Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Pedasnya Melebihi Tomat


__ADS_3

Dewo yang telah menunggu selama beberapa puluh jam maksudnya selama berpuluh puluh menit namun tak mendengar Ane melawan bicara lebih tepatnya menjawab perkataan Dewo membuat Dewo menerbitkan senyuman lebar di wajahnya



Dalam hatinya Dewo berkata ternyata ancaman seperti itu mampu membuat Ane diam seperti sekarang walaupun Ane menatap nyalang ke Dewo yang penting Ane tidak tidak seperti kereta api yang kalau bicara panjang banget ngga ada henti hentinya


"Ternyata cuma ancaman kayak gitu doang menyebabkan mama gue diam dan ngga banyak komentar lagian mama gue ngapain banyak komentar kayak para netizen yang komentarnya pedas pedas pokoknya pedasnya melebihi tomat lho memangnya tomat pedas ? sebenarnya kalau tomat doang ngga pedas tapi kalau sambal tomat dan di beri cabai yang banyak di jamin tuh tomat rasanya pedas ternyata otaknya gue cerdas juga jadi gue ngga salah dong kalau gue bilang tomat itu rasanya pedas" batin Dewo sambil tak henti hentinya mengumbar senyum lebar di wajah tampannya


"Dewo pakai mengancam aku segala awas saja kalau sudah ada di rumah aku bakalan habiskan makanan yang aku beli dari supermarket tanpa memberi walaupun satu biji camilan ke Dewo lagian aku diam kayak gini bukan karena ancaman Dewo yang bakalan bilang mau meninggalkan aku di supermarket lalu aku di suruh membayar taksi, grab, atau go jek sendiri tanpa di tanggung Dewo aku ngga masalah kalau Dewo meninggalkan aku di supermarket karena aku sanggup dan mampu membayar grab, taksi, dan go jek pakai uangnya aku sendiri soalnya aku kaya raya dan suami aku juga kaya raya jadi cuma bayar segitu ngga bakalan membuat aku dan suami aku bangkrut masalahnya aku melakukan ini supaya Dewo mau di jodohkan dengan anaknya Aya tenang Dewo aku bakalan balas dendam ke kamu bakalan mengancam kamu lebih kejam dari ancaman kamu" batin Ane berteriak sambil menatap nyalang ke Dewo dengan mengeluarkan senyum licik di wajahnya


Pelayan supermarket dan petugas pengumuman mengeluarkan senyum lebar bahkan pelayan supermarket malah sampai tertawa kecil karena saking tidak bisanya menahan tawa lalu buru buru pelayan supermarket langsung menutup mulutnya dengan tangannya

__ADS_1



Ane yang mendengar suara tawa walaupun sangat lirih namun tetap bisa mendengar mungkin karena telinganya Ane sangat tajam melebihi tajamnya silet langsung mengalihkan tatapannya yang sejak tadi menatap nyalang ke Dewo berubah menjadi menatap nyalang ke pelayan supermarket



Pelayan supermarket yang melihat tatapan menusuk dari Ane langsung menundukkan kepalanya sambil mengeluarkan keringat sebiji biji semangka namun terlalu kecil kalau biji semangka sehingga pelayan supermarket mengeluarkan keringat sebiji biji jagung



"Mama ayo kita berdua ke tempat jas lagi katanya mama mau memilih jas buat papa" ajak Dewo mencoba mengalihkan perhatian supaya Ane tidak marah kepada pelayan supermarket dan supaya Ane tidak memperpanjang masalah memangnya KTP atau SIM yang bisa di perpanjang sementara Ane mendelik ke Dewo sementara pelayan supermarket dan petugas pengumuman kompak mengambil nafas lega dengan perkataan Dewo

__ADS_1


"Dewo mama ada urusan kamu ngga dengar tadi mba pelayan supermarket menertawakan mama jadi acara ke tempat jasnya di tunda dulu sampai urusan mama sama mba pelayan supermarket selesai lagian papa juga ngga ada di sini jadi lebih baik selesaikan urusan mama dulu" ketus Ane sambil melototkan kedua matanya ke Dewo sementara Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sementara pelayan supermarket meremas kedua tangannya sendiri sambil masih menundukkan kepalanya sedangkan petugas pengumuman menelan air ludahnya sambil mengeluarkan keringat dingin dari tubuhnya


