Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Saskia jatu dari tangga


__ADS_3

sekarang Saskia sudah membawa orang tuanya kemensen yang di maksud saskia.


ayah dan ibu memandang rumah itu dengan tatapan kagum,ayah suda curiga kepada Saskia tidak mungkin hanya gaji kariawan Saskia bisa membangun rumah semegah itu dan lagi suda dilengkapi banyak perabot yang mewah,ayah berpikir dari mana saja mendapatkan uang sebanyak itu bisa membangun rumah semegah itu sementara Saskia masih merahasiakan tentang beberapa usahanya yang meningkat sangat besar.


ayah Saskia hanya tau kalu Saskia hanya sebagai model di perusahaan karena tidak mendapatkan model itu menurut keterangan Saskia kepada orang tuanya dan Saskia juga tidak perna bilang kalau itu di berikan suaminya,sakit mengatakan kalau itu hasil kerja kerasnya selama ini,dan Saskia tidak mungkin mengunakan uang suaminya untuk kebutuhan orang tuanya.


Samapi saat ini ayah masih mencari tau kebenaran apa yang di sembunyikan saskia,ayah sangat percaya Saskia tidak mungkin melakukan hal yang tidak baik hanya untuk mendapatkan uang yang banyak.


"ayo bun,duduk,"ucap Saskia menuntun bundanya untuk duduk di sofa mewah itu.


bunda merabah-rabah sofa itu,sakit tersenyum


"sofanya kenapa Bun?"tanya Saskia sambil terkekeh.


"empuk,"ucap bunda terkekeh.


"bunda mau minum apa biar Saskia buatin minum,"ucap Saskia,dia tidak bertanya lagi pada ayah karena dia tau selerah ayah pasti kopi.


"bunda teh saja,di rumah kamu sejuk,"ucap bunda.


"rumah kita,"ucap Saskia membenarkan ucapan ibu.


Saskia pergi membuat minum untuk kedua orang tuanya setelah selesai dia membawa minum itu ke ruang keluarga.


"KIA,ayah mau mandi dulu,kamar kami di mana?"tanya ayah.


"di lantai atas,"ucap Saskia.


"ayah tidak mampu naik turun tangga terus tiap hari KIA,kalau bisa pindah di bawa saja,"ucap ayah.


Saskia terkekeh"sini KIA antar,"ucap Saskia berdiri berniat mengantar ayah.


ayah ikut berdiri."tapi tidak mungkin tiap hari kamu antar ayah naik turun tangga KIA,"ucap ayah mengeluh.

__ADS_1


bunda terkekeh sembil mengelengkan kepalanya


"ikut KIA saja baru ayah ngeluh,"ucap Saskia terkekeh lagi.


Saskia menuntun ayahnya ke samping tangga.


"ngapain kita di samping tangga mau menghilang trus sampai kelantai atas?"ucap ayah sambil melihat kelantai atas.


Saskia terkekeh dan menekan tombol lif,lif terbuka


"ayo masuk,"ucap saskia menarik tangan ayah masuk kedalam lif itu.


ayah ikut saja dan heran,Saskia mengajari ayah untuk menggunakan lif,ayah mengerti penjelasan Saskia.


sampai di lantai atas ayah,ngakguk-ngaguk kagum.


"trus kalau bunda kamu gimana caranya naik sini dia tidak mengerti,"ucap ayah.


"hehehe,ayah lupa bunda dulu siapa?"ucap Saskia.


yahh bunda Saskia dulu seorang model cantik pada zamannya jadi kalau untuk seperti itu dia tau,dia meraba sofa bukan karena bodoh atau tidak perna merasakan tapi dia merasa kagum dan Banga pada Saskia dia hanya menunjukan itu pada Saskia.


"nah ini kamar ayah dan ibu,kalau ibu dan ayah mau pisah ranjang di sebelah sini juga kamar ada,"Saskia terkekeh bercanda pada ayahnya."dan ini kamar KIA ,"ucap Saskia.


"enak aja pisah ranjang,"ucap ayah.


"masuklah KIA mau pergi nemuin bunda,setelah mandi turun minum kopinya,ayah masih ingat kan cara mengunakan itu,"ucap saskia menunjuk lif.


"ayah tidak bego KIA,"ucap ayah menyentil kening Saskia.


"aduh,"sakit ayah,"ucap sakura sambil mengelus keningnya.


"pergilah temani bundamu,ayah mau mandi dulu,"ucap ayah.

__ADS_1


dikamar itu suda disediakan sakia sedemikian rupa keperluan orang tuanya,termaksud kamar mandi di buat sesuai kebiasaan orang tuanya,yaitu memekai bak mandi tapi ttp ada sower,kloset jongkok bukan duduk namun di buat terpisah kamar mandi dan toilet.


"Iyah,ayahku sayang,"ucap Saskia mencuil dagu ayahnya dan berlari kacir menuruni anak tangga


tiba-tiba."ayah,"teriak Saskia jatuh dari tangga samai berguling-guling.


"kiaaaa...teriak bundah dan ayah bersamaan melihat anaknya berguling-guling kebawa.


ayah berlari menaiki lif sedangkan bunda berlari menghampiri Saskia yang suda berada di lantai bawah dengan bersimbah darah.


"KIA,Bagun nak, hiks-hiks-hiks,"ucap bunda sambil menagis.


ayah berlari menghampiri bunda dan Saskia,ayah melihat Saskia suda bersimbah dara.


"bunda telfon ambulans,"ucap ayah.


bunda berlari menghampiri telfon rumah yang suda tersedia dia menekan beberapa angka nomor rumah sakit.


setelah selesai ayah kembali menghampiri Saskia yang suda di angkat ayah ke atas sofa.


"KIA,bangun nak,"ucap bunda masih menagis.


tidak butuh waktu lama ambulance tiba dan para perawat membantu mengangkat sakia untuk masuk kedalam mobil.


"KIA,Bagun nak,"ucap bunda terus menagisih anaknya.


tidak lama sampai di rumah sakit mereka langsung di jemput para perawat dan dokter untuk di masukan keruangan UGD.


"ibu dan bapak silahkan tunggu di luar saja kami akan mengurus pasien,"ucap dokter.


"KIA,"ucap bunda terus menagis.


"suda menagis KIA pasti baik-baik saja,"ucap ayah menerangkan bunda sambil menarik bunda kepelukanya.

__ADS_1


"hiks-hiks-hiks,KIA,"ucap bunda masih menagis.


ayah mengelus kepala bunda"sudah Jagan sedih,KIA pasti baik-baik saja,ayo kita duduk dulu ayah mau memberi kabar pada suaminya.


__ADS_2