Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
rumah orang tua Saskia di gusur


__ADS_3

sekarang Adit suda berada di rumah orang tuanya tepatnya di mensen orang tua Adit.


Adit masuk kedalam rumah terus melangkahkan kakinya sampai tepat di ruangan keluarga di sana suda ada ayah dan ibunya yang lagi duduk santai menunggu kedatangan Adit.


"suda datang rupanya,"ucap ibu menatap kesal pada anaknya Adit.


Adit diam tidak membalas ucapan ibunya sedikit pun Adit tau dia sangat-sangat suda bersalah.


ayah melempar setumpuk kertas yang suda dia baca itu adalah laporan keuangan perusahaan.


"kamu sadar dengan perbuatan mu itu Adit?"ayah berteriak meluapkan emosinya pada Adit."bahkan kamu suda mengunakan uang perusahaan sebesar itu untuk kebutuhan wanita tidak beres itu,kamu sungguh keterlaluan Adit,bahkan kamu tidak menganti nya sedikitpun,bahkan uang pribadi kamu tidak cukup memenuhi kebutuhan wanita itu,sekarang ayah tanya berapa banyak uangmu yang suda di gunakan istrimu?"tanya jawab ayah suda sangat emosi beruntung ayah Adit tidak mengalami penyakit jantung.


sontak Adit mengigat semua laporan belanja saskia dan setiap mengunakan Saskia selau mengirimi dia pesan kalau dia akan mengunakan uang Adit sampe Adit bangrut,Adit tersenyum dalam hati senyuman itu dia telan karana ayah nya,Adit sangat menguat jelas ucapan Saskia akan mengunakan uang Adit sampai Adit bangrut,nyatanya buka Saskia membuatnya bangrut tapi Selena hampir membuatnya bangrut,beruntung Jimi segera melaporkan kepada ayahnya kalau tidak bisa di pastikan cepat arah lambat keluarga Nugroho akan mengalami kebangkrutan dan jatuh miskin.


"mana black card kamu?"tanya ayah.


Adit binggung mau menjawab apa karena kartu black card miliknya ada pada Selena.


"dengan Selena bukan?"tanya jawab ayah.


Adit seprti kucing di siram air tidak bisa berlutut sedikitpun.


"sekarang telfon wanita ****** itu,katakan ibu mau menemuinya,bicara manis yakinkan dia akan ibu menerimanya,"ucap ibu.


"tapi buk dia tidak salah apa-apa yang salah itu Adit bukan Selena,"ucap Adit


"apa seperti ini kamu membela istrimu?"tanya ibu kesal.


"berarti kamu sangat mencintainya bukan?"tanya ayah sengit."baiklah biar ayah sendiri yang akan turun tangan,ayah tidak bisa mempercayaimu,semua ayah ambil alih semaunya dan Blac card kamu itu suda ayah blokir,ayah memindahkanmu di devisi pemasaran dan berada di bawa Radit.


"ayah,"ucap Adit terjedah karena Aya sunyela nya.


"tidak suka?"maka silahkan cari pekerjaan lain dan ayah memecatmu sekarang juga.


dek


jantung Ajit serasa mau copot setelah mendengar pemecatan secara langsung dari ayahnya sendiri.


"mulai besok kamu tidak perlu masuk kantor lagi,silahkan cari pekerjaan lain,semua aset suda ayah sita termaksud apartemen kamu,silahkan kamu tingal dengan kekasihmu itu,rumahnya juga tidak kala besar dengan mensen ayah dan sepertinya kamu juga nyaman Tingal disana di bandung di mensen ayah atau di rumah kamu maupun di apartemen kamu,"ucap ayah mengejek.


dek...


lagi-lagi jantung Adit serasa mau lepas dari tempatnya bukan lepas karena cinta melainkan fasilitas di cabut,itu tandanya Adit jatuh miskin.


"kamu tidak mendapat satu persen pun uang dari perusahaan maupun dari ayah,karena kamu suda mengunakan semua,ayah harus membayar ganti rugu perusahaan itu karena ulah kamu karena perempuan itu,"ucap ayah lagi.


pruk


ibu melempar secercak kertas tepat di wajah Adit,Adit mengabil keratas itu dia menatap ibunya.


"itu surat dari pengadilan agama,surat cerai dari Saskia,kamu tenang saja,kamu tidak perlu repot-repot untuk menandatangani nya karena ayah yang suda menandatangani surat perceraian itu dan suda dinyatakan oleh hakim sah bercerai,selamat yah nak akhirnya impian kamu bercerai dengan Saskia suda tercapai,"ucap ibu.


dek


lagi-lagi untuk kesekian kalinya jatung Adit seperti berhenti berdetak rasanya dia mau pingsan saja setelah mengetahui kalau saat ini dia suda resmi bercerai,ada rasa tidak rela melepaskan saskia.ada penyesalan yang cukup besar disana suda mengabaikan istrinya itu,Saskia tidak buruk,di mata Adit hanya saja Selena membuatnya seperti itu.


deret- deret


ponsel Adit berdering terterah nama Selena di sana Adit menatap ayah dan ibunya bergantian.


ayah suda menduganya pasti tidak lama lagi Selena akan menghubungi adat untuk menanyakan kartu black card itu,dan benar saja Selena suda menghubungi Adit.

__ADS_1


ayah tersenyum puas."angkat saja tidak perlu ragu,mau berdiri pergi silahkan ayah tidak melarang mu lagi untuk berhubungan dengan wanita itu,atau ibu dan ayah saja yang pergi,"ucap ayah sambil menarik tangan ibu menuntunnya masuk kedalam kamar.


Adit mengabaikan telfon itu Adit fultrasih dengan masalah yang dia alami saat ini,dia tau Selena pasti sangat marah padanya,dan paling membuatnya pusing seribu keliling itu surat cerai yang suda di nyatakan sah bercerai.


.


.


.


.


.


sementara di rumah orang tua Saskia.


"pak tolong pak Jagan gusur rumah kami pak,kami mau Tingal di mana lagi pak,"ayah dan bunda Saskia merengek-rengek meminta agar rumah mereka tidak di gusur.


rumah orang tua Saskia di gusur karena alih waris tanah meminta haknya kembali,tanah tempat orang tua Saskia Tingal itu memang milik orang lain tapi ayah pemilik alih waris itu sudah menghibakan tananya untuk orang tua Saskia,dan naasnya surat hiba tanah itu suda terbakar waktu rumah itu mengalami kebakaran beruntung Saskia bisa menyelamatkan surat-surat penting milikya seperti ijasah dan lainya.


"minggir kalian,saya bisa saja melaporkan kalian pada polisi atas kasus pencurian,"ucap anak pemilik tanah.


"jagannnn...!"teriak ibu histeris karena alat berat itu suda menggusur rumah sederhana itu.


"hentikan,Jagan pak saya mohon pak,paling tidak biarkan kami mengosongkan rumah terlebih dahulu,"ucap ayah Saskia menagis.


orang-orang yang berada di desa itu menatap kasian pada kedua orang tua Saskia.


"saya suda cukup baik selama ini suda memberikan kalian tempat untuk membangun rumah dan Tingal dirumah itu,semua barang-barang kalian itu tidak sebanding dengan kerugianku suda membiarkan kalian Tingal selama bertahun-tahun,"ucap anak pemilik tanah itu angkuh.


"hiks-hiks-hiks,Jagan pak..hiks-hiks-hiks,"ucap bunda Saskia menagis histeris melihat bagunan rumahnya suda hampir ratah dengan tana.


"pak,hiks-hiks,ya Allah kemana kami akan Tingal,"ucap ayah Saskia.


"pokonya aku tidak mau menampung kalahin di rumah aku,nanti rumahku kotor,"ucap kakak dari ayah Saskia yang bernama Darni.


"ayo mar kita pergi,"ucap saudarah ayah Saskia.


bukanya menolong bibi-bibi Saskia malah menghina dan mengata-ngatai.


"ayah sekarang kita harus kemana? warung kita suda rata dengan tanah,rumah kita juga,hiks-hiks,"bundah menagis.


warga di situ hanya jadi penonton tanpa berniat membantu orang tua Siska,bahkan memberikan air minum saja tidak,bahkan ada yang mencemo.


"sekarang manah anak dan menantumu yang katanya aku dengar orang kaya raya di negara ini,hehehehe,beberapa orang tertawa.


orang tua Saskia hanya diam mereka suda cukup terhina di tambah lagi dengan omongan yang tidak tah dari pana asal bicara itu,ayah Saskia berdiri.


"ayo bunda berdiri kita pergi dari sini,"ucap ayah membantu bunda berdiri.


masih di selimuti rasa haru yang mendalam bunda berdiri tertatih karena kakinya sakit akibat di tendang kuat oleh anak pemilik tanah itu,dan naasnya ayah Saskia juga mengalami kekerasan oleh para preman yang di bawah oleh anak pemilik tanah itu,baju yang di pakai ayah Saskia suda koyak dan compang camping ulah para preman itu,kini ayah dan ibu Saskia suda terlihat seperti gembel.


mereka berdua berjalan tertatih karna kesakitan mereka duduk di bangkuh bkursih kayu warung sebelah rumah ayah Saskia bisa di bilang saingan warung orang tua Saskia.


"hee,yang megizinkan kalian duduk di situ siapa ha?nanti kesialan kalian bulat kewarung aku,pergi-pergi ucap ibu itu.


"kami hanya sebentar buk oli,"ucap bunda Saskia masih menagis.


"tidak pergi-pergi hus-hus,sana-sana,"ucap ibu oli.


sementara di kota tepatnya di butik Saskia merasa tidak enak perasaan.

__ADS_1


"ada apa ini,kenapa aku tindak enak perasaan seperti ini yah,"ucap Saskia lirih.


Saskia berdiri mengambil air minum dan Saskia meneguknya Hinga kandas bahkan sebagian air itu tumpah mengenai bajunya.


"KIA,kamu kenapa,"ucap Ela cemas.


Saskia diam tidak menjawab pertanyaan elah,Saskia menarik napas kasar menenangkan hatinya yang seperti di aduk-aduk.


"Ki,Luh kenapa?"tanya elah yang masih cemas melihat Saskia seperti itu.


"perasaan gue gak enak El,kenapa yah,rasanya gue ingin bagus,ingin tertawa,ingin teriak,gue gak tau gue kenapa,tuba-tiba gue gak enak perasaan seperti ini,"ucap Saskia.


"suda luh tenagin diri Luh dulu,istirar,"ucap elah.


Saskia menenangkan dirinya bahkan dia memejamkan matanya.


sementara orang tua Saskia masih terus menagis meminta pertolongan tapi tidak ada para tetangga menolongnya,padahal selama ini orang tua Saskia sangatlah baik pada parah tetangahyabahkan pada semua orang,orang tua Siska tanpa pambri menolong orang yang sudah.


penyebab para warga seperti itu karena suda terpengaruh dengan bahasa bibi Saskia yaitu Marni dan Darni,mengatakan kalau Saskia di kota jual diri dan karmanya di dapatkan oleh orang tuanya,barang siapa menolongnya mereka akan mendapatkan sialnya.


"ada apa ini rame-rame," ucap ibu erte.


"ini buk erte kena sial dari anakya,"ucap buk ole.


"astagfirullah halazim,"buk erte beristifar mendengar ucapan ibu oli."kita tidak boleh menuduh orang sembarangan tanpa tau sesungguhnya jatohnya gubah ,"ucap ibu erte.


"ayo buk,kita kerumah saya saja dulu untuk beristirahat setelah itu kita hubungi KIA,"ucap ibu erte.


.orang tua Saskia mengikuti langkah kaki Buk erte menuju rumahnya.


