Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Ngga Bakal Bawa Pakai Ember


__ADS_3

Ane menatap ke arah Dewo yang kini melangkah semakin menjauh, kini Ane menghembuskan nafas lega, karena Ane tak harus mengeluarkan tenaga ekstra berupa berteriak berkali kali untuk membuat Dewo menuruti keinginan Ane.


Sungguh kini dalam hatinya Ane sangat bahagia, dan Ane tak bisa membendung rasa bahagianya yang membuncah, sehingga tanpa sadar Ane menerbitkan senyuman lebar di wajahnya.


Sedangkan beda hal dengan Dewo, kini Dewo merasa dongkol dan sangat emosi dengan Ane yang semena mena terhadapnya, jujur kalau boleh memillih Dewo lebih suka di suruh mengambilkan minum di banding di suruh mengambilkan air yang dari shower, alasannya tentu saja supaya Dewo bisa langsung meminum minunan terlebih dahulu, seperti tadi jadi Dewo yang minum terlebih dahulu bukannya Ane.


Tapi kalau Dewo di suruh mengambilkan air dari shower, Dewo tak mungkin meminum air dari shower, dalam perjalanan otaknya Dewo sedang menyaring dan mencerna perkataan dari Ane tadi.


"Aku heran sama kelakuan Dewo anaknya aku, tadi aku cuma nyuruh dia buat bawakan air untuk cuci muka wajahnya aku, tapi kenapa Dewo bawa airnya banyak banget sampai satu ember penuh, di kira itu air buat mandi aku atau buat memandikan gajah, heran aku sama kelakuan Dewo, baru tahu aku kalau selain Dewo terserang penyakit tuli dan budeg, Dewo juga menjadi anak bodoh, soalnya aku suruh ambilkan air buat cuci wajahnya aku, kenapa malah Dewo mengambilkan air satu ember penuh, lagian kalau buat cuci wajah cuma porsi satu gayung juga sudah cukup" batin Ane sambil menggeleng gelengkan kepalanya samar dengan kedua tangan yang melipat di depan dadanya.


"Perasaan gue sudah baik banget sama mama gue sampai membawakan air satu ember penuh, soalnya niat gue juga baik, dari pada mama gue bolak balik menyuruh gue buat mengambilkan air lagi karena airnya belum cukup buat cuci muka, makanya lebih baik gue tambahkan porsi lagi, malah mama gue bilang kebanyakan airnya, jadi bingung mau porsi air seberapa kalau kayak gini" batin Dewo sambil tetap melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi sambil membawa ember yang berisi air.


Setelah Dewo berjalan selama beberapa puluh menit, kini Dewo telah sampai di depan pintu kamar mandi, tanpa membuka pintu terlebih dahulu Dewo langsung menyelonong masuk ke dalam kamar mandi, lalu Dewo berjalan sambil membawa ember ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Setelah Dewo berkelana sambil membawa ember kini Dewo langsung meletakkan ember yang berisi air ke lantai yang bersih, tanpa membuang air yang ada di ember kini Dewo langsung berjalan ke arah bak kamar mandi sambil mengumbar senyum lebar di wajahnya.



Entah apa yang ada di pikirannya dan di otaknya Dewo, sehingga Dewo tanpa ragu mengumbar senyum lebar di wajahnya, kini Dewo mempercepat langkah kakinya menuju ke bak mandi tanpa melunturkan senyum yang di ciptakan oleh Dewo di wajahnya.


"Gue tahu sekarang cara supaya mama gue ngga marah lagi ke gue, dan ngga minta gue buat mengambil air lagi buat mencuci wajahnya mama gue, lebih baik gue percepat langkah kakinya gue menuju ke bak mandi buat mengambil sesuatu yang sangat penting, yang merupakan suatu benda yang di inginkan mama juga tadi" batin Dewo sambil berjalan dengan langkah cepat ke arah bak mandi.



Setelah gayung yang ada di tangannya Dewo penuh terisi air, tanpa ragu Dewo berjalan untuk keluar dari kamar mandi sambil membawa sebuah gayung yang berisi air, kini Dewo tak henti hentinya mengumbar senyum lebar di wajahnya, memang tadi otak dan kepalanya Dewo berpikir untuk membawa air buat cuci wajahnya Ane pakai gayung bukan pakai Ane, menurut Dewo bukankah tadi keinginan Ane cuma satu gayung cukup buat mencuci wajahnya Ane.


"Lebih baik gue bawa air buat cuci wajahnya mama gue pakai gayung saja bukan pakai ember, bukannya tadi mama gue bilang kalau air satu gayung cukup buat mencuci wajahnya mama gue, lagian gue takut kalau gue bawa air satu ember penuh, takut di suruh sama mama gue buat buang air yang ada di ember, jadi menurut logika gue lebih baik gue bawa air satu gayung saja buat mencuci wajahnya mama gue" batin Dewo sambil melangkahkan kedua kakinya keluar dari kamar mandi sambil membawa satu gayung berisi air.

__ADS_1


Dewo yang telah mengajak kakinya untuk berjalan kini Dewo telah sampai di depan pintu kamar mandi, lalu Dewo langsung keluar dari kamar mandi tanpa membuka pintu terlebih dahulu, karena memang tadi Dewo sengaja tidak menutup pintu supaya Dewo tidak kerepotan dalam membuka pintu.



Ane yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri alias Ane sibuk melamun, begitu mendengar suara langkah kaki langsung kedua matanya Ane menatap ke arah sumber suara, begitu Ane menatap ternyata sumber suara tersebut berasal dari Dewo yang kini berjalan semakin mendekat ke arahnya.



Ane yang melihat Dewo berjalan mendekat tak kuasa menyembunyikan senyum lebar di wajahnya, sehingga tanpa sadar Ane menerbitkan senyum lebar di wajahnya, Dewo yang sedang melangkah ke arah Ane melihat senyum Ane yang sangat lebar, membuat Dewo berpikir bahwa idenya membawa gayung buat mencuci wajahnya Ane sangat tepat dan sangat benar.


"Ternyata ide gue membawa gayung buat mencuci wajahnya mama gue itu ide yang benar, buktinya mama gue langsung mengumbar senyum lebar begitu melihat gue, jadi gue yakin pasti mama gue ingin gue cuma membawakan satu gayung berisi air bukan satu ember berisi air, kenapa gue ngga berpikir dari awal gue di suruh sama mama gue membawa air cuma buat mencuci wajah artinya airnya sedikit pasti bisa, kalau gue berpikir dari awal buat membawa air pakai gayung bukan pakai ember, pasti gue bakal bawa pakai gayung dan gue ngga bakal bawa pakai ember supaya gue ngga bakal bolak ambil air" batin Dewo sambil tetap melangkah mendekat ke arah Ane sambil membawa satu gayung yang berisi air.


Ane masih mengumbar senyum lebar di wajahnya, entah mengapa hati Ane bahagia karena berpikir Ane bisa langsung mencuci wajahnya soalnya Dewo telah datang membawa air, tapi Ane belum melihat Dewo membawa air pakai apa, yang dia perhatikan adalah wajahnya Dewo yang semakin mendekat ke arahnya hanya itu saja bisa membuat Ane bahagia.

__ADS_1


__ADS_2