Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Suka Mendengarkan Petasan


__ADS_3

Dewo masih mematung di tempat mendengar omongan Ane yang katanya akan berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo supaya Dewo mendengar semua omongan Ane.



Ane menatap ke arah Dewo sambil memantapkan hati dengan pilihan yang akan di pilih lebih tepatnya akan merealisasikan rencana yang sudah di susun oleh Ane yaitu Dewo dan Ane akan pergi ke poli THT untuk memeriksa telinganya Dewo yang menurut Ane budeg dan tuli.


"Kenapa jadi kayak gini gue niatnya berpura pura budeg dan berpura pura tuli supaya gue bisa pulang cepat ke rumah lalu gue bisa rebahan santai dan tidur tampan di rumah bukan malah gue bakal mendapatkan teriakan yang sangat keras dan sangat kencang dari mama gue, gimana ini dong apa gue mengaku saja ke mama gue kalau gue berpura pura budeg dan berpura pura tuli supaya mama gue ngga berteriak teriak di telinganya gue" batin Dewo sambil menerbitkan senyuman lebar di wajah tampannya.


"Kasihan banget kamu Dewo umurnya kamu belum ada tiga puluh tahun tapi kamu sudah tuli dan budeg mama yang umurnya lebih tua dari kamu malah mama yang melahirkan kamu ke dunia ini mama ngga budeg dan ngga tuli bahkan papa kamu yang menanam benih ke rahim mama hingga membuat kamu lahir ke dunia juga ngga tuli dan ngga budeg tapi kenapa kamu budeg dan tuli apa kamu suka mendengarkan petasan membuat kamu budeg dan tuli di usia masih muda" batin Ane sambil mengawang awang bahwa dirinya dan sang suami tidak budeg dan tuli tapi Dewo mendadak budeg dan tuli


Dewo menatap ke arah Ane dirinya kini sudah mantap akan bicara jujur bahwa Dewo tidak tuli dan budeg kepada Ane supaya Dewo tidak mendapatkan teriakan teriakan yang sangat keras dari Ane di telinganya Dewo yang mungkin saja bisa merusak gendang telinganya Dewo.

__ADS_1



Ane menatap ke arah Dewo dirinya memutuskan akan langsung pulang sekarang juga tanpa membeli jas buat sang suami karena Ane pikir dirinya harus cepat cepat membawa Dewo ke poli kandungan memangnya pria bisa hamil ? Dewo itu pria jadi ngga bisa hamil maksudnya Ane akan membawa Dewo ke poli THT.


"Mama lebih baik kita berdua pulang saja" ucap Dewo kepada Ane sambil menatap ke arah Ane sedangkan Ane yang masih sibuk melamun dan asyik melamun tidak mendengar omongan dari Dewo.


Setelah Dewo menunggu selama beberapa puluh tahun kelamaan dong maksudnya setelah Dewo menunggu selama beberapa puluh menit Dewo tak mendengar suara jawaban dari Ane.



"Koq mama gue belum jawab pertanyaan gue dari tadi gue sudah tungguin jangan jangan mama gue tuli dan budeg, tapi gue heran mama gue yang budeg dan tuli kenapa malah mama gue menuduh gue yang budeg dan tuli, oh gue baru ingat kalau gue sendiri yang mengaku budeg dan tuli ke mama gue tapi sebelum gue bilang sama mama gue kalau gue budeg dan tuli juga mama gue menuduh gue budeg dan tuli kebangetan banget mama gue pakai menuduh gue tuli dan budeg" batin Dewo berteriak teriak dengan sangat kencangnya namun teriakan Dewo sama sekali tidak di dengar oleh siapapun termasuk oleh manusia dan semua jenis hewan.

__ADS_1


Dewo yang telah berpikir selama beberapa puluh tahun kelamaan dong maksudnya setelah Dewo berpikir selama beberapa puluh menit kini Dewo telah menemukan ide supaya Ane bisa di ajak bicara oleh Dewo.


"Kayaknya gue punya ide supaya mama gue dengar semua omongan gue lebih baik gue berteriak di telinganya mama gue saja pasti dia dengar omongan gue buktinya tadi mama gue berteriak sangat keras dan sangat kencang di telinganya gue membuat gue dengar dan mulia tersadar dari lamunannya gue, lho tapi gue kan hanya berpura pura budeg dan tuli terus masalahnya kalau mama gue budeg dan tuli memang tetap mendengar semua omongan gue kalau gue sudah berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya mama gue tapi mama gue tetap ngga mendengar teriakkan gue gimana dong, lebih baik gue coba saja alhamdulilah mama gue dengar suara teriakan gue kalau mama gue belum dengar teriakannya gue biar gue cari akal lagi" batin Dewo sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya.


Dewo menatap ke arah Ane lalu Dewo mendekatkan tubuhnya ke Ane setelah itu tanpa ragu Dewo langsung berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Ane membuat Ane yang sedang sibuk melamun dan asyik melamun langsung membubarkan lamunannya.


"Mama kenapa jadi budeg dan tuli kayak gini lebih baik ayo kita berdua pulang sekarang" teriak Dewo dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Ane membuat Ane terlonjak kaget dan hampir mengeluarkan jurus kagetnya ke Dewo.


Ane yang mendapatkan serangan mendadak berupa teriakan di telinganya hampir saja mengeluarkan jurus kagetnya berupa menonjok wajahnya Dewo namun sebelum tangannya Ane mendarat di tubuhnya Dewo dengan gerakkan dekat Dewo menangkis tangannya Ane membuat tangannya Ane tidak jadi mendarat di tubuhnya Dewo.


"Dewo kamu ngga usah berteriak teriak di telinganya mama karena mama ngga budeg dan ngga tuli" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi teriakan Dewo tadi, Ane menatap nyalang ke Dewo sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedetik kemudian tawa renyah keluar dari Dewo.

__ADS_1


"Haha haha mama jangan malu bilang saja mama budeg dan tuli akui saja ngga usah malu karena itu kenyataan yang ada kalau mama ngga budeg dan ngga tuli kenapa mama ngga dengar omongan aku tadi sebelum aku berteriak ? kalau menurut aku kayaknya mama itu tuli dan budeg makanya aku berteriak saja di telinganya mama supaya mama dengar omongan aku" jelas Dewo tanpa dosa sambil masih tertawa terbahak bahak sedangkan kedua matanya Ane terbelalak lebar dengan mulut menganga.


"Dewo kamu ngga usah fitnah mama budeg dan tuli karena kenyataannya yang budeg dan tuli itu kamu bukan mama, kenyataannya mama memang ngga budeg dan ngga tuli makanya mama ngga mengakui kalau mama budeg dan tuli mungkin suara kamu yang sangat lirih sehingga mama ngga mendengar suara kamu, perlu kamu ingat dan catat kalau mama ngga budeg dan ngga tuli jadi kalau mau mengajak mengobrol mama ngga usah pakai berteriak di telinga mama" bentak Ane dengan suara sangat keras dan lantang sambil kedua matanya Ane melotot ke arah Dewo sedangkan Dewo masih sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak.


__ADS_2