
setelah percakapan Adit dan ayahnya ditelepon Adit bergegas menemui Jimmy di kantor untuk mengambil berkas berkas kerjasama yang harus ditandatangani oleh Alim.
setelah menempuh perjalanan 5 menit akhirnya Adi telah sampai di kantor dan langsung masuk ke ruangan Jimmy tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
kedatangan Adit ke perusahaan dan langsung masuk ke ruangannya itu tidak membuat Jimin terkejut karena ini adalah rencana mereka.
"lu udah sampai?"tanya Jimmy.
"belum gue masih di kayangan,"ucap adik.
"cih, itu cepat serahkan kepada Alim dia sudah menunggu lo bawa sekarang juga pergilah sana,"ucap Jimmy sambil melempar atas ke arah Adi.
"brengsek lu, awas aja nanti kalau gue kembali lagi di sini gue pastikan lo tidak bisa lagi kerja di,"ucap Adit kesal.
setelah itu adik pergi keluar dari ruangan Jimmy setelah sampainya di lobby bawah adik langsung bergegas menaiki mobilnya dan membawa berkas itu ke alamat yang sudah diberikan dini yaitu apartemen Alim, setelah menempuh jarak waktu 10 menit akhirnya hari telah sampai di kawasan apartemen itu den Adit menaiki lift menuju lantai 10 di mana apartemen Ali berada, sampai di depan pintu Adit langsung memasukkan password yang sudah diberikan ayahnya kepada dirinya, setelah berhasil membuka password apartemen Halim Adit langsung masuk ke dalam apartemen itu.
setelah masuk samar-samar adik mendengar suara berasal dari kamar alin suara itu adalah desas-desus kenikmatan dua orang laki-laki dan perempuan, suara itu suara-suara kenikmatan, membuat bulu kodok Adit berdesir dan hawa panas mulai masuk ke relung jiwa ke langitnya.
Adit tahu itu suara apa dan penghuni apartemen itu lagi melakukan apa, Adit sangat kesal dan menggumpal sendiri.
"sial gue kemari untuk mendengar suara-suara kenikmatan mereka brengsek torang,"ucap Adit kesal.
sebenarnya rencana ini juga dilakukan oleh Alim, sebenarnya ada yang tidak ingin membantu rencana Ayah Adit namun karena orang tuanya memaksa untuk membantu kelancaran rencana Ayah Adit maka Alim melakukan rencana tersebut, sebenarnya Alim juga tidak tega kepada Selena namun kalau tidak seperti itu, rencana dia akan menikahi kekasihnya pasti akan gagal, sementara Alim tidak mencintai Selena sama sekali, Halimah hanya memanfaatkan Selena untuk membalaskan dendam kepada Adit, karena dulu Adik pernah merebut kekasih Alim yaitu kakak Selena, setelah Ali mengetahui kalau Adit mempunyai hubungan spesial dengan Selena, Alim melakukan rencana untuk membalaskan dendamnya kepada Adit dengan cara merebut kekasih Adit yaitu Selena, bisa dibilang rencana Ayah Adik ini membuat keuntungan buat Alim, yaitu membuat Adit sakit hati seperti yang telah dia rasakan dahulu, di mana adik telah merebut kekasih alim di saat Alim sayang-sayangnya.
sudah 1 jam lamanya Adik menunggu alin yang masih memadu kasih di dalam kamarnya, pada akhirnya Alim telah keluar dari kamarnya ia melihat Adit yang duduk di sofa sambil menatapnya tetapan Alim dan Adit bertemu Ali menatap adik dengan tatapan tajamnya rasanya dia ingin menerkam Adit saat ini juga.
"hai bro,"ucap Alim.
Adit Adik tidak menjawab sapaan Alim ia hanya menatap Alim dengan tatapan tajamnya.
"ah ayolah bro tidak perlu menatapku seperti itu, sekarang mana berkasnya gue harus tanda tangan dan segera keluar dari tempat gue sekarang oke,"ucap Alim kepada Adit.
"cih, kau membuatku menunggu terlalu lama bro, demi senang-senangmu itu, nih tanda tangan segera setelah itu gue pulang,"ucap Adit.
