Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Lebih Parah Dari Budeg Dan Tuli Biasa


__ADS_3

Dewo sekarang sedang sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri istilah gaulnya adalah Dewo sibuk dan asyik melamun memikirkan nasib hidupnya apakah harus ikut ajakan Ane untuk pulang ke rumah atau Dewo tetap meminta Ane supaya tetap ada di supermarket ini untuk melanjutkan memilih jas buat papanya Dewo.



Ane menatap ke arah Dewo sambil memicingkan satu mata ke arah Dewo, dalam hatinya Ane sudah berpikir bahwa Dewo mengalami budeg dan tuli akut, sampai Dewo tidak mendengar suara teriakan Ane yang tadi sangat membuat heboh dunia sampai kecoa dan semut kalau bisa bicara akan marah kepada Ane.



Sebenarnya Dewo tadi mendengar suara teriakan Ane yang sama persis dengan kaleng rombeng, justru karena Dewo mendengar suara teriakan Ane yang sangat kencang dan sangat keras membuat Dewo sibuk dengan dunianya sendiri yaitu Dewo asyik dan melamun memikirkan Ane yang sejak tadi membuat malu Dewo.


"Dewo benar benar keterlaluan aku sampai berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang malah Dewo tetap ngga mendengar suara teriakan aku, jangan jangan benar dugaan aku kalau Dewo sudah terserang penyakit budeg dan tuli akut, pokoknya aku harus cepat cepat bawa Dewo ke poli THT supaya budeg dan tuli akut Dewo cepat di obati, kalau budeg dan tuli akut Dewo ngga di obati takut malah Dewo bikin malu doang" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


"Sebenarnya keputusan apa yang harus gue ambil kenapa gue bingung banget memutuskan apa gue harus pulang lebih awal ke rumah atau gue tetap ada di supermarket ini untuk membeli jas buat papa gue, keputusan rumit banget deh harus gimana ini gue, harus bertanya ke siapa gue supaya bisa menemukan jawaban yang tepat masa gue bertanya ke rumput yang bergoyang atau nyiur yang melambai, gimana dong ini harus apa gue walaupun gue bertanya ke rumput yang bergoyang pasti itu rumput ngga bakalan jawab pertanyaan gue karena itu rumput asyik bergoyang terus" batin Dewo berteriak dalam hati dengan suara yang sangat keras.

__ADS_1


Namun suara Dewo tidak bisa di dengar oleh siapapun walaupun Dewo sudah berteriak sekencang kencangnya dan sekeras kerasnya karena suara Dewo hanya ada dalam hatinya saja.



Ane sangat pusing sampai ratusan milyar memikirkan nasib suara Ane yang tidak di dengar oleh Dewo sama sekali, membuat Ane berpikir bahwa Ane harus memutar otaknya dengan sangat keras melebihi kerasnya baja untuk mencari akal dan ide briliant supaya Dewo mendengar suara merdunya Ane dan mendengar suara mahalnya Ane.


"Aku harus cari akal supaya Dewo mendengar suara merdunya aku, aku harus cari akal ini supaya Dewo mendengar suaranya aku, supaya suara merdunya aku dan suara mahalnya aku melebihi harga emas tidak mubazir dan tidak sia sia, aku harus memaksa otaknya aku supaya menemukan cara biar aku bisa membuat Dewo mendengar suara merdunya aku dan suara mahalnya aku melebihi harganya emas" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo dengan otaknya yang sedang di ajak berputar putar untuk mencari akal dan ide briliant supaya Dewo mendengar suara merdunya Ane.


Setelah otaknya Ane berpikir selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah otaknya Ane berpikir selama beberapa puluh menit kini otaknya Ane telah menemukan cara dan ide briliant supaya Dewo mendengar semua omongan dan semua teriakan merdu dari Ane.



"Aku sudah punya ide briliant dan sudah punya akal supaya Dewo anaknya aku mendengar suara merdunya aku, sehingga suara merdunya aku dan suara mahalnya aku tak terbuang sia sia dah ngga mubazir karena ada yang mendengar, lebih baik aku jalankan misinya aku sekarang juga supaya Dewo bisa secepatnya mendengar suara merdunya aku dan suara mahalnya aku" batin Ane sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya entah apa yang di pikirkan oleh Ane sehingga Ane mengeluarkan senyum licik di wajahnya.

__ADS_1


Ane menatap ke arah Dewo sekilas lalu Ane mendekatkan tubuhnya ke Dewo setelah itu tanpa aba aba Ane langsung berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo, membuat Dewo yang mendapatkan teriakan dari Ane langsung terlonjak kaget bahkan saking kagetnya Dewo sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri.


"Dewo kenapa kamu diam saja, kamu benar benar sudah terserang bucin akut maksudnya mama kamu benar benar sudah terserang budeg dan tuli akut, buruan kamu siap siap buat pulang ke rumah supaya kita berdua bisa langsung pergi ke poli THT untuk memeriksa telinganya kamu" teriakkan Ane yang begitu sangat menggema di telinganya Dewo karena saking kerasnya dan kencangnya teriakan Ane.


Mendapatkan serangan teriakan yang begitu mendadak dengan teriakan yang sangat keras dan sangat kencang, membuat Dewo sangat kaget sampai Dewo bergeser dari posisinya berdiri saking kagetnya menerima teriakan Ane.



Dewo menatap ke arah sumber suara lebih tepatnya sumber teriakan yaitu ke arah Ane yang sedang menatap Dewo dengan tatapan yang sangat tajam dan sangat menusuk.


"Mama ngga usah teriak teriak di telinganya aku karena aku ngga tuli dan ngga budeg" jawab Dewo dengan nada ketus tanpa berteriak seperti Ane karena Dewo itu adalah seorang CEO di perusahaan terkenal sehingga Dewo tidak mau berteriak teriak di tempat umum karena Dewo menjaga image di depan banyak orang.


"Dewo kamu itu memang ngga tuli dan ngga budeg tapi kamu itu tuli dan budeg akut jadi lebih parah dari budeg dan tuli biasa" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa, sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Dewo kesal di bilang budeg dan tuli akut.

__ADS_1


Dewo sungguh kaget menerima tuduhan seperti itu karena kenyataannya menurut Dewo itu Dewo tidak budeg dan tidak tuli akut kenapa Ane menuduh Dewo tuli dan budeg akut.


"Apa apaan sih mama pakai bilang gue budeg dan tuli akut padahal gue itu ngga tuli dan ngga budeg akut, bikin malu kalau semua orang menuduh dan mengira kalau gue budeg dan tuli akut beneran gimana bikin malu banget mama apa sebaiknya gue pulang ke rumah cepat biar mama gue ngga bikin malu di supermarket ini, tapi kalau mama gue bikin malu di poli THT gimana dong" batin Dewo berteriak dengan sangat keras.


__ADS_2