Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Aku Bisa Bikin Anak Kecil


__ADS_3

Ane menatap nyalang ke arah pelayan supermarket sementara pelayan supermarket menundukkan kepalanya mengetahui tatapan tak bersahabat dari Ane sedangkan Dewo masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena merasa malu melihat kelakuan Ane membuat semua mengira Dewo anak yang masih di bawah lima tahun



Ingin sekali Dewo masuk ke dalam perutnya Ane kalau boleh memilih Dewo lebih baik tidak di lahirkan dari rahimnya Ane yang sering bikin malu Dewo dengan perbuatan dan tingkahnya Ane sementara petugas pengumuman nampak mengeluarkan keringat sebiji biji semangka koq terlalu kecil lebih baik mengeluarkan keringat sebiji biji jagung

__ADS_1


"Mba kalau ngomong mulutnya di jaga dong anak saya itu usianya sudah hampir kepala tiga masa di tuduh umur di bawah lima tahun mata mba masih normal dan ngga katarak kan sampai menuduh anak saya masih di bawah lima tahun" teriak Ane sambil tak henti hentinya menatap nyalang ke pelayan supermarket sementara pelayan supermarket mendongakkan kepalanya bukan karena ingin menatap Ane namun karena kaget mendengar suara teriakan Ane yang sangat membahana dan hampir merusak telinganya


Dewo yang sedang memegang wajahnya dengan kedua tangannya langsung menatap tajam ke Ane ingin sekali Dewo memasukkan Ane ke dalam botol jin namun pasti botolnya tidak akan muat buat tubuhnya Ane sementara petugas pengumuman langsung memijat pelipisnya sendiri


"Mba kamu berani menjawab perkataan saya kalau saya lagi ngomelin lebih baik kamu diam atau saya bakalan adukan kamu ke atasan kamu supaya kamu di pecat ngga usah memuji anaknya saya awet muda karena saya ngga mau punya menantu seperti kamu yang bikin emosi bin kesal kamu menghina anaknya saya tadi nuduh anaknya saya di bawah lima tahun sekarang nuduh umurnya anak saya delapan belas tahun kalau belum tahu wujudnya anak saya harusnya kamu nanya ke saya umurnya anak saya berapa supaya ngga salah tuduh kalau matanya kamu normal dan ngga katarak ngga bakalan menuduh anaknya saya umur di bawah lima tahun dan delapan belas tahun justru karena anaknya saya berusia hampir kepala tiga saya ngga menuduh anaknya saya jalan jalan terus menyasar dan belum tahu arah jalan pasti saya menuduhnya anak saya di culik" ketus Ane sambil menatap nyalang ke pelayan supermarket sementara pelayan supermarket yang melihat tatapan Ane meneguk air ludahnya sendiri sedangkan petugas pengumuman meremas kedua tangannya sendiri sementara Dewo mendelik ke Ane

__ADS_1


"Mah sudah ngga ngga usah berantem ini karena mama mengumumkan aku di tempat pengumuman jadi wajar mereka menuduh umurnya aku di bawah lima tahun lagian ngapain mama pakai ke tempat pengumuman segala kan jadi aku di tuduh anak kecil gara gara pengumuman itu yang lebih parah lagi kalau orang orang tahu aku seorang CEO di salah satu perusahaan terkenal di umumkan oleh mama ke petugas pengumuman mereka pasti bakalan menertawakan aku" jelas Dewo sambil menatap nyalang ke Ane sementara Ane yang sibuk dan asyik menatap nyalang ke pelayan supermarket langsung menoleh ke arah sumber suara yaitu Dewo sedangkan pelayan supermarket mengeluarkan senyum lebar karena merasa di bela oleh Dewo sementara petugas pengumuman bernafas lega karena temannya tidak di omelin oleh Dewo


"Dewo mama juga ngga mengajak berantem tapi mba pelayan supermarket yang menghina kamu umurnya di bawah lima tahun soalnya kamu ngga ada di samping mama hilang entah kemana makanya mama nyariin kamu dan mengumumkan nama kamu ke pengumuman soalnya mama takut walaupun kamu ngga nyasar tapi di culik biarkan mereka kamu di tuduh anak kecil yang penting kamu sudah bisa bikin anak kecil seandainya ada yang berani menertawakan kamu bakalan mama bilang ke papa supaya orang itu di beri hukuman bogeman mentah sama orang suruhan papa yang lebih parahnya lagi mereka semua akan di pecat dari perusahaan atau perusahaan mereka semua akan bangkrut di tangan papa" tegas Ane sambil menggeluarkan senyum licik sementara Dewo tercengang mendengar omongan Ane sedangkan pelayan supermarket dan petugas pengumuman kompak membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


"Mama mba supermarket ngga menghina aku soalnya dia belum tahu umurnya aku jadi wajar kalau dia mengira aku masih di bawah lima tahun karena perilaku mama yaitu mengumumkan aku di tempat pengumuman di kira masih kecil soalnya aku tadi ke tempat kemeja dulu mah buat memilih kemeja kenapa mama ngga langsung menelpon aku untuk menanyakan aku ada dimana kalau mama nanya aku lewat telpon pasti aku angkat ngga usah di umumkan ke pengumuman heboh banget deh mama apaan sih aku itu sudah besar dan sudah bisa jaga diri sendiri jadi ngga bakalan di culik memangnya anak kecil yang baru berumur lima tahun ke bawah bisa di culik apaan sih otaknya mama mesum ketularan papa pakai bilang aku bisa bikin anak kecil segala jangan ngadu ke papa mah soalnya dia bakalan mengikuti apa kata mama soalnya papa bucin akut ke mama plus takut ngga dapat jatah dari mama lebih baik mama sekarang diam atau aku bakalan tinggalin mama di supermarket terserah mama mau pulang pakai apa pakai taksi, grab, go jek tapi ongkosnya mama yang tanggung sendiri" ancam Dewo sambil menatap tajam ke Ane sementara Ane menatap nyalang ke Dewo ingin sekali dirinya menjawab dengan berteriak namun dia ngga mau di tinggal sendiri oleh Dewo apalagi bayar ongkos taksi, grab, atau go jek sendiri tanpa di tanggung oleh Dewo sementara pelayan supermarket dan petugas pengumuman serentak menahan tawanya mereka berdua yang hampir meledak karena Ane bagaikan cacing yang di injak langsung diam begitu mendengar ancaman Dewo padahal ancaman Dewo cuma masalah sepele

__ADS_1


__ADS_2