Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Ngga Setia Sama Ranjang Kamu


__ADS_3

Diran yang telah melangkahkan kakinya ke arah tempat parkir selama beberapa puluh menit, kini Diran telah sampai di tempat parkir perusahaan miliknya, lebih tepatnya Diran telah sampai di dekat mobil miliknya.



Diran tanpa menunggu waktu lama buru buru membuka pintu mobil miliknya, setelah pintu mobil terbuka kini Diran langsung masuk ke dalam mobil tersebut dan menjatuhkan bokongnya di kursi kemudi.



Setelah Diran duduk manis di kursi kemudi, tangannya Diran buru buru menutup pintu mobilnya, lalu setelah pintu mobil Diran tertutup rapat, kini Diran memasangkan sabuk pengaman ke tubuhnya.



Setelah sabuk pengaman melekat sempurna di badannya, kini Diran langsung mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Aku harus cepat pulang supaya aku bisa lihat keadaan istri aku, sebenarnya tadi istri aku itu teriak kenapa, bukan hanya itu saja tapi istri aku juga langsung memutuskan sambungan telpon secara sepihak, aku jadi takut jangan jangan istri aku teriak gara gara istri aku di tusuk oleh pria lain, astaga keterlaluan sekali pria yang akan merebut istri aku, sudah tahu istri aku sudah menikah dengan aku kenapa pakai buat merebut segala, apa pria yang berniat merebut istri aku ngga takut kena karma" batin Diran sambil menambah kecepatan laju mobilnya.


Ane kesal dan tersulut emosi akibat perbuatan dari Dewo, sungguh Ane tak habis pikir kalau Dewo akan berani mencubit tangannya saat tangannya Ane bertengger di mulutnya Dewo.


Kini Ane menatap nyalang ke arah Dewo, sementara Dewo mengalihkan tatapannya dari Ane, sehingga kini Dewo menatap ke sembarang tempat alias Dewo menatap ke sembarang arah.


Sungguh Dewo takut melihat Ane yang melototkan kedua matanya ke arah Dewo, sebenarnya Dewo juga tadi refleks mengeluarkan jurus kagetnya berupa Dewo mencubit tangannya Ane.


Karena Dewo yang ingin lepas dari jerat tangannya Ane, membuat Dewo tadi langsung mencubit tangannya Ane, supaya mulutnya Dewo bisa bebas.


Namun sepertinya gara gara Dewo mengeluarkan jurus kagetnya berupa mencubit tangannya Ane supaya mulutnya Dewo bisa lepas dari Ane, membuat boomerang bagi Dewo.

__ADS_1


Kini Dewo harus siap mendengar ceramah Ane yang panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api, bahkan pasti Ane akan ceramah menggunakan teriakan 24 jam non stop tanpa henti.


"Pasti mama gue bakal ceramah panjang lebar melebihi panjangnya rel kereta api, lagian ngapain tangannya gue pakai mencubit tangannya mama gue, cuma bikin mama gue ceramah yang tiada henti, niat hati supaya gue bisa bebas dari tangannya mama gue, kenapa malah ibarat kata keluar dari lubang buaya masuk ke kandang macan” batin Dewo sambil menatap ke sembarang arah.


"Dewo ngapain kamu pakai mencubit tangannya mama segala, heran mama sama kamu, jangan jangan tujuan kamu mencubit tangannya mama supaya mama bisa pergi dari kamarnya kamu, supaya kamu bisa enak enakan tidur di atas ranjang empuk miliknya kamu" tebak Ane yang memang benar tak meleset, sementara Dewo tersenyum masam mendengar ocehan Ane.


Sungguh Dewo heran sudah tahu kenapa Dewo mencubit tangannya Ane, tapi kenapa Ane masih bertahan berada di kamarnya Dewo.


Sebenarnya Dewo mencubit tangannya Ane bukan ingin Ane keluar dari kamarnya Dewo juga, tapi karena mulutnya Dewo sudah tidak bisa bebas gara gara tangannya Ane menutup mulutnya Dewo.


