Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Mama Sudah Mengambil Kotak Hadiahnya


__ADS_3

Ema menatap tajam ke Aya sambil tetap duduk manis di kursi yang tadi di tunjuk oleh Aya bahkan kedua kakinya Aya di silangkan sementara Aya menatap Ema dengan tatapan tak kalah tajam sementara pelayan supermarket ingin sekali rasanya melemparkan bungkus jas yang ada di tangannya ke depan wajahnya Aya namun dirinya takut nanti di suruh ganti rugi oleh Aya bahkan yang lebih parahnya lagi Aya bakalan menyuruh kepada pemilik supermarket untuk memecat pelayan supermarket membayangkan itu saja membuat dirinya ingin sekali pingsan di atas kasur supaya tidak merepotkan orang lain


"Mah katanya mau mampir ke tempat parfum buruan ambil itu bungkus jas yang ada di tangannya mba pelayan supermarket kasihan dia dari tadi memegang bungkus jas miliknya mama" ucap seorang wanita cantik yang sedang duduk dengan sangat manis melebihi manisnya madu dan melebihi pemanis buatan sementara Aya menatap nyalang ke Ema sedangkan pelayan supermarket mengumbar senyum lebar karena dirinya seakan mendapatkan angin segar dari Ema memangnya tadi ada angin kentut ? koq bilang angin segar maksudnya setelah dirinya merasa kecapekan tapi tidak bisa mengungkapkan kekesalannya kepada Aya kini Ema yang membela dirinya


"Ema mama ngga bakalan ambil bungkus jas dari mba pelayan supermarket kalau kamu masih duduk santai di situ" jawab Aya dengan santainya sambil menunjuk kursi yang di duduki Ema dengan jari telunjuknya di sertai senyuman menyeringai sementara Ema membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan pelayan supermarket melototkan kedua matanya sampai hampir jatuh menggelinding ke lantai gara gara perkataan Aya yang bikin syok dirinya


"Mama ngapain pakai mengancam kayak gitu ternyata aku baru tahu sekarang mama hobi mengancam kalau aku ngga menurut ke mama katanya aku ngga bakalan pulang naik mobilnya mama karena aku bakalan di tinggal di supermarket lalu mama ngga beri uang pesangon buat aku naik taksi, atau grab, atau go jek untuk pulang ke rumah sekarang apa ini ? mama mengancam aku mama ngga bakalan ambil bungkus jas dari mba pelayan supermarket kalau aku masih duduk di kursi ini" ketus Ema sambil menatap nyalang ke Aya sementara Aya tanpa dosa menganggukkan kepalanya mantap sedangkan pelayan supermarket yang melihat dan mendengar maksudnya melihat doang anggukan kepala dari Aya langsung ketar ketir sendiri bahkan dirinya mengeluarkan senyum getir


"Ema kalau mama ngga mengancam kayak gitu mama jamin mama sudah melangkah menuju ke tempat parfum kamu masih duduk santai dan duduk manis di kursi yang mama tunjuk tadi enak banget kamu bisa merasakan empuk kursinya sementara mama yang menyuruh kita berdua ke sini belum merasakan empuknya kursi yang mama tunjuk setelah mama pikir pikir lebih baik mama hobi mengancam di banding hobi gosipin orang iya ternyata kamu pintar juga dan kamu hebat bisa menirukan ancaman mama dengan baik" cerocos Aya sambil mengacungkan kedua jempol tangannya ke Ema sementara Ema mendelik ke Aya sedangkan pelayan supermarket rasanya ingin sekali pingsan sekarang juga namun dirinya bisa menahan keinginannya untuk pingsan karena dirinya takut bosnya atau atasannya akan memecat pelayan supermarket kalau sampai merepotkan orang termasuk pingsan di tempat kerjanya


