurna di kedua kakinya Ane, lalu Ane beringsut berdiri dan mulai melangkahkan kedua kakinya ke arah pintu kamarnya.
Setelah Ane beberapa jam berjalan kelamaan dong, maksudnya setelah Ane berjalan selama beberapa menit kini Ane sudah sampai di depan pintu kamarnya.
__ADS_1
Tanpa aba aba Ane langsung membuka pintu kamarnya, lalu Ane melangkahkan kedua kakinya keluar dari kamarnya, lalu Ane berjalan ke arah kamarnya Dewo setelah Ane menutup pintu kamarnya.
"Penampilan aku sudah sempurna dan aku sudah semakin cantik, sebaiknya aku ke kamar Dewo sekarang, awas saja kamu Dewo kalau kamu ngga mau memakai barang barang yang mama bawakan tadi, bakal mama adukan ke papa kamu supaya papa kamu ikut mengancam kamu" batin Ane mengeluarkan senyum smirk sembari tetap berjalan ke arah kamarnya Dewo.