Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Jaga Sopan Santunmu


__ADS_3

Dewo kini yang telah berpikir beberapa detik, membuat Dewo menggerakkan kakinya untuk berjalan ke arah semua pakaian dan semua celana yang Ane berantakan.



Kini Dewo berjalan namun terhenti setelah Dewo mendengar suara dari Ane, entah mengapa Dewo heran sendiri, Dewo heran apa sebenarnya yang Ane inginkan, setiap Dewo akan melakukan sesuatu pasti Ane akan melarang dan menghentikan semua keinginannya.



Dewo ingin sekali protes dengan kelakuan Ane, namun Dewo tak mungkin berani protes, lebih tepatnya Dewo tak mau Ane akan ceramah selama 24 jam non stop tanpa henti kalau Dewo berani protes.



Sehingga kini yang Dewo lakukan adalah mendengar perintah Ane, Dewo telah berhenti melangkah setelah Ane berkata.


"Dewo kamu keterlaluan sekali sampai meninggalkan mama, padahal mama belum selesai bicara, jaga sopan santunmu, apalagi dengan orang yang telah melahirkan kamu" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang, teriakan Ane begitu menggema di telinganya Dewo, hampir saja teriakan Ane merusak gendang telinga Dewo.


Dewo hanya mendengar perkataan Ane, namun Dewo masih diam tak menjawab perkataan Ane, Dewo pikir Ane belum selesai bicara, benar saja sedetik kemudian Ane langsung berteriak lagi.


"Dewo kenapa kamu diam saja padahal mama sedang mengajak bicara kamu, bukan sedang mengajak bicara patung" teriak Ane mengeluarkan suara yang sangat lantang, dan sangat menusuk pendengaran Dewo.


Dewo kini memegang dadanya dengan kedua tangannya, sungguh Dewo kaget mendengar suara teriakan Ane, mungkin kalau Dewo punya penyakit jantung, di jamin Dewo bakalan mati di tempat setelah mendengar teriakan Ane.


Kini Dewo membalikkan badan menatap nyalang ke arah Ane, sambil kedua tangannya masih memegang dada, mulutnya Dewo terbuka bersiap untuk menjawab perkataan Ane.


__ADS_1


Namun Dewo belum berbicara tiba tiba Dewo mendengar suara yang tidak asing di telinganya, suara siapa lagi kalau bukan suara Ane, sehingga Dewo hanya menelan kembali semua kata yang akan terucap, kini Dewo menutup mulutnya kembali, karena takut mulutnya Dewo kemasukan lalat.


"Dewo kenapa kamu masih diam saja ngga jawab omongan mama, padahal mama sudah memberi kamu kesempatan buat menjawab" teriak Ane sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya, Dewo di buat melongo dengan perkataan Ane.


Dalam hatinya Dewo dirinya berpikir kapan Ane memberi kesempatan buat Dewo menjawab omongan Ane, bukankah saat Dewo akan menjawab Ane langsung berbicara lagi sehingga seperti tak memberi kesempatan Dewo berbicara.


"Mama dari tadi ngga memberi kesempatan buat aku bicara'' ketus Dewo dengan nada cepat, karena Dewo takut akan di potong kata katanya oleh Ane.


Sementara Ane yang mendengar perkataan Dewo hanya mendengus sebal, dalam hatinya Ane bukan kah tadi Dewo sudah bicara, itu tandanya Ane sudah memberi kesempatan buat Dewo supaya menjawab perkataannya.


"Dewo kamu ngga usah drama dan ngga usah banyak alasan, mama sudah memberi kamu kesempatan supaya kamu menjawab omongan mama, buktinya mama tadi membiarkan kamu bicara tanpa mama potong pembicaraan kamu" jelas Ane dengan nada setengah berteriak.


Mungkin karena tenaga Ane sudah terkuras sejak tadi untuk berteriak, sehingga kini Ane berbicara tanpa berteriak keras seperti tadi.