"Mah ngga usah di pikirkan masalah mba pelayan supermarket yang tertawa bisa saja mba supermarket itu sedang tertawa sendiri karena novel yang sedang di baca lucu, atau karena acara televisi yang bikin ketawa jangan menunda ke tempat jas dong mah soalnya aku mau cepat sampai rumah pekerjaan menumpuk seperti tumpukkan bata urusan mama sama mba pelayan supermarket selesai lagian mba pelayan supermarket juga ngga bikin gara gara dan ngga ngajak ribut ke mama papa ngga di sini tapi kalau papa pulang mama masih di sini di jamin papa bakalan meneror nelpon terus menerus ke ponselnya mama" elak Dewo mencoba mencari alasan kenapa pelayan supermarket tertawa kecil


Ane menatap tajam ke Dewo sedangkan pelayan supermarket dan petugas pengumuman serentak mengumbar senyum tipis di wajah masing masing karena merasa Dewo bisa melindungi mereka berdua dari Ane


"Dewo kamu jadi CEO ngga usah pura pura bego mba pelayan supermarket ngga sedang membaca novel dan menonton televisi jadi yang bikin ketawa mba pelayan supermarket pasti mama dia menertawakan mama kalau kamu mau cepat pulang ke rumah karena pekejaan menumpuk silahkan kamu pulang sekarang juga nanti mama jemput lagi sekitar pukul lima sore urusan mama sama mba pelayan supermarket belum selesai walaupun mba pelayan supermarket ngga nyari gara gara dan ngga ngajak ribut ke mama tapi mba pelayan supermarket menertawakan mama jadi mama ngga terima di tertawakan oleh dia kalau papa meneror nomor teleponnya mama kalau mama belum pulang ke rumah tapi papa sudah pulang ke ruang mama bakalan ancam ngga dapat jatah dari mama pasti papa bakalan berhenti meneror ke nomor telepon mama sekarang lebih baik kamu diam atau semua belanjaan mama hari ini kamu yang bayar" jelas Ane sambil mengeluarkan senyuman licik di wajahnya sedangkan Dewo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali


Dewo baru sadar kalau alasannya tidak masuk akal karena pelayan supermarket sedang tidak membaca novel kenapa tadi bilangnya sedang membaca novel dan pelayan supermarket juga ngga sedang membawa televisi lebih tepatnya tidak sedang menonton televisi malah bilangnya tadi tertawa gara gara televisi yang di tonton


Ane melanjutkan aksinya yaitu menatap nyalang ke pelayan supermarket yang masih menundukkan kepalanya sehingga tidak tahu tatapan Ane sedangkan petugas pengumuman menatap ke arah Ane sambil komat kamit entah apa yang di ucapkan apa mungkin menyuruh semut mengusir Ane dengan cara menggigit kakinya Ane atau meminta kecoa mengusir Ane dengan cara kecoa jatuh ke tubuhnya Ane

__ADS_1


"Mba pelayan supermarket kamu tadi menertawakan saya ?" teriak Ane tanpa ragu dirinya berjalan mendekat ke arah pelayan supermarket sementara pelayan supermarket dengan cepat menggeleng gelengkan kepalanya sedangkan petugas pengumuman memijat pelipisnya sendiri sementara Dewo menepuk keningnya sendiri


"Saya tadi ngga menertawakan ibu" jawab pelayan supermarket berbohong masih dalam posisi menundukkan kepalanya sedangkan Ane kini sekarang sudah berada persis di depan pelayan supermarket sementara Dewo berjalan ke arah Ane mungkin takut hilang atau takut Ane menyasar sehingga di ikuti oleh Dewo sedangkan petugas pengumuman tersenyum masam dalam situasi seperti ini


__ADS_2