Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Ngidam Petasan Atau Cabe Rawit


__ADS_3

Ane berjalan ke arah kamar mandi, dirinya ke sana untuk mencuci tangannya, entah mengapa dirinya ingin mencuci tangan, hanya Ane yang tahu karena semut dan kecoa yang lewat juga tak tahu.



Sementara Dewo masih menyibukkan kedua tangannya untuk menutup kedua telinganya, sungguh Dewo merasa teriakan Ane itu hampir saja merusak gendang telinganya, bukan hanya itu saja tapi hampir saja teriakan Ane menghancurkan dunia seisinya.



Dewo menatap punggung Ane yang berjalan menjauh, dalam hatinya Dewo sungguh tadi dia ingin menjawab omongan Ane, lebih tepatnya Dewo ingin menjawab teriakan Ane, tapi Dewo tak jadi menjawab teriakan Ane, alias Dewo mengurungkan niatnya untuk menjawab teriakan Ane.



Bukan karena Dewo takut dengan teriakan Ane, tapi Ane yang telah berteriak tanpa menunggu jawaban Dewo, Ane langsung melesat pergi begitu saja, tanpa memberi kesempatan untuk Dewo untuk menjawab.


__ADS_1


Sungguh Dewo gatal sekali ingin menjawab semua teriakan Ane, tapi mau bagaimana lagi, takutnya Dewo menjawab tapi Ane melangkah menjauh malah Ane tak mendengar suara Dewo, sehingga suara Dewo mubazir dan terbuang sia sia gara gara tak di dengar oleh Ane.


"Lebih baik aku ke kamar mandi untuk mencuci tangan, soalnya aku takut tangan aku terkena iler Dewo, apalagi Dewo tadi habis tidur, takutnya Dewo mengeluarkan iler dan aku memegang ilernya, beruntung aku cuma pegang Dewo pakai tangan aku, ini tangan jangan aku tempelkan ke muka aku, atau ke pakaian aku, atau ke celana aku, supaya iler Dewo tak menjalar ke muka aku, atau ke pakaian aku, atau ke celana aku, sebaiknya aku harus buru buru ke kamar mandi buat mencuci tangan aku supaya bersih dari iler Dewo" batin Ane sambil tetap melangkah menuju ke kamar mandi yang terletak di kamarnya Dewo.


Dewo menatap punggung Ane dengan kedua matanya yang memancarkan kekesalan, sungguh Dewo kesal dengan kelakuan Ane, padahal Dewo tadi berniat untuk mengistirahatkan tubuhnya alias tidur, tapi kenapa Ane malah mengganggu acara tidurnya.



Ingin sekali Dewo berteriak dan menegur Ane, tapi Dewo tak bisa melakukan itu, karena Ane juga melangkah menjauh dari Dewo, bagaimana caranya Dewo menegur Ane, sehingga kini Dewo hanya bisa meratapi nasibnya yang punya mama yang super duper cerewet sekali.



"Gue heran kenapa mama gue cerewet banget, dan yang lebih gue heran lagi, suara teriakan mama gue sangat keras dan sangat kencang banget, sebenarnya dulu waktu hamil mama gue nenek gue ngidam apa, jangan jangan saat mama gue masih di dalam kandungan ngidam petasan atau cabe rawit, makanya kalau mama gue lagi ngomel pasti ceramah terus ngga ada habisnya, gue kira pakaian dan celana yang ada di atas ranjang gue itu bukan pakaian dan celana yang di pilihkan mama gue buat ke poli THT, gue kira malah mama gue sengaja meletakkan pakaian dan celana di ranjang gue supaya gue ngga tidur siang, malah ternyata pakaian dan celana itu mama gue yang memilih buat gue pakai ke poli THT, lagian ngapain juga ke poli THT, gue kan sudah bilang kalau gue ngga tuli dan ngga budeg tapi mama gue ngga percaya sama omongan gue" batin Dewo sambil tersenyum masam menatap ke arah pakaian dan celana yang tergeletak di lantai secara bergantian.


Ane yang telah berjalan selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ane berjalan selama beberapa puluh menit, kini Ane telah sampai di depan pintu kamar mandi yang terletak di kamarnya Dewo, tanpa ragu dan tanpa komando tangannya Ane langsung terulur untuk membuka pintu kamar mandi tersebut.

__ADS_1


Setelah pintu kamar mandi terbuka, kini Ane langsung menyelonong masuk ke dalam kamar mandi, tanpa menutup pintu terlebih dahulu kini Ane berjalan ke arah wastafel, Ane berjalan sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, entah apa yang ada di otak dan pikirannya Ane sehingga tersenyum lebar seperti itu, hanya Ane yang tahu karena semut dan kecoa yang lewat juga tak tahu isi hati Ane.


"Ternyata aku sampai juga di kamar mandi, tujuan utama aku yaitu aku mau cuci tangan, supaya iler Dewo yang menempel di tangannya aku langsung kabur dan pergi, aku nanti juga akan menyuruh Dewo supaya cuci tangan dan cuci muka sekalian, apalagi Dewo habis tidur pasti Dewo mengeluarkan iler di sekitar bibirnya, apalagi tadi Dewo tidur pulas banget dan tidur nyenyak banget, sebaiknya aku harus cepat cepat sampai ke wastafel supaya aku bisa secepatnya mencuci tangannya aku, dan tangan aku menjadi bersih dari kotoran apapun" batin Ane sambil tetap melangkah menuju ke wastafel tanpa melunturkan senyum lebar di wajahnya.


Setelah Ane berjalan selama beberapa menit, kini Ane telah sampai di samping wastafel, sehingga tanpa menunggu terlalu lama tangannya Ane terulur untuk membuka kran air, lalu Ane mulai mencuci tangannya dengan air yang mengalir dari kran air.


Setelah itu Ane mengambil sabun yang terletak di samping wastafel tanpa menutup kran air, setelah sabun ada di tangan Ane kini Ane mulai menggunakan sabun tersebut, setelah itu Ane meletakkan sabun kembali ke tempatnya, lalu Ane membilas kedua tangannya yang tadi di olesi sabun.


Setelah kedua tangannya Ane bersih tanpa sabun walaupun satu titik, bukannya Ane menutup kran air malah Ane berteriak memanggil Dewo, sungguh aneh sekali perilaku Ane, kalau orang lain pasti setelah membilas sabun dengan bersih, pasti akan menutup kran air, lalu pergi dari kamar mandi, namun Ane sama sekali tak menutup kran air lalu berteriak sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya memanggil Dewo sang anak.


"Dewo buruan ke sini penting" teriakan Ane dengan sekencang kencangnya dan sekeras kerasnya, sedangkan Dewo yang tadi sedang asyik dan sibuk dengan lamunannya, setelah kedua telinganya menangkap suara teriakan Ane membuat Dewo membuang dan membuyarkan semua lamunannya.


Dewo beringsut dari tidurnya lalu kedua kakinya Dewo turun dari ranjang, setelah itu Dewo berjalan ke arah kamar mandi dengan cepat, Dewo pikir Ane terjadi sesuatu sehingga memanggil Dewo apalagi katanya penting.


Karena Dewo di hinggapi rasa penasaran yang tinggi dan tingkat dewa, membuat Dewo kini berlari menuju ke kamar mandi, sungguh Dewo ingin cepat sampai ke kamar mandi, dan melihat kondisi Ane saat ini.

__ADS_1


__ADS_2