Ali mengambil berkas yang dilemparkan Adit kepada dirinya dan dan dia menandatangani tapi sebelum menandatanganinya Selena keluar dari kamar, Alim tersenyum tipis ketika melihat Selena.
Adit menoleh ke belakang melihat siapa yang baru saja keluar dari kamar itu, betapa terkejutnya Adit ketika melihat Selena yang baru saja keluar dari kamar begitupun Selena, Selena membelalakkan matanya ketika melihat seseorang yang ada di depannya yaitu Adit.
"a a Adit,"Selena dagu tidak tahu mau ngomong apa ketika melihat seseorang yang di hadapannya ini,
Adit tersenyum kecut ketika melihat Selena ia menyunggingkan bibirnya,
"iya ini aku kenapa kamu kaget?"ucap Adit menyunggingkan bibirnya.
Alim bertepuk tangan setelah menandatangani berkas yang diberikan Adit kepadanya.
"oh rupanya kalian sudah saling kenal ya aku tidak menyangka kalau kalian saling,"ucap Alim.
Selena dan Adit menoleh memandang Alim tanpa menjawab pertanyaan Alim.
"oh jadi dia kekasihmu? yang baru saja..,"Adit menggantungkan ucapannya, karena ia tahu dua orang di hadapannya itu mengetahui maksud dari ucapannya itu.
sebenarnya Adit merasa sakit ketika melihat Selena yang baru saja keluar dari kamar Alim, ia tidak menyangka kalau Selena adalah kekasih alim yang baru saja bertempur selama berjam-jam di kamar Alim.
"kamu ngapain di sini?"Selena kepada Adit.
__ADS_1
"gue nggak nemuin lo, gue hanya membawa ini untuk ditandatangani oleh Alim,? karena kami melakukan kerjasama untuk perusahaan kami,"ucap Adit kepada Selena.
nyalakan matanya dia terkejut dan dia berpikir ternyata Adit sudah kembali lagi di perusahaannya sedikit ada rasa menyesal telah memutuskan Adit ketika Adit jatuh miskin dan dipecat dari perusahaan yang dia pimpin.
Adit menyadari itu, dia tahu kalau Selena terkejut dan tidak menyangka.
"kenapa kamu kaget kamu menyesal, cih aku bersyukur kamu sudah memutuskan aku dan aku bersyukur aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri kamu,"ucap Adit menggantungkan ucapannya lagi.
"oh jadi kalian berpacaran selama ini, tapi kenapa aku tidak tahu ya, Selena tolong jelaskan kepadaku apa maksudnya semua ini,"ucap Alim berpura-pura tidak tahu, dengan begini ia mudah memutuskan Selena.
"a a aku,ka kamu,"ucap Selena gugup dan gagu tidak tahu mau ngomong apa.
"kenapa tolong jelaskan,"ucap Alim.
"biar gue yang jelaskan, iya kami berpacaran tapi itu dulu sekarang sudah tidak, dia sudah memutuskan aku dan aku juga sudah memutuskan dia, kamu tahu kenapa bro? kenapa dia memutuskan aku?aku jatuh miskin aku dipecat oleh ayah itu semua karenanya setelah aku tidak mempunyai apa-apa dia telah memutuskanku, dan lihatlah dia menjual tubuhnya hahaha, hati-hati bro lu akan mengalami nasib yang sama seperti gue,"ucap Adit menyunggingkan bibirnya dan mengungkapkan semuanya kepada Alim agar Alim tahu siapa Selena sebenarnya.
"oh begitu rupanya berarti Selena kamu selama ini selingkuh, dari Adit dan berpacaran denganku, nama ini kamu telah membohongiku begitu Selena? baiklah aku benci dengan kebohongan, yang tidak ada maaf dengan kebohongan, mulai sekarang kamu dan aku sudah selesai sampai di sini,"ucap Alim kepada Selena.
