
"kami tidak butuh,"ucap Selena.
"yang mau memberikan belanjaan itu untuk kamu,kamu dan kamu siapa?"Saskia menunjuk Selena dan teman-temanya."kalian kira mencari uang itu gampang,lebih baik uang aku itu aku berikan pada pengemis di jalanan dari pada belanjaan kalian,terimakasih banyak suda memilihkan kami barang,ayo kita pulang bawa semua barang yang suda saya bayar tanpa terkecuali,"ucap Saskia sombong.
dia melakukan itu punya alasan hanya ingin memberi pelajaran yang setimpal.
Selena dan teman-teman hanya diam menatap semua barang belanjaan mereka suda di bawa pergi karena sudah di bayar semua oleh Saskia.
"ambil ini untuk ibu,dan ucapkan terima kasih pada mereka bertiga,"ucap Saskia tulus memberikan gaun pada ibu-ibu yang mengatakan Selena sombong.
lalu Saskia dan teman-temanya berlalu pergi.
Selena menghentakkan kakinya keras kelantai Hinga dia meringis sendiri karena kesakitan.
"kakinya kenapa nona,"ucap salah satu dari mereka yang ada di situ mengejek.
"awas kalian aku akan membalas semua ini,"ucap Selena dan pergi di ikuti teman-temannya.
setelah kepergian Selena dan teman-temanya para ibu-ibu di situ mulai ngerumpi.
"eh,mbak siapa wanita tadi yang memberikan gaun ini pada saya,"tanya ibu itu.
"aku liat namanya adalah Saskia Handoko,apa ibu mengenalinya?"tanya jawab kasir itu.
"tidak,dia baik baget yah?ini gaun harga berapa sih mbak?"tanya ibu itu.
"harga enam juta saja buk,"ucap kasir.
"enam juta?"tanya ibu itu.
"iya buk,"ucap kasir.
"ini mah mahal,"ucap ibu itu.
"siapa sih nona itu,"ucap salah satu ibu-ibu di situ.
"dia itu pemilik butik cantik,aku kenal dia,aku pelanggan di butik dia,"ucap ibu-ibu yang mengenali Saskia.
"oh dia pemilik butik cantik itu? pantesan,baik banget yah dia,"ucap ibu-ibu yang di berikan gaun.
"iya,menurut karyawannya sih dia baik banget,karena aku perna mendengar para karyawannya membicarakan dia,aku juga belum tau sebaik apa dia tapi tiap aku belanja di sana selalu ada diskon buat aku,entahlah mungkin aku pelanggan tetep dia kali,"ucap ibu itu panjang lebar.
"ibu-ibu semua jadi mau bayar atau tidak,"ucap kasir tiba-tiba.
"eh jadi lah mbak,"ucap mereka semua bersamaan.
sementara Selena dan temanya masih ribut soal belanja.
"kamu sih sok kaya,mana katanya kamu di beri uang sama pacar kaya tajir melintir kamu,mana? yang ada kita semua malu karena kamu,aku ngak mau lagi berteman sama kamu,kamu teryata miskin,udah miskin sombong lagi,"ucap Jesika kesal karena suda malu.
"Jes,ngak boleh gitu,"ucap temanya.
"kamu juga,bego banget,"udah aku malas berteman sama kalian,kalau saja bokap gue gak memblokir ATM gue,gue ogah baget mau di permalukan seperti ini,dan gue juga berteman sama kalian tuh gak ada manfaatnya,gara-gara kalian fasilitas gue di cabut sama bokap gue,"ucap Jesika dan berlalu pergi begitu saja.
"Jes,Jes,Jesika,teriak Selena memangil Jesika tapi tidak di hiraukan oleh Jesika.
"brengsek loh Jes,"ucap selama kesal.
setelah itu mereka pergi.
sementara Saskia dan temanya masih tertawa setelah sampai di toko roti milik Saskia.
"Luh ngomong suka benar deh Ki,"ucap elah.
"hahaha,cuma memberikan pelajaran saja,"ucap Saskia.
"mbak KIA,"ucap salah satu pegawai Saskia.
