Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Boros Mukanya Makanya Kelihatan Tua


__ADS_3

...Dewo yang telah berpuluh puluh jam melangkah kelamaan dong bisa pingsan Dewo di jalan maksudnya setelah Dewo mengajak kedua kakinya untuk melangkah selama beberapa puluh menit kini Dewo sampai di tempat pengumuman...


...Dewo yang telah sampai di tempat pengumuman tempat sang mama yang tadi mengumumkan bahwa Dewo hilang padahal Dewo sudah besar kini menghampiri ke tiga orang yang di antaranya adalah Ane sang mama...


...Ane fokus menatap tajam ke arah pelayan supermarket sehingga tidak menyadari suara sepatu Dewo yang mendekat ke arahnya namun suara sepatu Dewo dapat di tangkap dengan baik oleh petugas pengumuman dan pelayan supermarket yang mengantar Ane ke tempat pengumuman...


"Maaf om di sini tempat pengumuman kalau mau belanja di supermarket bukan di sini mari saya antar" ucap pelayan supermarket sambil menatap Dewo pelayan supermarket menawarkan diri supaya bisa terbebas dari jerat Ane yang menginginkan dirinya tetap di sini sampai anaknya datang sementara petugas pengumuman ikut menoleh ke arah Dewo


^^^Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga tak percaya dengan sebutan yang di keluarkan oleh pelayan supermarket kalau pak mungkin Dewo bisa memaklumi karena bawahan dan semua karyawan di perusahaan miliknya juga memanggil pak ini di panggil om segitu tuanya kah Dewo sampai di panggil om padahal Dewo juga ngga menikah dengan tante dari pelayan supermarket^^^


... Ane yang mendengar ocehan dari pelayan supermarket menghentikan aksinya yaitu menatap pelayan supermarket yang ada di hadapannya kini Ane menatap ke arah belakang dan Ane langsung mengeluarkan senyuman lebar di wajahnya karena melihat sang anak yang sudah ada di depannya...


"Mba ini anak saya dia ke sini buat cari saya bukan untuk belanja di supermarket jadi ngga usah modus dekatin anak saya dengan cara menawarkan diri mengantar anak saya" ketus Ane sambil menatap nyalang ke pelayan supermarket sementara pelayan supermarket menganggukkan kepalanya mantap sambil berkali kali meneguk air ludahnya sendiri sementara Dewo melipat kedua tangannya di depan dadanya sedangkan petugas pengumuman nampak berpikir lalu berkata

__ADS_1


"Oh jadi pria tampan itu anak ibu pria tampan adiknya kamu di culik oleh orang tapi kamu tenang saja pasti adiknya kamu bakalan ketemu dan penculiknya bakalan di tangkap" jelas petugas pengumuman sambil menebarkan senyum ramah sedangkan pelayan supermarket menganggukkan kepalanya sementara Ane dan Dewo kompak membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


...Dewo menatap ke arah Ane sementara Ane juga menatap ke arah Dewo mereka berdua saling berpandangan seakan meminta jawaban dari omongan petugas pengumuman bahwa adiknya Dewo di culik Walaupun mereka berdua ingin mengelak dan tidak percaya kalau Coco di culik karena sudah besar dan sudah masuk universitas namun fakta yang di ucapkan petugas pengumuman membuat kedua orang itu percaya bahwa Coco di culik...


"Mba tahu ciri ciri penculik adiknya saya ? kenapa adiknya saya di culik ?" cerca Dewo bertubi tubi sambil menatap ke arah petugas pengumuman sementara petugas pengumuman ingin sekali menenggelamkan dirinya ke air yang ada di gayung soalnya biar ngga hanyut terkena air


...Pelayan supermarket merasakan jantung yang berdebar debar bukan karena sedang jatuh cinta namun dirinya sedang di landa ketakutan karena takut Dewo marah kepada petugas yang bekerja di supermarket bahkan Dewo bakalan menuntun supermarket untuk di tutup sementara Ane menatap tajam ke arah petugas pengumuman...


"Mas, pak, om apa dong manggilnya kakek masa tua banget adik" perkataan petugas supermarket belum selesai sudah di potong oleh Dewo


"Mba anak saya masih muda lagian anak saya juga belum menikah jadi ngga usah manggil om karena tantenya kamu bukan menantu saya" teriak Ane sambil mendelik ke pelayan supermarket teriakan Ane sangat membuat telinga hampir rusak bahkan kalau semut dan kecoa bisa protes juga semut dan kecoa akan protes dan marah ke Ane karena teriakan Ane membuat semut dan kecoa terlonjak kaget sampai mencium wanginya lantai karena semut dan kecoa jatuh dari atas meja, dari atas pohon, dari atas kursi sementara pelayan supermarket menganggukkan kepalanya mantap sedangkan petugas pengumuman sedang memegang dadanya dengan kedua tangannya karena teriakan Ane yang sangat membahana sementara Dewo mengusap wajahnya dengan kedua tangannya karena merasa malu dengan tingkah Ane


"Iya bu maaf saya tidak tahu kalau anak ibu masih muda jadi" perkataan pelayan supermarket belum selesai sudah di potong oleh Ane