Oleh sebab itu Dewo refleks mencubit tangannya Ane, walaupun dalam hatinya Dewo juga puas karena bisa memberikan pelajaran kepada Ane.


"Aku tadi ngga sengaja mencubit tangannya mama, mungkin karena gerakan refleks saja" sahut Dewo memang tak sepenuhnya berbohong, kenyataannya memang Dewo tadi tak sengaja mencubit tangannya Ane.



Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo setelah mendengar jawaban dari Dewo, lalu Ane berkata lebih tepatnya Ane langsung berteriak.


"Dewo jadi maksudnya kamu saat mama telponan dengan papa kamu malah kamu sibuk tidur, sehingga kamu ngga sengaja mencubit tangannya mama" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang, Ane menduga kalau Dewo pasti tadi tidur sehingga tidak sengaja mencubit tangannya Ane.


Dewo langsung membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga, sungguh Dewo tak menyangka malah Ane menuduh Dewo seperti itu, padahal tadi Dewo tidak bisa tidur sama sekali.



Bagaimana Dewo bisa tidur kalau mulutnya Dewo di bungkam oleh Ane, bukan hanya itu saja tapi suaranya Ane yang sedang berbicara lewat telpon dengan Diran itu juga menggangu Dewo untuk tidur atau sekedar memejamkan kedua mata.

__ADS_1


"Mama dari tadi aku ngga tidur, gimana mau bisa tidur kalau mulutnya aku di serang tangannya mama, dan telinganya aku di serang sama suara mama" jelas Dewo sambil menatap ke arah Ane.


Ane mendengus sebal, sungguh Ane tersinggung karena secara tidak langsung Dewo menyalahkan dirinya yang menyebabkan Dewo tidak tidur.


"Dewo jadi maksudnya kamu penyebab kamu tidak bisa tidur itu mama ? gara gara tangannya mama dan suaranya mama yang merdu kamu ngga bisa tidur" tuduh Ane sambil menatap Dewo seakan menuntut jawaban dari Dewo.


Dengan cepat Dewo menganggukkan kepalanya mantap, membuat Dewo melototkan kedua matanya ke arah Dewo, bahkan matanya Ane hampir keluar dari wadahnya.



Setelah Dewo melihat tatapan tak bersahabat yang di keluarkan Ane, membuat Dewo buru buru menggeleng gelengkan kepalanya dengan mantap.



Sungguh Dewo takut dengan pelototan yang di keluarkan oleh kedua matanya Ane, Dewo itu takut kalau kedua matanya Ane menggelinding ke lantai, lalu Dewo di suruh memasangkan lagi kedua matanya Ane ke tempatnya.



Memikirkan hal itu membuat Dewo ketakutan sendiri, karena Dewo tidak bisa cara memasang mata ke tempatnya.


"Bu Bu bukan mama koq penyebab aku ngga tidur, itu gara gara aku yang belum mengantuk makanya aku belum bisa tidur, aku kalau sudah mengantuk dimanapun tempatnya pasti bisa tidur, termasuk aku tidur di sofa sambil duduk manis melebihi manisnya gula" jelas Dewo panjang kali lebar kali luas dengan nada terbata.


Ane yang mendengar jawaban dari Dewo membuat Ane mengeluarkan senyum mengejek ke arah Dewo.


"Mama sudah tahu Dewo, dan mama sudah sangat yakin kamu belum mengantuk gara gara bau wangi tangannya mama yang menempel di mulutnya kamu, dan suara merdunya mama yang terdengar di telinganya kamu, itu tandanya kamu ngga setia sama ranjang kamu, ngapaian kamu tidur di sofa sambil duduk ngga tidur di ranjang miliknya kamu" cibir Ane dengan nada meledek, sementara Dewo membeku lidahnya kelu mendengar jawaban dari Ane.

__ADS_1


__ADS_2