"hai,bagai mana kabar kalian,"tanya Saskia.
"alhamdulilah baik mbak,"ucap semuanya.
"toko gimana,"tanya Saskia.
"baik,bahkan meningkat,"ucap salah satu dari mereka.
"mas Koko ada?"tanya Saskia.
"ada mau di panggilkan?"tanya salah satu dari mereka.
Saskia mengangguk.
setelah itu pergilah salah satu mereka memangil koki.
__ADS_1
koki itu datang menghampiri Saskia.
"siang mbak KIA,"ucap koki.
"siang mas,nih aku punya resep baru silahkan di coba,"ucap Saskia memberikan roti dan resep.
koki mencoba roti itu.
"enak banget,kita wajib menjual,"ucap koki.
"harus,mas Anton gimana ke adaan kafe? mas masih sering menjenguknya kan?"tanya Saskia.
"tentu;mas Anton membuka laci dan memberikan setumpuk besar laporan keuangan kafe."semua suda ada di sini,"ucap mas Anton.
"sebelum aku periksa aku tanya lebih dulu,apa tidak ada yang salah?"tanya Saskia.
"tidak ada,"ucap mas Anton.
"tapi kata menejer ada masalah,laporan keuangan dia suda ada di tanganku,"ucap Saskia menelisik.
mas Anton diam.
"kenapa diam?apa kamu melakukan kesalahan?saya sarankan jujur sekarang juga,"ucap Saskia tegas.
mas Anton masih saja diam.
plak
Saskia mengebrak meja dengan kuat bahkan semua kariawan dan pengunjung berbalik menatap ruangan dimana Saskia dan mas Anton berada.
"kenapa diam mas Anton?"tanya Saskia lagi dengan lembut tapi penuh dengan penekanan.
"semua itu bohong mbak KIA,"ucap mas Anton.
plak
Saskia kembali mengebrak meja kuat,semu pengunjung dan kariawan yang berada di sana mulai riuh.
"kamu yang berbohong atau dia yang berbohong?"aku suda menelusuri semuanya mas Anton,aku suda tau semuanya,aku suda tau kalau kamu,"menukik wajah mas Anton."kalau kamu manusia serakah,"ucap Saskia marah bahkan suaranya sampai terdengar di luar.
"aku berkata jujur mbak KIA,"ucap mas Anton.
"Anton,"teriak Saskia.
"kamu masih membela diri? haaa,aku tau semuanya aku suda menelisik semuanya aku melakukan sendiri suda lama aku mengetahuinya,aku hanya memberikan kamu kesempatan untuk memperbaikinya tapi sayang tindakanku salah justru membuatmu lebih serakah,mulai sekarang kepercayaan aku terhadap kafe sama kamu suda hilang,sekarang terserah kamu mau berhenti kerja di sini atau lanjut terserah kamu,aku tau kamu sangat membutuhkan pekerjaan ini tapi kalau untuk seperti dulu kepercayaan ku sama kamu itu suda hilang,"ucap Saskia panjang lebar.
mas Anton diam dan mengepalkan tangan.
"ada apa di tanganmu Anton sehingga kau mengepalkan tangan? kau ingin melawanku?sepertinya kamu menaruh dendam sama seseorang entah itu siapa aku atau menejer itu,"ucap Saskia tepat sasaran,Saskia tau membaca psikolog seseorang.
"tidak mbak,"ucap Anton.
"lalu?"tanya Saskia.
"tidak,"ucap Anton.
"tidak apa?"ucap Saskia mengintrogasi.
Anton diam.
