
Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga mendengar perkataan Ane yang katanya akan senang berteriak dan hobi berteriak ke telinganya Dewo sungguh niat hatinya Dewo cuma ingin membuat Ane malu berjalan sama Dewo yang budeg dan tuli sehingga Ane mengajak Dewo pulang cepat ke rumah tapi kenapa malah jadi Ane yang akan hobi berteriak di telinganya Dewo.
Ane nampak berpikir harusnya dirinya pulang dari supermarket lebih awal supaya bisa memeriksakan Dewo ke poli THT karena Ane mengira telinganya Dewo itu tuli dan budeg sehingga harus di periksa ke poli THT.
"Gue rencananya bilang gue budeg dan tuli supaya mama gue malu jalan sama gue yang budeg dan tuli di depan banyak orang kenapa malah gue berpura pura budeg dan tuli malah mama gue bakalan teriak terus di telinganya gue dan gue yakin pasti mama gue bakalan hobi berteriak di telinganya gue harus gimana dong gue sekarang apa gue jujur saja sama mama gue kalau gue ngga budeg dan ngga tuli supaya mama gue ngga berteriak di telinganya gue iya benar juga kayaknya gue harus bilang ke mama gue kalau gue ngga budeg dan ngga tuli otaknya gue cerdas dan cermat juga maksudnya otaknya gue cerdas dan pintar juga" batin Dewo sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya seakan mendapatkan minuman segar di tengah tengah hutan
Ane menatap ke arah Dewo dengan tatapan iba setelah berpikir selama beberapa puluh tahun kelamaan dong maksudnya setelah Ane berpikir selama beberapa puluh menit Ane telah memutuskan untuk pulang dari supermarket lebih awal bahkan rencana untuk membeli jas juga Ane batalkan supaya Ane bisa ke poli THT untuk memeriksa telinga Dewo.
"Lebih baik aku ajak pulang Dewo sekarang soalnya kasihan kalau Dewo budeg dan tuli kayak begini lebih tepatnya aku ngga mau aku dan suami aku malu mau ketemu sama sahabat aku dan sahabat suami aku sekaligus sebentar lagi jadi calon besan aku masa Dewo budeg dan tuli, nanti malu maluin kalau di ajak mengobrol sama sahabat aku dan sahabat suami aku ngga menutup kemungkinan anaknya sahabat aku dan sahabatnya suami aku ngga mau sama Dewo gara gara Dewo budeg dan tuli, tapi aku belum beli jas buat suami aku gimana dong" batin Ane bingung karena dirinya belum membeli jas buat suaminya.
Ane nampak berpikir lagi dirinya bagaikan buah semangka maksudnya Ane bagaikan buah simalakama menghadapi situasi seperti ini Ane terus memaksa otaknya untuk mencari jalan terbaik apakah harus membeli jas untuk sang suami atau pulang ke rumah dan mengantar Dewo ke poli THT untuk periksa telinga
__ADS_1
Setelah Ane berpikir selama beberapa puluh tahun kelamaan dong maksudnya setelah Ane berpikir selama beberapa puluh menit kini Ane telah menemukan jawabannya membuat Ane langsung mengumbar senyum lebar di wajahnya karena mendapat ide briliant dari otaknya.
"Sepertinya aku punya ide briliant lebih baik aku pulang ke rumah untuk mengantar Dewo ke poli THT memeriksa telinga Dewo yang budeg dan tuli kalau masalah aku yang belum beli jas aku bisa minta suami aku buat beli jas sendiri atau aku minta suami aku buat beli jas secara online saja kelar juga masalahnya dari pada Dewo belum di bawa ke poli THT nanti malam pasti malu maluin masa aku mau ketemu besan dan calon menantu aku malah Dewo budeg dan tuli" batin Ane sambil mengibarkan senyuman lebar di wajahnya
Ane menatap ke arah Dewo yang masih sibuk melamun entah apa yang ada di otaknya hanya Dewo yang tahu soalnya walaupun semut dan kecoa mengintip tetap tidak mengetahui isi hati Dewo
Setelah Ane menunggu selama beberapa puluh menit menunggu ternyata Ane tidak mendengar suara Dewo membuat Ane mengerutkan keningnya heran namun sedetik kemudian Ane baru menyadari bahwa Dewo tadi bilang bahwa Dewo itu tuli dan budeg
"Aku belum ingat kenapa aku malah mengajak Dewo bicara sudah tahu Dewo tuli dan budeg jadi ngga bakalan dengar semua omongan aku kadang aku teriak juga Dewo ngga dengar apalagi aku cuma mengobrol dengan nada biasa, terus aku menyadarkan Dewo dengan cara apa dong apa aku teriak di telinganya Dewo saja mungkin itu satu satunya cara supaya Dewo bisa di ajak mengobrol sama aku, soalnya kalau aku mendorong tubuhnya Dewo sampai tersungkur juga percuma Dewo pasti ngga akan dengar semua omongan aku" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo yang masih mematung di tempat.
Ane berjalan mendekat ke arah Dewo setelah itu Ane mendekatkan tubuhnya ke Dewo tanpa permisi dan tanpa aba aba Ane langsung berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa.
__ADS_1
Dewo yang mendapatkan serangan mendadak dari Ane berupa teriakan yang sangat keras dan sangat kencang dari Ane membuat Dewo terlonjak kaget bahkan Dewo hampir saja mendorong tubuhnya Ane karena saking kagetnya mendapatkan serangan mendadak seperti itu dari Ane.
"Dewo ayo kita berdua pulang sekarang" teriak Ane sangat kencang dan sangat keras melebihi kerasnya toa sedangkan Dewo yang mendapat serangan mendadak dari Ane hampir saja mendorong tubuhnya Ane yang tadi berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang
"Mama bicara apa ?" tanya Dewo sambil memegang telinganya yang habis di bisikin sesuatu lebih tepatnya Dewo habis di teriakin oleh Ane dengan sangat keras dan sangat kencang sedangkan Ane langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga mendengar omongan Dewo
Ane pikir walaupun Dewo budeg dan tuli tapi kalau Ane berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang pasti akan dengar tapi kenapa malah tidak mendengar sama sekali teriakan Ane
"Dewo kamu beneran tuli dan budeg ? mama teriak sangat keras dan sangat kencang kamu belum mendengar omongan mama ? apakah mama harus berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya kamu setiap saat mama akan mengajak kamu bicara supaya kamu mendengar semua omongan mama" teriak Ane sangat keras dan sangat kencang sambil menatap ke arah Dewo dengan tatapan di selimuti penuh tanda tanya sedangkan kedua matanya Dewo terbelalak lebar mendengar jawaban Ane
Dewo mematung di tempat mendengar omongan Ane yang akan berteriak di telinganya Dewo setiap saat Ane akan berbicara kepada Dewo sungguh Dewo berpura pura budeg dan tuli supaya Ane dan Dewo cepat pulang ke rumah bukan malah setiap saat telinganya Dewo mendapatkan teriakan dari Ane
__ADS_1