"Mama tadi aku" perkataan Dewo belum selesai sudah di potong oleh lambaian tangan Ane membuat Dewo menghentikan suaranya.


Dewo bingung sendiri menghadapi sikap Ane yang seperti itu, kalau bisa Dewo ingin sekali tukar tambah ibu, karena jujur Dewo merasa tersiksa menjadi anaknya Ane.


''Stop Dewo jangan banyak bicara, dari pada kamu bicara lebih baik kamu bereskan semua pakaian dan semua celana kamu yang ada di lantai'' bentak Ane dengan nada keras.


Dewo di buat melongo dengan perkataan Ane, sungguh Dewo tak habis pikir kalau Ane menyuruh Dewo supaya membereskan semua pakaian dan semua celana yang ada di lantai.


__ADS_1


Dalam hatinya Dewo berpikir bukankah tadi Ane menyuruh Dewo menjawab perkataan Ane, kenapa setelah Dewo menjawab perkataan Ane, malah Ane menyuruh Dewo membereskan semua pakaian dan semua celana yang ada di lantai, yang mana yang benar sebenarnya.


"Mama bukankah tadi menyuruh aku untuk'' lagi dan lagi perkataan Dewo di potong kembali oleh Ane.


''Dewo mama bilang stop jangan mengajak mama bicara terus, lebih baik kamu bereskan semua pakaian dan semua celana kamu yang ada di lantai sekarang juga'' bentak Ane dengan nada yang lebih keras dari tadi.


Dewo hanya menganggukkan kepalanya pasrah, sungguh Dewo tak berani berbicara lagi, karena Dewo takut teriakan Ane akan menyebabkan gendang telinganya rusak.



Dewo yang sudah paham apa yang di perintahkan oleh Ane, membuat Dewo membalikkan badan, tanpa komando dan tanpa aba aba Dewo mulai melangkahkan kedua kakinya menuju ke tempat pakaian dan celana Dewo berserakan di lantai.



Ane yang melihat Dewo berjalan langsung mengeluarkan suara teriakannya, membuat Dewo menghentikan langkah kakinya dalam sekejap, sungguh Dewo bingung menghadapi sikap Ane.


''Dewo kenapa kamu pergi tanpa menjawab omongan mama, berkali kali mama menasehati kamu supaya menjadi anak yang sopan dan santun jangan menjadi anak yang tak punya tata krama'' teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang membuat Dewo tersenyum kecut mendengar celotehan lebih tepatnya mendengar teriakan Ane.


''Mama aku juga orang yang sopan santun dan punya tata krama, sebenarnya aku ingin menjawab omongan mama, tapi mama yang terus menyuruh aku buat secepatnya membereskan semua pakaian dan semua celana aku yang ada di lantai'' jelas Dewo sejujur jujurnya tanpa ada yang di tutup tutupi.


Kedua matanya Ane terbuka lebar mendengar jawaban yang keluar dari mulutnya Dewo, kini Ane berpikir bahwa Dewo itu menyalahkan dirinya.



Memikirkan hal itu membuat Ane geram sendiri, kini Ane menatap nyalang ke arah Dewo, membuat Dewo yang mengetahui itu ikutan membalas perlakuan Ane, dengan cara Dewo ikut menatap Ane dengan tatapan tak kalah nyalang.

__ADS_1


'''Dewo jadi sekarang kamu menyalahkan mama yang membuat kamu berjalan ke arah pakaian dan celana kamu yang ada di lantai, menurut mama itu mama tidak salah, karena yang salah itu kamu, kenapa kamu di ajak mama mengobrol hanya diam saja, mama jadi semakin curiga kalau kamu mengidap penyakit tuli dan budeg, ayo buruan bereskan semua pakaian kamu dan semua celana kamu secepatnya, lalu kita berdua pergi ke THT, mama tunggu di ruang tamu'' bentak Ane dengan suara kencang, sementara Dewo di buat melongo mendengar semua omongan Ane.


__ADS_2