"aku kecewa sama kamu Anton,sangat kecewa,uang yang kamu gelapkan itu tidak membuatku bangrut Anton,tapi jika aku membiarkan ini terus terjadi itu makin membuatmu serakah dan berbuat dosa,kurang baik apa kau selama ini sama kamu Anton?aku tidak mengungkit hanya membuatmu mengigat kembali agar kau sadar dan tau diri,kamu ingat dari mana kamu berasal? kamu ingat bagai mana dulu kamu menghidupi anak dan istrimu?kamu ingat dulu kamu makan apa saja bersama anak istrimu? kamu ingat Tingal di mana dulu kamu dan anak istrimu? kamu ingat? aku tidak perlu menjelaskan aku rasa kamu mengigat itu semua,kamu ingat bagai mana tangan ini mengangkat dirimu dari lubang yang sangat curang dan meletakkan kamu di tempat yang layak,tapi ini balasan kamu,kamu suda mengecewakan Anak dan istrimu secara tidak langsung,kamu mengecewakan aku Anton,"ucap Saskia panjang kali lebar bahkan dia menitipkan air mata.
Anton hanya diam dan ikut menitihkan air mata,Saskia kembali memberikan wejangan.
"Anton berterimakasih lah pada anak dan istrimu,kalau bukan karena mereka aku suda mengambil semua fasilitas yang aku berikan padamu,kalau hanya kamu aku bodoh amat mau kamu tingal di kolong jembatan terserah kamu,hanya saja aku kasian pada anak dan istrimu,mereka suda terlalu Banga padamu aku tidak ingin membuat mereka kecewa terhadapmu,dan mulai sekarang aku memotong sebagian kecil gajimu untuk membayar rumah itu,agar kedepannya kamu mempunyai tempat tingal yang layak bila suda bosan bekerja denganku,karena kamu tau di luar sana tidak mudah mendapatkan pekerjaan dan tidak mudah mendapatkan kepercayaan orang lain,hanya akulah manusia bodoh yang mempercayaimu,sekarang pergilah kerja sampai jumpa kembali,ingat aku memantaumu,"ucap Saskia panjang lebar.
sekarang Anton menyadari perbuatanya itu,dia menyesal suda mengelapkan uang dan untuk dia gunakan bersenang-senang bersama wanita lain Anton menagis sesengukan setelah kepergian Saskia dari ruangan itu.
keluarnya Saskia dari ruangan semua mata memandang kearah Saskia,Saskia santai seperti tidak terjadi apa-apa di dalam ruangan itu,bahkan wajahnya menampilkan senyum indahnya seperti biasanya.
"aku pamit yah,kalian bekerjalah dengan baik,di luar sana banyak pengganguran dan tidak mudah mendapatkan pekerjaan gunakan sebaik-baiknya kesempatan Allah berikan pada kalian,sampai jumpa kembali,ini ada uang buat makan kalian,"ucap Saskia memberikan uang.
"iya mbak KIA,terimakasih,"ucap mereka semua.
mereka sangat bersukur kerja pada Saskia,baik tidak sombong di tambah lagi upah kerja mereka tidak kala dengan upah kerja perusahaan walau upah kerja itu sesuai dengan penghasilan tokoh,tapi mereka tidak perna mendapatkan bos seperti Saskia.
menurut Saskia memberi tidak mengurangi rezekinya tapi itulah kenyataanya,makin dia memberi makin banyak pula rezeki yang dia dapatkan.
"Ki kita kemana lagi nih?"tanya Ela.
"ke panti aku,"ucap Saskia.
"ah,gue capek,Luh etah capek ngak?tanya Siska.
__ADS_1
Etha mengelengkan kepalanya.
"dasar kutup,"ucap Siska pada Etha.
"dia orangya memang seperti itu si kutup sama dengan bosnya itu,"ucap Saskia mengejek.
"aku seperti kutup atas perintah,si beruang kutup suami mbak KIA,"ucap Etha.
"cih,kalian sama saja,"ucap Saskia.
Siska mencerna ucapan Etha.
"suami,"ucap Siska tapi tidak ada satu orang pun mendengarkan.
Siska belum tau kalau Saskia suda menikah dia tau Saskia adalah wanita karir yang masih gadis ting Ting.
"El,Luh utang penjelasan sama gue,"ucap Siska tiba-tiba pada Ela.
elah tau maksut Siska dia hanya mengangguk.
setelah itu Saskia pergi mengunjungi panti asuhan yang suda enam bulan ini berdiri dan resmi menjadi panti asuhan negeri milik Saskia dan Saskia juga membangun pondok pesantren di samping panti itu setelah panti itu berdiri sangat banyak donator yang memberikan sebagain reskinya di panti itu dan itu tidak perna di sia-siakan Saskia Saskia sangat amanah dan para pengasuh di sana sangatlah amanah.