"Mama pemikiran jelek banget tentang aku padahal aku orangnya cantik melebihi cantiknya bidadari kalau mama melangkah ke tempat parfum aku juga bakalan ikutin jejak kakinya mama ngga bakalan tetap duduk santai dan duduk manis di kursi ini soalnya aku juga pengin cepat pulang ke rumah supaya bisa rebahan enak di ranjang empuk miliknya aku iya mah mungkin rezeki aku orang baik jadi aku bisa merasakan empuknya kursi yang mama tunjuk tadi kalau mama ngga mengancam aku pasti aku jamin mama juga bakalan merasakan nikmatnya dan enaknya duduk di kursi yang mama tunjuk tadi gosipin orang takut di dengar oleh orang yang di gosipin mah lebih baik mama gosipkan semut atau hewan lain yang tidak bisa paham dengan bahasa orang mama baru tahu kalau aku orangnya pintar dari sebelum lahir bahkan aku juga hebat bisa melahirkan anak setelah aku punya suami" jelas Ema sambil menepuk nepuk dadanya sendiri seakan menyombongkan dirinya sendiri sementara Aya tersenyum devil sedangkan pelayan supermarket hanya tersenyum masam karena bungkus jas yang ada di tangannya belum di ambil oleh Aya atau Ema

__ADS_1


"Ema bukan mama yang punya pemikiran jelek tapi kamu yang orangnya bikin emosi mama lebih cantik mama buktinya mama sudah menikah sama papa kamu dan melahirkan kamu kalau kamu cantik kamu sudah menikah oh jadi kamu mau mengikuti jejak kakinya mama supaya kamu sama mama bisa cepat pulang dan kamu bisa rebahan di ranjang empuk miliknya kamu jadi kamu menuruti keinginan mama karena ada maunya kamu istilah gaulnya karena keinginan kamu dan kebutuhan kamu makanya mau menuruti keinginannya mama itu bukan karena rezeki kamu yang menjadi anak baik itu karena mama yang mengajak kamu duduk di situ sehingga kamu bisa merasakan empuknya kursi yang mama tunjuk mama ngga bisa duduk di kursi yang mama tunjuk bukan karena mama mengancam kamu tapi karena kamu yang cerewet dan mengajak mama mengobrol terus sehingga mama belum ingat kalau tujuan mama ke sini untuk duduk lebih baik mama gosipin kamu rata rata hewan bisa paham bahasa orang buktinya semut di suruh pergi oleh orang langsung pergi, tikus melihat orang bawa kayu tikusnya langsung kabur, burung bisa berhitung, burung bisa mengikuti bicaranya orang, monyet bisa membawa tas pokoknya semua hewan bisa bicara bahasa orang makanya kamu menikah supaya kamu bisa di katakan wanita hebat karena melahirkan anak" jelas Aya sambil tersenyum menyeringai sementara Ema melototkan kedua matanya ke Aya sedangkan pelayan supermarket mencoba menarik nafas untuk berusaha mengungkapkan keinginannya setelah menarik nafas pelayan supermarket lalu berkata


"Maaf mba bu ini jasnya sudah saya bungkus tapi kalau ibu dan mba ngga jadi membeli biar saya letakkan lagi ke tempat jas" ucap pelayan supermarket sambil tersenyum ramah sementara Aya dan Ema kompak menoleh ke arah pelayan supermarket yang tersenyum ramah ke arah mereka berdua secara bergantian


"Mba jasnya jadi di ambil biar saya yang berdiri supaya mama saya ambil jas yang ada di tangannya mba iya benar kalau mau meletakkan di tempat jas soalnya jasnya masih baru jangan di letakkan di tempat sampah soalnya masih baru buruan mah ambil bungkus jasnya" jawab Ema tanpa ragu langsung beringsut berdiri dari duduknya dirinya bukan karena kasihan kepada pelayan supermarket Ema melakukan ini supaya dirinya cepat pulang ke rumah lalu rebahan cantik di ranjang empuk miliknya sedangkan Aya menerbitkan senyum lebar di wajahnya sementara pelayan supermarket mengumbar senyum yang tak kalah lebar dari Aya


