Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Alasan Gue Dari Tadi Diam


__ADS_3

Ane menerbitkan senyuman lebar di wajahnya entah apa yang ada di otaknya dan kepalanya karena Ane tiba tiba mengeluarkan senyuman yang sangat lebar di wajahnya mungkin kalau semut dan kecoa yang lewat juga pasti akan penasaran dengan apa yang menyebabkan Ane tersenyum sangat lebar dj wajahnya.



Ane mengeluarkan senyum lebar di wajahnya karena setelah Ane menguras otaknya lebih tepatnya Ane memaksa otaknya untuk berpikir keras melebihi kerasnya baja kini Ane telah menemukan cara supaya Dewo anaknya Ane mendengar suara merdunya Ane mendapatkan ide briliant seperti itu membuat Ane sangat bahagia ingin sekali rasanya Ane terbang namun Ane bingung harus terbang pakai apa ? soalnya Ane tidak punya sayap buat terbang dan Ane juga tidak mau terbang menggunakan sapu lidi soalnya takut nanti Ane di cap orang gila.


"Aku sepertinya sudah punya akal dan sudah punya cara supaya Dewo anaknya aku yang budeg dan tuli mendengar omongan aku, ternyata otaknya aku cerdas juga bisa memikirkan cara supaya Dewo bisa mendengar suara merdunya aku, aku yakin dengan cara ini pasti Dewo bakalan mendengar suara merdunya aku, lebih baik aku laksanakan misi sekarang juga supaya aku bisa pulang lebih cepat ke rumah lalu aku bisa membawa Dewo ke dua tempat sekaligus yaitu ke poli THT dan tempat orang pikun, soalnya aku yakin pasti Dewo juga pikun bukan cuma budeg dan tuli doang, aku heran sama Dewo apa penyebab Dewo mengalami penyakit dadakan seperti budeg, tuli, dan pikun kayak sekarang" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo yang sedang menatap ke arah depan alias lurus dengan tatapan kosong tanpa di isi oleh sayuran dan buah buahan.


Ane menatap ke arah Dewo sekilas lalu tanpa aba aba dan tanpa ragu Ane langsung mendekatkan tubuhnya ke Dewo lalu Ane langsung berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo sampai membuat Dewo terlonjak kaget bahkan Dewo hampir mengeluarkan jurus kagetnya namun belum sempat Dewo mengeluarkan jurus kagetnya Ane langsung menjauhkan tubuhnya dari tubuh Dewo sehingga Dewo tidak bisa mengeluarkan jurus kagetnya sehingga Dewo kini hanya bisa mengeluarkan jurus tersenyum kikuk ke arah Ane yang sedang mendelik ke Dewo.


"Dewo kamu buruan siap siap kita berdua mau pulang sekarang juga ke rumah mama ngga jadi beli jas buat papa biar nanti papa beli sendiri saja lewat online shop atau papa datang langsung ke supermarket" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo membuat Dewo hampir saja mengeluarkan jurus kagetnya seandainya Ane tidak buru buru menjauhkan tubuhnya dari Dewo.

__ADS_1


Dewo yang mendapatkan serangan mendadak berupa teriakan dari Ane langsung terlonjak kaget bahkan hampir saja Dewo mengeluarkan jurus kagetnya bahasa gaulnya jurus pamungkas namun Ane dengan cepat menjauhkan tubuhnya dari Dewo sebelum jurus dari Dewo mendarat di tubuhnya Ane.


"Mama kenapa teriak teriak aku ngga" perkataan Dewo belum selesai sudah di potong oleh Ane


"Dewo mama teriak teriak kayak gini gara gara kamu yang ngga mendengar omongan mama kamu mau bilang apa tadi apa kamu mau bilang kalau kamu ngga salah ? atau kamu mau bilang kamu ngga tampan ? atau jangan jangan kamu mau bilang kamu ngga pintar ?" tuduh Ane sambil memicingkan satu mata ke arah Dewo sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Dewo ingin sekali menyemburkan Ane ke lautan atau ke tempat ikan hiu supaya Ane di makan ikan hiu.


"Mama kapan aku ngga mendengar omongan mama ? aku selalu mendengar omongan mama bahkan mama minta aku antar ke supermarket aku anterin, aku tadi bukan mau bilang aku ngga salah, aku juga tadi ngga mau bilang aku tampan karena tanpa aku bilang tampan juga semua orang sudah tahu kalau aku tampan, aku juga ngga bilang kalau aku ngga pintar karena kenyataannya aku itu pintar bahkan aku jadi ceo di perusahaan bukan hanya itu aku juga punya banyak kerja" lagi dan lagi kata kata Dewo belum selesai sudah di potong oleh Ane


Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo lalu membuat Dewo hanya diam saja karena mendapat serangan ancaman dari Ane, sungguh Dewo sebenarnya ingin protes dengan ancaman yang di berikan oleh Ane namun kalau Dewo protes bisa di jamin Ane bakalan melaksanakan ancamannya beneran yaitu Ane bakalan ke tempat pengumuman masa ke tempat pencucian piring, lo jangan deejay semav sama feel Ane hanya diam saja, gue sama Dewo juga hanya sebatas teman s biasa. ngga usah lebih


__ADS_1


Devia hanya menganggukkan kepalanya mantap sebagai jawaban mendapatkan anggukkan kepala juga membuat Ane bahagia dan senang sekali bahkan kalau Ane punya sayap akan terbang ke tinggi sekarang jarang.


"Oh jadi kamu sudah ikutan misi karyanya ?" tanya Ane dengan nada sedang sambil menatap ke arah Dewo sementara Dewo hanya menunjukkan jari lentiknya ke arah banyaknya tulisan tempat mana berada Ara


"Dewo kamu dengar omongan aku tinggal jawab jangan hanya diam saja" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang walaupun tanpa toa sementara kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut menganga.


Sungguh Dewo heran dengan jalan akal Ane orang yang telah melahirkan Dewo ke dunia ini ingin sekali Dewo menenggelamkan Ane ke dasar lautan atau menyeret Ane ke tempat ikan hiu supaya Ane menjadi santapan ikan hiu.


"Gue heran sama mama katanya tadi ngga boleh jawab sekarang giliran diam saja gue di suruh jawab sebenarnya apa maunya mama aku kenapa membingungkan sekali, gue harus gimana dong ini apa gue harus berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang kalau alasan gue dari tadi diam saja karena teriakan mama gue duluan yang mengancam gue" batin Dewo bingung qrtssm milyar


Ane sangat emosi kepada sekarang kenapa bukan besok sungguh Memikirkan itu semua membuat Dewo bingung smpai ratusan milyar keliling sedangkan Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo membuat Dewo yang paham arti tatapan Ane langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain istilah gaulnya Ane menatap ke arah tempat lain bukan karena Dewo takut tapi Dewo tidak mau memperkeruh keadaan

__ADS_1


__ADS_2