
Ane sibuk dan asyik memilih jas yang akan di beli untuk sang suami dengan kedua tangannya dan kedua matanya yang berselancar dengan sangat cepat sementara Dewo yang sudah berjalan selama beberapa puluh jam maksudnya setelah berjalan selama beberapa puluh menit kini Dewo sampai di samping Ane sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya
"Mama aku pilih jas sekarang bolehkan ?" tanya Dewo sambil menatap ke arah Ane sedangkan Ane yang sedang sibuk memilih jas yang ada di depannya langsung terlonjak kaget mendengar suara dadakan dari Dewo walaupun Dewo berucap dengan nada biasa saja tidak ketus dan tidak keras entah mengapa Ane kaget mendengar suara Dewo kini kedua matanya Ane langsung menatap nyalang ke Dewo
"Dewo kenapa kamu ada di sini ?" tanya Ane dengan nada ketus setengah berteriak sambil tetap menatap nyalang ke Dewo sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Dewo ingin sekali rasanya menjambak rambutnya Ane yang ada di sampingnya namun Dewo urungkan niatnya karena Dewo akan dapat jas gratisan kalau Dewo menjambak rambutnya Ane di jamin Dewo tidak akan mendapat jas gratis dari Ane
"Mama ngga amnesia dan ngga mulai pikun kan ?" bukannya menjawab Dewo malah bertanya ke Ane membuat Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo
"Dewo mama ngga amnesia dan ngga pikun mama hafal dan ingat semua perkataan orang" tegas Ane tidak terima di bilang pikun dan amnesia oleh Dewo sementara Dewo tersenyum masam mendengar omongan Ane
"Kalau mama ngga pikun dan ngga amnesia kenapa mama nanya ke aku kenapa aku ada sini ? jelas jelas penyebab aku ada di sini adalah mama pertama mama menyuruh aku mengantar ke supermarket, kedua mama minta aku mengantar ke tempat barang yang mama inginkan di supermarket, ketiga mama ingin aku mengantar mama ke tempat jas" jelas Dewo sambil menatap Dewo dengan tatapan sinis sedangkan Ane membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
__ADS_1
"Dewo maksudnya mama kamu kenapa mengikuti mama dan kenapa kamu berdiri di dekat mama jadi bukan nanya penyebab kamu ada di supermarket ini dan ada di tempat jas ini mama ingat ngga usah di jelaskan karena ingatan mama tajam setajam silet perlu kamu ingat juga bahwa mama ngga pikun dan ngga amnesia" teriak Ane dengan suara sangat keras dan sangat lantang membuat gendang telinga Dewo hampir saja rusak kalau tidak langsung menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya
Dewo kini menutup kedua telinganya untuk mengurangi kadar suara Ane yang sangat keras dan sangat kencang sementara orang yang lalu lalang hanya menatap ke arah Dewo dan Ane secara bergantian dalam hati orang orang yang lalu lalang berpikir pantas Ane berteriak karena orang yang di ajak mengobrol menutup telinganya memang Dewo sekarang menutup telinganya karena tidak mau mendengar suara Ane yang dapat merusak gendang telinga Dewo
Kedua matanya Ane terbelalak lebar dengan mulut menganga melihat tingkah Dewo yang menutup telinganya dengan kedua tangannya namun sebuah senyum lebar terbit dari bibirnya Ane karena otak cerdas plus otak jahilnya Ane muncul sehingga kini Ane mengeluarkan senyum licik di wajahnya entah apa yang membuat Ane tersenyum licik hanya Ane yang tahu karena semut dan kecoa yang lewat juga tidak mendengar ide Ane
"Aaaawwww mama kenapa jambak rambutnya aku" teriak Dewo dengan sangat keras dan sangat lantang sambil kedua matanya Dewo melotot ke arah Ane sedangkan Ane dengan santainya melipat kedua tangannya di depan dadanya
__ADS_1
"Dewo mama menjambak rambutnya kamu supaya tangannya kamu lepas dari kedua telinganya kamu ternyata rencana mama ampuh juga bikin tangannya kamu lepas dari telinganya kamu yang sejak tadi di tutup rapat oleh tangannya kamu ngga sekalian kamu tutup telinganya kamu dengan panci" cibir Ane dengan nada ketus sementara Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Dewo tak habis pikir dengan tujuan Ane menjambak rambut Dewo
Dewo berpikir karena Ane emosi gara gara Dewo ngga menjawab semua perkataan Ane namun alasan utamanya Ane menjambak rambutnya Dewo adalah supaya kedua tangannya Dewo tidak menutup telinganya Dewo lagi
"Mama apa apaan sih ngapain menjambak rambutnya aku kalau cuma nyuruh tangannya aku ngga menutup kedua telinganya aku mama tinggal bilang ke aku ngga usah dengan cara kekerasan yaitu mama menjambak rambutnya aku caranya mama bikin kepedesan rambutnya aku makanya telinganya aku ngga aku tutup lagi dengan kedua tangannya gimana mau menutup telinganya aku pakai panci aku ke sini ngga bawa panci cuma bawa mama doang" tegas Dewo sambil menatap nyalang ke Ane sedangkan Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo
Ane melototkan matanya ke arah Dewo bukan karena Dewo yang bilang ngga bawa panci namun perkataan Dewo yang tanpa dosa supaya Ane bilang secara langsung ke Dewo supaya Dewo tidak menutup telinganya dengan kedua tangannya
Memangnya dalam kondisi Dewo yang kedua telinganya di tutup dapat mendengar suara Ane ? Ane berpikir suaranya Ane tidak akan sampai ke telinganya Dewo walaupun Ane berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang pasti Dewo tidak akan mendengar semua omongan Ane
"Dewo mama jamin kalau konsinyasi kamu tetap menutup telinganya kamu dengan kedua tangannya kamu walaupun mama teriak teriak sangat keras dan kencang di sebelahnya kamu juga mama jamin kamu ngga akan dengar makanya mama gunakan caranya mama sendiri supaya kamu membuka tangannya kamu dari telinganya kamu ngga usah drama kamu mama ngga gunakan kekerasan yang namanya kkerqsa kalau mama mencubit kamu, memukul atau menonjok wajahnya kamu, menampar kamu, meninju wajahnya kamu mama cuma menjambak rambutnya kamu jadi mama ngga melakukan kekerasan dan satu lagi mama di tuduh melakukan kekerasan kalau mama menjambak rambutnya kamu sambil mengantongi batu atau mama memegang batu di tangannya mama" teriak Ane dengan sangat keras membuat Dewo berjalan menjauhi Ane supaya tidak terlalu mendengar suara teriakan Ane
__ADS_1
"Mama lebih baik kita berdua pilih jas sekarang saja dari pada dari tadi tanya jawab malu di lihatin banyak orang apalagi teriakan mama kencang banget dan keras banget" ajak Dewo sengaja mencari topik lain supaya Ane tidak kelamaan di supermarket takutnya orang orang yang ada di supermarket mendadak budeg dan tuli sehabis pulang dari supermarket sedangkan Ane menoleh ke arah orang orang yang berlalu lalang satu persatu memang kalau semua orang menatap ke arah Ane membuat Ane menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Oke Dewo mama pilih jas sekarang bukan karena mama menurut ke kamu tapi karena mama ngga mau jadi pusat perhatian banyqj orang gara gara di tuduh berantem sama kamu" jawab Ane tanpa menunggu jawaban Dewo kini kedua tangannya Ane dan kedua matanya Ane sibuk mengarungi jas jas yang ada di hadapannya sedangkan Dewo tersenyum masam lalu berjalan menuju ke jas yang ingin di pilih