"Alim, dengarkan dulu penjelasanku bukan maksudku seperti itu Alim tolong jangan putusin aku, dengar dulu penjelasanku Alim,"ucap Selena ketika sudah mendekati Ali dan memegang tangan Alim meminta Alim untuk mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.
enak tidak terima bila diputuskan Alim sepihak, karena dia amat sangat mencintai Alim, Adit nanti dia pikirkan belakangan yang penting sekarang Alim.
Selena sudah berniat untuk memperbaiki hubungannya dengan Alim kemudian ia merayu adik kembali, untuk melancarkan rencananya selama ini, tapi dia belum tahu kalau Adit benar-benar sudah tidak menaruh hati lagi padanya semenjak saat ini ketika Adit melihat Selena baru saja keluar dari kamar Alim.
"cukup aku tidak mau mendengar alasan apapun lagi dari mulutmu itu, sekarang kau keluar dari sini sekarang juga cepat,"ucap Alim pura-pura emosi dan mendorong Selena.
"Alim dengerin aku dulu aku belum jelasin dengerin aku dulu Alim,"ucap Selena.
"mau menjelaskan apa kamu mau menjelaskan kalau kamu khilaf begitu, kamu mau menjelaskan kamu tidak sengaja begitu, mau menjelaskan kalau itu tidak benar begitu, jelaskan itu semua bohong begitu, sekarang semuanya sudah cukup jelas apalagi yang harus kamu jelaskan kepadaku, sainganku ada di depanku sekarang dan mengatakan semuanya dengan jujur kalau kalian berdua berpacaran dan kamu selingkuh dari dia dan berpacaran denganku, cih perempuan apa ini, terus jika aku sudah memaafkan kamu kita lanjut kembali dengan hubungan kita, tidak menutup kemungkinan kamu akan melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan kepada Adit itu kepadaku juga, aku tidak suka dengan perempuan yang tidak setia dan suka mengobrol tubuhnya kepada lelaki lain, sekarang aku jelaskan lagi kita putus oke,"ucap Alim panjang lebar.
"oh iya Selena aku cuma mau ngingetin kamu lagi, kita udah putus juga ya semenjak itu kamu mutusin aku ketika kamu mengetahui aku sudah tidak mempunyai apa-apa lagi, dan yah jangan pernah kamu tunjukkan muka kamu kehadapanku aku jijik melihat wajahmu itu,baiklah bro Alim gue permisi dulu selesaikan hubungan kalian berdua karena gue udah selesai dari dulu permisi,"ucap Adit.
"oke bro terima kasih ya atas penjelasannya, terima kasih banyak loh udah capek-capek datang ke sini membawa berkas ini, dan sudah menjelaskan semuanya tentang Selena kepadaku terima kasih banyak bro senang bekerja sama denganmu,"ucap Alim kepada adit.
"yoi bro semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar saya permisi,"ucap Adit.
melangkahkan kakinya untuk keluar dari apartemen milik Alim tapi sebelum itu dia menoleh ke arah Selena dan dia menyunggingkan bibirnya sambil mengangkat alisnya, kemudian ia berjalan melangkahkan kakinya untuk keluar dari apartemen itu.
sedangkan yang di dalam apartemen Selena dan Alim masih saling menatap, Selena menatap Alim dengan penuh permohonan sedangkan Alim menatap Selena dengan tetapan tajamnya.
"tunggu apa lagi keluar sekarang,"Alim ngusir Selena.
"Alim dengarkan aku dulu Alim dengarkan dulu penjelasanku,"ucap Selena.
"aku tidak mau lagi mendengar alasan busukmu itu sekarang keluar cepat keluar,"ucap Alim sudah tersulut emosi dan bahkan dia menarik tangan Selena untuk keluar dari apartemennya.
setelah berhasil ia mengusir Selena dan Selena sudah berada di luar apartemennya ia menutup pintunya dengan sangat kuat dan dia mencerminkan bibirnya, sementara Selena berada di luar berusaha membuka pintu dan mengetuk-ngetuk pintu apartemen Alim dan bahkan berteriak-teriak ingin menjelaskan sesuatu kepada Alim.
tok tok."Alim dengerin gue dulu,"ucap Selena mengetuk-ngetuk pintu.
tok tok tok tok
"Alim buka pintunya dengerin aku dulu Alim buka pintunya Alim brengsek buka pintunya bjg,"ucap Selena lagi sambil menggedor-gedor pintu dengan sangat kuat bahkan tetangga apartemen Alim semua keluar menatapnya karena berisik.
