
Melisa menatap tajam ke arah Dewo membaut Dewo juga ingin menatap ke arah Ane dengan tatapan tak kalah tajam dari Dewo, namun Dewo urungkan niatnya kini Dewo hanya menatap ke sembarang arah, karena Dewo ingat bukan hanya ingat namun Dewo telah merekam di otaknya ancaman dari Ane bahwa Dewo di suruh diam saja atau Ane bakalan menarik Dewo dengan tangannya sendiri.
Dewo yang mendapat ancaman seperti itu membuat Dewo memikirkan nasibnya, kalau seandainya Ane beneran menarik Dewo dengan tangannya sendiri bagaimana, pasti semua orang akan heboh melihat Dewo yang di seret secara paksa oleh tangannya Ane sendiri, karena Dewo tidak mau mengambil resiko sehingga Dewo langsung diam dan tak bersuara sehingga
"Dewo ayo kita berdua pulang sekarang juga" ajak Ane dengan nada yang terdengar ketus sedangkan Dewo tak mendengar apa yang di katakan oleh Ane, lebih tepatnya Dewo berpura pura tidak mendengar perkataan dari Ane karena tidak mau mencari gara gara dengan Ane, lebih tepatnya Dewo tidak mau nanti Dewo di seret paksa oleh Ane secara paksa, Dewo tidak ingin menanggung malu.
Setelah Ane menunggu selama beberapa jam kelamaan dong maksudnya setelah Ane menunggu selama beberapa puluh menit, namun Ane tidak mendengar jawaban dari Dewo membuat Ane menatap tajam ke arah Dewo, ingin sekali rasanya tangannya Ane menjambak rambutnya Dewo, namun Ane tidak akan melakukan itu bukan karena Ane takut kepada Dewo namun Ane lebih takut di tuduh Ane mengani Dewo.
__ADS_1
"Dewo kamu dengar mama ngga sih mama ajak kamu pulang ke rumah sekarang juga ayo buruan" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang tanpa toa, sedangkan Dewo yang sedang berdiri di dekat Ane langsung terlonjak kaget, bahkan saking kagetnya Dewo menerima teriakan yang sangat keras dan sangat kencang dari Ane membuat Dewo ingin sekali menonjok wajahnya Ane, namun Dewo urungkan niatnya karena dirinya ingat dan mendengar kalau tidak boleh menjadi anak durhaka makanya Dewo tidak mendorong tubuhnya Ane supaya Dewo tidak di cap sampel lebih tepatnya supaya Dewo tidak di cap anak durhaka.
"Mama apa apaan sih pakai teriak teriak segala di kira lagu di hutan, tanpa dia berteriak gue juga dengar koq kenapa pakai teriak teriak, heran gue sama mama gue kalau mama gue berteriak kayak gini yang malu itu gue, apa yang harus gue lakukan sekarang supaya mama gue mau di ajak pulang ke rumah sekarang juga, soalnya biar mama gue ngga bikin keributan dan bikin malu, padahal mama gue dulu pernah dan sering ke supermarket tapi kenapa bikin malu pakai teriak teriak segala, ini kan jadi semua orang pada menatap ke arah gue dan mama gue semua, pokoknya gue harus putar otaknya gue supaya bisa mengajak mama gue pulang sekarang, kalau mama gue masih ada di sini gue jamin mama gue ngga bakal berhenti berteriak, gue harus menghentikan teriakan mama gue, gue harus minta bantuan otak gue buat berpikir supaya bisa menemukan ide yang briliant dan ide yang cemerlang untuk mengajak mama gue pulang dari supermarket ini" batin Dewo sambil menatap ke arah Ane dengan tatapan licik sedangkan Ane celingak celinguk ke arah, depan, belakang, kiri, kanan, dan bawah.
"Dewo kamu sedang melihat ke siapa sih mama heran sama kamu" kata Ane sambil berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa sementara Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.
Sungguh Dewo kesal sekali kepada Ane, kalau Dewo bukan kesal kepada Ane seorang wanita pasti Dewo akan menghajar Ane habis habisan sampai babak belur, namun Dewo teringat bahwa Ane adalah seorang wanita dan ingat juga kalau Ane adalah ibunya alias orang yang telah melahirkan dirinya ke dunia ini pasti Dewo sudah menghajar Ane sampai babak belur.
__ADS_1
"Aku dari dari tadi sedang melihat ke arah mama bukan ke arah siapa siapa" teriak Dewo dengan suara yang tak kalah keras dan tak kalah kencang dari suaranya Ane sedangkan Ane yang mendengar suara Dewo bukannya memasang wajah dan ekspresi kaget, malah dengan santainya dan tanpa dosa Ane mengeluarkan tawa renyahnya membuat Dewo semakin geram dengan kelakuan Ane.
"Haha haha Dewo kamu lucu juga yah ngapain kamu dari tadi melihat ke mama, oh mama tahu pasti kamu terpesona sama kecantikan mama makanya kamu menatap mama, lagian kamu lucu banget mama itu mamanya kamu orang yang telah melahirkan kamu kenapa kamu terpesona sama mama, lebih baik kamu cari wanita lain yang akan kamu jadikan istri, mama jamin dan yakin akan ada wanita yang cantik seperti mama, walaupun kecantikannya tetap mama yang nomor satu, karena di dunia ini cuma mama manusia yang paling cantik, kamu ngga takut sama papa kamu kalau papa kamu sampai tahu kamu terkesima sama kecantikan mama" jelas Ane sambil tertawa terbahak bahak sementara kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut yang menganga.
Sungguh Dewo tak habis pikir dengan otaknya Ane yang menuduh Dewo menyukai Ane, ingin sekali Dewo menjambak rambutnya Ane, namun Dewo urungkan bukan karena takut kepada Ane namun Dewo tidak mau di cap pria yang tidak gentle man karena menjambak rambutnya Ane alias Dewo main jambak jambakan rambut seperti wanita.
Ingin sekali Dewo berteriak sekencang kencangnya dan sekeras kerasnya, namun keinginan Dewo harus di telan mentah mentah, karena Dewo tahu sekarang ada dimana intinya Dewo selalu berusaha menjaga image di depan banyak orang karena Dewo itu orang terkenal di negaranya terkenal karena ketampanannya dan kegantengannya plus ada nilai tambahnya yaitu Dewo pintar, cerdas, kaya raya, dan kedua orang tua Dewo mempunyai banyak cabang perusahaan di berbagai negara.
__ADS_1
"Mama ngga usah ketawa ngga ada yang lucu sama sekali jadi jangan ketawa dan jangan bikin malu, bahkan di supermarket ini hanya mama yang sedang tertawa, cepat mama hentikan tawanya mama atau aku bakalan tinggal di sini tanpa aku beri ongkos ke mama terserah mama mau pulang ke rumah pakai go jek, grab, taksi, atau jalan kaki bukan urusannya aku" ancam Dewo sambil menatap nyalang ke arah Ane sedangkan Ane yang di tatap seperti itu langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga.