
Gara gara mendengar teriakannya Ane membuat Dewo tadi sempat ingin menghajar wajahnya Ane namun di urungkan niatnya setelah mengetahui bahwa yang berteriak adalah Ane mamanya Dewo sendiri
Dewo melamun memikirkan alasan yang tepat buat Ane supaya dirinya percaya bahwa Dewo tidak ingin menonjok wajahnya Ane walaupun kenyataan yang sebenarnya Dewo ingin menonjok wajahnya orang yang berteriak di telinganya Dewo namun yang berteriak di telinganya Dewo adalah Ane sang mamanya sendiri
"Dewo kamu pasti tadi mau mononjok mama iya kan ?" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang sampai membuat orang orang yang berlalu lalang di sekitar Dewo dan Ane langsung menatap ke arah Ane dengan tatapan bingung kenapa Ane berteriak dengan sangat kencang dan sangat keras apakah orang yang di ajak bicara oleh Ane itu budeg dan tuli
Semua orang yang melihat dan mendengar teriakan Ane menganggap bahwa Dewo tuli dan budeg karena Ane sampai teriak namun Dewo masih tak bergeming dan tetap melanjutkan lamunannya
Setelah Ane menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Ane menunggu selama beberapa puluh menit namun Dewo tetap tak menjawab perkataan Ane membuat Ane panik dan cemas, Ane mengira bahwa Dewo sedang tuli dan budeg
"Dewo kenapa belum jawab pertanyaan aku jangan jangan Dewo benar benar sudah terserang penyakit budeg dan tuli lagian aku heran sama Dewo harusnya telinganya di bersihin dong biar ngga jadi budeg dan tuli aku jadi curiga sebenarnya Dewo itu budeg dan tuli karena kepalanya kejedot tembok atau Dewo ngga pernah membersihkan telinga sehingga telinganya Dewo budeg dan tuli" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo dengan tatapan heran dan bingung
__ADS_1
"Gimana dong kayaknya mama gue sudah curiga kalau gue tadi berniat menonjok wajahnya mama gue soalnya kelihatan dari gelagat gue yang mengepalkan tangan tapi terus gue layangkan di udara, gue kira siapa yang berani teriak teriak di telinganya gue malah mama gue yang berani berteriak di telinganya gue terus gue harus cari alasan apa supaya mama gue ngga marah lagi sama gue pokoknya gue harus mencari alasan yang tepat supaya mama gue ngga marah lagi sama gue" batin Dewo berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang dalam hati sambil otaknya Dewo di paksa buat mencari akal supaya Ane sang mamanya Dewo tidak marah lagi ke Dewo
Ane yang telah melamun sekitar puluhan tahun kelamaan dong maksudnya setelah Ane memutar otaknya untuk menyadarkan Dewo dari lamunannya tiba tiba Ane menerbitkan senyuman lebar di wajahnya entah apa yang ada di otaknya Ane dan kepalanya Ane hanya Ane yang tahu karena semut dan kecoa yang lewat juga tidak tahu apa penyebab Ane mengeluarkan senyum lebar di wajahnya
Ane berjalan ke arah Dewo lalu setelah Ane berada di sebelah Dewo kini Ane langsung mendekatkan tubuhnya ke Dewo yang sibuk melamun tanpa komando dan tanpa aba aba Ane langsung berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang ke telinganya Dewo membuat Dewo terlonjak kaget bahkan Dewo juga sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri karena saking kagetnya menerima serangan dari Ane
"Dewo mama yakin kamu benar benar tuli dan budeg" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi toa sedangkan Dewo yang mendapat serangan mendadak berupa teriakan dari Ane langsung terlonjak kaget beruntung Dewo tidak mengeluarkan jurus kagetnya berupa menonjok wajahnya Ane
"Ada apa mah ?" tanya Dewo sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sedangkan Ane menatap nyalang ke Dewo karena tadi Ane sudah berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang tapi Dewo tidak mendengarkan omongan lebih tepatnya Dewo tidak mendengarkan teriakan dari Ane
"Dewo kamu benar benar budeg dan tuli tadi mama sudah berteriak dengan sangat kencang dan sangat keras tapi kamu ngga mendengarkan suara mama dan teriakan merdu mama" teriak Ane tersulut emosi bahkan kalau di ibaratkan pasti sekarang kepalanya Ane penuh dengan tanduk dan banyak kobaran api di dadanya
Dewo menelan salivanya berkali kali sambil menggaruk garuk belakang kepalanya sendiri lalu Dewo menggelengkan kepalanya mantap namun melihat tatapan menusuk yang di keluarkan oleh Ane membuat Dewo ketakutan karena dalam kondisi bingung Dewo langsung menganggukkan kepalanya mantap membuat Ane mengerutkan keningnya heran
__ADS_1
Dewo berpikir lebih baik dia pura pura tuli dan pura pura budeg saat ini supaya Ane tidak marah lagi kepada Dewo dan Ane tidak berteriak teriak terus di telinganya Dewo yang bisa saja membuat Dewo merasakan senam jantung gara gara ulahnya Ane yang sering berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo
"Mama ngomong apa aku belum dengar mah" elak Dewo dengan mimik wajah drama yang di buat bingung sementara Ane sontak langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga mendengar perkataan Dewo yang bilang katanya Dewo belum mendengar suara teriakan Ane
"Dewo kamu benar benar ngga dengar semua teriakan mama" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang membuat Dewo ingin sekali menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya namun Dewo tidak jadi melakukan itu karena Dewo teringat bahwa saat ini Dewo masih akting budeg dan tuli di depan Ane supaya Ane malu ada di supermarket dan bisa pulang lebih cepat dan yang paling penting supaya Ane tidak selalu teriak teriak terus soalnya suaranya Ane sangat merusak gendang telinganya orang yang mendengarnya
"Mama ngomong apaan mama mau makan ayo kalau mau makan jangan di sini soalnya ini tempat jas jadi di jamin di tempat ini juga tersedia makanan mah" jelas Dewo dengan kata kata yang tidak menyambung dengan perkataan Ane mendengar omongan Dewo yang tidak menyambung membuat kedua matanya Ane terbelalak lebar dengan mulut menganga
Sungguh Ane bingung menghadapi Dewo padahal tadi Ane cuma membahas teriakan Ane yang tidak di dengar oleh Dewo tapi kenapa malah Dewo menjawabnya dengan makanan beda jauh artinya dan intonasinya
"Dewo kamu ternyata beneran terserang penyakit budeg dan tuli tapi kamu tenang saja Dewo mama itu senang berteriak dan hobi berteriak biar mama saja yang akan berteriak di telinganya kamu supaya kamu mendengar semua omongan mama" teriak Ane sambil mengumbar senyum lebar di wajahnya sedangkan kedua matanya Dewo membola mendengar jawaban dari Ane
Niat hati Dewo menghindari teriakan Ane yang sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo makanya Dewo berakting tuli dan budeg yang akan selalu di teriaki oleh Ane
__ADS_1