"Oke mba saya ambil bungkus jasnya sekarang" ucap Aya sambil merebut bungkus jas yang ada di tangannya pelayan supermarket sementara pelayan supermarket menambahkan senyuman lebar di wajahnya sedangkan Ema juga mengukir senyum lebar di wajah cantiknya karena dirinya mengira setelah dari tempat parfum dirinya dan Aya akan langsung pulang ke rumah bukan ke kolong jembatan supaya Ema bisa bebas tidur di ranjang empuk miliknya


"Makasih bu" jawab pelayan supermarket tanpa melunturkan senyuman lebar di wajahnya sementara Aya dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap sedangkan Ema tak henti hentinya menebarkan senyuman lebar yang dia miliki bahkan kini sekarang dirinya sudah menambahkan porsi senyuman di wajahnya


"Buruan apa mah ? kan mama sudah mengambil kotak hadiahnya maksudnya bungkus jasnya terus aku ambil apanya jejak bungkus jasnya ?" celoteh Ema dengan ambigu sementara Aya melototkan kedua matanya ke arah Ema sedangkan pelayan supermarket menahan tawa yang akan keluar mendengar perkataan Ema

__ADS_1


"Ema mama ngga menyuruh kamu buat ambil bungkus jasnya dan mama juga ngga menyuruh kamu ambil bungkus jejak jasnya mama menyuruh" perkataan Aya belum selesai sudah langsung buru buru di potong oleh Ema


"Aku tahu pasti mama menyuruh aku membawa bungkus jas yang di pesan mama" tebak Ema sambil memicingkan satu mata ke arah Aya sementara Aya menatap nyalang ke Ema sedangkan pelayan supermarket menatap ke arah Aya dan Ema secara bergantian


"Ema kalau mama belum selesai bicara jangan di potong mama ngga menyuruh kamu bawa bungkus jas tapi mama menyuruh" lagi dan lagi perkataan Aya belum selesai sudah di potong lagi oleh Ema


"Aku tahu mah pasti mama mau bilang mama lapar dan mama mau mengajak aku ke tempat parkir sekarang oke ayo mah ke tempat parkir sekarang" jelas Ema sambil mengembangkan senyuman lebar di wajahnya sementara Aya mendelik ke Ema sedangkan pelayan supermarket tersenyum tipis


"Ema mama ngga jadi lapar karena tiba tiba mama kenyang setelah melihat tingkah kamu mama mau mengajak kamu ke tempat parfum bukan ke parkiran kamu masih muda sudah pikun kita berdua ke tempat parfum sekarang bukan ke tempat parkir" ketus Aya sambil menatap Ema dengan tatapan menusuk sementara Ema membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


"Mama ngga jadi lapar dan mendadak kenyang bukan karena melihat tingkah aku tapi karena mama makan dengan porsi banyak kirain mama mau mengajak aku ke tempat parkir buat pulang ke rumah sekarang aku ngga pikun tapi mama yang menjelaskannya tidak jelas mama ke tempat parfum sendiri aku tunggu di sini lagian arah keluar dari supermarket juga melewati tempat jas jadi pasti mama lewat ke sini" jelas Ema sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sementara Aya menatap nyalang ke Ema sedangkan pelayan supermarket mengulum senyum mendengar interaksi anak dan ibu

__ADS_1


"Ema kalau kamu ngga mau ikut mama ke tempat parfum mama bakalan tinggal kamu di supermarket ini dan mama ngga" perkataan Aya belum selesai sudah buru buru di serobot oleh Ema


"Ayo mah kita berdua ke tempat parfum dari pada mama mengancam terus kapan kita berdua pulangnya ke rumah" ketus Ema sambil melepaskan kedua tangannya yang ada di depan dadanya sementara Aya menerbitkan senyum lebar di wajahnya lalu tanpa ragu Aya menggandeng tangannya Ema membuat Ema mau tak mau menerima lalu Aya dan Ema kompak melangkah menuju ke tempat parfum sementara pelayan supermarket menatap punggung Aya dan Ema yang semakin menjauh dari pandangannya


__ADS_2