
Dewo masih pusing ratusan milyar keliling memikirkan keputusan yang akan di ambil apakah dirinya harus berpura pura budeg dan berpura pura tuli tapi kalau Dewo masih berpura pura budeg dan berpura pura tuli Dewo akan di bawa oleh Ane ke poli THT untuk memeriksa telinga Dewo yang di kira budeg dan tuli.
Atau Dewo harus bilang ke Ane kalau Dewo ngga budeg dan ngga tuli nanti pasti Ane tidak jadi pulang dari supermarket lebih awal karena Ane cuma bilang bakalan pulang lebih cepat kalau Dewo budeg dan tuli karena Ane pulang cepat bertujuan akan ke poli THT.
Ane melototkan kedua matanya ke Dewo karena pertanyaan dari Ane sejak tadi belum di jawab membuat Ane semakin percaya kalau Dewo itu budeg dan tuli sehingga tidak mendengar suara teriakan Ane yang sangat menggema di telinganya Dewo lebih tepatnya lagi di seluruh isi ruangan supermarket.
"Jangan jangan Dewo beneran budeg dan tuli sampai ngga mendengar suara teriakan aku yang sangat merdu dan sangat bikin ketagihan bagi semua orang yang mendengar suara merdunya aku, pokoknya aku memantapkan hati untuk pulang lebih cepat dari supermarket supaya aku bisa ke poli THT untuk mengantar Dewo, kalau masalah jas yang belum aku belikan buat suami aku bisa aku menyuruh suami aku buat membeli jas sendiri di toko online atau suami aku ke supermarket sendiri untuk membeli jas yang suami aku inginkan" batin Ane sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya seakan dirinya habis menemukan durian runtuh
Dewo masih bengong dan melamun dengan tatapan tertuju ke lantai maksudnya tatapannya lurus ke depan sementara Ane yang ada di sebelah Dewo langsung menatap ke arah Dewo yang ada di sebelahnya dengan tatapan iba namun ada tatapan bingung juga yang terpancar dari Ane.
__ADS_1
Ane sangat yakin kalau Dewo mengalami budeg dan tuli langsung memaksa otaknya Ane untuk berpikir dengan sangat keras melebihi kerasnya baja.
"Aku yakin pasti Dewo tuli dan budeg, aku harus cari akal supaya Dewo cepat pulang dari sini, supaya Dewo tidak membuat malu aku karena Dewo orangnya tuli dan budeg, aku harus cari akal supaya Dewo dengar omongan aku, kalau tahu Dewo bakalan kayak gini tiba tiba berubah budeg dan tuli mending aku tadi bawa mobil sendiri dari pada sama Dewo tapi Dewo tuli dan budeg, gimana dong aku harus cari akal supaya Dewo sama aku bisa secepatnya pulang dari sini" batin Ane sambil memutar otaknya dan memaksa otaknya supaya bisa menemukan ide yang briliant untuk membuat Dewo mendengar omongan Ane
Setelah otaknya Ane berpikir selama berpuluh puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Ane berpikir selama beberapa puluh menit kini Ane langsung mengumbar senyum lebar di wajahnya entah apa yang ada di pikirannya membuat Ane tersenyum lebar seperti itu.
Ane menatap ke arah Dewo sekilas lalu Ane mendekatkan tubuhnya ke Dewo, lalu dengan cepat dan tanpa aba aba Ane langsung berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo membuat Dewo terlonjak kaget karena perbuatan Ane bahkan Dewo sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri
__ADS_1
"Dewo ayo kita berdua siap siap pulang ke rumah soalnya mama ngga mau kalau kamu kelamaan di supermarket ini karena kamu itu tuli dan budeg jadi buruan kita berdua pulang ke rumah lalu memeriksa telinga kamu ke poli THT" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo sampai membuat Dewo terlonjak kaget dan bergeser dari tempat dirinya berdiri saking kagetnya mendengar dan mendapatkan serangan mendadak berupa teriakan Ane yang sangat keras dan sangat kencang.
Dewo yang baru saja mendapatkan teriakan Ane dengan sangat keras dan sangat kencang langsung mengeluarkan jurusnya yaitu menjauh dari tubuhnya Ane sambil tangannya Dewo memegang telinganya yang tadi menjadi korban teriakan dari Ane
"Mama kalau mau manggil aku itu ngga usah pakai teriak teriak segala di telinganya aku soalnya aku ngga tuli dan ngga budeg" teriak Dewo tanpa sadar lebih keras dan lebih kencang dari suara teriakan Ane bahkan suara teriakannya Dewo sampai membuat Ane hampir terjatuh karena mendengar teriakan Dewo yang sangat menggema sampai menusuk ke telinganya Ane.
Ane yang mendengar teriakkan Dewo langsung menatap nyalang ke arah Dewo sungguh Ane sangat emosi dengan Dewo karena Dewo seenak jidatnya mengikuti jejak Ane apalagi teriakan Dewo lebih keras dan lebih kencang dari teriakan Ane membuat Ane sangat geram
"Dewo kamu apa apaan sih kenapa ikutan berteriak kayak mama ? malah teriakan kamu lebih kencang dan lebih keras dari mama kenyataannya kamu memang budeg dan tuli jadi kamu ngga usah malu mengakui, kalau kamu ngga budeg dan ngga tuli pasti semua teriakan mama dan omongan mama bakal kamu dengar tapi kenyataannya teriakan mama ngga kamu dengar sama sekali walaupun hanya satu kata dan satu huruf kenyataannya ngga nyantol di telinganya kamu dan di otaknya kamu jadi pasti kamu tuli dan budeg" jelas Ane sambil berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang penjelasan Ane panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
__ADS_1
"Mama biar aku kelihatan gaul makanya aku ikutan berteriak kayak mama, menurut aku teriakan mama yang lebih keras dan lebih kencang dari aku, aku itu ngga tuli dan ngga budeg makanya aku ngga mengakui kalau aku tuli dan budeg, aku ngga mendengar semua teriakan mama dan omongan mama bukan karena aku tuli dan budeg tapi karena aku sedang melamun, teriakan mama ngga aku dengar sama sekali karena aku sedang melamun makanya aku ngga dengar semua omongan mama" teriak Dewo dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kencangnya pesawat jet sedangkan Ane kompak langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
Sungguh Ane tak habis pikir dengan apa yang ada di otaknya Dewo bukannya Ane yang marah karena teriakan Ane tidak dj dengar oleh Dewo tapi kenapa malah Dewo yang marah kepada Ane