Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Menambah Porsi Kecantikan Di Wajah Aku


__ADS_3

Setelah Ane berjalan selama beberapa menit, kini Ane telah sampai di samping meja riasnya, tanpa basa basi lagi Ane langsung menjatuhkan bokongnya supaya mendarat di kursi yang terletak di depan cermin besar riasnya.



Setelah posisi duduknya Ane santai dan rileks, kini Ane mulai mengambil alat make up yang pertama yaitu bedak, setelah bedak ada di tangannya membuat Ane langsung mengoleskan bedak tersebut ke wajahnya, setelah beberapa menit mengoles bedak ke wajah kini Ane mengehentikan aktivasnya.



Ane menatap ke arah cermin besar yang ada di depannya, lalu Ane menatap wajahnya melalui pantulan cermin besar yang ada di depannya, lalu Ane langsung menerbitkan senyum lebar di wajahnya, entah apa yang ada di pikirannya dan yang ada di otaknya.


"Ternyata wajahnya aku sudah terlihat cantik dari dulu, jadi kalau aku oleskan sedikit bedak saja akan menambah porsi kecantikan di wajah aku, ternyata aku sudah terlahir cantik dari dulu, aku sangat bangga kepada diri aku sendiri karena mempunyai paras yang cantik, bukan hanya itu saja tapi aku punya suami yang kaya raya, dan harta suami aku ngga akan habis sampai ratusan milyar turunan, pasti banyak banget orang yang iri sama kesuksesan aku dan kecantikan aku" batin Ane masih memancarkan senyum lebar di wajahnya sambil menatap pantulan cermin besar yang ada di depannya.


Sungguh Ane sangat bahagia karena merasa wajahnya sudah cantik, apalagi tadi Ane tambah memoles wajahnya sehingga Ane merasa semakin cantik, kini Ane melihat ke arah meja riasnya, tanpa menunggu terlalu lama tangannya Ane terulur untuk mengambil blush on yang ada di depannya.


__ADS_1


Setelah Ane memegang blush on di tangannya, kini Ane langsung memakai blush on tersebut ke pipinya yang mulus, dengan perlahan jari lentiknya mengoleskan blush on ke pipinya, satu persatu Ane dengan telaten memoleskan blush on ke pipi kanan dan pipi kiri secara bergantian.


Setelah Ane merasa blush on sudah rata di kedua pipinya membuat Ane meletakkan blush on ke tempat semula yaitu ke meja riasnya, setelah itu Ane mengambil eye shadow lalu Ane mengoleskan eye shadow ke atas matanya secara bergantian kanan dan kiri.


Setelah itu Ane meletakkan eye shadow ke atas meja, lalu Ane mengambil pensil alis yang tergeletak di atas meja, setelah pensil alis ada di tangannya Ane membuat tangannya Ane dengan trampil mengoleskan pensil alis tersebut ke kedua alisnya secara bergantian.



Setelah Ane menancapkan pensil alis ke kedua alisnya, kini Ane mengembalikan pensil alis ke atas meja, lalu Ane berniat untuk memilih lipstik yang akan di pakai di kedua pipinya, bukan di kedua pipinya nanti di kira badut, lebih tepatnya Ane akan menggunakan lipstik di bibirnya.


"Warna lipstik aku keren keren terus aku pilih yang mana dong, aku harus menemukan lipstik secepatnya, supaya aku bisa mengajak Dewo ke poli THT secepatnya, karena aku takut Dewo akan mengalami budeg dan tuli akut kalau tidak segera di obati, terus aku harus gimana dong cara memilih lipstik buat menghiasi bibir aku supaya lebih seksi ini" batin Ane sambil memutar otaknya untuk berpikir keras melebihi kerasnya baja.


"Aku tahu sekarang cara memilih lipstik, lebih baik aku memilih lipstik dengan cara memejamkan mata, sama seperti cara aku memilih pakaian dan celana, ternyata otak aku cerdas dan pintar juga, bisa menemukan ide briliant buat memilih lipstik yang akan aku gunakan buat mempercantik bibir aku" batin Ane tak bosan bosannya mengeluarkan senyum lebar di wajahnya.


Ane kini langsung memejamkan kedua matanya, setelah menemukan ide briliant yang berasal dan bersumber dari otaknya dan kepalanya, kini Ane berniat menjalankan misi yang ada di otaknya, tangannya Ane terulur untuk mengambil lipstik yang ada di atas meja secara acak.

__ADS_1


Setelah Ane mengambil salah satu lipstik secara acak dengan keadaan kedua matanya tertutup, kini Ane langsung membuka kedua matanya, setelah kedua matanya Ane terbuka membuat Ane langsung menatap ke arah lipstik yang ada di genggaman tangannya.


Ane tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya, kini Ane malah menambah porsi senyum lebar di wajahnya, lalu tanpa komando Ane langsung mengaplikasikan lipstik tersebut ke bibirnya.


Setelah beberapa menit Ane mengaplikasikan lipstik ke bibirnya, kini Ane meletakkan lipstik tersebut ke meja, lalu Ane menatap pantulan dirinya di depan cermin besar yang ada di depannya, tak bosan bosannya Ane mengumbar senyum lebar di wajahnya.


"Ternyata aku semakin cantik dengan polesan beberapa aplikasi make up, padahal aku saat belum mendapat polesan beberapa aplikasi make up juga aku sudah keren dan sudah cantik dari sebelum lahir, lebih baik aku sekarang menyisir rambut supaya rambut aku enak di pandang mata" batin Ane sambil menatap ke arah dirinya yang sedang berada di pantulan cermin di depannya.


Kini Ane mengambil sisir yang terletak di atas meja, lalu Ane langsung menyisir rambut miliknya, rambut Ane gampang di sisir karena rambut Ane sering di rawat dan kadang di beri vitamin buat rambut supaya rambut gampang di sisir dan tidak rontok.


Kini Ane masih sibuk menyisir rambut, dengan telaten Ane menyisir rambut miliknya yang tergerai panjang, setelah rambut Ane tersisir rapi, kini Ane menghentikan aktivitasnya menyisir rambut.


Ane meletakkan sisir yang telah di gunakan untuk menyisir rambut ke atas meja, lalu Ane menatap ke aksesoris yang berjejer di atas meja, Ane sedang berpikir apakah Ane akan menggunakan aksesoris seperti bando, jepit rambut, ikat rambut, atau aksesoris lain untuk menghiasi rambutnya.


Ane masih menatap satu persatu ke arah aksesoris yang ada di atas meja, lalu Ane menatap ke arah bando yang bentuknya lucu, membuat kedua matanya Ane berbinar, lalu Ane mengambil bando tersebut.

__ADS_1


Setelah bando ada di tangannya Ane, kini tanpa komando Ane langsung memakaikan bando tersebut di rambutnya, memang Ane suka memakai aksesoris, mungkin karena Ane termasuk wanita yang feminim, sehingga Ane sangat menyukai aksesoris untuk menunjang penampilan dirinya.


Setelah aksesoris bando terpasang di rambutnya Ane, kini Ane melangkah menuju ke almari tas, tempat berkumpulnya tas tas miliknya Ane, kini Ane melangkahkan kedua kakinya menuju ke almari tas miliknya dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya, entah apa yang menyebabkan Ane mengeluarkan senyum lebar seperti itu hanya Ane yang tahu, karena semut dan kecoa yang lewat juga tidak tahu isi hati Ane.


__ADS_2