
Ane menatap Dewo dengan tatapan raut bingung dan cemas, jujur Ane bingung apa yang harus Ane lakukan supaya Dewo mendengar suara Ane yang ssjsyy merdu sekali.
Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga, sungguh Dewo heran dengan akal dan ishade yang di keluarkan oleh Ane yaitu Dewo akan di gendong oleh pelayan supermarket pria..
Dewo sebenarnya tadi sangat sibuk dan asyik melamun, namun setelah Dewo ingat dimana Dewo sekarang, yaituj Dewo adza di supermarket membuat Dewo langsung membubarkan lamunannya, lalu tanpa sengaja Dewo mendengar omongan Cahaya yang akan mengunakan jadi mikir mikir.
"Apa apaan sih mama gue koq jadi bilang gue mau di gendong sama pelayan di supermarket pria, keterlaluan banget sudah tahu gue sudah besar dan tanpa di gendong gue juga bisa jalan sendiri, pakai nyuruh nyuruh orang buat dengar suaranya mama pamer banget mama gue, pasti ini modus mama gue pingin mengobrol sama pria ganteng dan tampan alasannya nyuruh pegawai pria supermarket buat gendong gue" batin Dewo sambil menatap ke arah Ane yang sedang menatap lurus ke depan.
__ADS_1
Ane sekarang sibuk dengan pemikirannya dalam otaknya Ane berpikir apakah dirinya akan bilang ke pelayan pria yang ada di supermarket untuk menggendong Dewo atau Ane akan mengunakan cara Ane sendiri supaya Dewo mendengar semua omongan Ane, sungguh memikirkan itu membuat Ane pusing ratusan milyar keliling, intinya Ane bingung dengan keadaan sekarang apakah Ane harus bilang ke pelayan superm.arket pria untuk menggendong Dewo atau Ane yang bakal buat Dewo bisa mendengar suara Ane.
"Aku harus gimana ini apakah aku harus mendengar semua orang yang sibuk mengobrol sama teman yang dia bawa pergi ke supermarket mas mama aku saling diam, karena aku belum makanya aku belum tahu harus apa sebenarnya apa aku, haruskah aku bilang ke pelayan supermarket pria untuk menggendong Dewo soalnya kalau aku yang manggil dari tadi Dewo ngga dengar omongan aku, jadi aku cari jalan pintas saja supaya Dewo bisa mendengar aku. tanpa aku bicara dan minta tolong ke pegawai pria di supermarket ini gimana dong ini" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo yang sedang menatap ke arahnya
Dewo kini sedang mengatur siasat alasan apa yang pas kalau Ane bertanya ke Dewo kenapa ngga mendengar suaranya Ane, kini Dewo memutar otaknya untuk berpikir keras melebihi kerasnya baja supaya bisa mendapatkan alasan kenapa dirinya tidak mendengar suaranya Ane tadi, memikirkan hal itu membuat Ane pusing ratusan milyar keliling sungguh Dewo sangat bingung kenapa dirinya berkali kali tidak mendengar suara Ane, bahkan Dewo sempat berpikir apakah Dewo memang sudah tuli dan budeg.
Setelah Ane berpikir selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Ane berpikir selama beberapa puluh menit kini Ane bingung sendiri memikirkan harus apa namun sedetik kemudian senyuman lebar mengembang di wajah cantiknya lalu dirinya menoleh ke arah Dewo tanpa melunturkan senyuman lebar di wajahnya entah apa yang ada di otaknya Ane dan di kepalanya Ane sehingga membuat Ane tak pernah melunturkan senyuman lebar di wajahnya.
__ADS_1
"Aku ada ide briliant supaya Dewo mendengar suara merdunya aku, dari pada aku repot repot manggil Dewo yang tidak pernah mendengar omongan aku, lebih baik aku minta tolong sama pegawai pria yang ada di supermarket ini buat menggendong Dewo ke mobil supaya aku bisa membawa Dewo pulang ke rumah tanpa aku manggil manggil, capeknya kalau manggil orang, lebih baik aku langsung cari orang saja buat mengendong Dewo mumpung di sini masih banyak pegawai supermarket pria dari pada kalau ngga menyuruh Dewo, aku menyuruh siapa lagi dong" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo dengan senyuman licik yang mengembang di wajahnya entah apa yang di pikirkan oleh aku, sehingga membuat Ane mengeluarkan senyum lebar dii wajahnya
Dewo menatap ke arah Ane yang sedang mengeluarkan senyum lebar di wajahnya, melihat Ane yang dengan gampangnya dan mudahnya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sehingga membuat Dewo penasaran apa yang di pikirkan oleh Ane sampai membuat Ane menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sejak tadi.
"Mama gue kenapa koq senyum senyum lebar kayak gitu memangnya ada yang lucu dari gue sampai mama gue tersenyum lebar kayak gitu gue yakin pasti mama gue lagi memikirkan cara supaya gue bisa mendengar omongan mama gue, kena denda juga kirain selalu patuh koq pokoknya gue harus bikin semua orang percaya sama gue kalau gue ngga budeg dan tuli, soaalnya gue takut mama gue itu ngga mendengar omongan gue dan mama gue malah memfitnah gue budeg dan tuli" batin Dewo kdi sambil kerja di tempat kerja, kalau ada hajatan dulunya pasti Vita ikutan menyanyi.
Ane menatap ke arah Dewo dengan tetap mengembangkan senyuman lebar di wajahnya entah mengapa dari tadi Ane tidak melunturkan senyuman lebar di wajahnya pokoknya intinya Ane sangat bahagia, entah apa yang membuat Dewo sangat bahagua semut dan tikus yang lewat juga tidak tahu apa penyebab Ane bahagia seperti ini.
__ADS_1
"Aku bahagia banget pokoknya sangat bahagia karena keinginan aku supaya Dewo tersadar dan mendengar dari lamunannya ternyata berhasil juga menuntaskan masalah yang aku hadapi, pokoknya sekarang aku sudah bisa menentukan jawaban apakah yang akan aku lakukan supaya Dewo mendengar omongan aku, sejak tadi pokoknya selalu membuat bahagia banget kelakukan Dewo waktu masih kecil, tapi walaupun sudah tua tetap Dewo membuat aku bahagia kalau dia mau mendengarkan semua keinginan aku dan menuruti semua keinginan aku tapi sekarang kenapa Dewo menjadi budeg dan tuli dadakan" batin Ane sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya entah apa yang ada di otaknya dan kepalanya sampai mengeluarkan senyum licik seperti itu.