
Dewo kembali mengambil minuman rasa vanilla dari kulkas, entah sudah habis berapa gelas kini Dewo juga sudah mengambil minuman, dan kini minuman rasa vanilla tersebut ada di tangannya, kini Dewo menerbitkan senyuman lebar di wajahnya lalu berkata.
"Lebih baik gue minum lagi saja, lagian gue masih pengin minum minuman yang segar segar, urusan mama gue yang menyuruh gue mengambilkan minuman ngga usah di pikirkan, lagian ngapain mama gue menyuruh gue buat ambilkan minum, lebih tepatnya bukan menyuruh tapi memaksa, kalau mama gue ngga menyuruh gue pasti sekarang mama gue sudah menikmati minuman yang dia sukai, karena dia menyuruh gue akibatnya mama gue belum menikmati rasa minuman yang dia sukai" kata Dewo tanpa melunturkan senyuman lebar yang terpancar dari wajahnya, lalu kini Dewo meminum minuman rasa vanilla yang ada di tangannya.
Ane berjalan dengan sangat cepat menuju ke dapur, Ane yang tersulut emosi dan kesal dengan Dewo, yang tak kembali kembali untuk mengantarkan minuman yang di pesan Ane, membuat Ane berjalan dengan sangat cepat.
Setelah Ane melangkah selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ane melangkah selama beberapa puluh menit, kini Ane sudah berada di dapur dengan kedua matanya yang terbelalak lebar dengan mulut yang menganga melihat adegan yang ada di depannya.
Melihat adegan itu membuat Ane langsung menambah kecepatan kedua kakinya, lalu setelah Ane sampai di sebelah orang yang di maksud kini Ane menatap nyalang ke arah Dewo, yang masih dengan santainya meminum minuman yang dia ambil tadi, karena Dewo fokus dengan minumannya, sehingga Dewo tidak menyadari kehadiran Ane yang sudah ada di sebelahnya.
"Dewo jadi mama tungguin kamu dari tadi, sudah hampir satu jam mama nunggu kamu, ternyata kamu malah enak enakan meminum minuman di sini, kenapa kamu ngga ambilkan terlebih dahulu buat mama, bukannya mama yang lebih dulu meminta kamu mengambilkan minuman buat mama, tapi kenapa malah kamu yang lebih dulu meminum minuman tanpa izin dulu ke mama" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang, sedangkan Dewo yang sedang asyik dan fokus meminum mendengar teriakan Ane yang sangat mendadak langsung menyemburkan minuman yang ada di mulutnya ke lantai.
__ADS_1
Bukan hanya lantai namun semburan minuman yang di semburkan dari mulutnya Dewo mengenai wajahnya Ane juga, kini Ane langsung melototkan kedua matanya ke arah Dewo, setelah Ane menerima semburan minuman dari mulutnya Dewo.
Dewo yang melihat Ane terkena semburan minumannya harus menelan tawanya, sebenarnya Dewo ingin sekali tertawa terbahak bahak, melihat kejadian yang di alami Ane, namun Dewo takut nanti Ane malah akan berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang, sampai membuat gendang telinga Dewo hampir rusak, sehingga Dewo tidak mengeluarkan tawanya.
"Dewo kenapa kamu menyembur wajahnya mama dengan air yang dari mulutnya kamu, keterlaluan kamu Dewo, buruan kamu ambilkan air dan bawa ke sini" teriak Ane lagi dan lagi dengan sangat keras dan sangat kencang, Dewo langsung menautkan kedua alisnya sambil menatap Ane dengan rasa bingung dan heran.
Saat Dewo sudah membuka mulutnya untuk bersiap siap menjawab perkataan Ane, tiba tiba terdengar suara yang sangat menggema di telinganya Dewo, lebih tepatnya teriakan yang sangat keras hampir saja merusak gendang telinga Dewo, siapa lagi kalau bukan suara teriakan dari Ane, membuat Dewo menutup mulutnya kembali, karena Dewo takut mulutnya Dewo kemasukan nyamuk.
"Mama aku sebenarnya mau jawab, tapi mama malah bicara lagi, otomatis aku diam dong ngga ikutan bicara, iya aku juga tahu kalau aku manusia bukan patung dan tembok, gimana mau jawab kalau mama nyerocos melulu saat aku mau jawab" ketus Dewo sambil menatap tajam ke arah Ane, sementara Ane ikutan membalas tatapan Dewo dengan tatapan tak kalah tajam.
"Diam kamu Dewo buruan kamu ambilkan air buat mama di bawa ke sini" teriak Ane lagi dan lagi dengan sangat keras dan sangat kencang, sedangkan Dewo menautkan kedua alisnya.
"Mama emang buat apa mama menyuruh aku mengambilkan air di bawa ke sini, jangan bilang mama mau mandi di sini, atau mama mau mencuci pakaian di sini, atau mama mau mencuci piring di sini, lebih baik mama jangan lakukan itu semua, karena nanti lantainya bisa licin" jelas Dewo tanpa rasa bersalah sedikitpun, sementara Ane mendelik ke arah Dewo lalu berkata.
__ADS_1
"Dewo mama menyuruh kamu membawa air ke sini bukan buat mama mandi, atau mencuci pakaian, dan bukan juga untuk mencuci piring, tapi air itu akan mama gunakan untuk membersikan wajahnya mama yang kena semprotan air minuman dari mulutnya kamu, buruan kamu ambilkan air sekarang, atau jas yang mama belikan akan berikan kepada papa" ancam Ane dengan suara yang sangat lantang, Dewo yang mendengar ancaman dari Ane langsung memutar bola matanya malas.
"Mama makanya kalau nyuruh itu di sertai alasan yang jelas dan tepat, supaya ngga keliru tebak, lagian mama bisa koq ke kamar mandi sendiri buat cuci wajahnya mama, lagian jaraknya juga dekat dari sini ke kamar mandi, mama mainnya ancaman melulu" sahut Dewo dengan kedua matanya yang menatap ke arah Ane dengan tatapan menusuk, sementara Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo, lalu Ane berkata.
"Dewo buruan kamu ambilkan air buat mama jangan banyak drama, atau mama" perkataan Ane belum selesai sudah di potong oleh Dewo.
"Iya mama aku bakal ambilkan air buat mama mencuci wajahnya mama, biar mama puas, aku ambilkan sekarang" jelas Dewo dengan sesingkat singkatnya, tanpa menunggu jawaban dari Ane, kini Dewo mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi, untuk mengambilkan air buat Ane.
Ane tak mampu menahan rasa bahagia yang dia rasakan, sehingga Ane kini menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, sambil menatap punggung Dewo yang perlahan menjauh dari dirinya.
"Dewo buruan kamu ambilkan air buat mama jangan lama lama" teriak Ane sambil menatap ke arah punggung Dewo, sementara Dewo tak bergeming tetap berjalan ke arah kamar mandi, namun Dewo menganggukkan kepalanya samar sebagian jawaban dari omongan Ane barusan.
Ane yang melihat anggukan kepala dari Dewo walaupun samar, langsung menambahkan porsi senyum lebar di wajahnya.
__ADS_1