Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Tidak Mendengar Semua Omongan Aku


__ADS_3

Dewo masih sibuk dengan dunianya sendiri yaitu lamunannya entah mengapa Dewo baru tersadar gara gara omongan Ane yaitu yang akan di cap jelek kalau sampai Ane teriak adalah Dewo bukan Ane.



Karena semua orang pasti akan menuduh Dewo tuli dan budeg sampai Ane berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang, supaya Dewo mendengar suaranya Ane.



Memikirkan itu membuat Dewo pusing ratusan milyar keliling sungguh Dewo baru menyadari kalau yang di cap jelek kalau Ane sampai teriak dengan sangat keras dan sangat kencang adalah Dewo bukan Ane, kini Dewo merutuki kebodohannya yang membiarkan Ane dari tadi berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang.

__ADS_1


"Kenapa gue belum kepikiran kalau mama gue yang teriak yang jelek itu gue bukan mama gue, karena semua orang akan mengira gue budeg dan tuli, makanya mama gue sampai teriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang karena gue ngga mendengar omongan mama gue, gimana dong ini bikin malu banget deh, kalau ada karyawan gue atau rekan bisnis gue yang ada di supermarket ini pasti mereka semua menertawakan gue, karena mereka juga akan menuduh gue budeg dan tuli" batin Dewo sambil menatap ke arah depan dengan tatapan yang kosong karena belum beli sayuran dan buah buahan.


Ane menatap ke arah Dewo yang masih menatap ke arah depan dengan tatapan kosong, melihat pemandangan seperti itu membuat Ane menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, karena Ane sudah menduga kalau Dewo sedang menatap ke arah depan dengan tatapan kosong pasti karena Dewo sedang melamun memikirkan perkataan yang keluar dari mulutnya Ane tadi.


"Aku yakin sekarang Dewo pasti sedang sibuk memikirkan kenapa tadi membiarkan aku teriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang, karena aku tadi mengerjai Dewo dengan beralasan orang orang pasti akan mengecap jelek kepada Dewo karena aku sampai berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang untuk berbicara dengan Dewo, intinya aku yakin Dewo saat ini pasti menyesal membiarkan aku berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang tadi, memangnya enak aku kerjain, apalagi aku bilang ke Dewo bahwa semua orang akan mengecap Dewo budeg dan tuli sampai aku berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang untuk berbicara dengan Dewo" batin Ane sambil tak henti hentinya mengeluarkan senyuman lebar di wajahnya yang masih terlihat cantik walaupun umurnya sudah kepala empat.


"Tunggu dulu koq aku jadi khawatir yah sama Dewo, kenapa dari tadi Dewo diam saja sebenarnya Dewo diam saja karena ingat dan memikirkan perkataan aku yang mengatakan kalau semua orang menuduh dan mengecap Dewo budeg dan tuli, atau sekarang Dewo terserang penyakit dadakan berupa penyakit budeg dan tuli, gimana dong ini kalau sebenarnya Dewo sampai sekarang diam saja gara gara Dewo budeg dan tuli tidak mendengar semua omongan aku dari tadi" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo dengan tatapan menelisik ke wajahnya Dewo.


Sungguh Ane memikirkan Dewo yang diam saja tanpa menjawab perkataan Ane karena Dewo budeg dan tuli membuat Ane cemas dan khawatir, kalau boleh memilih lebih baik Dewo diam saja tak menjawab perkataan Ane karena Dewo sibuk dengan dunianya sendiri lebih tepatnya Dewo sibuk melamun memikirkan perkataan Ane yang mengatakan bahwa semua orang akan menuduh Dewo budeg dan tuli dari pada Dewo diam saja dari tadi karena terserang penyakit budeg dan tuli.

__ADS_1



Kini Ane memikirkan cara supaya Dewo mendengar suara Ane, karena kini Ane yakin penyebab Dewo diam saja tanpa menjawab perkataan Ane adalah karena Dewo tidak mendengar semua perkataan dan semua omongan Ane lebih tepatnya Dewo budeg dan tuli sehingga tidak mendengar omongan Ane, maka dari itu Ane berpikir untuk menyadarkan Dewo supaya mendengar semua omongan yang akan di keluarkan dari Ane.


"Aku harus gimana dong ini, pokoknya aku harus menyadarkan Dewo, lho koq malah jadi menyadarkan emang Dewo sedang melamun, lebih tepatnya aku harus membuat Dewo mendengar suara merdunya aku dan suara mahalnya aku, karena aku sangat yakin kalau Dewo pasti tidak menjawab semua omongan aku karena Dewo itu terkena penyakit budeg dan tuli, kenapa aku baru nyadar kalau Dewo juga sebelum aku berbicara seperti ini, Dewo juga tidak menjawab perkataan aku karena Dewo itu terkena penyakit tuli dan budeg, bahkan Dewo juga mengakui sendiri kalau Dewo itu tuli dan budeg jadi tugasnya aku sekarang adalah bagaimana caranya supaya Dewo mendengar semua omongan dan semua perkataan yang akan aku keluarkan dari mulutnya aku" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo.


Setelah Ane berpikir selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Ane berpikir selama beberapa puluh menit, kini Ane sudah menemukan ide briliant yang sangat ampuh supaya Dewo mendengar suaranya Ane, kini Ane yang sudah mendapatkan ide seperti itu langsung menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya walaupun umurnya sudah kepala empat namun Ane masih tetap terlihat cantik.


"Otaknya aku ternyata cerdas juga karena aku sudah menemukan ide supaya Dewo mendengar semua perkataan aku dan Dewo mendengar semua omongan aku, pokoknya aku harus menjalankan apa yang ada di otaknya aku secepatnya, supaya aku bisa bebas dan aku bisa tidur dengan nyenyak, tunggu dulu kenapa aku berpikiran bisa tidur dengan nyenyak padahal ini masih di supermarket, aku ngga mau dong tidur di supermarket, dan aku juga baru ingat kalau Dewo terserang penyakit budeg dan tuli dadakan otomatis setelah aku sama Dewo pulang dari supermarket, aku belum bisa bobok cantik karena aku sudah berniat dan bertekad akan membawa Dewo ke poli THT untuk memeriksa telinganya Dewo supaya Dewo tidak budeg dan tuli, tapi intinya aku harus semangat supaya Dewo bisa sembuh lagi seperti sedia kala, dan aku harap Dewo tidak terserang penyakit budeg dan tuli, seandainya Dewo memang sudah terserang penyakit budeg dan tuli semoga penyakit budeg dan tulinya Dewo itu bisa secepatnya di sembuhkan supaya aku juga ngga menanggung malu kalau Dewo budeg dan tuli aku juga ikutan malu" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo.

__ADS_1


__ADS_2