
Ane tak henti hentinya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, sementara Dewo dengan perasaan kesal dan dongkol tetap melangkahkan kakinya menuju ke kursi yang ada di sebelah kemudi.
Setelah Dewo sampai di dekat pintu mobil, dengan malas Dewo membuka pintu mobil, dan setelah pintu mobil terbuka kini Dewo masuk dengan mendaratkan bokongnya ke kursi di samping kemudi, lalu Dewo menutup pintu mobil.
Ane menatap Dewo sambil masih setia mengeluarkan senyum yang sangat lebar di wajahnya, sedangkan Dewo menatap tajam ke Ane, sungguh Dewo bingung karena Ane belum menjalankan mobilnya juga, sehingga membuat Dewo bertanya kepada Ane.
"Mama katanya mau menyetir mobil koq mobilnya belum jalan juga, jangan bilang kalau mama lupa cara menyetir mobil karena kebiasaan jadi penumpang di sebelah papa" ucap Dewo sambil menatap ke arah Ane dengan tatapan mengejek, sementara Ane langsung memudarkan senyum lebar yang ada di wajahnya, lalu Ane menautkan kedua alisnya menatap Dewo heran.
__ADS_1
"Dewo memang mama mau menyetir mobil, tapi kamu belum memasang sabuk pengaman, jadi nanti saja mama menyetir mobilnya setelah kamu memasang sabuk pengaman, mama itu ngga pelupa, dan mama masih hafal cara menyetir mobil serta mama ngga lupa caranya menyetir mobil, walaupun mama sering kebiasaan mama cuma jadi penumpang di sebelah papa" jelas Ane dengan ketus sambil menatap nyalang ke arah Dewo, sementara Dewo menatap ke arah tubuhnya yang belum memasang sabuk pengaman.
Kini Dewo langsung memasang sabuk pengaman ke tubuhnya, sedangkan Ane menggeleng gelengkan kepalanya samar melihat tingkah Dewo yang menurut Ane seperti sudah pikun, karena lupa tidak memasang sabuk pengaman saat naik mobil.
Setelah Dewo selesai memasang sabuk pengaman, kini Dewo beralih menatap ke arah Ane sehingga Ane yang paham dengan tujuan Dewo kini bersiap akan melajukan mobil miliknya Dewo, namun mobil belum melaju terdengar suara Dewo, membuat Ane mengurungkan niatnya untuk mulai menjalankan mobilnya Dewo.
"Mama buruan katanya mau menyetir mobil, kenapa mobilnya masih berhenti, lebih baik aku saja yang menyetir mobil kalau mama ngga mau menyetir mobil" kata Dewo sambil memutar bola matanya sangat malas, sementara Ane yang akan menyetir mobil langsung mengurungkan niatnya begitu mendengar omongan Dewo.
"Dewo mama juga sekarang mau menyetir mobil, tapi gara gara kamu mama ngga menyetir mobil karena" perkataan Ane belum selesai sudah langsung di potong oleh Dewo, karena Dewo tak terima dengan tuduhan yang di keluarkan dari mulutnya Ane.
__ADS_1
Dewo langsung menatap tajam ke arah Ane, membuat Ane juga ikutan membalas Dewo dengan tatapan tak kalah tajam, sehingga tatapan mereka berdua saling bertemu, dengan tatapan yang saling membunuh dan saling menguliti satu sama lain.
"Mama jangan menuduh aku sembarangan dong, kalau tuduhan mama ngga benar itu sama saja mama memfitnah Dewo, lagian aku heran kenapa mama ngga jadi menyetir mobilnya aku gara gara aku, pasti mama ngga jadi menyetir mobilnya aku karena mama lupa cara bawa mobil kayak gimana, sudah ngaku saja mama ngga usah bohong dan ngga usah malu, lagian di sini cuma ada kita berdua jadi ngga usah malu mengakui kalau mama lupa cara bawa mobilnya kayak" perkataan Dewo belum selesai namun sudah di potong oleh Ane.
Telinganya Ane panas mendengar omongan Dewo yang menuduh dan memfitnah dirinya tidak bisa menyetir mobil, membuat Ane tidak bisa mengontrol emosinya lalu Ane berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang untuk menjawab omongan Dewo.
"Dewo mama ngga menuduh kamu sembarangan, tuduhan mama itu benar dan mama ngga memfitnah kamu, karena memang kenyataannya gara gara kamu yang mengajak bicara ke mama membuat mama ngga jadi menyetir mobilnya kamu, Dewo mama ingat caranya bawa mobil dan mama ngga lupa cara bawa mobil, ngaku apa kenyataannya mama itu tahu dan ingat cara bawa mobil, mama ngga bohong dan ngga malu sama kamu" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa, sementara Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.
"Kalau mama ngga menuduh aku sembarangan pasti mama ngga akan menuduh aku penyebab mama ngga jadi menyetir mobil, tuduhan mama itu salah dan mama telah memfitnah aku, karena aku cuma mengajak ngobrol sama mama jadi ngga ada sangkut pautnya sama mama yang ngga jadi menyetir mobil, kalau mama memang berniat menyetir mobil menyetir saja ngga usah drama pakai bilang gara gara aku ngajak bicara mama membuat mama ngga jadi menyetir mobil, kalau mama ingat cara bawa mobil dan mama ngga lupa cara bawa mobil pasti mobilnya aku sudah jalan masa dari tadi mobilnya masih berdiam di sini, kalau mama ngga bohong dan ngga malu sama aku pasti mama mengakui kalau mama lupa cara bawa mobil gara gara sering menjadi penumpang dan yang menyetir mobil itu papa" jelas Dewo ketus dengan nada bicara yang mengejek, sementara Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo.
Sungguh Ane tersulut emosi dengan jawaban panjang kali lebar kali luas yang di keluarkan oleh Dewo, Ane sangat kesal dan marah kepada Dewo, sedangkan Dewo yang mengetahui tatapan Ane yang menguliti dan membunuh dari Ane kepada dirinya hanya bisa menelan salivanya berkali kali, Dewo menduga dan berpikir pasti Ane akan mengeluarkan jurus ancaman yang akan membuat Dewo diam.
__ADS_1
"Dewo mama itu bicara fakta dan kenyataan memang kamu yang menyebabkan mama ngga jadi menyetir mobil, tuduhan mama itu benar dan mama ngga memfitnah kamu sama sekali, justru kamu mengajak ngobrol sama mama ada sangkut pautnya dengan mama yang akan menyetir mobil, karena saat mama akan konsen buat menjalankan mobil malah kamu mengajak mama bicara sehingga mama ngga jadi menyetir mobil malah bicara sama kamu seperti ini, mama ingat dan tahu cara bawa mobil, justru gara gara kamu yang mengajak bicara mama membuat mobil kamu belum jalan dan masih diam di sini, Dewo mama ngga lupa cara bawa mobil walaupun mama sering jadi penumpang dan yang menyetir mobil itu papa kamu, lebih baik kamu diam atau mama tidak akan menyetir mobil kalau kamu terus mengajak mama bicara" ancam Ane dengan teriakan yang lebih keras dan lebih kencang, sementara Dewo dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap.
Setelah mendapatkan anggukan kepala dari Dewo, membuat Ane langsung fokus untuk menjalankan mobilnya Dewo, sehingga kini mobil yang di kendarai Ane keluar dari supermarket, sementara Dewo menatap ke arah luar jendela yang ada di samping tempatnya duduk.