"hati-hati buk erte kena sial juga,"ucap Marni ketikah melihat saudaranya di tolong ibu RT.


ibu RT melihat siapa orang itu,begitu melihatnya ibu RT mengelengkan kepalanya tidak percaya"saudara macam apa ini,batinya.


setelah sampai ayah Saskia di suruh untuk istirahat oleh ibu RT dan bunda sedang di urut oleh tukang urut.


sementara Saskia masih tidak enak perasaan entah apa trjadi pkir Saskia .


tiba-tiba hp Saskia berdering.


Saskia mengangkat telpon


"halo asalamualaikum,"ucap Saskia lah lembut.


"apa betul ini Saskia?"tanya si penelepon.


"iya saya sendiri,apa ada yang bisa saya bantu buk?"tanya Saskia.


"Saskia ini ibu RT,ibu cuma menyampaikan ayah dan ibu kamu lagi di rumah,rumah kalian suda di bongkar oleh orang,,"ucap ibu RT.


"apa..? baik buk terimakasih banyak suda membantu orang tua saya,saya pergi sekarang,"ucap Saskia sok mendengar nasib ayah dan bundanya.


setelah telpon berakhir Saskia bergegas pergi di kampusnya menemui ayah dan ibunya,Saskia menyambar tas dan kunci mobilnya. dan berlari menuruni anak tangga satu persatu.


"Ki Luh kemana?"teriak Ela menayakan Saskia pergi kemana buruh-buruh sepeti itu.


selam tiga jam perjalanan aahurnya Saskia Samapi Saskia singa sebentar di depan rumah orang tuanya di gusur,semua mata orang-orang di sana tertuju pada mobil yang tiba-tiba berhenti lama di depan rumah yang di gusur itu,mereka bertanya-tanya siapa pemilik mobil mewah itu yang singa tepat di depan rumah orang tua Saskia,sebagain mereka suda ada yang mengira-ngira itu mobil polisi ada yang mengira itu mobil rentenir yang akan menagih hutang padahal orang tua Saskia sama sekali tidak memiliki hutang piutang karena Saskia selalu mengirim uang banyak pada orang tuanya,mereka belum mengenali pemilik wajah yang bernama Saskia itu,karena Saskia lahir dan tumbuh besar di kota.


setelah Saskia menikah kedua orang tua Saskia pindah ke desa ingin menikmati dan menghabiskan masa tua mereka di tanah kelahiran ayah Saskia,di desa orang tua Saskia sudah memiliki rumah sebelum Saskia lahir dan pindah ke kota karena ayah Saskia mengajar di salah satu kampus perkuliahan di kota.


orang tua Saskia pindah kedesa suda mempunyai modal besar untuk membangun warung sebagai ladang pencarian mereka di desa dan juga Saskia suda menfasilitasi kedua orang tuanya beralasan gaji kerja di perusahaan.

__ADS_1


semua orang-orang di desa itu tidak mengenali sosok seorang Saskia,mereka hanya tau menurut gosip beredar yang di sebarkan oleh bibi Marni dan Darni kalau Saskia itu sudah di jual oleh kedua orang tuanya di kota menjadi wanita penghibur sehinga orang tua Saskia balik ke desa membawa banyak uang di jadikan modal usaha,itu semua di lakukan oleh bik Darni dan bik Marni karena mereka merasa irih pada Handoko,punya banyak uang yang selalu di kirim Saskia di tambah usaha warung Handoko meningkat bahkan orang tua Saskia membangun satu toko di samping warung itu,yaitu toko baju dari butik Saskia sendiri itu membuat mereka makin gila menyebar gosip yang tidak benar,bahkan pengusutan rumah itu juga ulah mereka,sebenarnya anak pemilik lahan itu tidak mengetahui soal hiba,tapi bik Darni dan bik Marni yang memberitahukan pada anak pemilik tanah,mereka juga mengatakan kalau surat -surat tanah itu suda terbakar itu juga karena ulah mereka.


__ADS_2