
Ane kini sedang sibuk memilih jas dengan menggunakan kedua tangannya dan kedua matanya yang ikut andil dalam pencarian jas yang di inginkan oleh Ane sementara Dewo menatap ke arah Ane langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
Dewo menatap ke arah Ane dengan tatapan nyalang sementara Ane dengan santainya masih memilih jas yang ada di hadapannya sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya tanpa menyadari tatapan dari Dewo
"Mama ngapaian masih di sini ?" tanya Dewo sambil menatap tajam ke arah Ane sedangkan Ane yang mendengar suara dari orang yang di kenal langsung menoleh ke arah sumber suara yang terletak di sebelahnya siapa lagi kalau bukan Dewo dengan melototkan matanya ke arah Dewo
"Dewo kamu ngga pikun kan ? mama mau beli jas di sini bukan mau mencuci piring" jawab Ane dengan ketus sambil menatap nyalang ke Dewo sedangkan Dewo tersenyum masam mendengar omongan Ane
__ADS_1
"Mama aku ngga pikun aku juga tahu kalau mama mau membeli jas di sini kalau mencuci piring di sini pasti lantainya banjir dan licin bisa bisa semut yang lewat dan kecoa yang lewat bakalan terpeleset bahkan orang yang lewat juga bakalan terpeleset" jelas Dewo sambil membayangkan bagaimana kalau lantai yang saat ini dia injak di jadikan tempat pencucian piring di jamin pasti bakalan banjir dan menyebabkan banyak semut, banyak kecoa, dan banyak orang terpeleset di lantai tersebut sedangkan Ane mendelik ke Dewo
"Dewo kalau kamu ngga pikun ngapain kamu nanya ke mama ngapain masih di sini kalau sudah tahu jawabannya kalau mama mau beli jas ngga bakalan terpeleset kalau semut, kecoa, dan orang ngga lewat lantai yang licin" sahut Ane dengan santainya sementara Dewo memutar bola matanya malas
"Mah maksudnya pertanyaan aku kenapa jasnya masih ada di lantai kenapa belum di letakkan ke gantungan seperti tadi" tanya Dewo to the point tanpa basa basi sambil matanya Dewo mengarah ke lantai mengelilingi jas yang ada di lantai sedangkan Ane mengikuti gerakan kedua matanya Dewo yang berselancar di lantai sambil menatap ke arah jas yang berserakan atas tindakan Ane yang sembarangan melempar jas ke lantai
"Dewo tangannya mama belum sempat meletakkan jas ke gantungan jadi ngga usah bawel lebih baik kamu saja yang meletakkan jasnya ke gantungan" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat lantang hampir saja Dewo gendang telinganya rusak gara gara mendengar teriakan Ane sementara Dewo tersenyum masam mendengar omongan Ane
"Mah makanya kalau memilih jas cukup di gantungan saja ngga usah sampai di turunkan ke lantai jadi repot kan koq mama menyuruh aku ? mama yang meletakkan jas ke lantai jadi mama yang harus meletakkan ke gantungan seperti semula" jawab Dewo dengan menaikkan suaranya sampai ratusan juta rupiah maksudnya ratusan juta oktaf sedangkan Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo
__ADS_1
"Dewo terserah mama dong tadi banyak semut yang lewat ngga menegur mama tapi kenapa kamu yang repot dan ribet iya dong mama menyuruh siapa lagi kalau bukan menyuruh kamu ? memangnya semut dan kecoa bisa di suruh meletakkan jas ke gantungan seperti semula ? mama nyuruh kamu Dewo mama lagi sibuk memilih jas buat papa kamu" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat lantang bahkan kedua matanya Ane melotot ke arah Dewo sedangkan kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut menganga
"Mama semut ngga bakalan bisa menegur mama bukan karena ngga mau menegur mama soalnya aku dari sebelum lahir sampai sekarang juga aku ngga pernah dengar suara semut makanya semut ngga menegur mama walaupun jasnya di lempar ke lantai soalnya buat menegur itu menggunakan mulut dan suara bukan menggunakan kaki tapi aku sibuk mah aku juga mau memilih jas yang akan aku beli bisa mah kalau semut dan kecoa jadi jadian bukan semut dan kecoa asli hewan justru mama yang sibuk memilih jas buat papa sekalian saja mama meletakkan semua jas yang ada di lantai ke gantungan seperti semula makanya kalau memilih jas jangan sampai di lempar ke lantai nanti kalau semut dan kecoa yang lewat malah semut dan kecoa naik ke atas jas yang ada di atas lantai" jelas Dewo panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sedangkan Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo
"Dewo siapa yang bilang kalau semut bisa bicara ? mama juga tahu kalau semut ngga bisa bicara mama juga tahu kalau menegur pakai mulut dan suara bukan pakai kaki Dewo kamu ngga usah protes kamu bisa pilih jas nanti lagi setelah kamu bereskan semua jas yang ada di lantai kalau kamu ngga mau meletakkan jas yang ada di lantai ke tempat semula mama ngga jadi traktir kamu ngga ada semut dan kecoa jadi jadian di sini adanya semut dan kecoa hewan terserah mama dong Dewo mau meletakkan jas dimana koq kamu yang sewot tangannya mama saja ngga sewot waktu mama menyuruh untuk melemparkan jas ke lantai pokoknya mama bebas mau melemparkan jas ke atas pohon, mau melemparkan jas ke atas genteng, mau melemparkan jas ke atas lantai yang penting tangannya mama juga ngga protes walaupun satu katapun ingat kamu harus bereskan semua jas yang ada di lantai atau kalau kamu ngga mau membereskan mama ngga jadi belikan kamu jas" ancam Ane sambil tersenyum licik sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
"Tapi mah aku" perkataan Dewo belum selesai sudah di potong oleh Ane
"Dewo buruan kamu bereskan jas yang ada di lantai sekarang ngga usah protes atau mama ngga jadi belikan kamu jas" ancam Ane sambil mengeluarkan senyum devil sementara Dewo tersenyum masam mendengar ancaman Ane
__ADS_1
"Mama sukanya mengancam jangan jangan waktu papa meminta jatah ke mama juga mama mau memberi jatah ke papa pakai ancaman juga" cibir Dewo lalu melangkahkan kakinya melewati Ane yang ada di sebelahnya tanpa menunggu jawaban dari Ane sedangkan Ane menatap nyalang punggung Dewo yang berjongkok di depan banyaknya jas yang terkumpul di lantai ingin sekali Ane menjambak rambutnya Dewo namun Ane urungkan bukan karena kasihan ke Dewo namun karena takut nanti Dewo malah pergi meninggalkan Ane sendirian di supermarket karena Dewo yang membawa mobil ke supermarket