"asalamualaikum,"ucap Saskia masuk kedalam panti.
"walaikumsalam,eh mbak KIA,kok baru muncul anak-anak pada nanyain mbak KIA,"ucap ustaza.
"iya Bu,KIA sangat sibuk dan baru punya waktu berkunjung,bagai mana keadaan anak-anak buk,"tanya Saskia.
"alhamdulilah semua sehat mbak KIA,"ucap ibu panti.
"Bu ustazah kalau pesantren gimana?"tanya Saskia.
"alhamdulilah berjalan baik,"ucap ustazah.
"alhamdulilah buk,"ucap Saskia.
"nak Kla mau bertemu dengan anak-anak?"tanya ibu panti.
"hehe,sampaikan salam saya saja pada anak-anak,oh iya buk saya punya oleh-oleh buat anak-anak,nanti di bagi sama anak santri,"ucap Saskia.
"terimakasih banyak nak KIA,"ucap ibu panti.
tidak lama datanglah satu buah mobil box membawah perlengkapan belajar anak-anak.
"ah,suda datang rupanya,itu dia,"ucap saskia menunjuk mobil box.
ibu panti dan ustazah saling menatap dalam pikiran mereka oleh-olehya datang dengan mobil box.
"Siska,tolong Pangilun anak-anak santri untuk membantu,"ucap Saskia menyuruh Siska.
"baiklah,"ucap Siska.
Siska pergi memangil anak-anak santri,tidak lama anak-anak santri datang dan langsung membantu
setelah semuanya selesai saskia dan lainya berpamitan untuk pulang.
"buk,ustaza kami pamit dulu udah sore,anak-anak kk balik yah,belajar yang baik supaya pintar,kk punya banyak pekerjaan untuk kalian bila lulus dari sini,"ucap Saskia.
Saskia suda menyiapkan semuanya dia suda plending untuk kedepannya untuk anak-anak panti.
"iya kak KIA,kami sangat belajar dengan baik,terimakasih banyak ka KIA,"ucap mereka.
Saskia tersenyum dan mengangguk.
"kk pamit yah,ibu,Bu ustazah,saya titip anak-anak,asalamualaikum,"ucap Saskia berpamitan.
"walaikumsalam,"ucap mereka semua.
"mari buk,ustazah, dek kk balik yah,sampai jumpa lagi,"ucap Siska ,dan ele.
Mera pun pergi ke kediaman mereka masing-masing.
selama ini beberapa usaha Saskia sangatlah majuh dan tidak kalah saing di tambah Saskia sangatlah irit belanja seadanya,seperlunya saja,butik,resto,toko roti,kafe,semua usaha itu omset nya meningkat sangat luar biasa,sehingga sedikit demi sedikit Saskia bisa membangun panti dan pesantren,setiap keuntungan dari beberapa usahanya sangat di manfaatkan Saskia dengan baik,tidak dia gunakan sembarang dan tidak dia nikmati sendiri,justru setiap keuntungan dari beberapa usahanya dia kelolah menjadi suatu usaha baru luar biasa Saskia,sekarang Saskia lagi sementara membangun hotel bintang lima di daera xxx,dan rumah untuk orang tuanya masih di pending pembangunannya Tingal beberapa bagian saja pembagunan itu suda selesai.
pendapatan Saskia dalam sebulan di setiap usahanya berfarian.
butik penghasialanya tidak perna lari dari 5 milyar dalam sebulan bisa di kakukasikan berapa keuntunganya dalam sebulan.
toko roti menigkat 3 miliar dalam sebulan,restoran mewah sakia 30 milyar dalam sebulan
kafe,2 milyar dalam sebulan
bisa di hitung berapa penghasialan Saskia dalam sebulan,dan berapa keuntungan Saskia dalam sebulan,di setiap usahanya itu dia suda mempunyai kaki tangan kepercayaannya.
__ADS_1