"heh Mbak berisik,"ucap tetangga Alim.
__ADS_1
Selena menoleh ke samping dan menatap wanita itu tajam.
tok tok, tok tok.
"Alim buka pintunya, Alim gue nggak terima ya lo putusin sepihak macam gini, buka pintunya Alim brengsek,"ucap Selena lagi mengetuk-ngetuk pintu Adit dengan kuat ia tidak peduli dengan tetangga Adit yang sudah mengomentarinya karena berisik.
"tembak lo nggak punya telinga ya, berisik sekarang lo pergi dari situ berisik tau nggak, kalau lo nggak keluar juga gue panggilin security buat seret loh keluar dari sini,"ucap tetangga Alim.
Selena menatap gadis itu dengan tatapan tajamnya.
"coba saja kalau berani gue habisin loh,"ucap Selena kepada gadis itu.
"Lo pikir gue takut sama lo hah,"ucap gadis itu mendekati Selena.
gadis itu mendekati Selena dan tanpa aba-aba.
plak
satu tamparan mendarat di pipi Selena yang diberikan oleh gadis itu.
"auuu,"Selena menjerit kesakitan karena sudah mendapat satu tamparan dari gadis itu dengan kuat.
"berani lo yah nampar gue, sinilah biar lo tahu gimana rasanya tamparan gue,"ucap Selena menarik tangan gadis itu.
plak..
satu tamparan lagi mendarat di pipi Selena yang diberikan gadis itu.
"aaau, sialan loh,"ucap Selena menjambak rambut gadis itu hingga kuat.
mendengar keributan yang berada di luar dan Alim mendengar suara Selena yang teriak-teriak dan bahkan ada suara gadis lain yang ikut berteriak dan saling memaki bersama Selena Alim keluar dari apartemennya dan betapa terkejutnya ia melihat Selena dan gadis itu sudah saling jambak-jambakan.
Adit menghampiri Selena dan gadis itu ingin melerai perkelahian Selena dan gadis itu.
"berhenti kalian, Selena aku bilang berhenti,"ucap Adit.
mendengar teriakan Adit yang berusaha memberhentikan mereka yang jambak-jambakan sontak Selena melepaskan tangannya dari tembakannya di rambut gadis itu, tapi sayang saking kesalnya gadis itu tidak melepaskan jambakannya di rambut Selena, iya memanfaatkan keadaan itu untuk menghabisi Selena di tangannya juga, gadis itu menjambak rambut Selena membabi buta bahkan gadis itu menjedok kepala Selena ke dinding alhasil hidung Selena berdarah.
Alim berusaha melerai perkelahian itu.
"berhenti aku bilang berhenti,"ucap Alim.
gadis itu melepaskan tangannya dari rambut Selena dan pergi meninggalkan Adit dan Selena begitu saja.
"hiks -hiks Alim sakit,"ucap ucap Selena menjerit kesakitan kepada Alim dan Selena memeluk Alim.
Ali melepaskan pelukan Selena ia menarik Selena masuk ke dalam alat permennya ia berniat membersihkan luka Selena dan setelah itu ia akan mengantarkan Selena pulang ke rumahnya.
setelah selesai membersihkan luka Selena ia berniat mengajak Selena untuk pulang ke rumahnya milik Selena.
"gue antar lu pulang sekarang,"ucap Alim.
Selena menggelengkan kepalanya."gue nggak mau pulang sebelum lo mendengar penjelasan gue terlebih dahulu,"ucap Selena.
"cukup Selena, cukup, mau dengar alasan apapun lagi dari lo sekarang mau dan tidak mau lo harus terima keputusan gue, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi sekarang dan sekarang gue antar lu pulang, jangan menolak untuk gue antar, lo pilih mana gue antar atau lu pulang sendiri,"ucap Alim tegas kepada Selena.
__ADS_1
dengan kadang terpaksa Selena menyetujuinya untuk diantar pulang Alim.