Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Dengan Cara Menutup Mata


__ADS_3

Setelah kedua matanya Ane dan kedua matanya Ane bekerjasama, namun hasilnya Ane masih bingung sehingga belum menemukan pakaian yang cocok, sehingga otaknya Ane nampak berpikir dengan kedua tangannya dan kedua matanya yang masih sibuk dan asyik memilih pakaian Dewo.


"Koq aku belum menemukan pakaian yang cocok buat Dewo, gimana dong ini, apa aku bongkar saja semua pakaian Dewo, aku lemparkan dan aku hempaskan ke atas ranjang atau ke atas lantai, tapi kalau aku lakukan semua itu yang ada nanti pakaian Dewo akan berantakan, dan pasti Dewo akan menyuruh aku untuk membereskan semuanya, jadi lebih baik aku harus gunakan akal lain tapi tetap aku harus menemukan pakaian buat Dewo, supaya nantinya Dewo ngga drama cari pakaian" batin Ane sambil tersenyum menyeringai dengan kedua tangannya yang memegang satu persatu pakaian Dewo.


Setelah Ane berpikir selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ane berpikir selama beberapa puluh menit, kini Ane telah menemukan ide briliant dan ide cemerlang yang bersumber dari otaknya.


Ane tak kuasa untuk menahan senyumnya, sehingga kini Ane menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, dalam hatinya Ane begitu bahagia karena telah menemukan ide atau cara supaya Ane bisa menemukan pakaian yang cocok untuk Dewo.


"Aku sekarang punya ide briliant dari otaknya aku, berhubung semua pakaian Dewo keren semua, sehingga membuat aku bingung dan pusing menentukan pakaian yang akan di pakai Dewo, lebih baik aku pilih pakaian buat Dewo dengan cara menutup mata saja, kalau dengan cara itu di jamin adil, jadi apapun pakaian yang aku comot sambil menutup mata itu yang akan Dewo pakai ke poli THT" batin Ane sambil tersenyum licik.


Kini Ane sudah memejamkan mata, dengan kedua tangannya yang masih bertengger di salah satu pakaian Dewo, namun sedetik kemudian tangannya Ane langsung bergerak secara acak untuk bertengger ke pakaian Dewo yang lain.

__ADS_1


Dalam sekejap saja alias dalam waktu satu detik Ane sudah menentukan pilihan pakaian buat Dewo secara acak, lalu Ane langsung mengambil pakaian yang ada di tangannya dengan keadaan mata yang masih tertutup, setelah pakaian yang ada di tangannya terambil kini Ane langsung membuka kedua matanya.


Setelah Ane membuka kedua matanya langsung saja kedua matanya Ane menatap ke arah pakaian yang ada di tangannya, kini Ane menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, setelah tahu pakaian apa yang ada di tangannya, yaitu pakaian dengan corak warna warni seperti pelangi.


"Wah ini pakaian Dewo keren banget ngga nyangka cuma dengan cara menutup kedua mata, aku telah menemukan pakaian yang sangat keren warna warni seperti permen, koq malah permen mungkin lebih kerennya itu warna warni seperti pelangi, lebih baik aku langsung serahkan pakaian ini ke Dewo supaya dia secepatnya ganti pakaian" batin Ane lalu menutup almari pakaian Dewo.


Setelah almari pakaian Dewo tertutup, kini tanpa ragu Ane berniat berjalan melangkah keluar dari kamar Dewo sambil membawa pakaian Dewo yang ada di tangannya, namun baru beberapa langkah Ane melangkah buru buru Ane menghentikan langkahnya.


Setelah kakinya Ane melangkah selama beberapa puluh langkah, kini Ane telah sampai di samping ranjang empuk milikinya Dewo, tanpa ragu dan tanpa aba aba Ane langsung melemparkan pakaian yang ada di tangannya Ane ke ranjang empuk milikinya Dewo.


Setelah pakaian itu terlempar dari tangan Ane, dan pakaian itu mendarat sempurna dengan selamat di ranjang empuk milikinya Dewo, kini Ane langsung melangkahkan kakinya menuju ke pintu kamarnya Dewo, dirinya berniat keluar dari kamar Dewo, untuk menuju ke dapur.

__ADS_1


"Tugasnya aku sekarang adalah aku ke dapur buat memanggil Dewo untuk memakai pakaian yang sudah aku pilih, sebentar terus yang mengepel lantai dapur siapa dong, soalnya aku juga harus berdandan mempercantik wajah aku, walaupun tanpa harus berdandan wajah aku sudah cantik, karena aku sudah cantik dari sebelum lahir, tapi tetap saja aku harus berdandan" batin Ane sambil melangkah menuju ke pintu kamarnya Dewo.


Setelah Ane melangkah selama beberapa puluh tahun, kelamaan dong maksudnya setelah Ane melangkah selama beberapa puluh menit, kini Ane telah sampai di sebelah pintu kamarnya Dewo, sehingga kini Ane melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya Dewo.


Setelah Ane keluar dari kamar Dewo, kini Ane merogoh kantong celananya untuk mengambil sesuatu, setelah sesuatu itu sudah berada dalam genggaman tangannya, Ane langsung mengangkat barang yang dari kantong celananya.


Setelah itu Ane meletakkan kunci pintu kamar Dewo setelah Ane menutup pintu kamar Dewo, namun Ane langsung melepaskan kunci pintu kamarnya Dewo sebelum Ane mengunci pintu tersebut, kini kunci kamarnya Dewo langsung Ane letakkan lagi ke saku celananya.


Dalam hatinya Ane berpikir lebih baik untuk mempersingkat waktu lebih baik Ane tak mengunci kamar Dewo, terserah nanti Dewo akan menuduh Ane seperti apa, karena walaupun Ane mengunci pintu kamar Dewo juga pasti Dewo akan tahu kalau Ane habis masuk kamarnya, tandanya dan buktinya adalah Ane menyiapkan pakaian buat Dewo, jadi dari pada repot repot mending Ane tak mengunci lagi pintu kamarnya Dewo.


"Lebih baik aku ngga usah mengunci pintu kamar Dewo, karena itu akan menambah waktu, lebih baik aku sekarang langsung ke dapur buat menyuruh Dewo supaya ganti pakaian dengan pakaian yang aku pilihkan, tapi masalahnya yang mengepel lantai siapa ? aku juga ngga akan sempat mengepel lantai dapur, karena aku harus berdandan untuk mempercantik wajah aku, walaupun tanpa make up juga wajahnya aku tetap cantik, oh lebih baik aku suruh Dewo saja buat mengepel lantai dapur, aku jamin Dewo pasti bakalan mau mengepel lantai dapur, aku bakalan ancam Dewo menggunakan ancaman yang tadi aku gunakan, ternyata otak aku itu benar benar pintar dah benar benar cerdas, aku langsung bisa menemukan ide briliant, padahal baru beberapa menit aku tadi berpikir sudah menemukan ide yang briliant" batin Ane lalu berjalan ke arah dapur.

__ADS_1


__ADS_2