
Ane menerbitkan senyuman lebar di wajahnya entah mengapa dirinya sangat bahagia karena Dewo menerbitkan senyuman lebar di wajahnya karena Dewo mengajak dirinya pulang ke rumah terlebih dahulu
Dewo syok dan kaget karena walaupun Dewo dan Ane pulang dari supermarket lebih cepat ujung ujungnya Dewo dan Ane bakalan ke tempat THT dan ke tempat orang pikun sungguh memikirkan itu membuat Dewo sangat pusing ratusan milyar keliling.
"Dewo ayo kita berdua pulang ke rumah sekarang" ajak Ane dengan suara yang sangat keras namun tetap saja Dewo tak bergeming mendengar teriakan Ane karena Dewo masih memikirkan nasibnya yang akan sebentar lagi di bawa ke poli THT dan ke poli pikun
Setelah Ane menunggu selama puluhan jam kelamaan dong maksudnya setelah Ane menunggu selama beberapa puluh menit kini Ane dapat menyimpulkan sesuatu yang sangat penting .kenapa Dewo tidak mendengarkan siaran merdunya Ane menurut Ane.
Ane mengira bahwa Dewo tidak mendengar suara merdunya Ane bukan karena menduga Dewo sedang melamun tapi Ane malah menduga Dewo kalau Dewo itu benar benar punya penyakit dadakan berupa budeg dan tuli.
"Benar dugaan aku kalau Dewo itu benar benar budeg dan tuli, makanya aku ngga di dengar oleh Dewo, tapi aku penasaran penyebab Dewo jadi mendadak budeg ko Oichi oi om om tuli kayak gini aku heran padahal Dewo tidak pernah kejedot apapun lho koq mendadak Dewo bisa budeg dan tuli kayak gini aku harus cari akal supaya Dewo ngga budeg dan ngga tuli lagi" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo dengan di penuhi tanda tanya
__ADS_1
Setelah Ane memaksa otaknya untuk berpikir kini Ane sudah menemukan jawabannya supaya bisa membuat Dewo mendengar suaranya Ane walaupun Dewo budeg dan tuli membuat Ane menerbitkan senyuman lebar di wajahnya.
"Sepertinya aku tahu cara supaya Dewo tersadar dari lamunannya maksudnya supaya Dewo yang terserang penyakit tuli dan penyakit budeg bisa mendengar suara merdunya aku, lebih baik aku laksanakan sekarang saja misinya yang ada di otaknya aku itu lebih baik supaya aku bisa secepatnya pulang ke rumah dan aku langsung mengantar Dewo ke poli THT apalagi Dewo juga terserang pikun juga jadi aku harus basa Dewo ke tempat orang pikun juga tapi tempat orang pikun dimana ? aku belum tahu tempatnya lebih baik yang aku pikirkan adalah gimana caranya aku bisa menyadarkan Dewo supaya walaupun Dewo budeg dan tuli tetap mendengar suaranya aku" batin Ane sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya
Ane menatap ke arah Dewo sambil tersenyum devil lalu tanpa ragu Ane mendekatkan tubuhnya ke arah Dewo lalu Ane melakukan aksinya yaitu berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo.
"Dewo mama jadi semakin yakin kalau kamu itu tuli dan budeg karena kamu ngga mendengarkan omongan mama yang merdu ini" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang walaupun tanpa bantuan toa
Sementara Dewo yang mendapatkan serangan mendadak dari Ane berupa teriakan Ane yang sangat kencang dan sangat keras membuat Dewo hampir saja mendorong tubuhnya Ane supaya jatuh ke lantai karena orang yang berteriak di telinganya Dewo sangat menggangu dan sangat bikin emosi
Ane menatap nyalang ke arah Dewo membuat Dewo menelan salivanya berkali kali sambil menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal karena salah tingkah di tatap seperti itu oleh Ane.
__ADS_1
"Dewo kamu mau gunakan buat apa tangannya kamu ?" tanya Ane dengan nada berteriak sangat keras dan sangat kencang melebihi suara toa sedangkan Dewo menelan salivanya berkali kali sambil dirinya memutar otak untuk berpikir supaya menemukan alasan yang tepat mau di gunakan buat apa tangannya Dewo
"Mama tangannya aku mau aku gunakan buat macam macam seperti contohnya pakai sendok buat makan, pakai sendok juga bisa di gunakan buat makan bakso" jelas Dewo sambil tersenyum kikuk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedangkan Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo
Sungguh Ane emosi sekali mendengar jawaban dari Dewo yang seenak jidat sendiri dan asal ceplos membuat Ane mengeluarkan sungut dan tanduk yang panjang di kepalanya.
"Dewo mama serius jangan becanda ka Ane dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kencangnya suara toa sementara Dewo yang mendengar suara teriakan Ane ingin sekali Dewo menghajar dan memberi bogeman mentah kepada Ane karena akibat teriakan Ane Dewo hampir saja terpeleset dan hampir saja tersandung batu yang ada di atas genteng maksudnya tersandung batu di halaman rumah
"Aku juga serius mah salah satu fungsi tangannya aku adalah supaya di izinkan buat makan dan melakukan semua aktivitas yang aku mau tapi aku memang pria yang romantis mah menurut orang aku juga makin cinta sama kamu karena aku cintanya sama kamu" jelas Dewo dengan suara yang di atur agak lirih bukan karena Dewo takut kepada Ane namun Dewo takut kalau banyak orang yang mengenali dirinya dan mengenali Ane mengingat bahwa Dewo dan papanya Dewo alias suaminya Ane adalah orang terpenting di negaranya karena mempunyai banyak cabang perusahaan.
Kedua matanya Ane langsung terbelalak lebar mendengar jawaban dari Dewo yang menurut Ane adalah hal biasa dalam hatinya Ane kenapa Dewo tidak merayu wanita supaya Dewo juga bisa mendapat pacar lalu Dewo menikahi pacarnya dan Ane cepat menimang cucu dari rahim istrinya Dewo.
"Dewo kamu sejak kapan jadi tukang bakso kayak tadi" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan Ane menatap nyalang ke Dewo
"Koq mama jadi bahas tukang bakso ada ada saja, mama jangan jangan makasih aku habis melamun lalu mommy aku sudah lebih di tengah jalan" jelas Dewo dengan suara yang agak jengah kali sedangkan Ane menatapnya nyalang ke agan Dewo membuat Ane kesal dengan Dewo
__ADS_1
"Terserah mama dong mau bahas tukang bakso atau bahas tukang kebun mulutnya mama kamu ngga usah berisik" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang membuat Dewo sampai terlonjak kaget bahkan sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri saking kagetnya menerima teriakan yang di keluarkan Ane yang sangat keras dan sangat kencang