
Ane berjalan ke arah kamarnya, walaupun Ane kesal dan marah, gara gara kelakuan Dewo yang langsung menyiram air di ember ke lantai sampai air dalam ember habis, namun tiba tiba Ane meredam semua emosinya dan semua rasa kesalnya.
Ane berpikir ulang mungkin ada gunanya Dewo melakukan itu, sehingga Ane bisa menyuruh lebih tepatnya memaksa Dewo untuk mengepel lantai dapur, sementara Ane akan berdandan supaya wajahnya terlihat cantik.
Ane masih berjalan ke arah kamarnya sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, entah apa yang di pikirkan oleh Ane sampai membuat Ane tersenyum lebar seperti itu, bahkan semut dan kecoa yang lewat saja tidak tahu Ane seperti itu kenapa.
"Aku bisa dandan juga untuk mempercantik wajah aku, walaupun tanpa berdandan ibarat kata aku baru terbangun dari tidur saja wajah aku sudah cantik, padahal aku tadi sudah berpikiran akan memaksa Dewo menggunakan ancaman supaya Dewo mau mengepal lantai, tapi ternyata Tuhan malah mempermudah aku tanpa aku repot repot memaksa menggunakan ancaman ke Dewo, tunggu ternyata tadi juga aku menggunakan ancaman supaya Dewo mau mengepel lantai dapur" batin Ane sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamar dan Ane tak melunturkan senyum lebar di wajahnya.
Dewo kini sedang sibuk sekali mengepel lantai di dapur, dirinya sangat kesal kenapa Dewo di salahkan, padahal katanya Ane kalau mengepel pakai air, makanya Dewo siram semua air di dalam ember ke lantai.
Dewo ingin sekali kabur dan tidak menuruti perintah Ane, namun lagi dan lagi Dewo mendapat ancaman dari Ane, sehingga Dewo mau tak mau menuruti keinginan dari Ane, yaitu mengepel lantai dapur, dengan perasaan kesal Dewo tetap mengepel lantai di dapur.
Namun sedetik kemudian perasaan kesal Dewo berubah menjadi perasaan bahagia, sehingga kini Dewo memutar senyum lebar di wajahnya, sehingga senyum lebar terpatri di wajahnya Dewo, entah apa yang membuat Dewo tersenyum lebar, hanya Dewo yang tahu akan hal itu.
"Kayaknya gue di beri kesempatan buat kabur oleh Tuhan, lebih tepatnya gue selamat karena di suruh mengepel lantai sama mama gue, jadi otomatis gue sama mama gue ngga jadi pergi ke poli THT, kayaknya mama gue lupa kalau tadi dia mengajak gue ke poli THT, tapi ada gunanya juga gue di suruh mengepel lantai, jadi gue ngga jadi ke poli THT, lebih baik gue secepatnya selesaikan mengepel lantai supaya gue bisa tidur nyenyak di ranjang empuk miliknya gue" batin Dewo sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, dengan semangat empat lima kosong Dewo langsung mengepel lantai.
__ADS_1
Sungguh kini targetnya Dewo bisa secepatnya menyelesaikan mengepel lantai dapur, supaya Dewo bisa tidur nyenyak setelah dirinya menyelesaikan tugas mengepel lantai, karena Dewo capek dengan urusan pekerjaan, di tambah mengantar Ane ke supermarket, plus Dewo mengangkat semua barang barang belanjaan Dewo dan Ane.
Ane yang telah berjalan selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ane berjalan selama beberapa puluh menit, kini Ane telah sampai di depan kamarnya, sehingga tanpa ragu Ane membuka pintu kamarnya dengan tangannya.
Setelah pintu kamar Ane terbuka membuat Ane langsung melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamarnya, lalu Ane menutup pintu terlebih dahulu sebelum dirinya berjalan ke arah meja riasnya, Ane berniat berjalan ke arah sana karena ingin mempercantik wajahnya dengan polesan make up.
"Aku sebaiknya dandan saja untuk mempercantik wajah aku, biarkan saja Dewo yang mengepel lantai dapur, tapi ada gunanya Dewo melakukan kesalahan dengan cara menyiram semua air yang ada di ember ke lantai dapur, dengan itu ada alasan buat aku menghukum Dewo dengan cara menyuruh Dewo mengepel lantai dapur, ternyata rencana aku di permudah oleh Tuhan dengan cara Dewo melakukan kesalahan" batin Ane mengeluarkan senyum lebar di wajahnya sambil berjalan ke arah meja riasnya.
Setelah Ane pikir matang matang kini Ane langsung menuju ke almari pakaian miliknya terlebih dahulu, setelah Ane memilih dan memakai pakaian serta celana yang di pilih, baru Ane akan memakai make up.
"Setelah aku pikir pikir lebih baik aku ke almari pakaian terlebih dahulu, buat memilih pakaian dan celana yang akan aku pakai ke poli THT, setelah itu baru aku akan make up wajah aku, karena supaya pakaian aku ngga tertular bedak, koq kayak virus tertular, maksudnya aku supaya pakaian aku ngga terkena bedak yang ada di wajah aku" batin Ane sambil melangkah menuju ke almari pakaian miliknya.
__ADS_1
Setelah Dewo mengepel lantai dengan gerakan sangat cepat, kini Dewo rasa Dewo telah menyelesaikan tugasnya dengan benar, sehingga tanpa komando, Dewo langsung meletakkan kain pel yang ada di tangannya ke ember yang ada di sebelahnya, setelah itu Dewo mengangkat ember yang berisi kain pel, lalu Dewo berjalan ke arah kamar mandi.
Tujuan Dewo sekarang adalah meletakkan ember dan kain pel ke kamar mandi, setelah itu Dewo akan melaksanakan keinginannya yang dari tadi ada di otak, kepala, dan hatinya yaitu Dewo akan tidur di ranjang empuk miliknya, karena Dewo tak sabar ingin tidur nyenyak di ranjangnya membuat Dewo berjalan dengan langkah cepat menuju ke kamar mandi.
"Akhirnya gue selesai juga mengepel lantai dapur, sebaiknya gue langsung ke kamar mandi buat meletakkan ember dan kain pel sebelum mama gue ke sini, karena gue yakin kalau mama gue ke sini ngga bakalan di izinkan gue tidur jam segini, lebih parahnya lagi kalau mama gue ingat tentang tujuan gue dan mama gue yang mau ke poli THT di jamin mama gue bakalan tetap mengajak gue ke poli THT, pokoknya gue harus secepatnya sampai ke kamar mandi, supaya gue bisa tidur dengan nyenyak" batin Dewo sambil mempercepat langkah kakinya ke kamar mandi.
Setelah Dewo beberapa menit melangkah, kini Dewo sudah berada di depan kamar mandi, lalu Dewo langsung menyelonong masuk ke dalam kamar mandi setelah itu tanpa ragu Dewo meletakkan ember dan kain pel ke lantai, setelah itu Dewo berjalan ke arah wastafel.
Setelah berjalan selama beberapa menit kini Dewo telah sampai di depan wastafel, lalu Dewo menyalakan kran air, setelah itu Dewo mencuci tangannya dengan sabun, tak lupa Dewo membilas tangannya dengan air, lalu setelah Dewo rasa tangannya bersih dirinya langsung mematikan kran air, lalu Dewo mengambil handuk yang ada di sebelahnya.
__ADS_1
Setelah tangan Dewo kering, kini Dewo meletakkan handuk ke tempat semula, lalu Dewo berjalan keluar dari kamar mandi untuk menuju kamarnya.