__ADS_1


"Mba jadi kamu menuduh anak saya sudah tua ? anak saya memang boros mukanya makanya kelihatan tua selain itu anak saya juga boros uang tapi ngga bakalan bikin uangnya anak saya habis karena saya dan suami saya anak orang kaya raya" teriak Ane sangat keras melebihi kerasnya toa bahkan Ane menaikkan suaranya sampai ratusan juta oktaf dari teriakan sebelumnya sedangkan pelayan supermarket yang masih menundukkan kepalanya langsung mendongakkan kepalanya sambil menggeleng gelengkan kepalanya sementara Dewo menepuk jidatnya sendiri sedangkan petugas pengumuman menahan tawanya karena merasa ada yang lucu dengan perkataan yang di keluarkan oleh Ane


"Bu saya ngga bilang anak ibu tua saya ngga bilang anak ibu tua dan boros mukanya iya saya tahu ibu punya uang banyak dari pakaian yang di kenakan anaknya ibu juga saya tahu kalau anaknya ibu bukan anak biasa dan pasti uangnya ngga bakalan habis" jelas pelayan supermarket sambil mencoba untuk tersenyum kepada Ane sementara Ane mendelik ke pelayan supermarket sedangkan Dewo memijat pelipisnya sendiri sementara petugas pengumuman tersenyum sangat tipis


"Mba walaupun kamu ngga bilang anak saya tua tapi kamu manggil anak saya dengan sebutan om secara ngga langsung kamu menghina anak saya sudah tua walaupun kamu ngga bilang anak saya tua dan boros muka tapi karena otaknya saya cerdas dan pintar jadi saya menduga kamu menghina anak saya tua dan boros muka anak saya itu anak manusia lahir dari rahimnya saya Dewo kamu di tuduh bukan anak biasa tenang saja biar mama omelin nih pelayan supermarket yang ngga punya sopan santun dan asal ceplos kenapa kamu malah menuduh anak saya bukan anak biasa maksudnya di tuduh anak kucing, anak tikus, anak kecoa, atau anak binatang apa ? iya uangnya anak saya ngga bakalan habis karena suami saya punya banyak perusahaan" teriak Ane sambil menatap nyalang ke pelayan supermarket dengan kedua tangannya yang di lipat di depan dadanya sementara pelayan supermarket tersenyum getir mendengar tuduhan Ane ingin sekali rasanya dia memberi lakban di mulutnya Ane supaya Ane diam dan ngga bicara namun pelayan supermarket ngga mau menanggung resiko di pecat dari supermarket tempat dia bekerja


... Dewo membelalakkan matanya sangat lebar bukan karena di tuduh bukan anak biasa namun Dewo syok dengan perkataan Ane ingin sekali Dewo melemparkan Ane ke pohon namun Dewo tidak mau membopong Ane sedangkan petugas pengumuman hanya menatap iba ke arah pelayan supermarket namun dirinya tidak bisa membantu karena taruhannya adalah pekerjaannya di supermarket...


"Bu saya ngga bilang anak ibu tua soalnya saya belum tahu mau manggil apa di panggil pak nanti di kira ketuaan di panggil kakek takut marah di panggil adik umurnya juga sudah dewasa saya ngga menghina anak ibu tua dan boros muka harusnya kalau otaknya ibu cerdas dan pintar ngga akan membahas boros muka soalnya tadi saya ngga bahas boros muka saya tahu anak ibu lahir dari rahim ibu bukan dari suaminya ibu saya ngga menuduh anak ibu anak kucing, anak kecoa, tikus atau anak binatang lainnya saya tahu uangnya ibu ngga akan habis karena perusahaan suami ibu banyak dan ada dimana mana" jawab pelayan supermarket sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sementara Dewo mendelik ke Ane sementara Ane menatap nyalang ke pelayan supermarket sedangkan petugas pengumuman hanya diam takut kena omelan


"Mba harusnya kamu tanya ke saya nyuruh manggil anak saya apa koq jadi manggil pak dan kakek anak saya itu belum menikah belum punya anak apalagi cucu kenapa jadi di panggil kakek ? jadi kamu ngga mau manggil anak saya adik karena umurnya anak saya sudah tua ? walaupun kamu ngga bilang anak saya tua dan boros mukanya saya sadar diri suaminya saya ngga bisa melahirkan jadi kamu menuduh otaknya saya ngga cerdas dan ngga pintar justru karena otaknya saya pintar dan cerdas berpikir lembut bahwa kamu menghina anak saya tua dan umurnya boros nah itu tahu uangnya saya ngga bakalan habis karena suami saya kaya raya" teriak Ane sangat keras panjang lebar melebihi panjangnya rel kereta api sementara Dewo menatap nyalang ke Ane sedangkan petugas pengumuman memijat pelipisnya sendiri sementara pelayan supermarket mengeluarkan keringat sejagung jagung bisa di bakar buat di makan


"Mama diam" tegur Dewo dengan suara lantang mendengar suara Dewo membuat atensi ketiganya kompak menatap ke arah Dewo

__ADS_1


"Tapi mama ngga terima kamu di hina oleh dia" tunjuk Ane kepada pelayan supermarket sementara pelayan supermarket menatap ke Dewo seakan memohon untuk membebaskan dirinya dari Ane sedangkan Dewo mendelik ke Ane sementara petugas pengumuman bernafas lega karena ada yang menjadi wasit saat pertandingan adu mulut antara Ane dan pelayan supermarket


"Tapi mama diam saja biarkan dia mau ngomong apa atau aku tinggal mama di supermarket kalau mama sahut menyahut sama pelayan supermarket" ancam Dewo sambil tersenyum licik sementara pelayan supermarket dan petugas pengumuman kompak menebarkan senyum tipis sedangkan Ane mendelik ke Dewo


__ADS_2